Pahami 5 Perbedaan Bank Konvensional dan Bank Syariah Sebelum Memulai Bisnis

Layanan Perbankan saat ini kian marak menjadi kebutuhan penting bagi Masyarakat Indonesia. Terdapat dua jenis Bank yang umum di Indonesia saat ini yakni Konvensional dan Syariah. Namun, masih banyak masyarakat yang bingung perbedaan bank konvensional dan bank Syariah.

Bank Syariah belakangan ini semakin banyak dipergunakan. Hal ini menjadi indikasi bahwa masyarakat menyambut baik layanan satu.

Namun, tak bisa dipungkiri bahwa sejumlah masyarakat masih banyak yang awam terhadap kehadiran bank Syariah. Akses yang tidak merata di semua wilayah juga menjadi faktor kurangnya pemahaman terhadap bank Syariah.

Di beberapa wilayah, bank konvensional tentu lebih mudah ditemukan dan tentu lebih banyak penggunanya. Kurangnya pengguna layanan bank Syariah mungkin disebabkan kurangnya pengetahuan masyarakat terhadap layanan bank syariah

Padahal, layanan di Bank Syariah pun sudah lengkap dan sama dengan bank konvensional. Namun memang terdapat beberapa perbedaan signifikan di antara keduanya.

Sebelum memutuskan untuk memilih layanan yang sesuai kebutuhan, ada baiknya Anda memahami perbedaan bank konvensional dan bank Syariah. Hal ini akan memudahkan Anda untuk mengambil keputusan dan menjalankan fasilitas perbankan.

Meski dua jenis bank ini sudah tidak asing lagi di masyarakat, namun masih banyak yang belum tahu mengenai perbedaannya.

Berikut, kami berikan perbedaan bank konvensional dan bank Syariah untuk memudahkan anda memilih layanan terbaik.

Baca Juga : Inilah Rekomendasi 5 Bank Penyedia Tabungan Haji Terbaik 2020

5 Perbedaan Bank Konvensional dan Bank Syariah

1. Pembagian keuntungan

Perbedaan Bank Konvensional dan Bank Syariah
Sumber: Pexels.com

Perbedaan konvensional dan bank Syariah pertama adalah sistem pembagian keuntungannya.

Bank syariah bukanlah sebuah lembaga sosial atau organisasi yang dibentuk tanpa profit. Kedua jenis bank ini tentunya merupakan Lembaga bisnis. Dalam kegiatan operasionalnuya mereka tetap memerlukan sejumlah keuntungan. Hanya berbeda caranya saja.

Bank syariah dan bank konvensional akan menerapkan perhitungan yang berbeda dalam hal keuntungan bisnis.

Perbedaannya yakni Bank konvensional melakukan kegiatan perbankan berbasis bunga. sedangkan bank syariah tidak mengenal bunga, tetapi menerapkan prinsip untung rugi dengan bagi hasil yang adil.

Keuntungan dan kerugian di Bank syariah akan ditanggung secara Bersama. Apabila mendapat keuntungan akan dibagi rata, begitu pula saat ada kerugian menjadi tanggunan bersama. Sehingga, pemilihan usaha pun akan diseleksi penuh mana yang memberikan keuntungan serta aman untuk diinvestasikan

Keuntungan inilah yang kemudian digunakan pengelola bank untuk membiayai kegiatan operasional perbankan. Secara segi orientasi, Bank Syariah membagikan pembiayaan tidak untuk keuntungan semata, namun mempertimbangkan sisi kemakmuran masyarakat.

Sedangkan bank konvesional mendapatkan keuntungan melalui sistem suku bunga yang telah diatur berdasarkan ketentuan pemerintah. Sebagaimana dikatakan dalam Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1998 bahwa bank konvensional menjalankan usaha secara konvensional dan memberikan keuntungan dalam jumlah tertentu dalam bentuk suku bunga bagi nasabahnya.

Besaran suku bunga ini haruslah menguntungkan pihak bank. Sebab keuntungan inilah yang digunakan untuk menjalankan kegiatan operasional di bank konvensional.

Penerapan keuntungan pada Kegiataan pembiayaan

Sedangkan dalam kegiatan pembiayaan, bank Syariah menerapkan prinsip jual beli aset atau murabahah. Pada kegiatan jual beli ini, keuntungan bisa didapatkan apabila pembayaran dilakukan dengan sistem cicilan. Harga jual barang tetap sama dan tidak mengalami perubahan hingga akhir.

Berbeda dengan sistem bank konvensional, dimana kegiatan pembiayaannya menerapkan sistem kredit. Dalam sistem kredit, harga barang bisa mengalami perubahan sesuai tingkat suku bunga. Sehingga setiap cicilan yang dibayarkan selalu mengalami kenaikan jumlah.

Baca Juga : Inilah 5 Rekomendasi Bank Terbaik Untuk Tabungan Pendidikan Anak

2. Sistem Operasional dan Dasar Hukum

Perbedaan Bank Konvensional dan Bank Syariah
Sumber: Pexels.com

Perbedaan bank konvensional dan bank Syariah selanjutnya adalah sistem operasionalnya.

Untuk bank Syariah, tentu saja operasionalnya dilandaskan oleh prinsip Syariah. Bank Syariah merupakan. bank yang menjalankan kegiatan usahanya didasarkan oleh prinsip syariat islam,

Syariat islam ini mengacu pada alquran, hadits, dan fatwa yang dikeluarkan oleh lembaga berwenang seperti Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI). Setiap fatwa yang dikeluarkan harus dipatuhi oleh Lembaga keuangan dan perbankan Syariah di Indonesia.

