Home » 9 Golongan Orang yang Mati Syahid Menurut Islam Berikut Keistimewaannya

9 Golongan Orang yang Mati Syahid Menurut Islam Berikut Keistimewaannya

by Risma Novianti
0 comment

Setiap makhluk yang bernyawa pasti akan mati. Tapi tidak ada satu orang pun yang tahu bagaimana dirinya meninggal. Dalam islam, tentu saja ada golongan orang yang mati syahid. Bagaimana kriteria orang yang mati syahid tersebut? Simak ulasannya pada artikel berikut ini.

Sebagai umat Muslim, tentu kita menginginkan meninggal dalam keadaan husnul khatimah atau berakhir baik. Salah satunya dengan mati syahid atau meninggal di jalan Allah.

Pengertian Mati Syahid

Syahid yang memiliki kata jamak Syuhada merupakan salah satu terminologi dalam Islam yang artinya adalah seorang Muslim yang meninggal ketika berperang atau berjuang di jalan Allah.

Selain itu orang yang membela kebenaran atau mempertahankan hak dengan penuh kesabaran dan keikhlasan untuk menegakkan agama Allah.

Arti dari mati syahid yaitu mati dalam kondisi disaksikan oleh penduduk langit.

Orang yang mati syahid insya Allah akan mendapat pahala yang sangat besar selama dalam hidupnya dalam kebaikan.

Adapun seseorang yang pertama mati syahid adalah seorang wanita Syahidah yaitu Sumayyah binti Khayyat.

Perlu kita ketahui pula bahwa mati syahid juga termasuk husnul khatimah, akan tetapi husnul khatimah belum tentu itu termasuk syahid.

Baca juga: Tata Cara Sholat Jenazah | Lengkap Dengan Bacaan Niat dan Doanya

Hadits Tentang Mati Syahid

Golongan Orang yang Mati Syahid

Sumber: pexels.com

Ada beberapa golongan tertentu yang meninggalnya termasuk dalam mati syahid. Siapa sajakah itu? Berikut yang penjelasannya menurut hadits:

Hadits Riwayat Daud

Menurut sabda Rasulullah SAW dalam hadits riwayat Daud, ada 7 golongan orang yang meninggalnya termasuk syahid, yaitu:

“Orang-orang yang mati syahid yang selain terbunuh di jalan Allah ‘Azza wa Jalla (perang) itu ada tujuh orang, yaitu (1) korban wabah adalah syahid, (2) mati tenggelam ketika melakukan safar dalam rangka ketaatan adalah syahid, (3) yang punya luka pada lambung lalu mati maka matinya adalah syahid, (4) mati karena penyakit perut adalah syahid, (5) korban kebakaran adalah syahid, (6) yang mati tertimpa reruntuhan adalah syahid, dan (7) seorang wanita yang meninggal karena melahirkan adalah syahid.” (HR Abu Daud)

Hadits Riwayat Muslim

Menurut sabda Rasulullah SAW dalam hadis riwayat Muslim, ada 5 kematian yang bisa disebut mati syahid, begini bunyinya:

“Dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bertanya (kepada sahabatnya), ‘Siapakah orang yang mati syahid di antara kalian?’ Mereka menjawab, ‘Orang yang gugur di medan perang itulah syahid ya Rasulullah.’ Rasulullah SAW merespons, ‘Kalau begitu, sedikit sekali umatku yang mati syahid.’ Para sahabat bertanya ‘Mereka itu siapa ya Rasul?’ Rasulullah SAW menjawab, ‘Orang yang gugur di medan perang itu syahid, orang yang mati di jalan Allah (bukan karena perang) juga syahid, orang yang tertimpa tha‘un (wabah) pun syahid, orang yang mati karena sakit perut juga syahid, dan orang yang tenggelam adalah syahid’.” (HR. Muslim)

Adapula orang yang meninggal termasuk syahid karena terbunuh mempertahankan harta benda yang dimilikinya, seperti dalam hadits  berikut:

