Wajib Tahu! Inilah 12 Perbedaan Asuransi Syariah dan Konvensional

Perbedaan Asuransi Syariah dan Konvensional

Ingin tahu perbedaan asuransi syariah dan konvensional? Suatu keputusan yang tepat untuk kamu membaca artikel ini hingga tuntas.

Saat ini, banyak masyarakat yang mencari asuransi syariah, meski memberikan manfaat yang sama dengan asuransi konvensional, yaitu memproteksi diri dari resiko.

Ternyata ada perbedaan yang cukup signifikan antara asuransi syariah dan konvensional. Yuk, simak penjelasannya!

Baca juga: Pahami 5 Perbedaan Bank Konvensional dan Bank Syariah Sebelum Memulai Bisnis

Perbedaan Asuransi Syariah dan Konvensional

1. Perjanjian

Perbedaan Asuransi Syariah dan Konvensional

Sumber: google/bersosial

Dalam melakukan asuransi, tentu harus ada perjanjian. Lalu bagaimana perbedaan dari segi perjanjian antara asuransi syariah dan konvesional?

Syariah: Memakai akad hibah dengan konsep saling menolong, sama-sama tidak mengharapkan imbalan.

Konvensional: Perjanjiannya mirip dengan transaksi jual-beli, sama-sama berharap bisa mengambil keuntungan sebesar-besarnya dan kerugian sekecil-kecilnya.

2. Dana Hangus

Perbedaan Asuransi Syariah dan Konvensional

Sumber: pexels.com

Pada asuransi konvensional ada dana hilang atau dana hangus.

Konvensional: Misalnya pada produk dwiguna, apabila pemegang polis berhenti atau tidak mampu meneruskan pembayaran premi, terutama pada tahun-tahun awal perjanjian, premi yang sudah disetorkan seluruhnya menjadi hangus dan dana tersebut seluruhnya menjadi pendapatan perusahaan asuransi. Hal ini tentu saja sangat merugikan bagi peserta asuransi konvensional.

Syariah: Untuk produk yang serupa dengan dwiguna tidak terjadi dana hangus seperti yang terjadi pada asuransi konvensional, karena dari setiap premi yang dibayar, peserta asuransi langsung mengetahui alokasi dananya.

Sebagian tetap menjadi milik peserta dalam bentuk dana investasi, sebagian menjadi milik peserta secara kolektif dalam bentuk dana tabarru’, dan sebagian menjadi milik perusahaan sebagai biaya pegelolaan.

Setiap saat peserta asuransi dapat mengetahui jumlah dana investasi yang dikelola perusahaan dan dana tersebut akan dikembalikan beserta hasil investasinya kepada peserta asuransi jika suatu saat memutuskan untuk berhenti.

3. Dana Milik Peserta

Perbedaan Asuransi Syariah dan Konvensional

Sumber: pexels.com

Syariah: Dana asuransi syariah menjadi sepenuhnya milik peserta asuransi. Sehingga, penyedia jasa asuransi pun hanya menjadi pengelola saja.

Baca Juga:  Apakah Sah Puasa Orang yang Sudah Mumayyiz ? Berikut Penjelasannya

Konvensional: Dana asuaransi konvensional memiliki wewenang penuh untuk setiap pengalokasian dana maupun alokasi investasi yang dimiliki oleh peserta asuransi.

4. Akad

Perbedaan Asuransi Syariah dan Konvensional

Sumber: pexels.com

Konvensional: Akad pada asuransi konvensional menggunakan akad tabaduli, yaitu akad jual beli. Di dalam akad jual beli menurut syara’ harus jelas ada penjual, pembeli, barang (objek) yang diperjualbelikan, harga, dan sighat (ijab qabul).

Syariah: Akad yang digunakan adalah akad takaful (akad tolong menolong), yaitu suatu akad tolong menolong sesama peserta, jika salah seorang peserta terkena musibah maka peserta yang lainnya membantu dengan dana tabarru’ (dana sosial).

5. Prinsip Dasar

Perbedaan Asuransi Syariah dan Konvensional

Sumber: google/bersosial

Syariah: Prinsip dasar asuransi syariah ini menggunakan pola saling menanggung resiko antara perusahaan dan peserta (risk sharing).

