Ingin Bisnis Diberkahi Allah? Pahami Dulu Ciri-Ciri dan Prinsip Bisnis Syariah Berikut

Dalam islam, apabila kita hendak berbisnis tentu saja harus memahami ciri-ciri serta prinsip bisnis syariah terlebih dahulu.

Karena pada hakikatnya, bisnis yang berlandaskan syariahlah yang Allah ridhai. Jika kita artikan, pengertian bisnis syariah yaitu kegiatan jual beli yang berlandaskan hukum syariah atau aturan islam yakni Al-Qur’an dan Hadits.

Kegiatan bisnis syariah bukan hanya kegiatan jual beli yang targetnya mendapatkan “keuntungan”, namun juga mendapatkan keridhaan dari Allah.

Nah, agar Anda dapat mengetahui lebih dalam tentang bisnis syariah agar tak salah langkah, sebaiknya pahami terlebih dahulu ciri-ciri dan prinsip bisnis syariah pada ulasan artikel di bawah ini.

Ciri-Ciri Bisnis Syariah

Dengan adanya label syariah seperti label ‘Halal’ yang dikeluarkan oleh Majelis Ulama Indonesia, tidak bisa dipungkiri bahwa tidak semua bisnis dengan label syariah tersebut bisa dikatakan bisnis syariah.

Ada sejumlah hal yang menjadi ciri-ciri utama bisnis syariah. Apa saja ciri-cirinya? Simak penjelasannya berikut ini.

1. Mengandung Nilai Ruhiyah

Prinsip Bisnis Syariah
Sumber: pexels.com

Secara teori, Ruhiyah merupakan kesadaran setiap insan manusia akan eksistensinya sebagai makhluk ciptaan Allah SWT.

Dalam hal ini, kita harus selalu mengingat kepada Allah yang diwujudkan dengan mematuhi segala perintah-Nya dan meninggalkan segala larangannya.

Sebagai pelaku bisnis, harusnya kita menyadari eksistensi sebagai makhluk ciptaan Allah dan selalu mengingat Allah.

Apabila selama ini belum memiliki nilai ruhiyah dalam melakukan sesuatu, segera tanamkan pada diri bahwa Anda ini hamba Allah yang sadar akan perintah dan larangannya Allah.

2. Dapat Membedakan Bisnis Halal dan Haram

Prinsip Bisnis Syariah
Sumber: pexels.com

Sebagai pelaku bisnis syariah, maka kita perlu mengetahui bisnis yang diperbolehkan dan tidak boleh sesuai syariah Islam.

Dengan begitu, secara tegas kita akan menjalankan bisnis yang halal dan meninggalkan bisnis yang haram.

Sebagai contoh, ketika seseorang membuka usaha salon. Bagi seorang muslimah, rambut adalah salah satu anggota tubuh yang merupakan aurat dan tidak boleh dilihat oleh orang yang bukan mahramnya.

Sehingga ia akan membuka salon muslimah, ia hanya akan menerima konsumen khusus wanita.

Berbeda dengan bisnis non syariah, ia akan menerima pelanggan wanita dan pria.

3. Implementasi Bisnis Sesuai dengan Syariah Islam

Prinsip Bisnis Syariah
Sumber: pexels.com

Dalam implementasi bisnis, pelaku bisnis akan mengimplementasikan teori dan praktek bisnis sesuai dengan syariah Islam.

Sehingga saat menjalankan bisnis, tidak semata-mata untuk mendapatkan keuntungan secara material saja.

Namun, juga mengejar ridha Allah SWT dan memberikan kemaslahatan bagi para konsumen.

4. Tidak Mengandung Unsur Riba

Prinsip Bisnis Syariah
Sumber: pexels.com

Seperti yang telah kita ketahui bahwa riba merupakan tindakan yang diharamkan dalam Islam.

Contoh riba dalam jual beli terjadi ketika penjual menetapkan penambahan harga ketika konsumen membeli suatu barang secara kredit (mencicil).

Oleh karena itu, bisnis syariah mengharamkan adanya metode pembayaran secara kredit karena dianggap mengandung unsur riba.

