Pahami Konsep Pasar Modal Syariah Agar Anda Tak Salah Langkah

Dalam melakukan muamalah, manusia diberi keleluasaan untuk melakukan kegiatan namun wajib memperhatikan hal-hal yang dilarang. Kegiatan pasar modal syariah termasuk dalam kelompok muamalah, sehingga transaksi diperbolehkan sepanjang tidak ada larangan menurut syariah.

Pasar modal syariah bersifat universal, dapat dimanfaatkan oleh siapapun tanpa melihat latarbelakang suku, agama, dan ras tertentu.​

Adapun kegiatan muamalah yang dilarang adalah kegiatan spekulasi dan manipulasi yang di dalamnya mengandung unsur gharar, riba, maisir, risywah, maksiat, dan kedzhaliman.

Fenomenanya, saat ini masih banyak umat muslim yang belum paham tentang konsep paham modal ini dan terkadang secara tidak sadar melakukan kegiatan muamalah yang dilarang.

Maka dari itu, penting bagi Anda untuk mengetahui tentang konsep hal tersebut. Simak ulasannya pada penjelasan di bawah ini.

Baca juga: 7 Deposito Syariah Terbaik dan Menguntungkan. Mari Berinvestasi!

Pengertian Pasar Modal Syariah

Pasar Modal Syariah
Sumber: google/bersosial

Pasar modal syariah merupakan bagian dari industri pasar modal Indonesia. Secara umum, kegiatan ini sejalan dengan pasar modal pada umumnya.

Akan tetapi, terdapat beberapa karakteristik khusus pasar modal syariah bahwa produk dan mekanisme transaksi tidak boleh bertentangan dengan prinsip syariah.

Prinsip instrumen pasar modal syariah berbeda dengan pasar modal konvensional. Saham yang diperdagangkan pada pasar modal syariah harus datang dari emiten yang memenuhi kriteria-kriteria syariah.

Obligasi yang diterbitkanpun harus menggunakan prinsip syariah, seperti mudharabah, musyarakah, ijarah, istishna’, salam, dan murabahah.

Selain saham dan obligasi syariah, yang diperjual belikan adalah reksa dana syariah yang merupakan sarana investasi campuran yang menggabungkan saham dan obligasi syariah dalam satu produk yang dikelola oleh manajer investasi.

Landasan dan Dasar Hukum Pasar Modal Syariah

Pasar Modal Syariah
Sumber: google/bersosial

Kegiatannya mengacu kepada Undang-Undang No. 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal. Sementara itu, Bapepam-LK selaku regulator pasar modal di Indonesia, memiliki beberapa peraturan khusus antara lain peraturan nomor:

  • II.K.1 tentang Kriteria dan Penerbitan Daftar Efek Syariah
  • IX.A.13 tentang Penerbitan Efek Syariah
  • IX.A.14 tentang Akad-akad yang digunakan dalam Penerbitan Efek Syariah

Fungsi Modal Syariah

Pasar Modal Syariah
Sumber: google/bersosial

Ada lima fungsi dari pasar modal syariah antara lain:

  • Memungkinkan bagi masyarakat berpartisipasi dalam kegiatan bisnis dengan memperoleh bagian dari keuntungan dan resikonya.
  • Memungkinkan perusahaan untuk meningkatkan modal dari luar untuk membangun dan mengembangkan lini produksinya.
  • Memisahkan operasi kegiatan bisnis dari fluktuasi jangka pendek pada harga saham yang merupakan ciri umum pasar modal konvensional.
  • Memungkinkan investasi pada ekonomi itu ditentukan oleh kinerja kegiatan bisnis sebagaiman tercermin pada harga saham.
  • Memungkinkan para pemegang saham menjual sahamnya guna mendapatkan likuiditas.
  • Dari beberapa fungsi di atas diketahui bahwa keberadaan pasar modal syariah sangat bermanfaat dalam rangka meningkatkan aktifitas perekonomian umat Islam dan selanjutnya dapat meningkatkan kesejahteraan mereka.

Baca juga: Ada Rencana Investasi Reksadana Syariah? Pahami Dulu Hal Berikut Ini

Produk Pasar Modal Syariah

Pasar Modal Syariah
Sumber: google/bersosial

 

Terdapat beberapa instrumen pasar modal syariah yang perlu Anda ketahui antara lain:

1. Saham (efek) Syariah

Saham syariah merupakan kerja sama dalam usaha yang mana kegiatan ini didasari akad dan tidak dilarang di dalam agama.

Investor menyerahkan dana sebagai bentuk kontribusi dan perusahaan pengelola dana menggunakannya untuk mengembangkan usaha.

Saat perusahaan untung maupun rugi akan ditanggung bersama dengan istilah bagi hasil dividen.

2. Sukuk

Sukuk merupakan obligasi berdasarkan prinsip syariah. Sedangkan obligasi adalah surat utang yang diterbitkan oleh perusahaan atau pemerintah.

