Sebutkan Arti Puasa Menurut Bahasa Arab, Dalil Al-Quran dan Hadits!

Sebutkan arti puasa menurut bahasa arab – Puasa adalah salah satu ibadah bagi umat Islam. Ada puasa wajib dan ada puasa sunnah. Lalu apa arti puasa dan keutamaannya?

Puasa termasuk ke dalam salah satu rukun Islam, yakin rukun Islam yang keempat. Artinya orang yang beragama Islam jika tidak menjalankan ibadah puasa maka belum seutuhnya menjadi orang Islam.

Hal itu karena itu tidak memenuhi rukun atau syarat dalam memeluk agama Islam.

Puasa yang wajib bagi umat Islam adalah puasa Ramadhan, sedangkan puasa sunnah yang bisa diamalkan ada banyak sekali jenisnya.

Misalnya puasa sunnah Senin-Kamis, puasa Arafah, dan masih banyak lagi yang tentunya banyak sekali manfaatnya.

Artikel ini akan membahas sebutkan arti puasa menurut bahasa Arab. Berikut ini ulasannya untuk Anda.

Sebutkan Arti Puasa Menurut Bahasa Arab

sebutkan Arti puasa menurut bahasa Arab
Sumber: google.com/bersosial

Menurut Saiyid Mahadhir, Lc, MA dalam bukunya yang berjudul Bekal Ramadhan dan Idul Fitri (1): Menyambut Ramadhan, puasa dalam bahasa Arab diambil dari kata shaum atau shiyam.

Shaum atau shiyam dalam bahasa Arab memiliki arti imsak atau menahan, atau yang banyak diketahui orang adalah puasa.

Adapun arti puasa lainnya menurut bahasa Arab yaitu menahan diri dari segala sesuatu seperti menahan makan, minum, nafsu, dan menahan berbicara yang tidak bermanfaat.

Kemudian di dalam Al-quran disebutkan bahwa puasa disebut dengan kata ash-shiyam atau ash-shaum. Melansir buku 125 Masalah Puasa terbitan Tiga Serangkai, secara harfiah memiliki makna menahan diri dari sesuatu.

Sebutkan Arti Puasa Menurut Bahasa Arab dan Istilah

Sebutkan arti puasa menurut bahasa arab
Sumber: google.com/bersosial

Sedangkan menurut istilah, puasa artinya menahan diri dari makanan, minuman, hubungan seksual dan segala yang membatalkan. Mulai dari terbit fajar hingga terbenamnya matahari, dengan niat karena Allah.

Maka kesimpulannya puasa adalah shaum dalam bahasa Arab, kemudian secara istilah adalah menahan nafsu yang bisa membatalkan puasa.

Hal yang Membatalkan Puasa

hal yang membatalkan puasa
Sumber: google.com/bersosial

Adapun hal-hal yang membatalkan puasa adalah sebagai berikut:

1. Makan dan minum secara sengaja

Hal yang membatalkan puasa yang pertama yaitu makan dan minum dengan sengaja. Namun jika tidak sengaja makan dan minum atau karena lupa, maka tidak membatalkan puasa. Seseorang bisa melanjutkan kembali puasanya.

2. Haid dan nifas

Haid dan nifas yang kerap dialami wanita merupakan suatu udzur atau penghalang, sehingga membatalkan puasa. 

Orang dengan kondisi haid serta nifas ini wajib hukumnya melaksanakan qadha di luar waktu puasa Ramadhan atau membayar fidyah sebagai ganti.

3. Berhubungan badan

Melakukan hubungan seksual dengan pasangan secara sengaja atau berjima juga hukumnya batal dan puasa orang tersebut dianggap tidak sah.

Bentuk ganti ruginya harus berpuasa selama dua bulan berturut-turut. Jika tidak mampu, wajib memberi makan 60 fakir miskin dengan masing-masing senilai tiga perempat liter beras.

4. Muntah secara sengaja

Muntah dengan cara disengaja termasuk salah satu hal yang membatalkan puasa. Misalnya sengaja memasukkan benda ke mulut pemicu mual lalu keluar muntah.

5. Keluar mani

Keluarnya air mani atau sperma bisa disebabkan oleh sejumlah faktor, seperti onani, hingga bermesraan dengan pasangan meski tidak berhubungan badan.

Jika dilakukan sengaja hukumnya sudah jelas membatalkan puasa. Terkecuali ketika mengalami mimpi basah karena kondisinya tidak sadar, puasa tersebut masih sah.

Sebutkan Arti Puasa Menurut Bahasa Arab dan Al-Quran

dalil puasa
Sumber: google.com/bersosial

Setelah mengetahui arti puasa dalam bahasa Arab, berikut ini merupakan ayat-ayat Al-quran yang membahas tentang puasa.

