Gus Baha: Takdir Allah adalah yang Terbaik, Jangan Menyesal!

Takdir Allah adalah yang terbaik – Berbicara soal takdir Allah atau qadha dan qadar adalah hal yang menarik, banyak sekali orang yang salah dalam mengartikan qadha dan qadar.

Apa yang terjadi pada diri kita saat ini adalah ketetapan atau skenario yang sudah Allah atur sedemikian rupa.

Jadi, jangan pernah menyesali apa yang sudah terjadi dan jangan bangga dengan apa yang sudah kita capai dalam hidup ini.

Karena semuanya sudah ditetapkan oleh Allah dan sudah seharusnya kita mengalami hal itu. 

Artikel ini akan memberikan sajian tentang takdir Allah adalah yang terbaik dikutip dari ceramah Gus Baha yang berjudul Kalau Takdir Sudah Ditentukan kenapa Dimintai Pertanggung Jawaban? – Gus Baha.

Di bawah ini adalah video lengkap ceramah Gus Baha tentang takdir Allah adalah yang terbaik.

Gus Baha: Takdir Allah adalah yang Terbaik!

takdir Allah adalah yang terbaik
Sumber: google.com/bersosial

Sebelum bercerita tentang qadha dan qadar, Gus Baha memberikan sebuah petuah bahwasanya jangan jadikan hikmah shalat sebagai tujuan.

Artinya adalah, jika shalat dijadikan sebagai sesuatu untuk mendapatkan kesehatan maka itu adalah hal yang salah.

Merdeka Ongkir Ke Seluruh Indonesia

Bagaimana jika shalat dibandingkan dengan olahraga yoga dan ternyata yoga lebih efektif daripada shalat? Hal itulah yang harus dihindari oleh umat Islam.

“Bagaimana kalau ada orang yang nanya, ‘kamu sholat kok sakit, aku gak sholat kok sehat’. Habis kamu.” kata Gus Baha.

Oleh karena jadikan shalat sebagai ibadah dan tunduk kepada Allah sebagai tanda taat dan menjadi hamba yang tunduk kepada Allah SWT.

Takdir Allah adalah yang Terbaik, Jangan Bangga dan Jangan Menyesal!

janga menyesal
Sumber: unsplash.com

Soal takdir, maka Nabi pernah menganalisis sesuatu dengan qadha dan qadar, dan ada saatnya juga Nabi melarang orang untuk membicarakan qadha dan qadar.

Misalnya ada seseorang yang melakukan dosa dan merasa dosa tersebut adalah takdir Allah, kemudian orang tersebut bertaubat.

Maka jadikan dosa tersebut adalah masa lalu dan bertaubat adalah syariat Islam yang harus dijalankan.

Jangan sampai karena kita menganggap bahwa dosa yang telah diperbuat adalah qadha dan qadar Allah, maka tidak ada keinginan untuk bertaubat.

Hal itu seperti yang dikatakan oleh Rasulullah SAW, “Jika umatku telah menjustifikasi qadha dan qadar, maka kamu jangan ikut-ikutan”.

Jika sudah seperti itu akan sangat bahaya sekali karena nanti akan ada ucapan yang berzina dan yang maling tak jadi masalah karena itu sudah qadha dan qadar, itu bahaya sekali.

Cerita Nabi Musa dan Nabi Adam Tentang Takdir Allah adalah yang Terbaik

qada dan qadar
Sumber: pexels.com

Dalam ceramah tersebut disebutkan bahwa Nabi Musa pernah bertemu dengan Nabi Adam dan berbicara tentang takdir.

Nabi Musa bertanya dan memastikan apakah benar yang ia temui adalah Adam. Setelah benar orang tersebut adalah Nabi Adam, kemudian Nabi Musa berkata:

“Gara-gara kamu orang gak hidup di surga.” ucap Gus Baha menirukan percakapan antara Nabi Musa dan Nabi Adam.

“Gara-gara kamu kami jadi hidup di bumi dan keluar dari surga, coba kalau kamu tidak melakukan kesalahan maka kami akan tinggal di surga dan disediakan segalanya, ada bidadari yang cantik juga.”

Mendengar pernyataan seperti itu, Nabi Adam langsung menjelaskan bahwa dosa yang ia lakukan sudah ada di dalam kitab taurat dan sudah ditakdirkan 40 tahun sebelum dosa itu terjadi oleh Allah SWT.

Nabi Adam melanjutkan ucapannya bahwa Nabi Musa telah mengkritik dan menyalahkannya padahal semuanya sudah qadha dan qadar Allah.

“Sudah skenario Allah sejak awal bahwa Nabi Adam akan berbuat dosa dan keluar dari surga. Skenarionya sudah seperti itu.”

Jangan Anggap Maksiat adalah Hal yang Wajar karena Takdir Allah 

takdir
Sumber: unsplash.com

Maka jangan menganggap enteng dan menganggap apa yang menjadi kemaksiatan adalah takdir Allah dan biasa saja.

Karena yang salah tetap salah, yang dosa tetaplah dosa. Sejatinya jangan pernah menyesali dan jangan bangga dengan qadha dan qadar Allah.

Takdir Allah adalah yang terbaik dan tidak bisa dibantah dengan kondisi apapun. Maka jangan bangga ketika kita dalam keadaan berjaya.

Karena semuanya sudah ditakdirkan oleh Allah. Selain itu jangn pernah menyesali apa yang sudah terjadi.

Ayat Al-Quran yang Menjelaskan Tentang Qadha dan Qadar

takdir allah adalah yang terbaik
Sumber: pexels.com

Di dalam kitab suci Al-Quran ada beberapa ayat yang menjelaskan tentang qadha dan qadar, berikut ini adalah ayatnya:

1. Surat Al-Furqan ayat 2

إِلَىٰ قَدَرٍ مَعْلُومٍ فَقَدَرْنَا فَنِعْمَ الْقَادِرُونَ

Latin: Illaa qadarim ma’luum; Faqadarnaa fani’mal qoodiruun

Artinya: “Sampai waktu yang ditentukan, lalu Kami tentukan (bentuknya), maka Kami-lah sebaik-baik yang menentukan.”

2. Surat Al-Ahzab ayat 38

وَكَانَ أَمْرُ اللَّهِ قَدَرًا مَقْدُورًا

Latin: Wa kaana amrul laahi qadaram maqduuraa

Artinya: “Dan adalah ketetapan Allah itu suatu ketetapan yang pasti berlaku.”

3. Surat Al-Mursalat ayat 22-23

إِلَىٰ قَدَرٍ مَعْلُومٍ فَقَدَرْنَا فَنِعْمَ الْقَادِرُونَ

Latin: Illaa qadarim ma’luum; Faqadarnaa fani’mal qoodiruun

Artinya: “Sampai waktu yang ditentukan, lalu Kami tentukan (bentuknya), maka Kami-lah sebaik-baik yang menentukan.”

Demikianlah pembahasan tentang Takdir Allah adalah yang terbaik yang dikutip dari ceramah singkat Gus Baha.

Sumber: Syahaqy, Rizky. Kalau Takdir Sudah Ditentukan kenapa Dimintai Pertanggung Jawaban? – Gus Baha. Youtube, diunggah oleh Santri Podcast, 22 September 2020. https://www.youtube.com/watch?v=TR3TEW54BKQ .

Jika ingin membaca artikel islami menarik lainnya, silahkan kunjungi situs Blog Evermos.

Selain itu Anda juga bisa mendapatkan penghasilan dengan diam di rumah saja, caranya langsung saja bergabung menjadi reseller Evermos di bawah ini.

YUK, GABUNG DISINI!

×