Contoh Khutbah Jumat Maulid Nabi Muhammad SAW Singkat 2023

Maulid Nabi merupakan salah satu hari besar Islam untuk memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW. Dalam rangka mengenang hari lahirnya Nabi SAW, umat Muslim dapat memperingatinya melalui khutbah jumat Maulid Nabi Muhammad SAW. 

Nabi Muhammad SAW lahir pada 12 Rabiul Awal 571 Masehi. Pada tahun 2023 ini, Maulid Nabi akan jatuh pada tanggal 28 September. Apabila mengacu pada kalender Hijriah, maka tepat pada 12 Rabiul Awal 1445 Hijriah. 

Maulid Nabi atau peringatan hari lahirnya Nabi Muhammad ini dilaksanakan oleh sebagian besar umat Islam di penjuru dunia sebagai bentuk penghormatan dan wujud rasa cinta terhadap Rasulullah SAW sebagai sosok pemberi syafaat di hari akhir nanti. 

Peringatan Maulid Nabi ini biasanya diisi dengan berbagai kegiatan Islami salah satunya khutbah Jumat dengan tema Maulid Nabi Muhammad SAW. Pada kegiatan ini, khatib shalat Jumat akan memberikan materi khutbah yang berkaitan dengan Maulid Nabi. 

Apabila Anda akan mengisi khutbah Jumat Maulid Nabi, pastinya Anda perlu mempersiapkan materi dengan baik dan bagus. Oleh karena itu, artikel ini akan memberikan Anda inspirasi melalui contoh khutbah Jumat Maulid Nabi Muhammad SAW dengan beberapa tema. 

Contoh khutbah di bawah ini mengutip dari beberapa sumber dari situs Islami. Yuk, simak sampai akhir ya!

Baca juga: Contoh Teks Pidato Tentang Maulid Nabi Singkat Beserta Dalilnya dari Berbagai Tema

Mukaddimah Khutbah Jumat Maulid Nabi Muhammad SAW

Sebelum penyampaian materi khutbah Maulid Nabi, tentunya khatib perlu menyampaikan mukaddimah terlebih dahulu. Berikut ini bacaan mukaddimah khutbah Jumah tentang Maulid Nabi Muhammad SAW.

إنَّ الـحَمْدَ لِلّهِ نَـحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَن لاَّ إِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُـحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُه.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا, يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا
يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا  أَمَّا بَعْدُ



Latin: “Inna alhamda lillaahi nahmaduhu wa nasta’inuhu wa nastaghfiruhu, wa na’uudzu billahi min syuruuri anfusinaa wa min sayyi’aat a’maalinaa, man yahdihil laahu falaa mudhilla lahu, wa man yudlill falaa haadiya lahu, wa asyhadu an laa ilaaha illallaahu wahdahu laa syariika lahu, wa asyhadu anna Muhammadan ‘abduhu wa rasuuluhu.

Yaa ayyuhaa alladziina aamanuu ittaqoo allaaha haqqa tuqaatihi wa laa tamuutunna illaa wa antum muslimuun.

Yaa ayyuhan naasu ittaqoo raabbakumulladzii khalaqakum min nafsin wahidatin wa khalaqa minha zawjaha wa bathtaha minhuma rijjalan kathiran wa nisaaa’a wa ittaqoo allaaha allazii tasaa’aloona bihi wal arhamaan innallaaha kaana ‘alaikum raqiibaa, Yaa ayyuhaa alladziina aamanuu ittaqoo allaaha wa quulu qaulan sadiidaa.

Yuslihu lakum a’maalakum wa yaghfir lakum dzunubakum wa man yuti’illaaha wa rasuulahu faqad faaza fauzaa’an ‘azhiimaa.”

Setelah menyampaikan khutbah, selanjutnya, mari simak contoh teks khutbah Jumat Maulid Nabi Muhammad SAW dengan beberapa tema yang berbeda berikut ini.

Baca juga: 5 Contoh Teks Ceramah Tentang Maulid Nabi Singkat Beserta Dalilnya, Menyentuh Hati!

