Wanita Wajib Tahu! Berikut Larangan Saat Haid Menurut Islam dan Medis

Larangan Saat Haid

Menstruasi atau haid merupakan hal alami yang dialami oleh tubuh wanita setiap bulannya. Proses menstruasi ini terjadi akibat sel telur wanita tidak dibuahi, maka akan luruh pada dinding rahim. Ada larangan saat haid menurut Islam dan medis yang perlu Anda ketahui. Apa sajakah itu? Simak ulasannya pada artikel berikut ini.

Proses menstruasi biasanya pada setiap wanita memiliki siklus yang berbeda-beda, mulai dari 5 hari bahkan lebih.

Adapun ciri wanita yang sedang menstruasi yaitu kebanyakan akan mengalami mood swing karena pengaruh hormonal, rasa nyeri di sekujur tubuh, dan lain sebagainya.

Oleh karena itu, wanita harus belajar untuk mengontrol dirinya agar tidak menuruti perubahan hormonal tersebut.

Nah, berbicara mengenai larangan saat haid, Anda perlu mengetahuinya menurut Islam dan secara medis.

Baca juga: 9 Amalan Saat Haid Agar Doa Dikabulkan dan Menuai Banyak Pahala

Larangan Saat Haid Menurut Islam

Dalam Islam, wanita yang sedang mengalami menstruasi atau haid tidak boleh melakukan beberapa hal ibadah seperti sholat, berpuasa dan lain sebagainya.

Al hafidz Ibnu Hajar dalam Fathul Bari mengatakan:

“Larangan salat bagi perempuan haid adalah perkara yang telah jelas karena kesucian dipersyaratkan dalam salat dan perempuan haid tidak dalam keadaan suci. Adapun puasa tidak dipersyaratkan di dalamnya kesucian maka larangan puasa bagi perempuan haid itu sifatnya adalah ta’abudi (hal yang berkaitan dengan ibadah).”

1. Sholat

Larangan Saat Haid

Sumber: shutterstock.com

Larangan saat haid yang pertama menurut Islam adalah tidak boleh melaksanakan sholat saat sedang menstruasi.

Sebagaimana ada sebuah hadits yang mengatakan:

“Apabila haid datang, tinggalkanlah sholat.” (HR Bukhari dan Muslim)

Suatu hari, datanglah seorang wanita dan bertanya kepada Aisyah, “Apakah salah seorang dari kami harus mengqadha sholat bila telah suci dari haid?”

Kemudian istri Nabi pun bertanya, “Apakah engkau wanita Hururiyah? Kami dulunya haid di masa Nabi SAW. Beliau tidak memerintahkan kami mengganti sholat (HR. Bukhari)

Ketika dalam masa haid, berarti seorang wanita sedang dalam keadaan tidak suci atau kotor, sehingga tidak boleh melanggar larangan ini.

2. Membaca Al-Quran

Larangan Saat Haid

Sumber: shutterstock.com

Larangan saat haid yang kedua adalah wanita tidak boleh membaca Al-Quran.

Sebagaimana sabda Rasulullah SAW dalam sebuah hadits yang berbunyi:

“Orang junub dan wanita haid tidak boleh membaca sedikit pun dari Al-Quran.” (HR. Tirmidzi)

Oleh karena itu, Anda bisa membacanya kembali setelah selesai masa haid dan melakukan mandi wajib dengan benar.

Baca Juga:  Sebutkan 15 Peluang Contoh Jasa yang Paling Menguntungkan 2022

Anda mengganti amalan membaca Al-Qur’an ini dengan memanjatkan doa dan berdzikir kepada Allah SWT.

Sehingga insya Allah Anda akan mendapat kebaikan dan pahala yang besar.

3. Berpuasa

Larangan Saat Haid

Sumber: shutterstock.com

Larangan saat haid menurut Islam selanjutnya yaitu tidak boleh berpuasa.

Sebagaimana dalam sebuah hadits yang menyatakan:

“Kami dahulu juga mengalami haid, maka kami diperintahkan untuk mengqadha’ puasa dan tidak diperintahkan untuk mengqadha’ shalat.” (HR. Muslim)

Dari hadist tersebut, bahwa larangan saat haid untuk berpuasa ini, dapat diganti di kemudian hari. Beda halnya tidak berlaku untuk sholat.

Larangan ini tidak hanya diharamkan untuk berpuasa Ramadhan, termasuk dalam puasa-puasa sunnah pun dilarang tentunya ketika wanita dalam masa haid dan nifas.

Nah, berikut ini ada makanan yang penuh nutrisi dan baik untuk kesehatan tubuh yaitu Kurma. Kurma ini cocok untuk Anda konsumsi pada waktu buka puasa maupun sahur. Klik rekomendasi produk di bawah ini untuk mendapatkan produk.

Larangan Saat Haid

Larangan Saat Haid

4. Berhungan Seksual

Larangan Saat Haid

Sumber: shutterstock.com

Saat wanita sedang haid atau menstruasi, maka ia diharamkan untuk melakukan hubungan suami istri atau berjima dengan suaminya.

