Yuk, Kenali Quarter Life Crisis dan Ikuti 10 Cara Ini Untuk Menghadapinya

Quarter Life Crisis

Apakah kamu sering mendengar istilah quarter life crisis? Ketika kamu memasuki fase ini quarter life crisis mungkin sering melontarkan kata-kata seperti ini:

“Aku harus melakukan apa?”

“Sebenarnya aku mau apa sih?

“Aku hidup buat apa?”

“Pilihanku tepat gak ya?”

“Kenapa dia lebih sukses dari aku?”

“Kenapa dia lebih bahagia dari aku?” dan masih banyak lagi.

Kata-kata tersebut seringkali menjadi ketakutan dan kekhawatiran diri sendiri.

Baca juga: Yuk, Ikuti 6 Cara Pola Hidup Sehat Berikut Mulai Dari Sekarang!

Apa Itu Quarter Life Crisis

Quarter Life Crisis

Sumber: pexels.com

Quarter life crisis merupakan fase yang terjadi di usia kisaran 20 tahun-an.

Orang yang ada dalam fase ini akan mengalami kondisi krisis emosional yang melibatkan perasaan seperti depresi, frustrasi, terjebak dalam kecemasan yang tidak berujung, tidak bahagia, bingung, ketakutan dan merasa sulit untuk keluar dari emosi-emosi tersebut.

Nah, lalu gimana caranya dong biar kita bisa menghadapi fase quarter life crisis dan bisa tetap fokus pada tujuan?

Simak penjelasannya di bawah ini hingga tuntas, dan renungkan dengan baik ya!

Cara Menghadapi Quarter Life Crisis

1. Jangan Membandingkan Hidupmu dengan Orang Lain

Quarter Life Crisis

Sumber: pexels.com

Pernah gak kita membandingkan hidup kita dengan orang lain? Hal apapun menjadi bahan perbandingan? Seperti membandingkan soal kualitas pendidikan, pekerjaan, karir dan aspek lainnya.

Melihat kehidupan orang lain yang lebih unggul dari berbagai aspek tersebut kadang membuat kita membandingkan kehidupan kita sendiri dengan mereka.

Apalagi kalau kehidupan orang lain yang kita lihat itu dari yang diunggah di sosial media. Kita perlu meyakini bahwa segala hal yang dilihat di sosmed belum tentu benar.

Bisa jadi teman-teman kita juga sedang mengalami krisis yang sama, hanya saja mereka pandai menutupinya. Siapa yang tahu?

Karena pada dasarnya, quarter life crisis yang terjadi pada setiap orang itu berbeda-beda. Dan setiap orang juga akan menghadapinya dengan cara yang berbeda pula.

Jadi, mulai sekarang stop untuk membanding-bandingkan hidupmu dengan kehidupan orang lain! Kamu hanya perlu fokus dengan tujuan hidup kamu.

2. Bersabar dengan Proses Diri Kamu

Quarter Life Crisis

Sumber: pexels.com

Kamu harus menyadari bahwa seorang manusia itu tidak ada yang sempurna. Tapi kamu sebagai manusia yang sedang mencoba untuk menjadi lebih baik dari versi terbaik kamu.

Kamu percaya kan bahwa manusia sudah ditentukan jatah rezeki dan kesuksesannya masing-masing? Semua itu tergantung dari usaha kamu dan terus konsisten untuk mencapainya.

Semua orang punya timeline hidup masing-masing, jadi janganlah terlalu khawatir. Kamu harus banyak bersabar. Tetapi ingat, bersabar bukan berarti pasrah.

Kamu tetap harus melakukan hal yang terbaik semampu kamu dan mengharapkan untuk hasil yang terbaik.

Jadi, nikmatilah proses yang sedang kamu jalani. Ibaratkan apa yang kamu tanam itulah yang akan kamu tuai. Kamu harus percaya bahwa proses tidak akan mengkhianati hasil.

3. Lakukan Hal yang Membuat Kamu Nyaman

Quarter Life Crisis

Sumber: pexels.com

Disaat kamu mengalami fase ini, apakah sering menguras emosi? Jika iya, kamu disarankan untuk melakukan sesuatu hal untuk membuatmu nyaman.

Kamu bisa melakukan berbagai macam kegiatan yang bisa meningkatkan mood-mu. Seperti mendengarkan musik, olahraga, membaca buku, menulis dan sebagainya,  yang terpenting bisa membangkitkan semangat

Ingat, jangan memaksakan diri untuk melakukan sesuatu hal yang tidak akan membuatmu nyaman. Karena hal yang paling kamu butuhkan saat ini adalah suatu kondisi ketenangan dan keyakinan bahwa semua akan baik-baik saja.

Percayalah, bahwa apa yang kamu lakukan itu bisa membawa hal positif bagi kehidupanmu.

4. Menjauhkan Diri dari Orang yang Memberikan Dampak Negatif

Quarter Life Crisis

Sumber: pexels.com

Pasti saat ini kita gak asing dengan kata “toxic relationship”. Bener gak?

Terkadang di circle lingkungan kita selalu ada saja orang yang bisa membawa pengaruh buruk bagi kehidupan. Yang biasanya ketika kamu mengikuti mereka yang “toxic” berujung pada penyesalan.

Duh, jangan sampai terjadi deh. Maka dari itu, kamu butuh dikelilingi oleh orang-orang yang bisa membawa kamu ke arah positif.

Kamu harus pandai dalam memilih pergaulan, jangan sampai terjerumus ke pergaulan “toxic” yang akan memperkeruh suasana hati kamu.

