Ingin Hidup Lebih Harmonis? Perhatikan 7 Adab Bertetangga Berikut Ini!

Adab Bertetangga

Bismillahirrahmanirrahim. Seperti yang telah kita tahu bahwa kita adalah makhluk sosial, artinya tidak dapat hidup dengan baik tanpa bantuan orang lain. Maka dari itu, kita membutuhkan tetangga di lingkungan rumah. Hendaknya kita memperhatikan adab bertetangga menurut islam pada ulasan artikel berikut ini.

Kita harus menjaga hubungan baik dengan sesama, terutama dengan tetangga. Berikut ini adalah beberapa adab bertetangga yang perlu kita aplikasikan dalam kehidupan kita sehari-hari:

Baca juga: Inilah Hadits Tentang Silaturahmi Berikut Hikmah & Keutamaannya

Adab Bertetangga dalam Islam Beserta Dalilnya

1. Bersikap Baik 

Adab Bertetangga

Sumber: google/bersosial

Kepada tetangga, hendaknya kita selalu bersikap baik agar hubungan yang terjalin pun semakin hangat dan akrab. Hal ini juga telah diperintahkan langsung oleh Allah SWT dalam Al Quran:

وَاعْبُدُوا اللَّهَ وَلَا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا وَبِذِي الْقُرْبَى وَالْيَتَامَى وَالْمَسَاكِينِ وَالْجَارِ ذِي الْقُرْبَى وَالْجَارِ الْجُنُبِ

Artinya: “Beribadahlah kepada Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apapun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu bapak, karib kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh.” (QS. An Nisa: 36)

2. Memelihara Hak Tetangga

Adab Bertetangga

Sumber: google/bersosial

Salah satu hal yang harus kita utamakan adalah memelihara hak tetangga. Hak tetangga yang perlu kita jaga adalah melindungi harta mereka dari orang jahat, serta memberikan beberapa hadiah.

Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia berkata, “Aku bertanya, ‘Wahai Rasulullah, aku memiliki dua tetangga, manakah yang aku beri hadiah?’ Nabi menjawab,

إِلَى أَقْرَبِهِمَا مِنْكَ باَباً

Artinya: “Yang pintunya paling dekat dengan rumahmu’” (HR. Bukhari (No.6020); Ahmad (No.24895); dan Abu Dawud (No.5155)

3. Tidak Menggangu Tetangga

Adab Bertetangga

Sumber: google/bersosial

Adab bertetangga selanjutnya adalah tidak mengganggu tetangga. Misalnya tidak mengeraskan suara televisi sehingga mengganggu istirahat tetangga dan kegiatan yang mungkin membuat mereka menjadi tidak nyaman.

Begitu pula ketika akan mengadakan sebuah acara di rumah, hendaknya meminta izin tetangga terdekat terlebih dahulu agar mereka tidak merasa terganggu dengan acara yang kita selenggarakan.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassallam bersabda,

مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلَا يُؤْذِ جَارَهُ

Artinya: “Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari Akhir maka janganlah dia mengganggu tetangganya’”(HR. Bukhari (No.1609); Muslim (No.2463); dan lafazh hadits ini menurut riwayat beliau, Ahmad (No.7236); at-Tirmidzi (No.1353); Abu Dawud (No.3634); Ibnu Majah (No.2335); dan Malik (No.1462)

Dari Abu Syuraih radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wassallam bersabda,

وَاللَّه لَا يُؤْمِنُ وَاللَّهِ لَا يُؤْمِنُ وَاللَّهِ لَا يُؤْمِنُ قِيلَ وَمَنْ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ الَّذِي لَا يَأْمَنُ جَارُهُ بَوَايِقَهُ

Artinya: “Demi Allah, tidak beriman. Demi Allah, tidak beriman. Dan Demi Allah, tidak beriman. “Sahabat bertanya, “Siapa wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Yang tetangganya tidak aman dari keburukannya” (HR. Bukhari (No.6016)

4. Tidak Menghalangi Bangunan Tetangga

Adab Bertetangga

Sumber: google/bersosial

Dalam bertetangga, tentu kita akan memiliki bangunan rumah yang saling berdampingan. Bahkan beberapa rumah juga berdempetan. S

ebagai tetangga yang baik, hendaknya kita tidak menghalangi tetangga untuk membangun rumah atau menghalangi udara dan sinar matahari ke rumahnya.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu:

لاَ يَمْنَعْ أَحَدُكُمْ جَارَهُ أَنْ يَغْرِزَ خَشَبَةً فِى جِدَارِهِ

Artinya: “Janganlah salah seorang di antara kalian melarang tetangganya menancapkan kayu di dinding (tembok)nya” (HR.Bukhari (No.1609); Muslim (No.2463); dan lafazh hadits ini menurut riwayat beliau; Ahmad (No.7236); at-Tirmidzi (No.1353); Abu Dawud (No.3634); Ibnu Majah (No.2335); dan Malik (No.1462)

5. Bersabar Jika Diganggu

Adab Bertetangga

Sumber: google/bersosial

Adab bertetangga lainnya adalah selalu bersabar jika diganggu oleh tetangga yang jahil. Memang terdapat beberapa tetangga yang suka membuat masalah, namun hendaknya sebagai muslim kita dapat menahan amarah dan menyikapinya dengan sabar.

