Inilah 8 Fakta Vaksin AstraZeneca, Fakta No. 7 Benarkah Haram?

Pemberian vaksin merupakan salah satu upaya yang dinilai paling efektif untuk mengatasi pandemi COVID-19 yang masih terus berlangsung. Termasuk vaksin dari produk AstraZeneca yang mulai memasuki Indonesia. Kabarnya, vaksin AstraZeneca ini menuai banyak sekali konflik.

Mengapa demikian? Karena vaksin ini mengandung tripsin babi. Lalu, bagaimana dengan penggunaannya secara dalam Islam babi itu adalah haram?

Untuk mengetahui lebih lanjut, berikut ini ada beberapa hal yang perlu Anda ketahui mengenai vaksin Covid-19 produksi AstraZeneca, baca hingga tuntas ya!

Baca juga: Vaksin Sinovac: Cara Kerja, Golongan Orang yang Tak Boleh Divaksin dan Efek Samping

Fakta Mengenai Vaksin AstraZeneca

Sejak kedatangannya ke Indonesia, vaksin Covid-19 dari produk AstraZeneca menuai banyak sekali konflik. Kabar terbaru, vaksin ini menimbulkan polemik karena disebut mengandung tripsin babi.

Berikut adalah beberapa hal yang perlu Anda ketahui mengenai vaksin tersebut:

1. Berasal Dari Inggris

Vaksin AstraZeneca

Sumber: google/bersosial

AstraZeneca ini merupakan perusahaan induk yang bergerak di bidang riset, pengembangan, dan manufaktur produk farmasi.

Perusahaan ini berdiri pada 17 Juni 1992, dan bermarkas di Cambridge, Inggris. Produk-produk dari AstraZeneca telah banyak digunakan di bidang kesehatan, antara lain onkologi, kardiovaskular, ginjal, metabolisme, dan pernapasan.

Dalam proses pengembangan vaksin Covid-19, perusahaan ini menjalin kerja sama dengan Universitas Oxford, Inggris.

Melansir dari laman resminya tanggal 30 April 2020, AstraZeneca dan Universitas Oxford telah mencapai kesepakatan tentang pengembangan dan distribusi vaksin Covid-19.

Nah, dalam kesepakatan itu, perusahaan ini akan bertanggung jawab pada bidang pengembangan dan manufaktur global, serta pendistribusian vaksin AZD1222 ke seluruh dunia.

2. Vaksin Vektor Adenovirus Simpanse

Vaksin AstraZeneca

Sumber: pexels.com

AstraZeneca dan Oxford mengembangkan vaksin vektor adenovirus simpanse. Tim pengembang vaksin mengambil virus adenovirus (virus flu) yang biasanya menginfeksi simpanse dan dimodifikasi secara genetik untuk menghindari kemungkinan konsekuensi penyakit pada manusia.

Selain itu, vaksin AstraZeneca ini juga mengandung materi genetik dari protein spike virus SARS-CoV-2.

Setelah vaksinasi, lalu memproduksi protein permukaan spike yang akan mempersiapkan sistem kekebalan untuk menyerang virus SARS-CoV-2 jika kemudian menginfeksi tubuh.

3. Ada Lebih dari 1,1 Juta Dosis di Indonesia

Vaksin AstraZeneca

Sumber: google/bersosial

Lebih dari 1,1 juta dosis vaksin buatan Oxford-AstraZeneca ini tiba di Indonesia pada hari Senin (8/3/2021) sore melalui skema COVAX dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Melansir dari Kompas.com dari siaran YouTube resmi Sekretariat Presiden, vaksin tiba sekitar pukul 17.45 WIB di Bandara Udara Soekarno-Hatta, Tangerang.

Saat itu, tampak pesawat yang menurunkan satu kontainer besi. Ada pun jenis vaksin yang datang adalah AstraZeneca sebanyak 1.113.600 vaksin, dengan total berat 4,1 ton.

4. Mendapatkan Izin Penggunaan Darurat (EUA) BPOM

Vaksin AstraZeneca

Sumber: google/bersosial

Kepala Badan POM RI Penny K Lukito menyampaikan izin penggunaan darurat vaksin AstraZeneca pada Konferesi Pers dalam Penerbitan Emergency Use Authorization (EUA) atau Izin Penggunaan Darurat, Selasa (9/3/2021).

