Usaha Thrift Adalah Bisnis Jual Beli Barang Bekas, Simak Tipsnya

Dalam bidang pakaian ada bisnis yang dinamakan dengan usaha thrift. Usaha thrift adalah bisnis dimana pebisnis menjualkan barang-barang bekas dari luas atau dalam negeri. Bisnis thrift mudah sekali kita jumpai di wilayah perkotaan karena melonjaknya aktivitas membeli busana dari luar negeri atau impor.

Dewasa ini kalangan masyarakat modern banyak yang gemar mengoleksi barang berasal dari luar negeri.

Barang-barang branded tentunya memiliki nilai yang lebih pada kalangan masyarakat.

Hal ini kerap membuat para pebisnis berfikir untuk mencari ide bisnis melalui jual beli barang bekas branded atau bisnis thrift.

Dalam bisnis thrift, barang atau komoditas yang bisa diperjual belikan tidak hanya terkait item pakaian saja. 

Akan tetapi ada juga barang yang dapat diperjualbelikan lainnya seperti jam tangan, sepatu, buku, perhiasan, dan tas.

Sebagai pebisnis yang ingin sukses menjalankan bisnis thrifting wajib untuk mengetahui dan memamahi tentang bisnis thrift yang akan diulas dalam artikel berikut.

Usaha Thrift Adalah

Usaha Thrift Adalah
Sumber: pexels.com

Kata thrift berasal dari bahasa Inggris yang artinya adalah penghematan.

Usaha thrift adalah sistem bisnis yang cara kerjanya adalah menyediakan barang-barang bermerek atau brand bekas kepada orang lain dengan harga yang relatif lebih murah.

Adanya usaha thrift juga memudahkan para pembeli yang ingin membeli barang brand dengan harga yang relatif lebih murah.

Selain itu, para pebisnis juga bisa mendapatkan uang tambahan dari selisih harga beli produk dan harga jual produk kepada pelanggan.

Lalu seperti apa cara kerja bisnis thrift tersebut?

Cara Kerja Bisnis Thrift

Usaha Thrift Adalah
Sumber: pexels.com

Selanjutnya kita perlu mengetahui cara kerja bisnis thrift agar bisa mendapatkan keuntungan yang maksimal.

Di bawah ini adalah cara kerja bisnis thrift:

1. Siapkan Modal

Cara kerja bisnis thrift yang penting dilakukan oleh pebisnis adalah menyiapkan modal terlebih dahulu.

Untuk melakukan thrifting dengan rata-rata harga satu pakaian senilai Rp.100.000-Rp150.000 maka pebisnis perlu menyiapkan budget senilai Rp1.000.0000/Rp1.500.000 untuk mendapatkan 10 potong pakaian.

2. Melakukan Thrifting

Modal yang terkumpul kemudian digunakan untuk membeli sejumlah pakaian bekas.

Pebisnis dapat menemukan tempat-tempat thrifting yang menarik dan punya harga jual lebih terjangkau.

Terkadang ada tempat-tempat yang mengadakan kegiatan atau event untuk thrift secara langsung jadi pebisnis tidak boleh ketinggalan informasinya.

3. Mengecek Produk Thrift

Pada saat kegiatan thrifting pebisnis melakukan cek terkait barang thrift yang akan dibeli.

Meskipun barang thrift adalah barang bekas bukan berarti bisa asal-asalan memilih barang saat membelinya.

Pastikan produk thrift tidak memiliki kerusakan yang besar atau cacat besar sehingga berdampak pada nilai harga beli konsumen.

Misalnya dengan menghindari produk pakaian yang memiliki noda sulit dihilangkan. Hindari juga membeli barang yang memiliki cacat fisik seperti robek, bolong, rumpang dan sebagainya.

4. Merawat Produk Thrift

Setelah membeli produk thrift jangan lupa untuk mengelola produk dengan baik. Contohnya pada produk pakaian berikan perawatan seperti mencuci baju, kemudian menghilangkan noda atau kotoran yang menempel pada baju.

Sebab kita tidak tahu saat melakukan thrifting apakah baju tersebut sudah dalam kondisi yang kotor, penuh debu, yang bisa mengakibatkan kerusakan atau defect pada baju.

5. Memasarkan Produk Thrift

Barang-barang bekas yang sudah dibeli dan dirawat selanjutnya dilakukan pemasaran ke berbagai media sosial.

Dengan memanfaatkan teknologi digital besar peluang bisnis thrift akan semakin dikenal oleh banyak orang.

Gunakan media sosial seperti Instagram, Facebook, TikTok, WhatsApp Business untuk memasarkan produk.

Jenis Barang Bisnis Thrift Shop

Usaha Thrift Adalah
Sumber: pexels.com

Berbicara bisnis thrift tidak hanya melulu soal jual beli pakaian bekas, tapi ada juga macam produk lainnya.

