Inilah 6 Adab Berpakaian yang Baik dan Benar Sesuai Syariat Islam

Islam adalah agama yang selalu memperhatikan urusan umatnya sekecil apapun hingga ke adab berpakaian.

Berpakaian adalah salah satu cara mencerminkan diri dan kepribadian. oleh karena itu, kita perlu memerhatikan adabnya sebagaimana juga telah diatur dalam agama islam.

Untuk itu, langsung saja kita simak beberapa adab berpakaian menurut islam dalam ulasan berikut ini:

6 Adab Berpakaian Sesuai Syariat Islam

1. Berdoa Sebelum Berpakaian

Adab Beprakaian
Sumber: shutterstock.com

Islam selalu menganjurkan kita selalu berdoa dalam setiap kegiatan. Bahkan, untuk urusan berpakaian pun sudah disiapkan doanya. Bacaan doa Sebelum mengenakan pakaian adalah sebagai berikut:

Bismillaahi, Alloohumma innii as-aluka min khoirihi wa khoiri maa huwa lahuu wa’a’uu dzubika min syarrihi wa syarri maa huwa lahuu

Artinya: “Dengan nama-Mu ya Allah aku minta kepada Engkau kebaikan pakaian ini dan kebaikan apa yang ada padanya, dan aku berlindung kepada Engkau dari kejahatan pakaian ini dan kejahatan yang ada padanya.”

Baca Juga : 5 Inspirasi Model Kebaya Modern Hijab yang Trendy dan Fashionable

2. Menutup Aurat

adab berpakaian
sumber : unsplash.com

Adab berpakaian yang merupakan salah satu prinsip utama dan sangat dasar adalah sebisa mungkin mengenakan pakaian yang menutup aurat

Definisi Aurat sendiri berbeda antara laki-laki dan perempuan. Aurat laki-laki adalah berada di antara pusar hingga lutut. Sedangkan aurat perempuan ada pada seluruh badan kecuali kedua telapak tangan serta wajahnya.

Perintah untuk menutup aurat ini sudah ada sejak zaman nabi Adam dan Hawa yakni terdapat dalam surah al-A’raf ayat 22 yang berbunyi:

“Maka syaitan membujuk keduanya (untuk memakan buah itu) dengan tipu daya. Tatkala keduanya telah merasai buah kayu itu, nampaklah bagi keduanya aurat-auratnya, dan mulailah keduanya menutupinya dengan daun-daun surga.”

Selanjutnya ada pada surat Al Ahzab ayat 59 bahwasanya Allah Ta’ala berfirman:

يَآأَيُّهَا النَّبِيُّ قُل لأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَآءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِن جَلاَبِيبِهِنَّ ذَلِكَ أَدْنَى أَن يُعْرَفْنَ فَلاَ يُؤْذَيْنَ وَكَانَ اللهُ غَفُورًا رَّحِيمًا

“Hai Nabi katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mu’min: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.” Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” (QS. Al Ahzab: 59).

Baca Juga : Intip! 5 Desain Busana Muslim yang Trendy dan Fashionable

3. Tidak Menyerupai Lawan Jenis

adab berpakaian
sumber pexels.com

Adab selanjutnya dalam berpakaian adalah tidak boleh menyerupai lawan jenis dalam bertingkah-laku, dan termasuk juga berpakaian.

Hal ini sebagaimana dikatakan dalam hadist Dari Abdullah bin Abbas radhiallahu’anhu, bahwa :

لَعَنَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْمُتَشَبِّهِينَ مِنْ الرِّجَالِ بِالنِّسَاءِ ، وَالْمُتَشَبِّهَاتِ مِنْ النِّسَاءِ بِالرِّجَالِ

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melaknat laki-laki yang menyerupai wanita dan para wanita yang menyerupai laki-laki”(HR. Bukhari no. 5885).

Maka dari itu, selalu pertimbangkan jenis pakaian yang akan Anda gunakan, agar tidak menyerupai lawan jenis.

Saat akan memakai pakaian dan melakukan segala urusan, hendaknay untuk mendahulukannya dari sebelah kanan. Seperti pada riwayat ‘Aisyah RA bahwa ia berkata:

“Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam membiasakan diri mendahulukan yang kanan dalam memakai sandal, menyisir, bersuci dan dalam setiap urusannya” (HR. Bukhari no. 168).

4. Memulai Dari Sebelah Kanan

adab berpakaian
sumber : pexels.com

Ketika berpakaian, Hendaknya memulai memakainya dari sebelah kanan terlebih dahulu. Sebagaimana diriwayatkan oleh ‘Aisyah radhiyallahu ’anha, bahwa

أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يُعْجِبُهُ التَّيَمُّنُ فِي تَنَعُّلِهِ وَتَرَجُّلِهِ وَطُهُورِهِ فِي شَأْنِهِ كُلِّهِ

“Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam membiasakan diri mendahulukan yang kanan dalam memakai sandal, menyisir, bersuci dan dalam setiap urusannya” (HR. Bukhari no. 168).

5. Tidak Menyerupai Orang Kafir

adab berpakaian
sumber : pexels.com

Selanjutnya adalah tidak menggunakan pakaian yang menyerupai orang kafir. Pakaian tersebut bisa menyerupai orang kafir apabila suatu pakaian menjadi ciri khas dari orang kafir.

Hal ini sebagaimana bdullah bin Umar RA berkata bahwa bahwa Rasulullah SAW Bersabda:

“Orang yang menyerupai suatu kaum, seolah ia bagian dari kaum tersebut” (HR. Abu Daud, 4031, di hasankan oleh Ibnu Hajar di Fathul Bari, 10/282, di shahihkan oleh Ahmad Syakir di ‘Umdatut Tafsir, 1/152).

6. Tidak Memakai Pakaian Transparan

adab berpakaian
sumber : unsplash.com

Jangan sampai umat muslim memakai pakaian yang tembus pandang karena justru akan memperlihatkan bentuk tubuh. Gunakanlah bahan yang cukup tebal.

Sebagaimana hal ini ada dalam sebuah Hadist riwayat Imam Muslim dalam kitabnya Shohih Muslim no: 2128 bahwa:

Diriwayatkan oleh Abu Hurairah, ”Dua (jenis manusia) dari ahli neraka yang aku belum melihatnya sekarang yaitu kaum yang membawa cemeti-cemeti seperti ekor sapi, mereka memukul manusia dengannya, dan wanita-wanita yang berpakaian tapi telanjang, berjalan berlenggak lenggok, kepala mereka seperti punuk unta yang condong. Mereka tidak akan masuk surga bahkan tidak akan mendapat wanginya, dan sungguh wangi surga itu telah tercium dari jarak perjalanan sekian dan sekian.”

Demikianlah ulasan mengenai adab berpakaian dalam islam. Hendaknya kita bisa menaatinya sesuai yang anjuran dalam syariat islam.

Untuk membaca artikel menarik lainnya, Anda bisa mengunjungi situs blog Evermos

×