Qurban Berasal dari Bahasa Arab yang Artinya

Salah satu rukun Islam yang memiliki hukum sunnah yang dianjurkan adalah ibadah qurban. Lalu, apa itu ibadah qurban? Qurban berasal dari bahasa arab yang artinya dekat. 

Sebagai perayaan Hari Besar Umat Muslim Internasional, Hari Idul Adha identik dengan kegiatan penyembelihan hewan qurban.

Maka tak jarang, dalam hari-hari perayaan Idul Qurban sendiri menjadi hari dimana umat umat beragama muslim berlomba-lomba untuk membeli hewan qurban.

Hal ini sesuai dengan firman Allah SWT dalam AL-Quran surat Al-Kautsar ayat ke 2 yang berbunyi sebagai berikut.

فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْۗ

Artinya:”Maka laksanakanlah salat karena Tuhanmu, dan berkurbanlah (sebagai ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah).”

Dalam artikel ini Tim Evermos akan membahas jawaban dari pengertian qurban berasal dari bahasa Arab, sejarah qurban pertama kali kemudian hikmah dari ibadah qurban.

Pastikan Anda menyimak artikel berikut sampai habis, ya.

Ibadah Qurban Berasal dari Bahasa Arab yang Artinya Dekat

Qurban berasal dari bahasa arab yang artinya
Sumber: pexels.com

Sebagai seorang muslim yang patuh terhadap perintah Allah SWT, sudah semestinya kita memahami turunnya perintah berqurban.

Sebelum mengetahui lebih dalam tentang perintah berqurban, sebaiknya kita memahami terlebih dahulu pengertian dari ibadah qurban.

Qurban berasal dari bahasa Arab yang artinya dekat, “Qurban” yang berarti dekat (قربان).

Kata qurban sendiri diambil dari kata qoroba, yaqrobu, qurban, qurbanan, qirbanan, dan uban wa qurbanan yang memiliki arti “dekat”.

Qurban dalam Islam juga disebut dengan al-udhiyyah dan adh-dhahiyyah yang artinya binatang sembelihan atau hewan ternak seperti unta, sapi atau kerbau, dan kambing yang disembelih pada Hari Idul Adha nanti.

Sehingga, secara istilah kata qurban berarti artinya adalah ibadah yang mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Sejarah Kurban Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail

Qurban berasal dari bahasa arab yang artinya
Sumber: pexels.com

Agar dapat memahami pengertian kurban, seorang muslim patut mengetahui setidaknya sejarah dan kisah pertama kali qurban.

Ibadah sunnah muakkad ini pertama kali dilakukan oleh Nabi Ibrahim dan anaknya yaitu Nabi Ismail.

Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail menjalankan perintah Allah SWT dalam rangka taqarrub illallah yaitu untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Pada masa Nabi Ibrahim AS ketika Nabi Ibrahim dikaruniai anak dari Siti Hajar mendapatkan perintah untuk berhijrah ke Palestina.

Allah SWT memerintahkan kepada Nabi Ibrahim AS untuk meninggalkan kedua keluarganya tersebut yaitu Siti Hajar dan Nabi Ismail AS.

Setelah sekian lamanya Nabi Ismail AS tumbuh menjadi seorang pemuda, dan sudah tidak lama berjumpa dengan ayahnya akhirnya kini dipertemukan.

Nabi Ibrahim bermimpi bahwa Allah SWT memerintahkan dia untuk mengorbankan anaknya, Ismail.

Begitu pula dengan Ismail AS, mendapatkan mimpi yang sama bahwa ia mendapatkan perintah Allah bahwa dirinya harus disembelih.

Ketika perintah sedang dilaksanakan, Allah sudah melihat niat dan ketulusan mereka untuk sama-sama mengorbankan rasa kecintaan demi menjalankan perintah Allah SWT.

Kemudian Allah SWT memberikan ganti kepada mereka berupa domba jantan untuk mereka korbankan menggantikan Ismail.

Maka dari itu, amalan ibadah qurban terus dilakukan hingga hari ini untuk membuktikan ketakwaan kepada Allah SWT.

Bagi Anda yang ingin membaca lebih dalam mengenai sejarah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail, dapat membaca artikel berikut.

Hikmah Ibadah Kurban

Qurban berasal dari bahasa arab yang artinya
Sumber: pexels.com

Umat muslim yang memiliki kelebihan harta, tentunya sangat dianjurkan untuk melaksanakan ibadah kurban ini. 