Beliau menjelaskan bahwa dari hasil evaluasi keamanan, berdasarkan data hasil uji klinik yang disampaikan, pemberian vaksin AstraZeneca 2 dosis dengan interval 4-12 minggu pada total 23.745 subyek terbilang aman.

Kemudian dalam pemberian vaksin ini menunjukkan kemampuan yang baik dalam merangsang pembentukan antibodi, baik pada populasi dewasa maupun lanjut usia.

Vaksin ini telah memperoleh Emergency Use Authorization (EUA) dari Badan POM pada 22 Februari 2021 dengan nomor EUA2158100143A1 dan ketika sampai di Indonesia langsung dikirim untuk disimpan di gudang PT Bio Farma di Bandung.

5. Efikasi Melebihi Standar WHO

Vaksin AstraZeneca

Sumber: google/bersosial

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi mengatakan bahwa efikasi vaksin Covid-19 produk AstraZeneca ini sebesar 62,1 persen.

Angka efikasi ini melebihi standar yang WHO tetapkan, sehingga vaksin tersebut terjamin dari aspek keamanannya. Keamanan tersebut termasuk kepada masyarakat yang memiliki usia 60 tahun ke atas.

BPOM bersama-sama dengan Tim Ahli telah melakukan proses evaluasi efikasi. Mereka tergabung dalam Komite Nasional Penilai Obat, ITAGI (Indonesia Technical Advisory Group on Immunization), dan klinisi terkait lainnya.

Baca juga: Cara Pencegahan Penularan Virus Corona dengan Produk Zoya Viroblock

6. Efek Samping Ringan dan Sedang

Vaksin AstraZeneca

Sumber: pexels.com

Penny mengungkapkan bahwa efek samping yang terlapor dalam studi klinik umumnya ringan dan sedang.

Berikut ini adalah efek samping yang paling terlapor:

Pertama, reaksi lokal berupa nyeri pada saat ditekan, nyeri kemerahan, gatal, atau pembengkakan.

Kedua, reaksi sistemik ringan yaitu kelelahan, sakit kepala, nyeri otot, meriang, nyeri sendi, mual, demam, atau muntah.

7. Diisukan Mengandung Tripsin Babi

Vaksin AstraZeneca

Sumber: pexels.com

Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah mengeluarkan fatwa mengenai vaksin Astrazeneca. Hasilnya, vaksin tersebut dinyatakan mengandung tripsin babi.

Kendati demikian, MUI tetap mengeluarkan fatwa vaksin Astrazeneca boleh digunakan karena Indonesia sedang dalam kondisi darurat.

“Ketentuan hukumnya yang pertama vaksin Covid-19 AstraZeneca ini hukumnya haram karena dalam tahapan produksi memanfaatkan tripsin yang berasal dari babi,” kata Ketua MUI Bidang Fatwa Asrorun Niam dalam konferensi persnya, Jumat (19/3/2021).

“Walau demikian, yang kedua, penggunaan vaksin Covid-19 produk AstraZeneca pada saat ini hukumnya dibolehkan,” pungkasnya.

Namun, pihak AstraZeneca membantah hal tersebut.  Pihak AstraZeneca menegaskan bahwa vaksin Covid-19 ini tidak bersentuhan dengan produk turunan babi atau produk hewani lainnya.

“Kami menghargai pernyataan yang disampaikan oleh Majelis Ulama Indonesia. Penting untuk dicatat bahwa vaksin Covid-19 AstraZeneca merupakan vaksin vektor virus yang tidak mengandung produk berasal dari hewan, seperti yang telah dikonfirmasikan oleh Badan Otoritas Produk Obat dan Kesehatan Inggris,” jelasnya.

“Semua tahapan proses produksinya, vaksin vektor virus ini tidak menggunakan dan bersentuhan dengan produk turunan babi atau produk hewani lainnya,” tegas mereka.

Sudah lebih dari 70 negara seluruh dunia dan termasuk oleh negara-negara muslim yang menyetujui adanya vaksin ini.

