Wajib Tahu! Inilah Hukum Bakar Ikan di Tahun Baru

Hukum bakar ikan di tahun baru – Tahun baru 2023 akan segera datang, seluruh dunia akan menyambutnya dengan berbagai macam perayaan.

Namun menurut ajaran Islam menyambut atau merayakan tahun baru merupakan sesuatu yang dilarang.

Bahkan untuk berkumpul dengan keluarga atau kerabat dan membakar ikan untuk makan bersama pun diatur dalam Islam.

Sebetulnya apa hukum bakar ikan di tahun baru dan kenapa orang Islam dilarang merayakan tahun baru.

Berikut adalah penjelasannya.

Hukum Bakar Ikan di Tahun Baru Bersama Keluarga atau Kerabat

Hukum Bakar Ikan di Tahun Baru
Sumber: google.com/bersosial

Menurut penjelasan dari Ustadz Khalid Basalamah yang dikutip dari laman detik.com, di dalam agama Islam merayakan tahun baru adalah sebuah hal yang dilarang.

Beliau mengatakan bahwa malam tahun baru Islam saja tidak ada apalagi malam tahun baru masehi. Dipertegas dengan Rasulullah yang tidak pernah merayakan tahun baru Islam.

“Malam tahun baru Islam saja tidak ada apalagi malam tahun baru Masehi. Nabi Muhammad SAW tidak pernah sekalipun merayakan malam tahun baru Islam maupun tahun baru Masehi,” ujar Ustadz Basalamah dalam Channel Youtube SAP Channel.

Lantas bagaimana hukum bakar ikan di tahun baru bersama keluarga atau kerabat?

Di dalam sebuah ceramah yang dijelaskan oleh Ustadz Badru, ada seorang jemaah yang bertanya tentang hukum makan bersama di saat tahun baru.

Jamaah itu bertanya apakah boleh ketika tahun baru berkumpul dengan  teman hanya untuk makan-makan saja.

Simak jawabannya di bawah ini.

Apa Hukum Bakar Ikan di Tahun Baru

Hukum Bakar Ikan di Tahun Baru
Sumber: google.com/bersosial

Menjawab pertanyaan di atas, Ustadz Badru memberikan keterangan tentang hukum bakar ikan di tahun baru..

Ustadz Badru menjelaskan bahwa kegiatan tersebut sama saja merayakan. Menurutnya walaupun tidak ada niatan untuk merayakan malam tahun baru tapi kegiatan itu berkumpul dan makan bersama sampai malam suntuk, sama saja mendukung kegiatan malam tahun baru.

“Kenapa kita lakukan makan makan di malam tahun baru kenapa nggak kita lakukan di malam-malam yang lain. Apa tujuannya?,” ujar ustadz Badru.

Hal ini juga berkaitan dengan kebiasaan Nabi Muhammad SAW Yang tidak menyukai tidur sebelum Isya dan tidak menyukai ngobrol setelah sholat Isya maksudnya tidak suka begadang sampai semalam suntuk setelah sholat Isya.

“Ketika sholat Isya Rasulullah SAW pun tidur. Ketika masuk sepertiga malam Rasulullah SAW pun sholat tahajud. Tidakkah kita ingin mencontoh Rasulullah SAW. Bukankah Rasulullah SAW sebaik-baiknya suri teladan bagi kita,” ujar ustadz Badru.

Selain itu, dalam channel Youtube Abah Sayf Abu Hanifah dijelaskan juga tentang hukum bakar ikan di tahun baru ini. Simak videonya di bawah ini:

Hukum Bakar Ikan di Tahun Baru dan Kenapa Dilarang Merayakan Tahun Baru

Hukum Bakar Ikan di Tahun Baru
Sumber: google.com/bersosial

Banyak para ulama yang mengatakan bahwa perayaan tahun baru merupakan salah satu perayaan yang biasa dilakukan orang Nasrani.

Selain itu, tahun baru diidentikkan juga dengan perayaan Natal umat Kristiani. Oleh karena itu umat Islam dilarang merayakan tahun baru.

Kenapa umat Islam dilarang merayakan tahun baru? Hal itu sejalan dengan hadist Rasulullah SAW.

Rasulullah SAW bersabda:

مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ

Artinya: “Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk golongan mereka.” HR. Abu Daud no. 4031, dishahihkan oleh Al Albani.

Hadits tersebut diperkuat dengan hadits berikut ini.

لاَ تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى تَأْخُذَ أُمَّتِى بِأَخْذِ الْقُرُونِ قَبْلَهَا ، شِبْرًا بِشِبْرٍ وَذِرَاعًا بِذِرَاعٍ » . فَقِيلَ يَا رَسُولَ اللَّهِ كَفَارِسَ وَالرُّومِ . فَقَالَ « وَمَنِ النَّاسُ إِلاَّ أُولَئِكَ

Artinya: “Kiamat tidak akan terjadi hingga umatku mengikuti jalan generasi sebelumnya sejengkal demi sejengkal, sehasta demi sehasta.” Lalu ada yang menanyakan pada Rasulullah SAW, Apakah mereka itu mengikuti seperti Persia dan Romawi? Beliau menjawab, Selain mereka lantas siapa lagi?” (HR. Bukhari No. 7319).

Penjelasan Kenapa Umat Islam Dilarang Merayakan Tahun Baru Masehi

Sate
Sumber: google.com/bersosial

Berdasarkan dua hadits di atas, dapat diketahui bahwa kenapa umat Islam dilarang merayakan tahun baru masehi.

Karena kebiasaan merayakan tahun baru adalah kegiatan kaum Nasrani dan Kristiani.

Maka siapapun orangnya, jika merayakan tahun baru akan menjadi bagian dari kamu tersebut. 

Hal itulah yang membuat para ulama melarang orang-orang untuk merayakan tahun baru. Ditambah lagi dengan hadits Rasulullah yang menyebutkan bahwa perayaan tahun baru merupakan salah satu tanda-tanda kiamat.

Oleh karena itu sebagai muslim baiknya tidak turut merayakan tahun baru seperti orang-orang Nasrani dan Kristiani.

Dijelaskan juga dalam Al-Quran surat Al-Furqan ayat 72. Allah SWT berfirman:

وَالَّذِينَ لَا يَشْهَدُونَ الزُّورَ وَإِذَا مَرُّوا بِاللَّغْوِ مَرُّوا كِرَامًا

Artinya: “Dan orang-orang yang tidak menyaksikan kepalsuan, dan apabila mereka bertemu dengan (orang-orang) yang mengerjakan perbuatan-perbuatan yang tidak berfaedah, mereka lalui (saja) dengan menjaga kehormatan dirinya.” (QS. Al-Furqan :72).

Demikianlah pembahasan tentang hukum bakar ikan di tahun baru dan kenapa umat Islam dilarang merayakan tahun baru. Semoga bermanfaat!

Jika ingin membaca artikel islami menarik lainnya, silahkan kunjungi situs Blog Evermos.

Selain itu, dapatkan manfaat untuk berikhtiar bersama Evermos hanya dalam satu aplikasi, selain itu ada banyak penawaran dan promo menarik lainnya yang bisa Kamu dapatkan secara cuma-cuma.