Khutbah Jumat Maulid Nabi #1: Hikmah Bersholawat dan Berdzikir dalam Rangka Maulid Nabi 1445 H

khutbah jumat maulid nabi muhammad saw
Sumber: freepik.com

Pendahuluan Khutbah 

Segala puji bagi Allah, Tuhan Semesta Alam. Shalawat serta salam semoga selalu tercurahkan kepada Nabi besar kita Nabi Muhammad SAW, beserta keluarga, sahabat, dan pengikut setia beliau. 

Jaamah yang dirahmati Allah SWT, sesungguhnya, saat ini kita berada dalam suasana yang penuh berkah, karena hari ini kita berkumpul untuk merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW yang ke-1445 Hijriyah. 

Maulid Nabi ini bukan hanya sekadar perayaan, tetapi juga momentum untuk mengenang ajaran dan teladan yang beliau sampaikan kepada umat manusia. Beliaulah yang mampu membimbing umat manusia dari zaman jahiliyah hingga zaman yang berilmu pengetahuan seperti yang kita rasakan saat ini. 

Baca juga: Bacaan Maulid Nabi Lengkap Arab, Latin, dan Artinya, Berzanji Hingga Mahalul Qiyam [PDF]

Materi Pertama Khutbah Jumat Maulid Nabi Muhammad SAW: Pentingnya Bersholawat

Para hadirin yang dirahmati Allah SWT, pada kesempatan kali ini saya akan menyampaikan khutbah mengenai hikmah bersholawat dan dzikir dalam rangka menyambut Maulid Nabi Muhammad SAW. 

Allah SWT berfirman dalam Al-Quran Surah Al-Ahzab ayat 56, 

“Sesungguhnya Allah dan malaikat-Nya bersholawat untuk Nabi; hai orang-orang yang beriman, bersholawatlah kamu untuknya dan ucapkanlah salam penghormatan.”

Dari firman Allah tersebut, tandanya Allah SWT langsung yang menganjurkan kita untuk bersholawat kepada Nabi Muhammad SAW. Sholawat kepada Nabi ini merupakan wujud tanda cinta, penghormatan, dan rasa syukur kita kepada Rasulullah SAW. Sehingga, dengan bersholawat, kita juga mengikuti perintah Allah dan mendekatkan diri kepada-Nya.

Selain itu, bersholawat kepada Nabi juga dapat menjadi sarana untuk memohon kepada Allah agar Allah memberikan rahmat, kedamaian, dan keberkahan kepada Nabi Muhammad SAW, keluarganya, dan umat Islam secara keseluruhan. 

Maka dari itu para jamaah sekalian, bersholawat adalah cara kita untuk mengikuti jejak para sahabat yang selalu berusaha mendekatkan diri kepada Nabi.

Baca juga: Hukum Merayakan Maulid Nabi dan Dalilnya, Apakah Dibolehkan atau Tidak?

Materi Kedua Khutbah Jumat Maulid Nabi Muhammad SAW : Hikmah Berdzikir

Selain bersholawat, pada momen Maulid Nabi ini kita juga dianjurkan untuk berdzikir. Dzikir memang bukan hanya pada saat momen ini saja, namun mulai hari ini kita bisa bertekad untuk meningkatkan ibadah dzikir kita untuk kedepannya. 

Dzikir, atau mengingat Allah, adalah amalan yang sangat dianjurkan dalam Islam. Dalam konteks Maulid Nabi, berdzikir kepada Allah adalah cara untuk mengenang dan merayakan kehidupan dan ajaran Nabi Muhammad SAW. 

Pastinya, ada banyak hikmah yang kita dapatkan ketika berdzikir di momen Maulid Nabi ini. 

  • Meningkatkan Cinta kepada Rasulullah: Dengan berdzikir kepada Allah dan merenungkan ajaran-ajaran Nabi, kita dapat meningkatkan rasa cinta dan kasih sayang kita kepada Rasulullah SAW.
  • Mengingat Kebaikan-Kebaikan Nabi: Dzikir adalah cara untuk mengenang kebaikan-kebaikan dan tindakan mulia yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW. Ini menginspirasi kita untuk meneladani tindakan-tindakan tersebut dalam kehidupan sehari-hari.
  • Meningkatkan Kesadaran Rohani: Dengan berdzikir, kita dapat meningkatkan kesadaran rohani kita, mengingat Allah, dan memperbaiki hubungan kita dengan-Nya.
  • Menyatukan Umat Islam: Dzikir dan perayaan Maulid Nabi juga menjadi kesempatan untuk menyatukan umat Islam dalam rasa kebersamaan dan persaudaraan.