1. Surat Maryam ayat 26

فَكُلِي وَاشْرَبِي وَقَرِّي عَيْنًا ۖ فَإِمَّا تَرَيِنَّ مِنَ الْبَشَرِ أَحَدًا فَقُولِي إِنِّي نَذَرْتُ لِلرَّحْمَٰنِ صَوْمًا فَلَنْ أُكَلِّمَ الْيَوْمَ إِنْسِيًّا

Artinya: “Maka makan, minum dan bersenang hatilah kamu. Jika kamu melihat seorang manusia, maka katakanlah: “Sesungguhnya aku telah bernazar berpuasa untuk Tuhan Yang Maha Pemurah, maka aku tidak akan berbicara dengan seorang manusiapun pada hari ini”. (QS: Maryam: 26).

2. Surat Al-Baqarah ayat 183

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa,” (QS: Al-Baqarah ayat 183).

3. Surat Al-Baqarah ayat 184

اَيَّامًا مَّعْدُوْدٰتٍۗ فَمَنْ كَانَ مِنْكُمْ مَّرِيْضًا اَوْ عَلٰى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ اَيَّامٍ اُخَرَ ۗ وَعَلَى الَّذِيْنَ يُطِيْقُوْنَهٗ فِدْيَةٌ طَعَامُ مِسْكِيْنٍۗ فَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْرًا فَهُوَ خَيْرٌ لَّهٗ ۗ وَاَنْ تَصُوْمُوْا خَيْرٌ لَّكُمْ اِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ 

Artinya: “(Yaitu) beberapa hari tertentu. Maka barangsiapa di antara kamu sakit atau dalam perjalanan (lalu tidak berpuasa), maka (wajib mengganti) sebanyak hari (yang dia tidak berpuasa itu) pada hari-hari yang lain. 

Dan bagi orang yang berat menjalankannya, wajib membayar fidyah, yaitu memberi makan seorang miskin. Tetapi barangsiapa dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itu lebih baik baginya, dan puasamu itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.” (Q.S Al-Baqarah: 184).

Hadits Tentang Puasa

Hadits tentang puasa
Sumber: google.com/bersosial

Sedangkan puasa juga ada di dalam beberapa hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, Imam Bukhari, dan Imam Ahmad.

1. Hadits riwayat Bukhari dan Muslim

Dari Thalhah bin Ubaidillah RA, bahwa seorang datang kepada Nabi SAW dan bertanya, yang artinya:

“Ya Rasulullah, katakan padaku apa yang Allah wajibkan kepadaku tentang puasa?” Beliau menjawab, “Puasa Ramadhan”. “Apakah ada lagi selain itu?”. Beliau menjawab, “Tidak, kecuali puasa sunnah.”

2. Hadits riwayat Ahmad 

قَدْ جَاءَكُمْ شَهْرُ رَمَضَانَ شَهْرٌ مُبَارَكٌ افْتَرَضَ اللَّهُ عَلَيْكُمْ صِيَامَهُ يُفْتَحُ فِيهِ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ وَتُغَلُّ فِيهِ الشَّيَاطِينُ فِيهِ لَيْلَةٌ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ مَنْ حُرِمَ خَيْرَهَا فَقَدْ حُرِمَ

Artinya: “Telah datang kepada kalian bulan yang penuh berkah, diwajibkan kepada kalian ibadah puasa, dibukakan pintu-pintu surga dan ditutuplah pintu-pintu neraka serta setan-setan dibelenggu. 

Di dalamnya terdapat malam yang lebih baik dari seribu bulan. Barangsiapa yang tidak mendapatkan kebaikannya berarti ia telah benar-benar terhalang atau terjauhkan (dari kebaikan).”

3. Hadits riwayat Bukhari

صُومُوا لِرُؤْيَتِهِ وَأَفْطِرُوا لِرُؤْيَتِهِ فَإِنْ غُبِّيَ عَلَيْكُمْ فَأَكْمِلُوا عِدَّةَ شَعْبَانَ ثَلَاثِينَ

Artinya: “Berpuasalah kalian karena melihatnya (hilal) dan berhari rayalah karena melihatnya, jika hilal hilang dari penglihatanmu maka sempurnakan bilangan Sya’ban sampai tiga puluh hari.”

Itulah pembahasan mengenai sebutkan arti puasa menurut bahasa Arab dan penjelasan lengkapnya di dalam Al-Quran dan Hadits. Semoga bermanfaat.

Jika ingin membaca artikel islami menarik lainnya, silahkan kunjungi situs Blog Evermos untuk membacanya.

Dapatkan penghasilan jutaan rupiah dalam sebulan dengan berjualan tanpa modal. Caranya langsung saja daftar menjadi reseller Evermos sekarang juga!

Karena bukan hanya tanpa modal, Anda juga tidak perlu ribet untuk urus packing dan pengirimannya, karena sudah dilakukan oleh pihak Evermos.

Tunggu apalagi? Langsung saja klik tombol di bawah ini untuk daftar dan ikuti langkah-langkahnya.

MULAI JUALAN SEKARANG

×