Dari Abu Hurairah RA berkata: ada seorang laki-laki menghadap Rasulullah SAW, Ia berkata: Ya Rasulullah Bagaimana pendapat kamu jika ada seorang laki-laki yang ingin merampas hartaku?, Rasulullah menjawab: Jangan kau berikan hartamu, ia berkata: Bagaimana pendapat kamu Jika ia ingin Membunuhku?, Rasulullah bersabda: bunuhlah dia, ia berkata: Bagaimana pendapatmu jika dia telah Membunuhku?, dan Rasulullah bersabda: kamu mati syahid, Ia berkata: Bagaimana pendapatmu jika kalau aku berhasil membunuhnya?, Ia masuk neraka” (HR Muslim No. 140)

Itulah beberapa hadits yang menyatakan golongan orang yang mati syahid. Berikut ulasan secara detail mengenai golongan orang yang mati syahid yang perlu Anda ketahui.

9 Golongan Orang yang  Mati Syahid

1. Orang yang Gugur di Medan Perang

Golongan Orang yang Mati Syahid

Sumber: google/bersosial

Orang yang gugur saat berperang, termasuk mati syahid di dunia dan akhirat. Dengan begitu, berarti orang-orang yang gugur di medan perang memiliki kemuliaan yang tinggi, sehingga dapat dikubur tanpa harus dimandikan dan disholatkan.

Dari Jabir bin Abdillah ra, bahwa Nabi SAW bersabda terkait jenazah korban perang Uhud:

لَا تُغَسِّلُوهُمْ، فَإِنَّ كُلَّ جُرْحٍ – أَوْ كُلَّ دَمٍ – يَفُوحُ مِسْكًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ

Artinya: “Jangan kalian mandikan mereka, karena setiap luka atau darah, akan mengeluarkan bau harum minyak misk pada hari kiamat.” (HR. Ahmad 14189)

2. Berperang di Jalan Allah

Golongan Orang yang Mati Syahid

Sumber: google/bersosial

Dalam hal ini seperti para sahabat terdahulu, dan para dai yang berdakwah atau berjuang membela Islam dalam bentuk lain kemudian terbunuh.

Jadi, orang yang meninggal karena memperjuangkan atau jihad dalam Islam juga digolongkan sebagai mati syahid.

Mereka tetap wajib dimandikan seperti umumnya jenazah muslim. Selain itu juga tetap dimandikan, dikafani, disholati, dan dimakamkan.

Para ulama menyebutnya dengan istilah syahid akhirat. Di akhirat, orang itu mendapat pahala syahid.

Akan tetapi di dunia, orang itu ditangani sebagaimana umumnya jenazah.

Baca juga: Perhatikan 8 Adab Ziarah Kubur Sesuai dengan Ajaran Islam

3. Orang yang Meninggal Karena Wabah Penyakit

Golongan Orang yang Mati Syahid

Sumber: google/bersosial

Orang yang meninggal karena terkena wabah juga sama keistimewaannya dengan orang yang meninggal di jalan Allah.

Mereka termasuk mati syahid akhirat, jenazahnya ditangani sebagaimana umumnya jenazah seorang muslim.

Dalam hal wabah COVID-19 seperti sekarang, jenazah tidak dapat dimandikan. Karena mayat bisa berpotensi menyebarkan virus lebih luas.

Akan tetapi, jenazah tetap bisa disholatkan dan diperlakukan sebagaimana mestinya ketentuan dalam Islam, seperti proses memandikan dapat menggantinya dengan bertayamum.

Insya Allah orang yang meninggal karena wabah COVID-19 dan dalam kondisi seorang mukmin yang taat, maka matinya syahid.

4. Orang yang Meninggal Karena Sakit Perut

Golongan Orang yang Mati Syahid

Sumber: google/bersosial

Orang yang meninggal karena sakit perut, juga termasuk mati syahid. Hanya saja, sakit perut ini terjadi ulah orang lain yang sengaja melakukan penganiayaan atau sikap dzalim terhadap korban.

Sebagai contoh, orang meninggal karna keracunan atau sakit perut akibat hal hal lainnya kecuali bunuh diri dengan mengonsumsi racun.