Kesimpulan dan Penutup Khutbah

Oleh karena itu para jamaah sekalian, sebagai umat Islam, mari kita manfaatkan momentum Maulid Nabi ini. Maanfaatkanlah untuk lebih mendalami ajaran-ajaran dan teladan Nabi Muhammad SAW. Mari kita tingkatkan bersholawat kepada Nabi dan berdzikir kepada Allah sebagai tanda cinta, penghormatan, dan kepatuhan kita kepada-Nya. Allahu Akbar!

Dengan bersholawat dan berdzikir, kita dapat merasakan kehadiran dan keberkahan Allah dalam kehidupan kita, serta meneladani tindakan mulia Nabi yang penuh kasih sayang dan kebijaksanaan.

Tidak lupa pula di momen Maulid Nabi ini kita berdoa agar mendapatkan syafaat beliau di hari akhir kelas. Semoga Allah SWT menerima amalan kita, memberkahi umat Islam, dan menjadikan kita sebagai umat yang lebih baik di setiap aspek kehidupan kita. Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Selain khutbah Maulid Nabi dengan mengangkat tema di atas, Anda juga bisa menggunakan berbagai tema yang berbeda. Simak contoh tema Maulid Nabi 2023 disini: 55 Contoh Tema Maulid Nabi Singkat dan Menarik Serta Maknanya, Cocok untuk Tahun 2023!

Khutbah Jumat Maulid Nabi #2: Maulid Nabi Ajang Memperdalam Rasa Cinta Kepada Rasulullah dengan Meneladani Sifatnya

khutbah jumat maulid nabi muhammad saw
Sumber: canva.com

Pendahuluan Khutbah Jumat Maulid Nabi Muhammad SAW 

Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam, yang Maha Penyayang dan Maha Pengasih. Shalawat dan salam semoga tercurahkan kepada Nabi Muhammad SAW, utusan Allah yang diutus sebagai rahmat bagi seluruh alam.

Jamaah yang dirahmati Allah SWT, hari ini, kita berkumpul dalam rasa syukur dan kebahagiaan untuk merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW yang ke-1445 Hijriyah. Peringatan Maulid Nabi adalah momen yang penuh berkah untuk memperdalam rasa cinta serta penghormatan kita kepada Rasulullah SAW. 

Beliau adalah sosok sempurna dan menjadi suri tauladan kita. Sejak beliau dilahirkan, Allah sudah menuliskan takdir yang sangat sempurna yang beliau. Kita bisa bayangkan bagaimana kelembutan akhlak beliau kepada siapapun bahkan kepada orang-orang yang membencinya.

Kedua: Memahami Rasulullah SAW

Para jamaah yang Allah SWT rahmati, Nabi Muhammad SAW adalah teladan sempurna yang Allah SWT utus sebagai rahmat bagi seluruh manusia. Beliau diberikan sifat-sifat yang luar biasa, seperti kebijaksanaan, kesabaran, kejujuran, dan kasih sayang.

Oleh karena itu, memahami sifat-sifat ini adalah langkah pertama untuk memperdalam rasa cinta kita kepada Rasulullah SAW. Untuk itu pada kesempatan khutbah sekaligus momen Maulid Nabi hari ini, saya akan menyampaikan ceramah mengenai memperdalam rasa cinta kepada Rasulullah dengan meneladani sifat beliau. 

Baca juga: 11 Doa Maulid Nabi Muhammad SAW Lengkap Arab, Latin, dan Artinya.

Ketiga: Meneladani Sifat-Sifat Rasulullah SAW

Ada banyak sekali sifat-sifat Rasulullah yang patut kita teladani dan terapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Pertama, adalah sifat kebijaksanaan. Rasulullah SAW dikenal sebagai pemimpin yang bijaksana. Untuk itu, mari kita meneladani kebijaksanaan beliau dalam pengambilan keputusan dalam kehidupan kita, baik dalam urusan pribadi maupun sosial.

