6 Obat Herbal Untuk Kesehatan Serta Tips Mengonsumsi dengan Aman

Obat Herbal

Maraknya penggunaan obat herbal di Indonesia ini karena berhubungan pula dengan banyaknya jenis tumbuhan di negeri ini.

Indonesia tercatat sebagai salah satu negara yang memiliki kekayaan tumbuhan yang melimpah, salah satunya tanaman herbal.

Namun, apakah obat yang dibuat dari bahan-bahan alami ini sudah pasti aman untuk dikonsumsi?

Untuk mengetahui informasi tersebut, simak ulasannya pada artikel berikut ini.

Apa Itu Obat Herbal?

Obat Herbal

Sumber: pexels.com

Banyak orang yang berminat mengonsumsinya karena menggunakan bahan-bahan alami.

Selain itu, banyak orang yang menyukainya karena manfaatnya yang luar biasa dalam menyembuhkan banyak penyakit.

Tentu saja Anda bisa menangani beberapa keluhan yang tidak bisa dilakukan secara medis atau jalan lain.

Obat herbal biasanya berasal dari tanaman utuh tanpa penyaringan khusus untuk mendapatkan bahan aktif.

Praktisi pengobatan herbal meyakini bahwa penggunaan tanaman secara utuh akan mengurangi efek racun (efek samping) dari penggunaan obat tersebut.

Baca juga: Jarang Diketahui! Inilah 8 Manfaat Daun Miana untuk Kesehatan

Standarisasi Obat Herbal di Indonesia

Obat Herbal

Sumber: pexels.com

Obat herbal yang beredar di Indonesia aman untuk kita konsumsi, dengan catatan bahwa produk tersebut sudah terdaftar di BPOM RI.

Di Indonesia sendiri, terbagi menjadi dua jenis, yaitu obat herbal tradisional dan nontradisional.

Obat Herbal Tradisional

Obat ini terkenal sebagai obat tradisional atau jamu. Bahan-bahannya sudah digunakan sejak turun-temurun dan merupakan resep warisan budaya bangsa Indonesia.

Obat Herbal Nontradisional

Kandungan pada obat ini tidak ada dalam sejarah pengobatan tradisional nenek moyang Indonesia atau tidak turun-temurun. Akan tetapi, berpotensi memiliki banyak manfaat bagi tubuh.

Sebelum mengizinkan peredaran produk, BPOM RI akan melakukan serangkaian uji coba ilmiah terlebih dahulu guna melindungi masyarakat dari kemungkinan kandungan zat-zat yang berbahaya.

Namun yang telah digunakan sejak turun-temurun biasanya tidak perlu dilakukan uji klinis lagi. Meski ada pula yang memerlukan bukti lebih lanjut.

Proses uji klinik pada suatu produk meliputi pengecekan terhadap kebenaran identitas tumbuhan yang dipakai, bagian tumbuhan yang dipakai, cara penyiapan bahan baku, dan identifikasi senyawa aktif.

Metode ekstraksi yang digunakan, cara penyiapan bahan baku dan produk yang diuji juga diperlukan.

Obat herbal yang beredar di Indonesia tidak boleh mengandung Bahan Kimia Obat (BKO) karena dapat membahayakan kesehatan dan berakibat fatal.

Efektivitas Obat Herbal Secara Klinis

Obat Herbal

Sumber: pexels.com

Obat herbal memiliki kandungan dan cara kerja yang sangat kompleks. Meski secara umum dianggap alami, namun bukan berarti sepenuhnya aman.

Baca Juga:  Cara Lapor SPT Tahunan 2022 | Jangan Terlewat, Terakhir 31 Maret!

Beda halnya dengan obat-obatan medis, obat herbal memiliki cara kerja yang berbeda dalam mengobati penyakit.

Jika obat-obatan konvensional bertujuan mengobati penyakit secara spesifik, obat herbal umumnya lebih berperan dalam proses pemulihan tubuh.

Hampir semua tumbuhan memiliki efek atau kandungan antioksidan di dalamnya. Aktivitas antioksidan di dalam obat herbal inilah yang membuatnya digunakan dalam membantu menangani berbagai kondisi seperti kanker, penurunan daya ingat, penyakit Alzheimer, diabetes, dan penyakit kardiovaskular seperti aterosklerosis.