Hal tersebut tercantum pada QS. Al-Baqarah ayat 222 yang berbunyi:

وَيَسْـَٔلُونَكَ عَنِ ٱلْمَحِيضِ ۖ قُلْ هُوَ أَذًى فَٱعْتَزِلُوا۟ ٱلنِّسَآءَ فِى ٱلْمَحِيضِ ۖ وَلَا تَقْرَبُوهُنَّ حَتَّىٰ يَطْهُرْنَ ۖ فَإِذَا تَطَهَّرْنَ فَأْتُوهُنَّ مِنْ حَيْثُ أَمَرَكُمُ ٱللَّهُ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ يُحِبُّ ٱلتَّوَّٰبِينَ وَيُحِبُّ ٱلْمُتَطَهِّرِينَ

Wa yas`alụnaka ‘anil-maḥīḍ, qul huwa ażan fa’tazilun-nisā`a fil-maḥīḍi wa lā taqrabụhunna ḥattā yaṭ-hurn, fa iżā taṭahharna fa`tụhunna min ḥaiṡu amarakumullāh, innallāha yuḥibbut-tawwābīna wa yuḥibbul-mutaṭahhirīn.

Artinya: “Mereka bertanya kepadamu tentang haidh. Katakanlah: “Haidh itu adalah suatu kotoran”. Oleh sebab itu hendaklah kamu menjauhkan diri dari wanita di waktu haidh; dan janganlah kamu mendekati mereka, sebelum mereka suci. Apabila mereka telah suci, maka campurilah mereka itu di tempat yang diperintahkan Allah kepadamu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri.”

Selain itu, dalam sebuah hadist pun menyatakan bahwa:

“Barangsiapa yang menyetubuhi wanita haid atau menyetubuhi wanita di duburnya, maka ia telah kufur terhadap apa yang diturunkan kepada Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.” (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah)

Adapun hadits lainnya yang menyatakakan bahwa:

“Lakukanlah segala sesuatu (terhadap wanita haid) selain jima.’” (HR. Muslim)

Dalam hadits disebutkan bahwa berhubungan seksual dengan wanita haid tidak masalah selagi tidak terjadi pada vagina.

5. Menunda Tawaf

Larangan Saat Haid

Sumber: shutterstock.com

Ketika sedang melaksanakan haji, larangan saat haid bagi wanita adalah menunda tawaf. Sebab, ia sedang dalam tidak suci dan tidak boleh beribadah dalam sementara waktu.

Baca Juga:  Inilah 8 Minuman Sehat yang Bisa Meningkatkan Imunitas Tubuh

Menurut Islam dengan tidak melaksanakan tawaf ini diperbolehkan untuk wanita menstruasi.

Bahkan Rasulullah SAW bersabda kepada Aisyah ketika sedang melaksanakan haji dan sedang haid.

“Kerjakanlah segala yang dikerjakan oleh orang yang sedang berhaji, tetapi jangan melakukan tawaf.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Baca juga: Wanita Harus Tahu Hukum Penggunaan Menstrual Cup Pada Syariat Islam

Larangan Haid Menurut Medis

Setelah Anda mengetahui larangan haid menurut Islam, ternyata ada beberapa hal yang perlu Anda ketahui mengenai larangan saat haid dari sisi medis.

Larangan saat haid menurut  medis atau kedokteran ini perlu Anda ketahui untuk mengetahui infeksi yang bisa ditimbulkan saat haid.

6. Mengonsumsi Alkohol

Larangan Saat Haid

Sumber: pexels.com

Dengan mengonsumsi alkohol dapat memperburuk gejala menstruasi. Selain itu, Alkohol dapat menimbulkan sejumlah efek negatif pada tubuh ketika sedang haid.

Misalnya, alkohol dapat membuat dehidrasi, hal tersebut dapat memperburuk sakit kepala dan menyebabkan kembung.

Adapun dampak lainnya yaitu masalah pencernaan, seperti diare dan mual.

Selain itu, minum alkohol saat menstruasi dapat menyebabkan beberapa gejala termasuk:

  • Sakit kepala
  • Diare
  • Mual
  • Muntah
  • Kelelahan

7. Makanan Mengandung Garam

Larangan Saat Haid

Sumber: pexels.com

Mungkin kita sangat tergiur dengan berbagai makanan atau camilan asin seperti kentang goreng, ataupun makanan yang mengandung garam lainnya.

Justru menurut medis harus mengurangi makanan mengandung garam berlebih ketika sedang haid.

Dengan mengonsumsi makanan yang mengandung sodium dalam jumlah tinggi dapat membuat kembung dan retensi air dalam tubuh Anda semakin buruk.

Hal ini dapat menyebabkan kram perut saat menstruasi. Jadi, sebaiknya hindari cemilan yang mengandung asin secara berlebihan.

8. Jangan Kerja Terlalu Keras

Larangan Saat Haid

Sumber: shutterstock.com

Anda sebaiknya tidak bekerja terlalu keras dan tetap berolahaga ketika menstruasi.

Tahukah Anda bahwa dengan melakukan kerja terlalu keras dapat memperparah rasa nyeri.

