Wajib Tahu! Inilah Rukun Puasa Yang Tidak Boleh Anda Lewatkan

Setiap umat Islam wajib menjalani ibadah puasa yang termasuk dalam rukun islam terlebih di bulan Ramadhan. Dalam ibadah puasa tersebut, terdapat rukun puasa yang harus dilaksanakan agar ibadah kita diterima oleh Allah SWT. Rukun puasa ini bahwa kita sudah melaksanakan ibadah puasa sesuai syariat.

Kewajiban berpuasa ini ada dalam firman Allah SWT pada surat Al Baqarah ayat 183 yang memerintahkan umat Islam berpuasa selama satu bulan penuh di bulan Ramadhan sebagai bentuk ketakwaan kepada-Nya. Berikut adalah bunyi ayatnya

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ

yā ayyuhallażīna āmanụ kutiba ‘alaikumuṣ-ṣiyāmu kamā kutiba ‘alallażīna ming qablikum la’allakum tattaqụn

Artinya: Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.

Jadi, sebenarnya apa saja yang termasuk rukun puasa? Mari kita simak ulasan berikut ini.

Rukun Puasa

Di antara ilmu Fiqih tentang ibadah yang tidak kalah penting untuk dipelajari adalah rukun puasa.

Setiap muslim wajib mengetahui apa saja rukun puasa sebelum mengamalkannya karena tanpa adanya rukun tersebut maka puasa menjadi tidak sah di sisi Allah SWT.

Berdasarkan kitab Matan Al Ghoyah wat Taqrib, Al Qodhi Abu Syuja menyebutkan bahwa ada empat rukun puasa, yakni niat, menahan dari makan dan minum, menahan diri dari melakukan hubungan seksual, dan menahan diri dari muntah yang disengaja.

Untuk penjabaran lebih lengkapnya, mari kita simak ulasan berikut ini.

1. Niat

Rukun Puasa
Sumber: shutterstock.com

Ibadah puasa tidak akan sah jika tidak didahului dengan niat sebab dalam hadis sahih Bukhari dan Muslim, Rasulullah SAW bersabda bahwa setiap amal perbuatan tergantung pada niatnya.

Niat adalah suatu maksud untuk taat dan mendekatkan diri kepada Allah SWT dalam bentuk mengerjakan suatu perbuatan. Dalam mazhab Al-Malikiyah, Niat adalah maksud seseorang dengan hatinya atas apa yang diinginkan pada perbuatannya.

Menurut penjelasan Ustaz Bahrul Ulum, setiap orang yang menjalankan puasa fardu yakni puasa wajib saat Ramadhan maka niat tersebut memiliki dua syarat.

Pertama adalah meniatkan di malam hari dan kedua yaitu menentukan jenis fardunya.
Mengucapkan niat di malam hari ialah bisa dari mulai terbenamnya matahari setelah Maghrib, Isya, Tarawih, pertengahan malam, atau sebelum tidur sampai terbit fajar. Kemudian Anda juga perlu menentukan niat fardunya apakah itu untuk nazar, kifarat, atau qodho.

Adapun bacaan niat puasa adalah sebagai berikut :

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ اَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ هذِهِ السَّنَةِ ِللهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma ghodin ‘an adaa’i fardhi syahri romadhoona haadzihis sanati lillahi ta’aala.
(Saya niat berpuasa esok hari untuk menunaikan kewajiban di bulan Ramadhan tahun ini, karena Allah Ta’ala).

Adapun untuk puasa sunnah dibolehkan untuk berniat puasa pada siang hari. Tidak disyaratkan harus niat pada malam hari.

2. Menahan diri

rukun puasa
Sumber: shutterstock.com

Ada dua hal dari pengertian menahan diri, yakni menjaga diri dari segala hal yang dapat membatalkan dan dari segala perkara yang dapat menggugurkan nilai pahala puasa.

