Vaksin Sinovac: Cara Kerja, Golongan Orang yang Tak Boleh Divaksin dan Efek Samping

Vaksin Sinovac

Indonesia sudah bisa memulai proses vaksinasi virus Corona. Setelah BPOM mengeluarkan izin penggunaan darurat yaitu vaksin Sinovac.

Pemerintah telah memulai program vaksinasi Covid-19 pada 13 Januari 2021, dengan Presiden Joko Widodo sebagai penerima suntikan pertama.

Pemerintah menargetkan vaksinasi Covid-19 mencakup 181,5 juta warga berusia di atas 18 tahun, dan berlangsung hingga Maret 2022.

Ingin tahu informasi lebih detail tentang vaksin tersebut? Suatu keputusan yang tepat bagi Anda untuk membaca artikel ini hingga tuntas.

Baca juga: Cara Pencegahan Penularan Virus Corona dengan Produk Zoya Viroblock

Apa Itu Vaksin Sinovac?

Vaksin Sinovac

Sumber: google/bersosial

Sinovac adalah salah satu jenis vaksin Corona yang akan digunakan di Indonesia. Sinovac menggunakan metode inactivated untuk mematikan virus sehingga vaksin tersebut tidak mengandung virus hidup atau yang dilemahkan.

Sebelum melakukan program vaksinasi, vaksin Sinovac telah melalui tahap uji klinis untuk memastikan keamanannya.

Tenaga kesehatan menjadi prioritas utama penerima vaksin saat vaksin tersebut sudah mendapat izin pengedaran.

Cara Kerja Vaksin Sinovac

Vaksin Sinovac

Sumber: shutterstock.com

1. Terbuat dari Virus Corona

Para peneliti memulai dengan mengambil sampel dari pasien virus Corona di China untuk membuat vaksin Sinovac. Vaksin ini bekerja untuk menguatkan sistem kekebalan tubuh sehingga antibodi dapat melawan virus Corona SARS-CoV-2.

2. Percampuran Senyawa

Setelah melalui proses inaktivasi, virus Corona dalam vaksin Sinovac akan mati dan tidak bereplikasi. Beberapa peneliti juga menggunakan senyawa betapropiolakton untuk menonaktifkan virus Corona agar tidak terikat dengan gennya.

Setelah itu, peneliti menarik virus yang tidak aktif dan mencampurkannya dengan sejumlah senyawa berbasis aluminium atau adjuvan. Adjuvan akan merangsang sistem kekebalan tubuh untuk meningkatkan responsnya terhadap vaksin.

3. Mendorong Respons Kekebalan Tubuh

Karena virus Corona dalam vaskin Sinovac sudah mati, vaksin tersebut bisa menyuntikannya ke lengan manusia tanpa menyebabkan infeksi COVID-19.

Begitu masuk ke dalam tubuh, beberapa virus yang tidak aktif ditelan oleh sejenis sel kekebalan yang disebut sel pembawa antigen.

Sel yang membawa antigen merobek virus Corona dan memunculkan beberapa fragmen di permukaannya. Sel T dalam tubuh membantu mendeteksi fragmen tersebut yang apabila cocok dengan salah satu protein pada sel, sel T menjadi aktif dan menjadikan sel kekebalan lain untuk merespons vaksin.

4. Membuat Antibodi

Sel B sebagai sel kekebalan lain memiliki protein permukaan yang dapat menempel pada virus Corona. Ketika sel B terkunci, ia dapat menarik sebagian atau seluruh virus dan menampilkan fragmen virus Corona di permukaannya.

Sel T membantu mencocokkan fragmen dengan sel B. Jika cocok, sel B akan berkembang biak dan menghasilkan antibodi untuk kekebalan tubuh.

5. Menghentikan Virus

Setelah divaksinasi dengan Sinovac, sistem kekebalan tubuh dapat merespons infeksi virus Corona yang hidup dalam tubuh manusia. Sel B yang menghasilkan antibodi akan menempel pada virus Corona dan mencegahnya masuk ke dalam sel tubuh.

Selain menggunakan vaksin, salah satu upaya yang dapat kita lakukan untuk mencegah penularan virus Corona adalah dengan mengonsumsi madu. Madu ini berkhasiat untuk meningkatkan daya tahan tubuh kita. Untuk mengetahui produk madu yang ada di Evermos, silahkan klik di sini.

Vaksin Sinovac

Vaksin Sinovac Tersedia Secara Gratis

Vaksin Sinovac

Sumber: shutterstock.com

Pemerintah menyampaikan bahwa vaksinasi COVID-19 Gratis dan tanpa persyaratan apapun, termasuk tanpa persyaratan keanggotaan dan keaktifan di BPJS Kesehatan.

Pelaksanaan vaksinasi COVID-19 sendiri akan dilakukan setelah ada izin penggunaan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM) dan rekomendasi dari Majelis Ulama Indonesia.

Prosesnya secara bertahap sesuai dengan ketersediaan vaksin.