Melalui ibadah qurban, setiap manusia hendaknya meyakini bahwa setiap hartanya merupakan pemberian Allah SWT.

Oleh karena itu, untuk mengikis rasa kecintaan berlebih terhadap harta, maka dilakukan amalan kurban yang dapat bermanfaat bagi masyarakat.

1. Lebih Bersyukur Menjalani Hidup

Hikmah ibadah kurban yang pertama adalah mengingatkan kita bahwa hidup perlu untuk banyak bersyukur.

Bersyukur dalam Islam tidak hanya sekedar mengungkapkan rasa terimakasih atau sekedar perasaan bersyukur.

Bukti syukur nyata dapat kita wujudkan dengan melaksanakan ibadah kurban, terlebih bagi kita yang memiliki kelebihan harta.

Dengan demikian, ketika berkurban dalam rangka mewujudkan bukti rasa syukur kepada Allah SWT, Insya Allah akan mendapatkan ridha Allah SWT terhadap pengorbanan harta yang kita berikan.

2. Akan Dicintai Allah SWT

Dalam redaksi Al-Quran, berkali-kali menyebutkan bahwa Allah SWT mencintai hamba-hambaNya yang mau bersyukur.

Sementara itu, bagi orang yang menahan hartanya atau pelit untuk dikorbankan di jalan Allah SWT maka akan mendapatkan azab yang perih.

Dengan melakukan kebaikan, berikutnya akan menjadi pembiasaan di setiap diri muslim.

3. Pengorbanan Sebagai Wujud Cinta

Hikmah ibadah kurban selanjutnya adalah menerangkan kepada umat muslim bagi siapa saja yang mengakui cinta kepada Allah SWT dan mematuhi syariatnya, maka akan melaksanakan ibadah kurban.

Kita dapat bercermin dari kisah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail yang dapat membuktikan rasa cinta dan keimanannya yang tinggi kepada Allah SWT. 

Rasa cinta kepada sesama makhluk, dalam hubungan ayah dan anak dapat mereka sembelih demi membuktikan rasa cinta kepada penciptanya.

Maka dari itu, ibadah kurban termasuk ibadah yang paling dianjurkan untuk mendapatkan rasa kasih sayang dari Allah SWT.

4. Ganjaran Pahala Setiap Bulu Helai Hewan Kurban

Hikmah ibadah kurban lainnya adalah akan mendapatkan ganjaran pahala dari setiap bulu hewan kurban. 

Tentunya pahala yang akan didapatkan tidak akan terbayang oleh logika kita, sebab ada begitu banyak keutamaan dari berkurban ini.

Dari Hadits Riwayat Ahmad dan Ibnu Majah, seseorang bertanya kepada Rasulullah SAW tentang keutamaan berkurban.

Lalu Rasulullah SAW menjawab bahwa setiap helai bulu hewan kurban terdapat satu kebaikan.

5. Menyebar Syiar Islam

Melaksanakan perintah berkurban berarti sama dengan mendakwahkan atau menyiarkan syariat Islam.

Dalam surah Al Hajj ayat 22, Allah SWT telah memerintahkan hamba-Nya untuk senantiasa menyebarkan dan menyerukan syariat Islam.

Salah satunya adalah dengan melaksanakan ibadah kurban bagi yang mampu dan cukup secara ekonomi.

6. Memiliki Empati Terhadap Sesama Makhluk

Sebagai orang yang memiliki kelebihan harta, kita dapat membahagiakan saudara muslim atau penerima manfaat lainnya untuk merasakan daging kurban.

Dengan adanya ibadah kurban, umat muslim dapat bermanfaat bagi satu sama lain.

Tidak hanya itu, Allah SWT juga menjanjikan rezeki dan pahala berlipat ganda bagi hambaNya yang saling menolong terhadap sesama.

Masya Allah, ada begitu banyak hikmah ibadah kurban lainnya yang tidak dapat dituangkan dalam artikel berikut.

Demikian artikel mengenai Qurban berasal dari bahasa arab yang artinya dekat, semoga dapat membantu Anda yang sedang mencari referensi tentang ibadah kurban.

Masih kurang modal untuk melaksanakan ibadah kurban? Tenang, Anda bisa mendapatkan penghasilan tambahan dengan menjadi reseller di Evermos!

Dapatkan komisi penghasilan hingga 35% dengan berjualan produk berkualitas di Evermos sekarang juga.

 

×