Adab Menerima Tamu dan Ketika Bertamu Sesuai Ajaran Rasulullah

Adab Menerima Tamu

Dalam bermasyarakat, agama Islam mengajarkan untuk memelihara silaturahmi dengan saudara terutama sesama muslim. Maka dari itu, penting untuk Anda ketahui mengenai adab menerima tamu dan ketika bertamu yang diajarkan oleh Rasulullah.

Rasulullah memerintahkan agar umat Islam menjaga dan menyambung kekerabatan khususnya bagi sesama muslim.

Untuk menjaga dan menjalin tali silaturahmi, sebagai seorang muslim dapat mengunjungi sanak saudara atau kerabat ke rumahnya.

Berkunjung ke rumah kerabat atau sanak saudara ini biasanya disebut dengan bertamu. Saat bertamu, terdapat beberapa adab yang harus diperhatikan, salah satunya dengan menjaga kesopanan sebagai tamu. Sebaliknya, si penerima tamu juga harus tau bagaimana cara memuliakan tamu yang datang ke rumahnya.

Rasulullah telah mengajarkan umatnya untuk memuliakan tamu. Seorang muslim yang beriman kepada Allah dan hari akhir akan mengimani wajibnya memuliakan tamu sehingga ia akan menempatkannya sesuai dengan kedudukannya.

Dalam sebuah hadits, Rasulullah bersabda:

“Barang siapa yang beriman pada Allah dan hari akhir maka hendaklah dia memuliakan tamunya.” (HR. Bukhari)

Rasulullah mengajarkan beberapa adab bertamu dan menerima tamu. Supaya seorang muslim dapat masuk menjadi golongan orang yang beriman.

Nah, berikut ini ada beberapa adab menerima tamu dan ketika hendak bertamu dalam islam. Simak hingga tuntas ya!

Baca juga: Ingin Hidup Lebih Harmonis? Perhatikan 7 Adab Bertetangga Berikut Ini!

Adab Menerima Tamu dalam Islam

1. Bersikap dan Berpakaian Sopan Saat Menerima Tamu

Adab Menerima Tamu

Sumber: shutterstock.com

Ketika kedatangan tamu, wajib bagi seorang muslim menjaga sikap dan tata caranya berpakaian agar tetap terlihat sopan.

Hal ini dilakukan agar Anda merasa dihormati kedatangannya. Selain itu, sambutlah tamu dengan penuh kehangatan dan keramahan supaya tali silaturahmi semakin erat.

2. Menyediakan Jamuan

Adab Menerima Tamu

Sumber: google/bersosial

Selain menyambut dengan keramahan, penting juga untuk menyediakan jamuan kepada tamu yang berkunjung seperti minuman dan makanan.

Jangan sampai tamu yang berkunjung merasa kehausan atau kelaparan.

Jadi, ketika Anda mengetahui ada seseorang yang ingin bertamu, sebaiknya Anda segera mempersiapkan segalanya termasuk memberikan jamuan terbaik untuk tamu.

3. Menghormati Tamu yang Menginap

Adab Menerima Tamu

Sumber: pexels.com

Jika ada tamu yang menginap, maka sebagai tuan rumah harus melayaninya dengan baik. Seperti menyiapkan tempat tidur untuk tamu, dan jamuan untuk tamu.

Seperti sabda Rasulullah:

“Hormatilah tamu sampai tiga hari, adapun selebihnya adalah merupakan shadaqoh darinya.” ( HR. Muttafaqun’alaihi)

4. Mengantarkan Tamu Sampai Halaman Ketika Pulang

Adab Menerima Tamu

Sumber: pexels.com

Saat tamu hendak pulang ke rumahnya, maka kita sebagai tuan rumah harus mengantarkannya sampai ke depan pintu rumah atau halaman rumah.