Begitu pula yang dicontohkan oleh Rasulullah saw ketika dulu.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassallam bersabda :

Ada tiga kelompok manusia yang dicintai Allah, … Disebutkan diantaranya: “Seseorang yang mempunyai tetangga, ia selalu disakiti (diganggu) oleh tetangganya, namun ia sabar atas gangguannya itu hingga keduanya dipisah boleh kematian atau keberangkatannya” (HR. Ahmad dan dishahihkan oleh Al-Albani).

Baca juga: Inilah 6 Amalan Sedekah Jariyah yang Pahalanya Mengalir Hingga Kubur

6. Menjenguk Ketika Tetangga Sakit

Adab Bertetangga

Sumber: google/bersosial

Sebagai tetangga yang baik, hendaknya kita selalu memberikan dukungan kepada tetangga.

Begitu pula ketika ia sakit, maka sudah seharusnya kita menjenguknya sembari memberikan semangat dan doa agar ia segera sembuh dari penyakitnya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassallam bersabda:

إِذَا عَادَ الرَّجُلُ أَخَاهُ الْمُسْلِمَ مَشَى فِيْ خِرَافَةِ الْجَنَّةِ حَتَّى يَجْلِسَ فَإِذَا جَلَسَ غَمَرَتْهُ الرَّحْمَةُ، فَإِنْ كَانَ غُدْوَةً صَلَّى عَلَيْهِ سَبْعُوْنَ أَلْفَ مَلَكٍ حَتَّى يُمْسِيَ، وَإِنْ كَانَ مَسَاءً صَلَّى عَلَيْهِ سَبْعُوْنَ أَلْفَ مَلَكٍ حَتَّى يُصْبِحَ.

Artinya: “Apabila seseorang menjenguk saudaranya yang muslim (yang sedang sakit), maka (seakan-akan) dia berjalan sambil memetik buah-buahan Surga sehingga dia duduk, apabila sudah duduk maka diturunkan kepadanya rahmat dengan deras. Apabila menjenguknya di pagi hari maka tujuh puluh ribu malaikat mendo’akannya agar mendapat rahmat hingga waktu sore tiba. Dan apabila menjenguknya di sore hari, maka tujuh puluh ribu malaikat mendo’akannya agar diberi rahmat hingga waktu pagi tiba.” (HR. at-Tirmidzi, Ibnu Majah dan Imam Ahmad dengan sanad shahih).

7. Berbagi Makanan

Adab Bertetangga

Sumber: google/bersosial

Kepada tetangga yang paling dekat rumahnya dengan kita hendaknya sering-sering berbagi makanan. Dengan begini, hubungan kita dengan tetangga akan menjadi semakin baik dan harmonis.

Hal ini Rasul telah mencontohkan kepada para tetangganya.

Rasulullah shallallahu ‘alahi wassalam bersabda kepada Abu Dzar radhiyallahu ‘anhu,

يَا أَبَا ذَرٍّ إِذَا طَبَخْتَ مَرَقَةً فَأَكْثِرْ مَاءَهَا وَتَعَاهَدْ جِيرَانَكَ

Artinya: “Wahai Abu Dzar, apabila kamu memasak sayur (daging kuah) maka perbanyaklah airnya dan berilah tetanggamu.” (HR. Muslim)

Nah, itulah 7 adab bertetangga yang hendaknya kita lakukan dalam kehidupan sehari-hari.

Tetangga adalah saudara terdekat kita dan merupakan orang yang pertama kali dapat menolong kita di saat kita tertimpa musibah, maka sudah seharusnya kita menjaga hubungan baik dengan tetangga.

Demikianlah informasi mengenai adab bertetangga. Semoga kita semua termasuk orang yang memuliakan tetangga.

Semoga inforamasi ini dapat memberikan manfaat. Jangan lupa untuk berbagi artikel ini dalam rangka saling mengingatkan.

Untuk membaca artikel menarik lainnya, Anda bisa mengunjungi situs blog Evermos. 

 

Share:
Facebook
Twitter
Pinterest
LinkedIn
×