Saat berpuasa, Anda diharuskan untuk menahan diri dari terbit fajar sampai terbenam matahari seperti yang tertulis dalam Quran surat Al Baqarah ayat 188

اُحِلَّ لَكُمْ لَيْلَةَ الصِّيَامِ الرَّفَثُ اِلٰى نِسَاۤىِٕكُمْ ۗ هُنَّ لِبَاسٌ لَّكُمْ وَاَنْتُمْ لِبَاسٌ لَّهُنَّ ۗ عَلِمَ اللّٰهُ اَنَّكُمْ كُنْتُمْ تَخْتَانُوْنَ اَنْفُسَكُمْ فَتَابَ عَلَيْكُمْ وَعَفَا عَنْكُمْ ۚ فَالْـٰٔنَ بَاشِرُوْهُنَّ وَابْتَغُوْا مَا كَتَبَ اللّٰهُ لَكُمْ ۗ وَكُلُوْا وَاشْرَبُوْا حَتّٰى يَتَبَيَّنَ لَكُمُ الْخَيْطُ الْاَبْيَضُ مِنَ الْخَيْطِ الْاَسْوَدِ مِنَ الْفَجْرِۖ ثُمَّ اَتِمُّوا الصِّيَامَ اِلَى الَّيْلِۚ وَلَا تُبَاشِرُوْهُنَّ وَاَنْتُمْ عَاكِفُوْنَۙ فِى الْمَسٰجِدِ ۗ تِلْكَ حُدُوْدُ اللّٰهِ فَلَا تَقْرَبُوْهَاۗ كَذٰلِكَ يُبَيِّنُ اللّٰهُ اٰيٰتِهٖ لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَّقُوْنَ

Latin: uḥilla lakum lailataṣ-ṣiyāmir-rafaṡu ilā nisā`ikum, hunna libāsul lakum wa antum libāsul lahunn, ‘alimallāhu annakum kuntum takhtānụna anfusakum fa tāba ‘alaikum wa ‘afā ‘angkum, fal-āna bāsyirụhunna wabtagụ mā kataballāhu lakum, wa kulụ wasyrabụ ḥattā yatabayyana lakumul-khaiṭul-abyaḍu minal-khaiṭil-aswadi minal-fajr, ṡumma atimmuṣ-ṣiyāma ilal-laīl, wa lā tubāsyirụhunna wa antum ‘ākifụna fil-masājid, tilka ḥudụdullāhi fa lā taqrabụhā, każālika yubayyinullāhu āyātihī lin-nāsi la’allahum yattaqụn

Artinya :

Dihalalkan bagimu pada malam hari puasa bercampur dengan istrimu. Mereka adalah pakaian bagimu, dan kamu adalah pakaian bagi mereka. Allah mengetahui bahwa kamu tidak dapat menahan dirimu sendiri, tetapi Dia menerima tobatmu dan memaafkan kamu. Maka sekarang campurilah mereka dan carilah apa yang telah ditetapkan Allah bagimu. Makan dan minumlah hingga jelas bagimu (perbedaan) antara benang putih dan benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa sampai (datang) malam. Tetapi jangan kamu campuri mereka, ketika kamu beriktikaf dalam masjid. Itulah ketentuan Allah, maka janganlah kamu mendekatinya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia, agar mereka bertakwa

Adapun suatu perkara yang membatalkan contohnya adalah seperti makan dan minum. Sedangkan yang menggugurkan nilai pahala dan puasa adalah seperti berbohong, mengadu domba, ghibah, dan saling mencela.

Baca Juga : 10 Menu Buka Puasa Kesukaan Nabi Muhammad SAW, Pernah Coba?

3. Menahan Diri dari Jima

rukun puasa
Sumber: shutterstock.com

Adapun perintah untuk menahan diri jima (berhubungan badan) tercantum pada surah Al Baqarah ayat 187 yang berbunyi :

“Dihalalkan untuk kamu pada malam hari bulan puasa bercampur dengan istrimu. Istrimu adalah pakaian untukmu dan kamu adalah pakaian untuk istrimu. Allah Swt mengetahui bahwas kamu tidak bisa menahan nafsu. Karena itu, Allah Swt mengampuni dan memberi maaf kepadamu. Maka campurilah istrimu dan ikuti apa yang ditetapkan oleh Allah Swt untukmu, dan makan minumlah hingga terang untukmu benang putih dari benang hitam, yakni  fajar. Sempurnakan puasa hingga malam, janganlah kamu mencampuri istrimu, sedang kamu beritikaf di dalam massjid. Itulah larangan Allah Swt, maka janganlah kamu mendekatinya. Demikianlah Allah Awt menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia supaya mereka bertakwa.”