Hukum dari bank syariah juga diatur dalam UU No. 7 Tahun 1992 tentang Perbankan. Selanjutnya, landasan hukum ini diamandemen dengan Undang-Undang No. 10 Tahun 1998 dan Tahun 2008 serta UU No. 21 Tahun 2008 tentang Perbankan Syariah.

Namun di samping itu bank syariah juga tetap tunduk pada peraturan yang dikeluarkan oleh BI/OJK.

Hal lain dalam kegiatan operasional bank syariah adalah tidak boleh membiayai kegiatan yang melanggar Syariah. Kegiatan tersebut seperti bisnis perjudian, alkohol, dan prostusi.

Sedangkan pada bank konvensional pembatasan ini tidak berlaku. Dalam bisnisnya, bank konvensional bebas melakukan kegiatan apa saja, selama kegiatan itu menguntungkan dan tidak melanggar hukum.

Bank konvensional memiliki sistem operasional yang bebas nilai. Dengan sistem yang berdiri sendiri dan bebas dari nilai agama. Standar operasionalnya telah diatur pemerintah melalui Lembaga keuangan. Sehingga mereka tunduk pada aturan hukum dan peraturan perundang-undangan yang berlaku

3. Metode Transaksi

Perbedaan Bank Konvensional dan Bank Syariah
Sumber: Pexels.com

Pada bank konvensional, perjanjian transaksi mengikuti aturan hukum yang berlaku Pada umumnya. Sedangkan untuk bank syariah, terdapat syarat akad yang mengikuti hukum Islam.

Hal itu seperti barang dan jasa yang harus jelas dan halal, tempat akad yang jelas, serta status kepemilikan barang yang sepenuhnya dimiliki penjual. Transaksi bergantung pada akad yang dipilih di awal transaksi.

Akad harus jelas dan transparan sampai kedua belah pihak mengeahui hak dan kewajiban masing-masing.

Beberapa akad yang biasa dipakai dalam transaksi bank Syariah adalah sebagai berikut:

  • Murabahah: Akad mengenai kesepakatan harga dan keuntungan, jenis dan jumlah barang serta cara pembayaran
  • Musyarakah: akad yang dilakukan oleh para pemilik modal untuk menyatukan modalnya pada suatu usaha tertentu. Pelaksana akad bisa dipilih dari salah satu dari mereka.
  • Qardh: akad peminjaman dana kepada nasabah yang akan dikembalikan pada satu waktu yang telah disepakati
  • Wadi’ah: akad penitipan barang atau uang yang bertujuan menjaga keamanan barang tersebut

4. Denda Keterlambatan

Perbedaan Bank Konvensional dan Bank Syariah
Sumber: Pexels.com

Perbedaan bank konvensional dan bank syariah lainnya adalah dari denda keterlambatan. Bank Syariah tidak memiliki ketentuan biaya tambahan yang harus dibayar nasabah yang melakukan keterlambatan pembayaran.

Namun, terdapat sanksi yang dikenakan bagi nasabah yang sengaja menunda  pembayaran dan tidak ada itikad baik.

Sanksi ini bisa berupa uang yang jumlahnya sesuai dengan akad yang sudah disepakati. pemberlakuan sanksi bertujuan agar nasabah bisa disiplin dalam menunaikan kewajibannya.

Sedangkan pada sistem bank konvensional, ada bunga yang dibebankan jika nasabah terlambat melakukan pembayaran.

Jumlah bunga ini akan semakin bertambah dan menumpuk jika nasabah tidak mampu membayar pada periode selanjutnya.  Dengan begitu, tagihan yang dibebankan nasabah bisa semakin membengkak.

Namun Besaran bunga ini tentunya telah diinformasikan kepada nasabah saat melakukan transaksi di awal.

5. Hubungan dengan Nasabah

Perbedaan Bank Konvensional dan Bank Syariah
Sumber: Pexels.com

Pada bank konvensional, hubungan dengan nasabah hanya sebatas orang yang memberi dan diberikan pinjaman.

Sedangkan pada bank syariah, nasabah adalah mitra yang memiliki kedudukan setara. Bank Syariah menjadikan nasabah sebagai mitra kerja dalam usaha Bersama.

Ada pula lembaga khusus yang disebut Dewan Pengawas Syariah yang memastikan bahwa transaksi yang sudah terjadi adalah sesuai prinsip syariat Islam.

Berdasarkan 5 perbedaan bank konvensional dan bank Syariah di atas Anda sudah bisa mengetahui kelebihan dan kekurangan kedua jenisnya.

Hal ini bisa jadi pertimbangan dalam menentukan jenis bank yang menunjang aktivitas finansial Anda.

Kini Anda bisa memilih dengan bijak bank mana yang akan dipercaya untuk transaksi. Tentunya sesuaikan dengan kebutuhan dan keyakinan masing-masing.

Keduanya memiliki keunggulan layanannya tersendiri. Yang terpenting keduanya bisa menunjang aktivitas finansial dan bisnis anda sehari-hari.

Untuk melihat artikel menarik tentang bisnis lainnya, anda bisa membaca artikel sejenis di blog Evermos.

×