Kedua, yaitu sifat sabar. Sebagai seorang Rasul, Nabi Muhammad SAW memiliki tingkat kesabaran yang tinggi dalam menghadapi tantangan dan cobaan. Ketika Allah menyerukan kepada beliau untuk menyebarkan Islam di muka bumi, beliau mendapatkan banyak cacian, makian, bahkan kekerasan fisik dari orang-orang yang menentang agama Islam.

Tidak ada yang bisa mengalahkan tingkat kesabaran Nabi Muhammad SAW. Oleh karena itu, kita harus meneladani kesabaran beliau dalam menghadapi berbagai permasalahan yang muncul dalam hidup kita. Yakinlah bahwa itu bagian dari cobaan serta ujian keimanan yang Allah berikan kepada kita. 

Ketiga, adalah kekuatan moral. Sebagai sosok sempurna, Rasulullah SAW selalu menjunjung tinggi moralitas dan etika dalam segala aspek kehidupan. Maka dari itu jamaah sekalian, kita juga harus meneladani kekuatan moral beliau dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Dan yang terakhir adalah sifat berkasih sayang. Beliau adalah sosok dengan rasa kasih sayang dan empati yang sangat tinggi. Rasulullah SAW sangat peduli kepada umatnya, bahkan kepada umat yang belum pernah beliau temui yaitu kita semua yang hidup setelah wafatnya beliau.  

Untuk itu, mari kita juga meneladani sifat kasih sayang yang beliau perlihatkan kepada umatnya. Marilah kita lebih peduli kepada sesama serta meningkatkan rasa empati untuk membantu orang lain yang kesulitan.

Keempat: Meningkatkan Rasa Cinta Kita

Hadirin yang dirahmati Allah SWT, itulah beberapa sifat Rasulullah SAW yang patut kita teladani. Ada banyak sifat-sifat lainnya yang dapat kita gali lagi lebih dalam dengan belajar serta memberbanyak ilmu mengenai Rasulullah dan Islam.

Meneladani sifat-sifat Rasulullah SAW dalam kehidupan kita adalah salah satu cara paling efektif untuk mendalamkan rasa cinta kita kepada beliau. Kita harus merasa dekat dengan beliau dalam setiap langkah yang kita ambil, dan ingat bahwa tindakan kita adalah cerminan dari kasih sayang kita kepada Nabi.

Kesimpulan dan Penutup Khutbah Jumat 

Peringatan Maulid Nabi SAW adalah kesempatan yang indah untuk merenungkan ajaran dan teladan Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan kita.

Dengan meneladani sifat-sifat beliau, kita dapat memperdalam rasa cinta kita kepada Rasulullah SAW dan mengambil langkah-langkah nyata menuju kehidupan yang lebih baik dan lebih bermakna.

Semoga Allah SWT memberkahi kita semua dan menjadikan kita sebagai umat yang mengikuti jejak Nabi Muhammad SAW dengan setia. Semoga dengan mengamalkan sifat-sifat Rasulullah, kita bisa mendapatkan syafaat beliau di hari kiamat nanti. Amin yaa Rabbal Alami.

Demikianlah khutbah jumat dengan tema Maulid Nabi hari ini. Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Itulah contoh teks khutbah Maulid Nabi Muhammad SAW yang dapat Anda gunakan sebagai referensi dalam mengisi khutbah Maulid Nabi. Semoga artikel ini bermanfaat, dan jangan lupa baca informasi menarik lainnya hanya di blog Evermos.

Selain itu, Anda dapat kunjungi Evermos untuk mendapatkan penghasilan tambahan tanpa modal. Apalagi, jika Anda tertarik memulai usaha sebagai pebisnis pemula, maka Anda bisa memulainya sebagai reseller Evermos. Klik tombol di bawah ini untuk mendapatkan penawarannya!

YUK, GABUNG DISINI!

Buka Usaha Jadi Reseller (Daftar Gratis)