Dalam sebuah hadits, Rasulullah bersabda:

“Sesungguhnya merupakan perbuatan yang sunnah apabila seseorang (Tuan rumah) keluar bersama-sama tamunya sampai ke pintu halaman.” (HR.Ibnu Majjah)

Adab Bertamu dalam Islam

1. Berkunjung ke Rumah Orang dengan Niat yang Baik 

Adab Menerima Tamu

Sumber: google/bersosial

Luruskan niat terlebih dahulu sebelum Anda hendak bertamu. Misalnya bertamu dengan niat menyambung silaturahmi, memberi kabar bahagia, menjenguk dan lain sebagainya yang bersifat baik.

Allah berfirman bahwa sebaik-baik tamu adalah yang membawa kabar gembira. Hal ini terkandung di dalam surat al-Hijr ayat 51 – 54 yang memiliki arti:

“Dan kabarkanlah kepada mereka tentang tamu-tamu Ibrahim. Ketika mereka masuk ke tempatnya, lalu mereka mengucapkan: “Salaam”. Berkata Ibrahim: “Sesungguhnya kami merasa takut kepadamu”. Mereka berkata: “Janganlah kamu merasa takut, sesungguhnya kami memberi kabar gembira kepadamu dengan (kelahiran seorang) anak laki-laki (yang akan menjadi) orang yang alim”. Berkata Ibrahim: “Apakah kamu memberi kabar gembira kepadaku padahal usiaku telah lanjut, maka dengan cara bagaimanakah (terlaksananya) berita gembira yang kamu kabarkan ini?

2. Memperhatikan Waktu

Adab Menerima Tamu

Sumber: google/bersosial

Ketika Anda ingin mendatangi rumah seseorang, sebaiknya Anda harus memperhatikan waktu.

Jangan sampai Anda datang ke rumah orang saat orang tersebut sedang sibuk. Kedatangan Anda di waktu yang tidak tepat, justru dapat menganggu seseorang yang kita datangi rumahnya.

Berkunjung atau bertamulah di waktu luang yang sekiranya tidak mengganggu tuan rumah seperti waktu sore hari, ba’da maghrib atau saat-saat jam istirahat.

3. Meminta Izin Saat Bertamu

Adab Menerima Tamu

Sumber: pexels.com

Sebelum bertamu, Anda dapat meminta izin kepada pemilik rumah. Saat ini meminta izin pada pemilik rumah dapat dilakukan melalui ponsel, Anda dapat menghubungi si pemilik rumah terlebih dahulu sebelum bertamu.

Sesampainya di rumah orang yang dikunjungi, Anda juga harus meminta izin. Jangan sampai masuk rumah orang lain sebelum dipersilakan masuk.

Dalam Al-Quran surat An-Nur ayat 27, Allah berfirman:

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ لَا تَدْخُلُوا۟ بُيُوتًا غَيْرَ بُيُوتِكُمْ حَتَّىٰ تَسْتَأْنِسُوا۟ وَتُسَلِّمُوا۟ عَلَىٰٓ أَهْلِهَا ۚ ذَٰلِكُمْ خَيْرٌ لَّكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ

Yaa ayyuhallaziina aamanu laa tadkhulu buyutan gaira buyutikum hattaa tasta’nisu wa tusallimu ‘alaa ahlihaa, zaalikum khairul lakum la’allakum tazakkarun

Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memasuki rumah yang bukan rumahmu sebelum meminta izin dan memberi salam kepada penghuninya. Yang demikian itu lebih baik bagimu, agar kamu (selalu) ingat.”

Adapun dalam sebuah hadits, Rasulullah bersabda:

“Apabila seorang bertamu lalu minta izin (mengetuk pintu atau mengucapkan salam) sampai tiga kali dan tidak ditemui (tidak dibukakan pintu), maka hendaklah dia pulang.” (HR Bukhari)

4. Berpakaian Sopan

Adab Menerima Tamu

Sumber: pexels.com

Dalam ajaran islam, seseorang diwajibkan untuk menjaga busananya. Maksud dari menjaga busananya adalah menjaga kebersihan dan kesopanannya, jangan sampai memperlihatkan aurat yang tidak sepantasnya diperlihatkan pada orang yang bukan mahromnya.