Bagi pebisnis yang tertarik untuk memulai bisnis thrift, ada beberapa opsi produk yang bisa ditawarkan.

1. Pakaian

Barang yang paling umum dicari oleh kalangan masyarakat dalam usaha thrift adalah pakaian.

Jenis produk pakaian yang sering diincar untuk kegiatan thrifting seperti kemeja, kaos, hoodie, sweater, celana jeans dan sebagainya.

2. Jam Tangan

Barang berikutnya untuk ide bisnis usaha thrift adalah jam tangan branded. Beberapa brand jam tangan terkenal seperti Daniel Wellington, Rolex, Alexander Christine, Hublot bisa dijual.

Namun apabila modal yang dimiliki jumlahnya terbatas, pebisnis bisa menjualkan jam tangan brand asal lokal seperti Eiger, Woodka, Guteninc dan sebagainya.

3. Sepatu

Saat ini ada banyak sepatu yang dijual dengan limited edition.

Sepatu limited edition biasanya menjadi incaran para sneakerhead yang senang membeli sepatu brand tertentu.

Jadi pebisnis juga bisa menjadikan sepatu sebagai barang yang dapat dijual untuk thrift shop.

4. Tas

Selain pakaian, sepatu dan jam tangan pebisnis pula dapat menggunakan tas branded untuk usaha thrift ini.

Semakin bagusnya asal nama brand tas tersebut maka semakin baik juga harga yang bisa ditawarkan.

Pebisnis juga dapat menjualkan beberapa produk tas seperti saddle bag, leather bag, tas ransel, tas selempang dan sebagainya.

Tips Memulai Bisnis Thrift

Usaha Thrift Adalah
Sumber: pexels.com

Lalu apa pedoman yang perlu diketahui sebagai pebisnis thrift shop agar bisa berjalan sukses?

Di bawah ini adalah sejumlah tips memulai bisnis thrift shop yang mudah bagi pemula.

1. Memastikan Produk Thrift

Hal mendasar yang bisa dilakukan oleh bisnis pemula adalah melihat target pasar. Dengan melakukan riset pasar kita akan lebih tahu apa produk yang tepat untuk dipasarkan kepada orang-orang.

Jika orang di sekitar pebisnis kebanyakan adalah anak muda yang punya kegiatan kuliah tentunya akan membutuhkan pasokan fashion lebih banyak.

Jadi produk yang tepat untuk dipasarkan di usaha thrift adalah pakaian, tas, sepatu dan sebagainya.

2. Mencari Tempat Thrift yang Tepat

Untuk memperoleh barang-barang thrift seorang pebisnis perlu menemukan tempat membeli barang thrift yang murah dan berkualitas baik.

Sebab dengan begitu pebisnis akan mendapatkan keuntungan dari segi menghemat modal.

Pebisnis bisa mencari berbagai referensi terlebih dahulu mengenai tempat thrifting yang cocok.

3. Utamakan Produk Bermerek

Meskipun usaha thrift adalah bisnis yang dimana tidak selalu membutuhkan barang branded untuk dijualbelikan sebagai pebisnis yang unggul perlu mengutamakan produk yang branded.

Sebab produk yang sudah memiliki nama pastinya lebih banyak dicari oleh pembeli.

Pebisnis dapat mencari tahu terlebih dahulu apa saja produk bermerek dan dimana menemukan barang tersebut.

4. Foto Produk yang Unik

Agar bisnis thrift berjalan dan membawa hasil yang sukses, pebisnis perlu membuat foto produk yang unik.

Karena barang-barang yang sudah dibeli kemudian akan dipasarkan melalui tampilan foto produk.

Pebisnis juga bisa mencantumkan foto produknya melalui media sosial, website dan marketplace.

Jangan ragu untuk menggunakan model dalam foto produk usaha thrift shop anda.

5. Cari Lokasi Strategis

Bisnis thrift shop termasuk ke dalam jenis bisnis yang dapat dilakukan dengan model bisnis offline maupun online.

Apabila bisnis sudah berkembang pesat kemudian memungkinkan untuk membuka toko, carilah lokasi yang cukup strategis.

Termasuk apabila pebisnis memasarkannya lewat online jadi bisa memanfaatkan platform markeptlace, website, media sosial semaksimal mungkin.

Kini kita sudah mengetahui dan memahami lebih banyak tentang usaha thrift shop, semoga dapat membantu.

Sebarkan juga artikel Blog Evermos berikut kepada orang-orang terdekat yang membutuhkan referensi tentang bisnis thrift.

Mau punya penghasilan tambahan yang halal, mudah dan terpercaya? Inilah saat yang tepat untuk mencoba bisnis online menjadi reseller Evermos.

DAFTAR DISINI SEKARANG