Prinsip-Prinsip Bisnis Syariah

Dalam bisnis syariah, setiap alur bisnis memiliki kaidah-kaidah yang harus dipenuhi.Terdapat 5 prinsip dalam bisnis syariah:

1. Memperhatikan Maqashid Syariah

Prinsip Bisnis Syariah
Sumber: pexels.com

Prinsip ini merupakan prinsip paling utama dalam menjalankan bisnis syariah.

Maqashid syariah bila diartikan secara bahasa adalah tujuan syariah. Tujuan utama dari maqashid syariah adalah merealisasikan kemanfaatan untuk umat manusia baik urusan dunia maupun urusan akhirat.

Dalam hal ini, maqashid syariah tersebut adalah terjaganya agama, jiwa, akal, keturunan (keluarga), dan harta.

2. Terpenuhi Rukun dan Syarat Dagang

Prinsip Bisnis Syariah
Sumber: pexels.com

Prinsip ini merupakan prinsip yang tidak kalah penting untuk kita pahami. Ketika rukun dan syarat dagang terpenuhi, maka bisnis tersebut sudah sesuai syariah.

Rukun bisnis jual beli terdiri dari

  • Pelaku (penjual dan pembeli)
  • Objek (barang yang sudah dilengkapi dengan harga)
  • Ijab kabul

Namun, jika bisnis kongsi, maka harus ada pelaku (pemilik bisnis dan pemodal), objek (usaha), dan kesepakatan antara kedua belah pihak.

3. Keuntungan Diperoleh Melalui Transaksi Jual Beli

Prinsip Bisnis Syariah
Sumber: pexels.com

Prinsip bisnis syariah selanjutnya yaitu keuntungan bisnis yang diperoleh melalui jual beli.

Dalam ilmu fikih muamalah, pemilahan bisnis (tijarah) bisa dibagi menjadi 2, yakni jual beli dan kongsi.

Jual beli yaitu adanya perpindahan kepemilikan barang dari penjual kepada pembeli.

Sedangkan akad kongsi, tidak boleh ada keuntungan yang muncul hingga adanya transaksi jual beli.

Oleh karena itu, bisnis apapun yang ingin memperoleh keuntungan harus melalui transaksi jual beli.

4. Rela Sama Rela

Prinsip Bisnis Syariah
Sumber: pexels.com

Saat terjadi akad, hal yang harus mendasarinya adalah rela sama rela antara kedua belah pihak (penjual dan pembeli).

Namun, akad dengan rela sama rela akan sah jika sebelumnya sudah terpenuhi rukun dan syarat dagang.

Agar kedua belah pihak rela sama rela, maka pelaku bisnis (penjual) harus menjelaskan kondisi barang secara detail kepada pembeli.

5. Tidak Boleh Melakukan Transaksi Terlarang

Prinsip Bisnis Syariah
Sumber: pexels.com

Transaksi-transaksi yang dilarang dalam Islam adalah transaksi yang disebabkan oleh dua faktor.

  1. Haram zatnya (objek transaksinya) seperti transaksi jual beli alkohol, narkoba, binatang buas, dan lain-lain.
  2. Haram selain zat nya (cara transaksinya) seperti riba, gharar, maisir, akad yang batil, zhalim, dan maksiat.

Demikianlah informasi mengenai ciri-ciri serta prinsip bisnis syariah yang perlu Anda ketahui.

Semoga kegiatan bisnis Anda dapat berjalan dengan lancar dan dapat mengimplementasikan prinsip bisnis sesuai dengan syariah Islam.

Semoga Allah senantiasa membukakan rezeki yang thayyib kepada kita semua.

Mari jemput rezeki dengan cara yang Allah sukai, yaitu dengan cara yang halal.

Semoga informasi ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Boleh bagikan artikel ini agar yang lain dapat mengimplementasikan prinsip bisnis sesuai syariah juga.

Untuk membaca artikel menarik lainnya, Anda bisa mengunjungi situs Blog Evermos. 

 

×