Selalu lakukan 3M (Memakai masker, Menjaga jarak serta hindari kerumunan, Mencuci tangan pakai sabun), dukung 3T (Testing, Tracing dan Treatment), serta siap menerima vaksin setelah vaksin siap.

Daftar Golongan Orang yang Tidak Bisa Terima Vaksin Covid-19

Vaksin Sinovac

Sumber: shutterstock.com

Meski vaksin sudah tersedia dan mulai didistribusikan ke berbagai daerah di Indonesia, tidak semua orang bisa mendapatkannya ketika sudah mendapatkan izin EUA.

Berdasarkan Surat Ketetapan Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Kementerian Kesehatan Nomor 02.02/4/1/2021 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Vaksinasi dalam Rangka Penanggulangan Covid-19, terdapat beberapa golongan orang yang tidak boleh menerima vaksin. Berikut ini adalah daftarnya:

  1. Pernah terkonfirmasi menderita Covid-19.
  2. Ibu hamil atau menyusui.
  3. Mengalami gejala ISPA seperti batuk, pilek, sesak napas dalam 7 hari terakhir.
  4. Anggota keluarga serumah yang kontak erat, suspek, konfirmasi, sedang dalam perawatan karena penyakit covid-19.
  5. Memiliki riwayat alergi berat atau mengalami gejala sesak napas, bengkak, dan kemerahan setelah menerima vaksin covid-19 sebelumnya.
  6. Sedang mendapatkan terapi aktif jangka panjang terhadap penyakit kelainan darah.
  7. Menderita penyakit jantung seperti gagal jantung, penyakit jantung koroner.
  8. Menderita penyakit Autoimun Sistemik seperti SLE, Lupus, Sjogren, vaskulitis, dan autoimun lainnya.
  9. Mengalami penyakit ginjal seperti penyakit ginjal kronis, sedang menjalani hemodialysis atau dialysis peritoneal, transplantasi ginjal, sindroma nefrotik dengan kortikosteroid.
  10. Menderita penyakit Reumatik Autoimun atau Rhematoid Arthritis.
  11. Menderita penyakit saluran pencernaan kronis.
  12. Mengalami penyakit Hipertiroid atau hipotiroid karena autoimun.
  13. Menderita penyakit kanker, kelainan darah, imunokompromais atau defisiensi imun, dan penerima produk darah atau transfusi.
  14. Mengalami penyakit Diabetes Melitus.
  15. Menderita HIV.
  16. Memiliki riawayat penyakit paru seperti asma,PPOK, dan TBC.

Baca juga: Produk Zoya Viroblock Daily Kit Series yang Cocok Dikenakan di Masa Pandemi

Efek Samping Vaksin Covid 19 Sinovac

Vaksin Sinovac

Sumber: google/bersosial

BPOM mengingatkan ada sejumlah efek samping saat seseorang menerima dosis vaksin tersebut.

Para penerima vaksin mungkin akan mengalami setidaknya efek samping.

Tiga efek samping pertama adalah nyeri local, nyeri otot, dan pembengkakan.

Efek itu biasanya akan terasa di dekat bagian tubuh tempat vaksin disuntikkan.

Efek samping lain adalah sakit kepala, dan BPOM mengklaim hanya 0,1 persen orang yang merasakan efek ini.

Selain itu, efek yang terakhir adalah diare, yang orang yang mengalaminya sekitar 1 – 1,5 persen orang.

Meski ada efek samping, BPOM menegaskan bahwa itu adalah efek yang bersifat ringan. Dan tidak perlu membuat warga khawatir mendapatkan vaksin.

Rekomendasi Madu untuk Meningkatkan Kekebalan Tubuh 

Vaksin Sinovac

Ada rekomendasi terbaik untuk Anda konsumsi yaitu madu yang tersedia di Evermos. Selain itu, Anda bisa menjualnya dengan menjadi reseller Evermos. Yuk, boleh bergabung menjadi reseller Evermos dengan klik di sini. 

Dengan menjadi reseller Evermos, Anda akan mendapatkan berbagai macam kemudahan dan tentunya Anda berkesempatan untuk mendapatkan penghasilan sesuai dengan keinginan.

Dengan menjadi reseller Evermos, Anda bisa punya toko online sendiri dan berjualan tanpa modal, lho! 

Anda bisa bergabung menjadi reseller Evermos dengan klik Daftar Reseller Evermos Gratis di bawah ini.

Daftar Reseller Evermos Gratis

Nah, demikianlah informasi tentang vaksin Sinovac yang perlu Anda ketahui.

Semoga informasi ini dapat bermanfaat bagi Anda semua.

Untuk menjaga ketahanan tubuh, Anda bisa menerima vaksin dan jangan lupa untuk mengonsumsi makanan yang sehat ya, salah satunya seperti madu.

Semoga informasi ini dapat bermanfaat. Jangan lewatkan informasi menarik lainnya di situs blog Evermos.

Share:
Facebook
Twitter
Pinterest
LinkedIn
×