Wallahu’alam Bishowab Artinya? Ini Makna dan Hikmahnya!

Wallahu’alam bishowab artinya – Apakah Anda mengetahui arti Wallahu’alam bishowab? Kalimat ini sudah tak asing lagi bagi umat Islam di mana pun.

Biasanya orang mendengar kalimat itu ketika seseorang sedang menyampaikan sebuah ceramah atau memberikan nasehat.

Selain itu orang juga biasanya membaca kalimat ini pada artikel atau bacaan-bacaan tentang agama Islam.

Namun sebenarnya Wallahu’alam bishowab artinya apa? Simak penjelasan lengkapnya di bawah ini.

Wallahu’alam Bishowab Artinya?

Wallahu'alam Bishowab Artinya
Sumber: google.com/bersosial

Kalimat Wallahu’alam bishowab terdiri dari dua kata, yakni Wallahu a’lam yang artinya “hanya Allah yang mengetahui” dan kata Bishowab yang berarti “kebenaran”.

Maka jika kedua kata tersebut digabungkan, Wallahu’alam bishowab artinya adalah “Hanya Allah yang mengetahui kebenarannya.

Dari arti di atas dapat diketahui bahwa kalimat tersebut adalah sebuah contoh sikap tawadhu atau rendah diri.

Jika seseorang menyampaikan suatu ilmu atau sesuatu yang baik, dan orang tersebut mengakhiri kalimatnya dengan Wallahu’alam bishowab, maka orang tersebut adalah orang yang rendah diri.

Wallahu’alam Bishowab Artinya? Ini Waktu yang Tepat untuk Mengucapkannya

Wallahu'alam Bishowab Artinya
Sumber: google.com/bersosial

Kemudian, jika Anda mengucapkan kalimat ini, pastikan bahwa Anda mengucapkannya di waktu yang tepat.

Kapan waktu yang tepat untuk mengucapkan kalimat ini? Berikut ini penjelasannya:

1. Ketika ditanya tentang suatu ilmu

Pertama, waktu yang tepat untuk mengucapkan kalimat Wallahu’alam bishowab adalah ketika Anda ditanya tentang suatu ilmu namun Anda tidak mengetahuinya.

Seperti yang dijelaskan oleh Imam Ahmad bin Hanbal berikut ini:

 يا أيها الناس من سئل منكم عن علم هو عنده فليقل به فإن لم يكن عنده فليقل الله أعلم فإن من العلم أن تقول لما لا تعلم الله أعلم

Artinya: “Wahai manusia, barangsiapa yang ditanya tentang suatu permasalahan ilmu kepadanya dan ia mengetahuinya maka hendaknya ia menjawabnya. Dan barangsiapa yang tidak mengetahui jawabannya, hendaknya ia mengatakan Wallahu a’lam karena sesungguhnya sebagian dari ilmu adalah engkau mengatakan Wallahu a’lam terhadap sesuatu yang tidak engkau ketahui.”

Dengan mengucapkan kalimat tersebut, artinya Anda dengan bijaksana mengatakan bahwa Anda tidak mengetahui tentang suatu ilmu tersebut.

Karena banyak sekali orang yang tidak berilmu namun berlagak seolah-olah seperti orang yang paling tahu segalanya. Perbuatan ini sama dengan dusta dan sombong.

2. Ucapkan ketika selesai memberikan fatwa

Selain itu, kalimat Wallahu’alam bishowab juga diucapkan ketika para ulama selesai memberikan sebuah fatwa.

 وإذا أجاب المفتي ينبغي أن يكتب عقب جوابه والله أعلم ونحو ذلك، وقيل في المسائل الدينية التي أجمع عليها أهل السنة والجماعة ينبغي أن يكتب والله الموافق، وأمثلة.

Artinya: “Dan ketika ulama ahli fatwa selesai memberikan fatwa dalam suatu permasalahan hendaknya ia menulis kalimat Wallahu a‘lam dan sesamanya. Dikatakan juga bahwa hendaknya setelah menjelaskan pendapat yang disepakati ulama Ahlussunnah wal Jama’ah untuk menulis kalimat Wallahul muwaffiq dan sejenisnya.”

Keterangan di atas menunjukkan bahwa apapun yang ulama katakan tetap hanya Allah yang mengetahui segalanya. Oleh karena itu rendah diri sangat diwajibkan bagi siapapun agar terhindar dari sifat sombong.

3. Ucapkan sebagai penutup kitab atau buku

Selain itu, kalimat ini juga banyak digunakan oleh para ulama sebagai penutup dari karya atau kita yang mereka buat.

Menurut Sulaiman bin Muhammad al-Bujairami, ulama mazhab Syafi’i, hal ini dianjurkan dengan tujuan sebagai bentuk kerendahan hati para ulama serta upaya memasrahkan kembali hakikat permasalahan tersebut kepada Allah.

قال بعض الشيوخ: كأن المصنف قصد بذلك التبري من دعوى الأعلمية اهـ. قال العلامة ابن حجر بعد قول المنهاج والله أعلم: أي من كل عالم. وزعم بعض الحنفية أنه لا ينبغي أن يقال ذلك. قيل مطلقا وقيل للإعلام بختم الدرس. ويرد بأنه لا إيهام فيه بل فيه غاية التفويض المطلوب

Artinya: “Sebagian para guru mengatakan, ‘(Dengan memakai lafadz Wallahu a‘lam bish-shawab) seakan-akan penulis bertujuan untuk berlepas diri dari pengakuan paling alim. 

Al-‘Allamah Ibnu Hajar al-Haitami menjelaskan, maksud kalimat Wallahu a‘lam adalah hanya Allah yang lebih mengetahui dari seluruh orang alim. 

Sebagian ulama mazhab Hanafi mengatakan tidak seyogianya (makruh) memakai ungkapan demikian, sebagian memutlakkan dan sebagian yang lain menghukumi makruh ketika bertujuan sebagai pertanda ditutupnya pengajian. 

Dan pendapat ini tertolak karena tidak ada keraguan bahwa di dalam ungkapan Wallahu a‘lam terdapat puncak kepasrahan kepada Allah yang dianjurkan.”

Itulah penjelasan lengkap tentang Wallahu’alam bishowab artinya dan waktu yang tepat untuk menggunakan kalimat tersebut. Semoga bermanfaat!

Jika ingin mendapatkan artikel islami menarik lainnya, kunjungi terus situs Blog Evermos.

Anda juga bisa mendapatkan penghasilan jutaan rupiah hanya dengan modal HP saja tanpa harus keluar rumah.

Caranya mudah, hanya cukup menjadi reseller Evermos dan daftar sekarang juga dengan menekan tombol di bawah ini.

DAFTAR DISINI SEKARANG

×
slot88