Carilah circle pertemanan yang positif, bukan yang merugikan atau bahkan yang merusak ketenangan pikiran kamu.

5. Mencari Hobi untuk Mengurangi Stres dan Lebih Bahagia

Quarter Life Crisis

Sumber: pexels.com

Setiap orang pasti memiliki hobi yang disukainya. Misalnya, kamu punya hobi menulis, maka kamu bisa mulai menulis cerita di blog dengan berbagai konten tertentu.

Ataupun kamu memiliki hobi melukis, memotret, memasak, dan lain-lain. Setelah melakukan kegiatan atau aktivitas yang disukai tersebut ada cenderung rasa bahagia dan nyaman untuk melakukannya.

Intinya, aktivitas kegemaran atau hobi bukan hanya berguna untuk menghilangkan penat, tapi ternyata bisa membuat hidup lebih sehat.

Jadi, terus explore lagi terkait hobi yang kamu sukai. Kamu bisa melakukannya untuk mengurangi stres dan bisa merasa lebih bahagia lagi.

Bahkan, dari hobi yang kamu lakukan justru berpeluang juga untuk menghasilkan pundi-pundi rupiah.

6. Berbagi dan Menjadi Manfaat Bagi Orang Lain

Quarter Life Crisis

Sumber: pexels.com

Gimana rasanya kalau kamu tidak diakui oleh orang lain? Rasanya sedih? Kecewa? Merasa tidak dihargai? Ya, pasti hal-hal tersebut yang akan kamu rasakan.

Salah satu hal yang membuat kita merasa berarti adalah sebuah pengakuan dari orang-orang di sekitar kita. Terkadang orang menganggap enteng dengan kalimat “maaf, tolong dan terimakasih.”

Padahal kata-kata tersebut sangat penting untuk diucapkan. Jadi,  teruslah untuk berbuat baik dan bermanfaat bagi orang lain.

Jika kita hendak meminta bantuan pun , ucapkan dengan kata yang halus dan etika yang baik. Jangan lupa untuk mengucapkan terimakasih setelahnya.

Darisitu akan merasa saling menghargai dan tidak menimbulkan hal-hal yang mengecewakan.

Jadi, berperilakulah sebagaimana kamu ingin diperlakukan. Keep respect ya!

7. Menemukan Motivasi

Quarter Life Crisis

Sumber: pexels.com

Kita bisa menemukan motivasi di mana saja. Baik dari teman, bergabung di komunitas, dari sebuah buku, film dan lain sebagainya.

Sebuah motivasi bisa menyulap kita untuk terus bangkit dari keterpurukan. Jika kamu ingin memotivasi diri kamu, maka kamu harus selalu termotivasi dalam melakukan segala hal.

Oleh karena itu, kamu pun harus selalu menunjukkan sikap antusiasme pada segala hal yang kamu kerjakan.

8. Bersyukur dengan Pencapaian Kamu

Jangan pernah merasa “kurang” atas pencapaian kamu. Cobalah untuk selalu mensyukuri apa yang sudah kamu capai selama ini.

Setiap orang tentu memiliki jalan berbeda dalam menempuh apa yang mereka cita-citakan. Kamu hanya perlu fokus pada tujuan yang harus kamu capai.

Jangan lupa juga untuk selalu mengapresiasi setiap pencapaian kamu. Kamu harus menjadi lebih baik dari hari ke hari, sehingga kamu selalu termotivasi.

Perbanyak rasa syukur sehingga kenikmatan yang akan kamu peroleh pun akan semakin banyak pula.

9. Hiduplah di Masa Sekarang

Quarter Life Crisis

Sumber: pexels.com

“Seandainya kalau aku ada di posisi dia, pasti sekarang aku udah sukses.”

“Seandainya kalau dulu aku giat belajar, pasti sekarang sudah diterima di Universitas impian.” Dan kalimat-kalimat lain dengan unsur mengandai-andai.

Pernah berpikiran seperti kalimat di atas? Hindarilah berpikir “seandainya”, karena itu hanya akan membuat kamu menyesali keputusan apa yang kamu buat.

Masa lalu biarlah masa lalu, jangan menyesali semuanya. Sebaiknya masa lalu untuk dievaluasi, sehingga kamu bisa berdamai dengan diri sendiri.

Jadi, mulai sekarang fokuslah di masa sekarang dan masa depan!

10. Berdoa dan Berserah Diri

Quarter Life Crisis

Sumber: pexels.com

Ketika udah berusaha semaksimal mungkin, kok hasilnya gak sesuai dengan harapan? Tenang, jangan terlalu menyalahkan hasil dan keadaan.

Yang terpenting kamu sudah berusaha melakukan yang terbaik. Soal hasil kita serahkan pada Tuhan.

Kita gak akan mampu melakukan apapun tanpa ada bantuan dari campur tangan Tuhan. Berserah diri atas hasil akhir kepada Tuhan akan membuat pikiran dan jiwa kamu tenang.

Tugas kamu berusaha, berdoa dan berserah diri. Percaya deh, rencana Tuhan pastinya akan selalu indah dan tepat buat kamu.

Nah, setelah kamu membaca artikel ini apakah perasaanmu lebih baik? Harapannya sih begitu ya, dan semoga kamu bisa menerapkan cara-cara di atas sehingga kamu bisa mengatasi persoalan quarter life crisis.

Yuk, kamu bisa share tulisan ini kepada kerabat kamu supaya bisa saling mengingatkan dan menguatkan satu sama lain.

Keep spirit and stay strong!

Share:
Facebook
Twitter
Pinterest
LinkedIn
×