Negata tersebut seperti Arab Saudi, UEA, Kuwait, Bahrain, Oman, Mesir, Aljazair dan Maroko.

Banyak pula Dewan Islam seluruh dunia yang telah menyatakan bahwa para Muslim boleh untuk menggunakan vaksin ini.

8. Proses Distribusi Mulai Pekan Depan

Vaksin AstraZeneca

Sumber: google/bersosial

Pemerintah akan mulai mendistribusikan vaksin Covid-19 AstraZeneca di seluruh wilayah Indonesia mulai Senin pekan depan.

“Selaku pelaksana program Vaksinasi Nasional, kami akan mulai melakukan distribusi vaksin AstraZeneca paling lambat Senin depan,” ujarnya. Nadia mengatakan, pihaknya saat ini menyiapkan pengemasan untuk pendistribusian sehingga program vaksinasi dapat segera dipercepat.

Rekomendasi Produk Zoya Viroblock Untuk Menangkal Virus 

Vaksin AstraZeneca

ZOYA Viroblock Daily Kit merupakan Daily Kit Series yang berisi lengkap kebutuhan sehari-hari, semua item dalam travel kit series ini dilengkapi dengan teknologi viroblock sehingga memberi perlindungan maksimal untuk Anda dalam beraktivitas rutin.

Dengan adanya produk ZOYA Viroblock Daily Kit Series ini tentunya sangat mudah dan praktis untuk bisa Anda bawa kemana pun.

Produk Zoya Viroblock ini terdiri dari 1 pouch yang berisi 2 pc masker, sajadah, dan sarung tangan. Menariknya lagi dari produk-produk tersebut terdapat berbagai macam warna yang menarik, lho!

Jangan menganggap enteng virus corona meski sudah ada Viroblock. Tetaplah jaga kebersihan dan lakukan protokol kesehatan dengan pakai masker, melakukan physical distancing, dan tidak berkumpul pada keramaian.

Dengan adanya ZOYA Viroblock Series ini, harapannya dapat melindungi kebutuhan Anda dan keluarga yang diharuskan tetap aktif bergerak (produktif) serta berkegiatan di luar rumah selama new normal.

Tidak  hanya itu, sebagai brand fashion muslimah, ZOYA peduli dan memahami kebutuhan muslimah untuk tetap berpenampilan sopan, pantas dan cantik di berbagai aktivitas.

Bagi Anda yang ingin mendapatkan atau menjual produk ini, Anda dapat menjadi reseller Evermos.

Tidak Punya Modal untuk Memulai Usaha? Tenang, Evermos Punya Solusinya!

Persoalan modal sebenarnya bisa teratasi. Banyak orang yang sulit memulai untuk berbisnis karena terkendala dengan hal modal.

Apakah Anda salah satunya? Seringkali pusing sendiri mencari modal dan akhirnya bingung bagaimana cara untuk memulai usaha?

Tenang, bagi Anda yang ingin memiliki bisnis, namun belum memiliki cukup modal, menjadi seorang reseller Evermos merupakan pilihan yang tepat.

Banyak kemudahan dan keuntungan yang akan Anda dapatkan dengan menjadi reseller Evermos, antara lain:

  • Bisnis tanpa modal
  • Memiliki toko online sendiri
  • Tidak perlu pusing cari supplier
  • Tidak perlu memikirkan stok dan pengiriman
  • Mendapatkan pelatihan bisnis online dari ahlinya
  • Berkesempatan bergabung dengan komunitas reseller dari berbagai daerah

Bagaimana? Menarik bukan? Mari raih potensi untuk mendapatkan penghasilan sesuai keinginan dengan menjadi reseller Evermos.

Yuk, segera daftarkan diri Anda dengan menjadi reseller hebat di Evermos. Silahkan untuk klik di bawah ini!

Vaksin AstraZeneca

Demikianlah informasi mengenai fakta seputar vaksin AstraZeneca yang dapat Anda ketahui.

Semoga informasi ini dapat bermanfaat, boleh share artikel ini agar yang lain mendapat kebermanfaatan dari tulisan ini.

Ingin membaca artikel menarik lainnya? Silahkan untuk mengunjungi situs blog Evermos. 

 

Share:
Facebook
Twitter
Pinterest
LinkedIn
×