Puasa yang Dilakukan Pada Hari Raya Idul Fitri atau Idul Adha Hukumnya Haram, Simak Hadist dan Penjelasannya!

Pada bulan Dzulhijjah, Islam menganjurkan umat Muslim untuk melaksanakan puasa selama 10 hari pertama. Banyak keistimewaan dari berpuasa pada awal bulan Dzulhijjah. Lalu, puasa yang dilakukan pada hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha hukumnya apa? 

Kamu mungkin masih mendengar berbagai pendapat mengenai hukum berpuasa tepat pada hari besar Islam seperti Idul Adha dan Idul Fitri. Ada yang mengatakan haram, namun ada juga yang memperbolehkan atau tidak ada larangan. 

Simak ulasan berikut ini yang menjelaskan hukum berpuasa pada hari raya Idul Adha dan Idul Fitri dari hadist dan sumber terpercaya. 

Baca juga: Tata Cara Shalat Idul Adha, Niat, dan Bacaan: Panduan Lengkap! 

Puasa yang Dilakukan Pada Hari Raya Idul Fitri atau Idul Adha Hukumnya Apa? 

puasa yang dilakukan pada hari raya idul fitri atau idul adha hukumnya 
Sumber: pexels.com

Puasa yang dilakukan pada hari raya Idul Fitri dan Idul Adha hukumnya haram atau dilarang oleh syariat Islam. 

Pernyataan ini mengacu pada hadist riwayat Abu Daud yang mana Rasulullah SAW bersabda, 

“إِنَّ اللَّهَ يُنْزِلُ الْبَلَاءَ يَوْمَ الثُّلَاثَاءِ، فَاحْفَظُوا أَنْفُسَكُمْ مِنْهُ”

Artinya: “Sesungguhnya Allah menurunkan bala bencana pada hari selasa, maka jagalah diri kalian darinya.” (HR. Ahmad)

Selain itu, hadist riwayat Immu ‘Atiyyah juga mengatakan bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda yang artinya sebagai berikut, 

“Sesungguhnya kami diperintahkan untuk membatalkan puasa pada hari Fitri dan hari Adha.” (HR. Bukhari no. 1992 dan Muslim no. 1137).

Pada hari raya Idul Fitri, umat Islam merayakan akhir dari bulan Ramadhan, bulan suci yang penuh dengan ibadah puasa. Sementara pada hari raya Idul Adha, umat Islam merayakan peringatan pengorbanan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail.

Kedua hari tersebut merupakan hari raya, yaitu hari untuk merayakan dan bersukaria, dan umat Islam di larang untuk berpuasa pada kedua hari tersebut. Jadi, hukumnya adalah haram untuk berpuasa pada hari raya Idul Fitri dan Idul Adha.

Hari Tasyrik: Larangan Puasa yang Dilakukan Pada Hari Raya Idul Adha 

puasa yang dilakukan pada hari raya idul fitri atau idul adha hukumnya 
Sumber: pexels.com

Selain mengacu pada hadist Rasulullah di atas, sebab selanjutnya mengapa berpuasa pada hari raya Idul Adha tidak boleh adalah karena bertepatan dengan hari Tasyrik. 

Hari Tasyrik dalam kalender Islam adalah hari-hari yang berlangsung pada tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah. Kata ‘Tasyrik’ dalam bahasa Arab berarti ‘menyebarkan’. 

Tradisi ini berasal dari praktik kuno ketika jamaah haji mengiris daging kurban mereka dan menjemurnya di matahari untuk mengawetkannya.

Hari-hari Tasyrik memiliki peran penting dalam ibadah haji. Setelah hari Arafah (9 Dzulhijjah) dan hari Nahar (10 Dzulhijjah atau hari raya Idul Adha), para jamaah haji melanjutkan ibadah mereka dengan melempar jumrah dan tinggal di Mina selama hari-hari Tasyrik.

Dalam konteks umat Islam yang tidak berhaji, hari-hari Tasyrik juga kita kenal sebagai hari-hari yang mana adanya anjuran untuk melaksanakan ibadah kurban dan merupakan hari-hari yang di larang untuk berpuasa. 

Perintah ini sesuai hadits Nabi Muhammad SAW dari riwayat oleh Bukhari dan Muslim: “Hari-hari Tasyrik adalah hari-hari makan, minum, dan berdzikir kepada Allah.”

Dengan demikian, selama hari-hari Tasyrik, terdapat ajaran umat Islam untuk merayakan dan bersyukur atas segala nikmat yang telah diberikan oleh Allah. 

Hari Idul Adha dan Tasyrik juga mengajarkan umat Muslim untuk mempererat tali silaturahmi dan berbagi dengan orang-orang yang membutuhkan, menunjukkan kepedulian dan empati yang merupakan nilai-nilai sentral dalam ajaran Islam.

Sehingga, kesimpulannya adalah bahwa kita di larang berpuasa pada dua hari raya dan hari Tasyrik. 