Sebaiknya gunakanlah pakaian bersih dan rapi saat bertamu, hal ini menunjukkan penghormatan kita terhadap tuan rumah.

Dalam surat Al A’raf ayat 26, Allah berfirman:

يَٰبَنِىٓ ءَادَمَ قَدْ أَنزَلْنَا عَلَيْكُمْ لِبَاسًا يُوَٰرِى سَوْءَٰتِكُمْ وَرِيشًا ۖ وَلِبَاسُ ٱلتَّقْوَىٰ ذَٰلِكَ خَيْرٌ ۚ ذَٰلِكَ مِنْ ءَايَٰتِ ٱللَّهِ لَعَلَّهُمْ يَذَّكَّرُونَ

Yaa banii aadama qad anzalnaa ‘alaikum libaasay yuwaar sau’aatikum wariisyaa, wa libaasut-taqwaa zaalika khaiir, zaalika min aayaatillaahi la’allahum yazzakkaruun

Artinya: “Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutup auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian takwa itulah yang paling baik. Yang demikian itu adalah sebahagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka selalu ingat.”

Baca juga: Inilah Hadits Tentang Silaturahmi Berikut Hikmah & Keutamaannya

5. Bersalaman

Adab Menerima Tamu

Sumber: google/bersosial

Ketika Anda bertamu, setelah mengucap salam sebaiknya dilanjutkan dengan bersalaman dengan tuan rumah yang sesama perempuan atau sesama laki-laki untuk menunjukkan hormat dan mempererat tali silaturahmi.

Seperti dalam sabda Rasulullah:

“Apabila kamu saling jumpa, maka saling mengucapkan salam dan bersalam- salaman, bila saling berpisah, maka berpisahlah dengan ucapan istigfar.” (HR At Tahawi)

6. Menghindari Fitnah dalam Bertamu

Adab Menerima Tamu

Sumber: google/bersosial

Dalam bertamu, penting untuk diperhatikan siapa yang menjadi tuan rumah, dan siapa saja yang berada di dalam rumah tersebut ketika kita sedang bertamu.

Hal ini untuk menghindari adanya fitnah dalam bertamu.

Contohnya, ketika seorang lelaki dewasa maka pastikan di rumah tersebut ada ayahnya atau suaminya atau seorang lelaki dewasanya untuk menghindari ikhtilat dan ‘fitnah’.

Karena ikhtilat adalah perkara yang mendekatkan kita kepada zina dan maksiat.

7. Menjaga Sopan Santun

Adab Menerima Tamu

Sumber: pexels.com

Tidak hanya menjaga kesopanan dalam berpakaian, kita juga wajib menjaga sopan santun dalam bersikap dan berucap saat bertamu.

Menjaga kesopanan penting untuk Anda lakukan, karena untuk menghormati si pemilik rumah.

8. Memperhatikan Batas Waktu Bertamu

Adab Menerima Tamu

Sumber: pexels.com

Selain memperhatikan waktu kunjungan, lama waktu kunjungan juga harus diperhatikan. Rasulullah bersabda:

“Masa bertamu adalah tiga hari dan sesudah itu sedekah Tidak halal bagi si Tamu tinggal lebih lama sehingga menyakiti hati tuan rumah.” (HR Baihaqi)

Nah, itulah adab menerima tamu dan ketika bertamu yang perlu Anda ketahui.

Sebelum menerima tamu dan hendak bertamu, sebaiknya perhatikan adab-adab tersebut dengan baik.

Dengan menjalankan adab-adab bertamu dan menerima tamu di atas sesuai dengan ajaran Nabi, insya Allah akan berkah dan adanya rasa kenyamanan antara orang yang bertamu dan pemilik rumah.

Semoga informasi ini dapat bermanfaat. Jangan lupa untuk membagikannya pada sesama dalam rangka mengingatkan kebaikan.

Jika Anda ingin membaca artikel menarik lainnya, jangan lupa untuk mengunjungi situs blog Evermos. 

 

 

 

Share:
Facebook
Twitter
Pinterest
LinkedIn
×