Pada dasarnya, dalam asuransi syariah sekumpulan orang akan saling membantu dan tolong menolong, saling menjamin dan bekerja sama dengan cara mengumpulkan dana hibah.

Dengan begitu bisa dikatakan bahwa pengelolaan risiko yang dilakukan di dalam asuransi syariah, resiko akan dibebankan atau dibagi kepada perusahaan dan peserta asuransi itu sendiri.

Konvensional : Prinsip dasar asuransi konvensional yaitu memindahkan resiko dari peserta kepada perusahaan secara penuh (risk transfer).

Maksudnya, risiko akan dipindahkan atau dibebankan oleh peserta asuransi kepada pihak perusahaan asuransi yang bertindak sebagai penanggung di dalam perjanjian asuransi tersebut seperti pada asuransi kesehatan, asuransi mobil, atau asuransi perjalanan.

Baca juga: Inilah Rekomendasi 5 Bank Penyedia Tabungan Haji Terbaik 2020

6. Wakaf

Perbedaan Asuransi Syariah dan Konvensional

Sumber: google/bersosial

Meski ada perbedaan antara Asuransi Syariah dan Asuransi Konvensional, peran asuransi masih sama, yaitu memberikan perlindungan bagi peserta.

Akan tetapi, manfaat produk Asuransi Syariah yang tidak ada di Asuransi Konvensional, yaitu Wakaf.

Wakaf merupakan penyerahan hak milik atau harta benda yang tahan lama kepada penerima Wakaf atau Nazhir, yang bertujuan untuk kemaslahatan umat. Karena Wakaf memiliki manfaat perlindungan, sehingga nasabah dapat mewakafkan manfaat asuransi berupa santunan asuransi meninggal dunia dan nilai tunai polis.

7. Pengawas Dana

Perbedaan Asuransi Syariah dan Konvensional

Sumber: google/bersosial

Perbedaan asuransi syariah dan konvensional berikutnya adalah soal pengawas dana asuransi yang perlu kamu ketahui.

Baca Juga:  Apa Itu Vaksinasi Gotong Royong? Perhatikan Beberapa Hal Berikut Ini!

Syariah: Terdapat pihak ketiga dari luar yang menjadi pengawas kegiatan asuransi, mereka disebut sebagai Dewan Pengawas Syariah (DPS).

Tugas DPS melakukan pengawasan terhadap terhadap para perusahaan yang bergerak di bidang syariah. Pengawasan dilakukan agar proses transaksi pada perusahaan berbasis syariah itu tetap berpegang pada prinsip syariah.

Konvensional: Tidak memiliki dewan pengawas khusus. Dewan pengawas untuk asuransi konvensional adalah berdasarkan hukum yang berlaku di negara tersebut.

Biasanya, asuransi yang terdaftar dan resmi akan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.

8. Objek dan Pengelolaan Dana

Perbedaan Asuransi Syariah dan Konvensional

Sumber: google/bersosial

Syariah: Membatasi pengelolaan dananya hanya untuk objek-objek yang halal (jelas) dan tidak boleh mengandung syubhat.

Syubhat merupakan ketidakjelasan atau kesamaran, sehingga tidak bisa diketahui halal haramnya sesuatu secara jelas. Syubhat terhadap sesuatu bisa muncul baik karena ketidakjelasan status hukumnya, atau ketidakjelasan sifat atau faktanya.

Hal ini menjadi sangat penting bagi umat muslim yang ingin memastikan dana yang dimiliki akan dikelola untuk objek yang halal.

Konvensional: Bebas memilih instrumen investasi, tanpa melihat halal atau non-halal, yang terpenting objek tersebut mendatangkan keuntungan.

9. Pembayaran Klaim

Perbedaan Asuransi Syariah dan Konvensional

Sumber: google/bersosial

Syariah: Pembayarannya menggunakan sistem pencairan dana di tabungan bersama, yaitu dana yang sudah nasabah ikhlaskan untuk tolong menolong antar nasabah.

Selain itu, Asuransi Syariah memungkinkan seluruh keluarga inti menggunakan satu polis. Kontribusi tabarru lebih ringan dibanding pembayaran premi, seluruh keluarga akan mendapatkan perlindungan rawat inap di rumah sakit.