Hari yang Tidak Boleh Berpuasa dalam Islam 

puasa yang dilakukan pada hari raya idul fitri atau idul adha hukumnya 
Sumber: pexels.com

Dari penjelasan di atas, kita semakin memahami bahwa meskipun berpuasa merupakan ibadah dengan amal baik yang berlimpah dalam Islam, namun sebagai umat Muslim kita juga harus memahami bahwa tidak semua hari bisa kita laksanakan ibadah puasa. 


Yuk, Subscribe Sekarang Juga!
Yuk, Subscribe Sekarang Juga!
Category Apa yang Paling Anda Sukai?

Terdapat hari-hari tertentu yang melarang kita untuk berpuasa karena berbagai sebab yang jelas. Agar kamu tidak keliru, berikut ini merupakan daftar hari yang tidak boleh berpuasa dalam Islam, termasuk puasa pada hari raya idul fitri atau idul adha hukumnya haram. 

Dalam ajaran Islam, ada beberapa hari di mana ada larangan umat Islam untuk berpuasa. Berikut adalah daftarnya:

1.Hari Raya Idul Fitri

Hari ini adalah hari pertama Syawal dan menandai akhir bulan Ramadhan, bulan suci di mana umat Islam berpuasa dari fajar hingga matahari terbenam setiap hari. Menurut hadits, berpuasa pada hari ini adalah haram.

2. Hari Raya Idul Adha

Idul Adha adalah hari raya yang menandai akhir dari musim haji dan juga kita kenal sebagai Hari Pengorbanan. Umat Islam tidak boleh berpuasa pada hari ini karena berdasarkan hadist di atas, Rasulullah SAW menyuruh umat Muslim untuk merayakan hari besar dengan penuh suka cita. 

3. Hari-hari Tasyrik

Hari-hari Tasyrik adalah tiga hari setelah Idul Adha, yaitu tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah. Umat Islam yang melaksanakan haji atau tidak, maka ada larangan berpuasa pada hari-hari ini.

4. Hari Ayyamul Bidh

Ayyamul Bidh adalah hari ke-13, 14, dan 15 dari setiap bulan Hijriyah. Meski umumnya ada anjuran untuk berpuasa pada hari-hari ini, pada bulan Dzulhijjah, berpuasa pada hari Ayyamul Bidh (yang bertepatan dengan hari-hari Tasyrik) adalah haram.

5. Hari Nisfu Sya’ban

Terdapat perbedaan pendapat di antara ulama tentang hukum puasa pada hari Nisfu Sya’ban (tengah bulan Sya’ban). Ada yang berpendapat sunnah, namun ada juga yang berpendapat makruh karena khawatir akan mengganggu persiapan untuk Ramadhan.

6. Hari Sabtu

Dalam sebuah hadits, Nabi Muhammad SAW melarang berpuasa sunnah pada hari Sabtu kecuali jika puasa tersebut adalah puasa yang wajib, seperti puasa Ramadhan atau puasa kafarat.

Namun, penting untuk dicatat bahwa larangan-larangan ini kebanyakan berlaku untuk puasa sunnah atau puasa yang tidak wajib. Jika seseorang memiliki kewajiban untuk berpuasa, seperti dalam hal qadha’ puasa Ramadhan atau puasa kafarat, maka dia boleh berpuasa pada hari-hari tersebut kecuali pada hari raya Idul Fitri dan Idul Adha.

Kesimpulan 

Berdasarkan penjelasan di atas, maka kesimpulannya adalah bahwa puasa pada hari raya Idul Adha hukumnya tidak boleh atau haram oleh sebagian besar ulama. Pernyataan ini mengacu pada hadist Nabi Muhammad SAW dari riwayat berbagai Rawi atau orang yang meriwayatkan. 

Jika mengacu pada Dzulhijjah 1444 Hijriah ini, maka Idul Adha jatuh pada tanggal 10 Dzulhijjah atau 29 Juni 2023. Artinya, pada tanggal 29 Juni 2023 tersebut kita dilarang untuk berpuasa. 

Selain itu, kita juga tidak boleh berpuasa pada tanggal 30 Juni hingga 2 Juli karena merupakan hari Tasyrik. 

Namun, sebagai umat Islam, terdapat sunnah untuk kita melaksanakan puasa Dzulhijjah, puasa Tarwiyah, dan Puasa Arafah pada sepuluh hari pertama bulan ini. Kamu dapat melaksanakannya dan mendapatkan keuatamannya. 

Selain berpuasa, bulan ini kita juga mendapatkan anjuran untuk melaksanakan kurban bagi yang mampu. Hal ini sebagai bentuk rasa syukur dan membatu sesama umat Muslim dalam berbagi daging kurban.

Apabila kamu tertarik dan berniat untuk kurban pada Idul Adha 2023 ini, kamu bisa memilih platform yang memudahkan niat baik kamu. Salah satunya melalui kurban di Evermos. Cek berbagai keuntungan yang kamu dapatkan hingga daftar harga hewan kurbannya ya!

Demikianlah informasi mengenai hukum pelaksanaan puasa pada hari raya Idul Fitri dan Idul Adha, semoga artikel ini bermanfaat, dan cek artikel lainnya hanya di Blog Evermos!