4. Menahan Diri dari Muntah yang Disengaja

rukun puasa
Sumber: shutterstock.com

Muntah yang disengaja dapat menyebabkan batalnya puasa. Namun, muntah yang tidak disengaja karena sakit, tidak membuat puasa batal. Dengan catatan, muntah tidak ditelan kembali.

Demikianlah ulasan mengenai rukun puasa yang wajib kita ketahui. Semoga dengan adanya artikel ini bisa menjadi bekal untuk meningkatkan iman dan takwa kita untuk senantiasa menjalankan perintah Allah dan menjauhi segala larangannya.

Agar senantiasa terhindar dari hal-hal yang mudharat yang dapat membatalkan puasa, hendaknya kita selalu melaksanakan hal yang positif di waktu luang saat berpuasa. salah satu cara untuk memanfaatkan waktu Anda adalah dengan berdagang. Tidak ada salahnya bagi Anda yang ingin menebar kebermanfaatan dan Insya Allah usaha yang dilakukan berkah.

Namun, bagaimana caranya untuk memulai usaha? Tenang saja. yuk bergabung menjadi reseller Evermos. Jualan online gratis tanpa modal bisa Anda lakukan, lho! 

Tidak Punya Modal untuk Memulai Usaha? Tenang, Evermos Punya Solusinya!

Persoalan modal sebenarnya bisa teratasi. Banyak orang yang sulit memulai untuk berbisnis karena terkendala dengan hal modal.

Apakah Anda salah satunya? Seringkali pusing sendiri mencari modal dan akhirnya bingung bagaimana cara untuk memulai usaha?

Tenang, bagi Anda yang ingin memiliki bisnis, namun belum memiliki cukup modal, menjadi seorang reseller Evermos merupakan pilihan yang tepat.

Banyak kemudahan dan keuntungan yang akan Anda dapatkan dengan menjadi reseller Evermos, antara lain:

  • Bisnis tanpa modal
  • Memiliki toko online sendiri
  • Tidak perlu pusing cari supplier
  • Tidak perlu memikirkan stok dan pengiriman
  • Mendapatkan pelatihan bisnis online dari ahlinya
  • Berkesempatan bergabung dengan komunitas reseller dari berbagai daerah

Bagaimana? Menarik bukan? Mari raih potensi untuk mendapatkan penghasilan sesuai keinginan dengan menjadi reseller Evermos.

Yuk, segera daftarkan diri Anda dengan menjadi reseller hebat di Evermos. Silahkan klik di bawah ini! GRATIS dengan Menggunakan Kode Promo “EVBLOG”

DAFTAR DISINI SEKARANG

 

Kesimpulan

Perlu selalu kita ingat bahwa sejatinya Allah mendengar segala doa, karena Allah Sang Maha Pendengar.

Hanya saja orang yang merasa doanya tak dikabulkan Allah maka dia sudah suudzan kepada Allah.

Begitupun ada doa yang sementara Allah tunda, alasannya karena belum layak untuk terkabulkan.

Adapun orang yang rezekinya Allah tahan, tapi percayalah segala ikhtiar tidak akan mengkhianati hasil.

Tugas kita adalah untuk senantiasa berdoa dan ikhtiar, perlu kesabaran dan keikhlasan, serta menyerahkan segara urusan kepada Allah SWT.

Semoga informasi ini dapat bermanfaat. Semoga hajat yang kita inginkan bisa Allah SWT kabulkan. Aamiin Yarabbal’alamiin.

Selamat berikhtiar dan jangan lupa untuk daftar menjadi reseller di Evermos ya!

Anda dapat menemukan informasi menarik lainnya di blog Evermos, dan temukan pembelajaran berharga pada artikel lainnya.

×