5. Orang yang Meninggal Karena Tenggelam

Golongan Orang yang Mati Syahid

Sumber: google/bersosial

Ketika seseorang sedang melakukan perjalanan dengan tujuan baik, bukan untuk maksiat kemudian orang itu tenggelam di sungai, danau, laut, tsunami, banjir bandang, kemudian ia meninggal.

Mereka digelari oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai syahid, namun jenazahnya disikapi sebagaimana jenazah kaum muslimin pada umumnya.

6. Korban Kebakaran

Golongan Orang yang Mati Syahid

Sumber: pexels.com

Orang yang mati karena kebakaran juga termasuk syahid. Dalam hal ini, bukan terbakar atas unsur kesengajaan seperti bunuh diri dengan membakar tubuh dirinya.

Melainkan karena hal lain yang menyebabkan dirinya meninggal akibat kebakaran.

7. Korban Tertimpa Reruntuhan, Longsor, Rumah Ambruk atau Gempa

Golongan Orang yang Mati Syahid

Sumber: pexels.com

Ketika ada bencana menimpa seperti tertimpa reruntuhan, longsor, rumah ambruk atau gempa, dan bencana tersebut mengakibatkan orang meninggal dunia, insya Allah matinya tersebut termasuk syahid.

8. Seorang Istri yang Melahirkan

Golongan Orang yang Mati Syahid

Sumber: pexels.com

Hal ini jelas, karena seorang Ibu yang melahirkan anaknya merupakan perjuangan yang mulia.

Demi untuk bisa melahirkan anaknya, seorang ibu rela mengorbankannya anaknya.

9. Orang yang Terbunuh Karena Mempertahankan Harta Bendanya

Golongan Orang yang Mati Syahid

Sumber: pexels.com

Islam memandang harta sebagai alat dan sarana untuk memperoleh manfaat dan mencapai kesejahteraan serta tujuan dalam hal beribadah.

Dalam mempertahankan hak milik, Islam menjamin Surga untuk kehidupan akhirat kerak.

Apabila ada seseorang yang meninggal karena mempertahankan hak miliknya tersebut, maka tergolong mati syahid.

Walaupun orang tersebut membunuh orang yang ingin merampas hak miliknya, justru orang itulah yang masuk neraka bukan orang yang membunuhnya.

Keistimewaan Orang yang Mati Syahid

Dalam agama Islam, keistimewaan mati syahid ini tertulis dalam Al-Qur’an Surat An-Nisa ayat 74.

Allah SWT berfirman bahwa orang yang mati syahid akan mendapatkan pahala yang besar.

 فَلْيُقَاتِلْ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ الَّذِيْنَ يَشْرُوْنَ الْحَيٰوةَ الدُّنْيَا بِالْاٰخِرَةِ ۗ وَمَنْ يُّقَاتِلْ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ فَيُقْتَلْ اَوْ يَغْلِبْ فَسَوْفَ نُؤْتِيْهِ اَجْرًا عَظِيْمًا

Falyuqātil fī sabīlillāhillażīna yasyrụnal-ḥayātad-dun-yā bil-ākhirah, wa may yuqātil fī sabīlillāhi fa yuqtal au yaglib fa saufa nu`tīhi ajran ‘aẓīmā.

Artinya: “Karena itu, hendaklah orang-orang yang menjual kehidupan dunia untuk (kehidupan) akhirat berperang di jalan Allah. Dan barangsiapa berperang di jalan Allah, lalu gugur atau memperoleh kemenangan maka akan Kami berikan pahala yang besar kepadanya.”

Demikianlah ulasan mengenai golongan orang yang mati syahid yang perlu Anda ketahui.

Semoga kita semua mati dalam keadaan taat kepada Allah dan mendapat gelar khusnul khotimah.

Semoga informasi ini dapat bermanfaat untuk semua dan boleh bagikan artikel ini pada yang lain dalam rangka mengingatkan dalam hal kebaikan.

Untuk membaca artikel menarik lainnya, jangan lupa kunjungi situs blog Evermos. 

 

Related Posts