Secara sederhana, bisa dipahami bahwa dengan memiliki kupon obligasi berarti Anda selaku investor memberikan utang kepada perusahaan yang menerbitkan surat obligasi tersebut sebagai jaminan utang.

Terkait dengan sukuk, kepemilikannya diwujudkan dengan sertifikat atau kupon aset yang umumnya berwujud tanah, bangunan, proyek, jasa, dan hak manfaat aset.

Keuntungannya didapatkan dari bagi hasil dan hanya untuk kegiatan usaha yang tidak bertentangan dengan prinsip syariah.

3. Reksadana Syariah

Reksadana syariah merupakan wadah investasi kolektif yang dikelola oleh manajer investasi dengan cara menginvestasikan dana yang dikelola ke dalam perdagangan saham syariah, sukuk, atau instrumen syariah lain di dalam negeri maupun luar negeri.

Maksudnya, Anda sebagai investor menitipkan dana untuk dikelola oleh manajer investasi untuk kemudian dikelola di dalam instrumen investasi syariah saja.

4. Efek Beragun Aset Syariah (EBA Syariah)

Efek beragunan aset (EBA) syariah ini merupakan surat berharga (efek) yang diterbitkan oleh penerbit yang terdiri dari sekumpulan aset syariah dan mekanismenya tidak bertentangan dengan prinsip syariah.

Dengan berinvestasi efek beragunan aset (EBA) syariah ini, akan membantu perkembangan perusahaan yang bisa menjadi sumber likuiditas. Perusahaan menengah kecil sering menghadapi pinjaman secara tradisional.

5. Dana Investasi Real Estate Syariah (DIRE Syariah)

DIRE syariah merupakan wadah yang dipergunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat sebagai pemodal untuk diinvestasikan pada aset real estat atau aset terkait real estat.

Namun, tetap harus berlandaskan prinsip syariah yang ditentukan dalam POJK.

Kelebihan dan Kelemahan Pasar Modal Syariah

Pasar Modal Syariah
Sumber: google/bersosial

Bagi orang-orang yang menerapkan syariat agama dengan penuh kehati-hatian, berinvestasi di pasar modal syariah dinilai sangat cocok.

Konsep maupun prinsip yang digunakan sesuai dengan ajaran agama dan diawasi pula oleh Dewan Syariah Majelis Ulama Indonesia.

Di dalamnya pun terdapat saham likuid sehingga memudahkan untuk diperjualbelikan tanpa menunggu periode waktu yang cukup lama.

Selain itu sudah terdapat beberapa pilihan saham blue chip sehingga dianggap minim risiko dan cocok untuk investor pemula.

Namun, dalam hal ini sangat terbatas. Perusahaan-perusahaan sekuritas yang ada pun belum sebanyak perusahaan sekuritas yang bergerak di sektor pasar modal konvensional.

Hal tersebut merupakan konsekuensi karena hanya perusahaan tertentu saja yang dapat masuk dalam pasar modal syariah.

Kegiatan yang Dilarang dalam Pasar Modal Syariah

Pasar Modal Syariah
Sumber: google/bersosial

Dalam kegiatan  bermuamalah, manusia diperbolehkan melakukan kegiatan yang dapat mendatangkan keuntungan, tetapi dengan tetap menghindari segala bentuk transaksi yang mengandung unsur riba ataupun bunga.

Keuntungannya berasal dari bagi hasil atau nisbah.

Selain itu, cara kerja pasar modal syariah harus terhindar dari kegiatan muamalah yang dilarang sesuai fatwa DSN-MUI Nomor: 80/DSN-MUI/III/2011, antara lain:

Gharar: Ketidakpastian dalam suatu akad, baik mengenai kualitas atau kuantitas objek akad maupun mengenai penyerahannya.

Riba: Tambahan yang diberikan dalam pertukaran barang-barang, dan tambahan yang diberikan atas pokok utang dengan imbalan penangguhan pembayaran.

Bathil: Jual beli yang tidak sesuai dengan rukun dan akadnya atau tidak dibenarkan oleh syariat Islam.

Maisir: Setiap kegiatan yang melibatkan perjudian di mana pihak yang memenangkan perjudian akan mengambil taruhannya.

Bai’al-ma’dum: Melakukan penjualan atas barang (efek syariah) yang belum dimiliki (short selling).

Taghrir: Upaya mempengaruhi orang lain, baik dengan ucapan atau tindakan yang mengandung kebohongan agar terdorong untuk melakukan transaksi.

Ikhtikar: Membeli suatu barang yang sangat diperlukan masyarakat pada saat harga mahal dan menimbunnya dengan tujuan untuk menjual kembali saat harga lebih mahal.

Demikianlah informasi yang perlu Anda ketahui. Sudah sepatutnya kita berkegiatan di pasar modal yang berprinsipkan syariah.

Karena dalam bermuamalah pun kita harus memperhatikan dalam hukumnya, halal atau haram.

Semoga informasi di atas dapat bermanfaat dan mudah untuk Anda pahami.

Untuk membaca artikel menarik lainnya, Anda dapat mengunjungi situs blog Evermos. 

 

 

×