Sebab rasa nyeri yang muncul saat menstruasi dan dipadukan dengan kerja yang keras akan membuat rasa nyeri tersebut semakin memburuk.

Nah, untuk meredakan hal itu Anda dapat berolahraga ringan untuk menghilangkan rasa nyeri seperti yoga, lari-lari kecil atau meditasi.

9. Malas Mengganti Pembalut

Larangan Saat Haid

Sumber: shutterstock.com

Larangan saat haid menurut medis berikutnya adalah jangan malas untuk mengganti pembalut.

Menurut Cleveland Clinic, pembalut yang jarang diganti dapat menyebabkan infeksi dan ruam di daerah kemaluan.

Pembalut merupakan hal yang sering dipakai wanita ketika haid, selain menstrual cup dan tampon.

Untuk itu, jangan merasa malas untuk mengganti pembalut, terutama jika darah yang keluar sedang banyak-banyaknya.

Alasan utamanya adalah untuk mencegah adanya dari infeksi vagina.

Sementara, waktu yang disarankan untuk Anda ganti pembalut adalah setiap 4-6 jam pemakaian. Artinya, dalam sehari sebaiknya Anda ganti pembalut sebanyak 4-6 kali.

Rekomendasi Produk Pembalut Wanita Terbaik yang Tersedia di Evermos

Larangan Saat Haid

Ada rekomendasi pembalut wanita terbaik yang tersedia di Evermos seperti salah satunya pembalut kain dari Ayesha.

Baca Juga:  6 Aplikasi Islami Terbaik yang Bisa Mempermudah Ibadah Anda

Pembalut wanita cuci ulang merupakan salah satu pilihan baik untuk hemat dan sehat serta ramah lingkungan.

Pembalut wanita ini terbuat dari bahan kain kaos bermutu dan lembut, hingga aman dan nyaman dipakai saat haid karena bebas dari bahan-bahan kimia yang berbahaya.

Tak hanya itu, pembalut wanita ini salah satu pembalut herbal yang aman karena dapat dicuci ulang, dapat digunakan kembali, dan ramah lingkungan.

Adapun beberapa kelebihan pembalut wanita cuci ulang ini berbeda dengan pembalut yang lain. Bahan pembuat Pembalut Wanita adalah kain kaos dengan:

  • Pilihan dan bermutu tinggi
  • Memiliki daya serap yang kuat
  • Lembut dan nyaman
  • Jika terkena noda/darah tidak melekat
  • Lapisan luar dan dalam dengan bahan kaos kwalitas sama
  • Tahan panas (setrika) sehingga menjaga bahan steril Warna tidak luntur dan aman dipakai setiap saat
  • Tidak menimbulkan iritasi sehingga aman
  • Tidak mempunyai efek samping karena tidak mengandung bahan kimia berbahaya
  • Anda dapat menggunakannya dalam waktu lama karena tidak mudah rusak
  • Ramah lingkungan karena dapat dicuci dan dipakai ulang
  • Hemat dengan harga terjangkau

Bagi Anda yang ingin mendapatkan atau menjual produk ini, Anda dapat menjadi reseller Evermos.

Tidak Punya Modal untuk Memulai Usaha? Tenang, Evermos Punya Solusinya!

Persoalan modal sebenarnya bisa teratasi. Banyak orang yang sulit memulai untuk berbisnis karena terkendala dengan hal modal.

Apakah Anda salah satunya? Seringkali pusing sendiri mencari modal dan akhirnya bingung bagaimana cara untuk memulai usaha?

Tenang, bagi Anda yang ingin memiliki bisnis, namun belum memiliki cukup modal, menjadi seorang reseller Evermos merupakan pilihan yang tepat.

Banyak kemudahan dan keuntungan yang akan Anda dapatkan dengan menjadi reseller Evermos, antara lain:

  • Bisnis tanpa modal
  • Memiliki toko online sendiri
  • Tidak perlu pusing cari supplier
  • Tidak perlu memikirkan stok dan pengiriman
  • Mendapatkan pelatihan bisnis online dari ahlinya
  • Berkesempatan bergabung dengan komunitas reseller dari berbagai daerah

Bagaimana? Menarik bukan? Mari raih potensi untuk mendapatkan penghasilan sesuai keinginan dengan menjadi reseller Evermos.

Yuk, segera daftarkan diri Anda dengan menjadi reseller hebat di Evermos. Dengan cara klik di bawah ini!

Larangan Saat Haid

Bagaimana, mudah bukan untuk menghindari larangan saat haid dan menjaga kesehatan diri? Apakah Anda pernah melakukan hal-hal yang larangan di atas? Jika iya, segera hindari demi kebaikan kesehatan jasmani dan rohani Anda.

Demikianlah informasi mengenai larangan saat haid menurut Islam dan menurut medis yang perlu para wanita ketahui.

Semoga informasi ini dapat bermanfaat, selamat menjalankan hal yang boleh dilakukan dan yang dilarang saat menstruasi  agar kita senantiasa berada dalam lindungan-Nya dan kondisi tubuh tetap sehat.

Jangan lewatkan informasi menarik lainnya pada situs blog Evermos. 

Share:
Facebook
Twitter
Pinterest
LinkedIn
×