Di dalam asuransi syariah, peserta bisa memanfaatkan perlindungan biaya rawat inap di rumah sakit untuk semua anggota keluarga. Di sini diterapkan sistem penggunaan kartu (cashless) dan membayar semua tagihan yang timbul.

Asuransi syariah juga memungkinkan kita untuk bisa melakukan double claim, sehingga kita akan tetap mendapatkan klaim yang kita ajukan meskipun kita telah mendapatkannya melalui asuransi kita yang lain.

Konvensional: Dapat diketahui berdasarkan perbandingan resiko dan modal. Selain itu, dana pertanggungan juga diambil dari rekening perusahaan asuransi.

Baca Juga:  Doa Makan Sahur dan Hal yang Harus Diperhatikan Soal Makanan Sahur

Asuransi Konvensional hanya memperbolehkan satu orang memegang satu Polis. Hal ini membuat biaya pembayaran premi pun menjadi lebih tinggi. Karena setiap orang dalam keluarga inti memiliki premi tersendiri yang harus dibayarkan.

10. Investasi Dana

Perbedaan Asuransi Syariah dan Konvensional

Sumber: google/bersosial

Syariah: Jika premi dari nasabah belum dipakai, maka dana tersebut diinvestasikan kepada lembaga keuangan yang berbasis syariah dan didasarkan pada sistem bagi hasil.

Konvensional: Pengelolaan investasinya pada sistem bunga yang mengandung unsur maghrib.

Konsep Maghrib ini merupakan fundamental ekonomi yang tidak boleh dilaksanakan oleh lembaga jasa keuangan syariah. Maisir merupakan transaksi yang tidak pasti dan bersifat untung-untungan.

Hal ini harus dihindari karena tidak sesuai dengan prinsip ekonomi Islam. Selanjutnya, Gharar merupakan transaksi yang objeknya tidak jelas sehingga menimbulkan keraguan dalam bertransaksi.

Sedangkan Haram merupakan transaksi yang objeknya dilarang syariah, seperti transaksi riba.

Riba merupakan  penetapan bunga atau melebihkan jumlah pinjaman saat pengembalian berdasarkan persentase tertentu dari jumlah pinjaman pokok yang dibebankan kepada peminjam. Riba secara bahasa bermakna ziyadah (tambahan).

11. Surplus Underwriting

Perbedaan Asuransi Syariah dan Konvensional

Sumber: google/bersosial

Syariah: Semua keuntungan yang didapatkan oleh perusahaan terkait dengan dana asuransi, akan dibagikan kepada semua peserta asuransi tersebut.

Di dalam pengelolaan dana polis yang diajukan Asuransi syariah semuanya dibagi rata kepada peserta. Kamu akan mendapatkan untung dari dana yang sudah kamu berikan sesuai keuntungan pengelolaan dana yang dibagi rata ke peserta polis.

Konvensional: Seluruh keuntungan yang didapatkan akan menjadi hak milik perusahaan asuransi tersebut.

Asuransi konvensional tidak memberikan kamu keuntungan pengelolaan dana. Pengelolaan dana diambil oleh perusahaan secara sepihak, seperti biaya admin dan lainnya.

12. Zakat

Perbedaan Asuransi Syariah dan Konvensional

Sumber: google/bersosial

Konvensional: Tidak ada zakat yang wajib dibayarkan.

Syariah: Mewajibkan pesertanya untuk membayar zakat yang jumlahnya akan disesuaikan dengan besarnya keuntungan yang didapatkan oleh perusahaan.

Tentunya selain mendapatkan pahala dari akad tolong menolong, masyarakat jadi punya kesempatan untuk membayarkan zakatnya melalui asuransi syariah.

Nah, itulah perbedaan antara asuransi syariah dan konvensional. Semoga setelah membaca artikel ini, kamu bisa lebih paham dan dapat memutuskan untuk memilih asuransi yang mana.

Jangan sampai terlewatkan informasi menarik lainnya pada artikel di situs blog Evermos.

Share:
Facebook
Twitter
Pinterest
LinkedIn
×