Fakta ilmiah dari berbagai penelitian sejauh ini menyimpulkan bahwa efektivitas obat herbal secara klinis masih belum didukung oleh bukti yang kuat dan konsisten.

Beberapa orang mengaku merasa lebih baik setelah mengonsumsi obat herbal, tapi ada juga laporan terjadinya keracunan setelah mengonsumsi.

Jadi jika Anda ingin mengonsumsinya sebagai metode pengobatan, Anda sebaiknya berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu.

Tips Aman Mengonsumsi Obat Herbal

Obat Herbal

Sumber: pexels.com

Sebagian besar bahan alami yang dijadikan obat herbal memang aman untuk dikonsumsi. Meski aman, obat herbal juga berpotensi menyebabkan efek samping baik ringan maupun serius pada tubuh.

Informasi mengenai efek samping yang mungkin terjadi biasanya tertera pada kemasannya.

Berikut ini adalah tips aman mengonsumsi obat herbal, agar terhindar dari bahaya:

  • Pastikan membeli produk yang telah terdaftar di BPOM RI.
  • Ikuti semua petunjuk pemakaian beserta dosis yang tercantum di kemasan.
  • Jangan lupa cek tanggal kedaluarsa produk.
  • Sebelum mengonsumsinya, pastikan Anda berkonsultasi terlebih dahulu kepada dokter.
  • Hubungi layanan konsumen produk tersebut jika Anda ingin mengetahui lebih jelas mengenai produk mereka.

Orang dengan kondisi tertentu harus lebih berhati-hati atau lebih baik menghindari pemakaian obat herbal. Karena tidak dapat dikonsumsi oleh semua orang.

Berikut ini orang yang tidak disarankan untuk mengonsumsinya, antara lain:

1. Ibu Hamil dan Menyusui
Obat Herbal

Sumber: google/bersosial

Masa kehamilan adalah masa ketika para ibu harus berhati-hati dalam mengonsumsi apa pun, termasuk obat herbal.

Apa yang dikonsumsi ibu hamil bisa saja memengaruhi kondisi janin hingga bisa berakibat kepada keguguran, bayi lahir prematur, atau bayi terlahir cacat.

Hal ini juga berlaku bagi ibu menyusui. Asupan yang masuk ke tubuh ibu menyusui bisa terkandung di dalam ASI.

Zat yang terkandung kemungkinan bisa berdampak kepada kesehatan bayi.

2. Sedang Mengonsumsi Obat-Obatan Tertentu
Obat Herbal

Sumber: pexels.com

Obat herbal juga bisa menimbulkan efek samping serius jika mengonsumsinya secara bersamaan dengan obat-obatan medis, seperti untuk penurun tekanan darah, pengencer darah, dan diabetes.

Salah satu yang disarankan untuk tidak dikonsumsi berbarengan dengan obat-obatan tersebut adalah suplemen atau teh rosela.

3. Memiliki Penyakit Tertentu
Obat Herbal

Sumber: shutterstock.com

Obat herbal yang awalnya dimaksudkan untuk memberi manfaat baik, justru bisa memperparah kondisi penyakit seseorang. Contohnya adalah sambiloto.

Baca Juga:  Hari Perempuan Internasional 2022 | Saatnya Wanita Berkarya!

Obat ini mampu meningkatkan sistem kekebalan tubuh, namun bisa juga berbahaya jika orang yang menderita penyakit autoimun ini mengonsumsi sambiloto.

Lalu ada pula yang terbuat dari pegagan. Pegagan dan daun kenikir tidak boleh dikonsumsi oleh orang yang memiliki penyakit hati. Menurut penelitian, mengonsumsi pegagan bisa meningkatkan risiko kerusakan hati.

Jadi, jangan sembarangan mengonsumsinya, terutama jika tujuannya untuk pengobatan.

Anda perlu mengetahui apa tujuan, manfaat, serta keamanannya.

Untuk mendapatkan informasi lebih lanjut, Anda dapat berkonsultasi dengan dokter.

4. Orang yang Akan Menjalani Operasi
Obat Herbal

Sumber: google/bersosial

Terdapat sebagian obat herbal yang bisa memperlambat pembekuan darah atau mengencerkan darah.

Ini bisa berdampak buruk jika mengonsumsinya sebelum menjalani operasi.

Salah satu contohnya adalah ginkgo biloba. Dalam mengonsumsinya harus dihentikan minimal dua minggu sebelum operasi karena bisa memperlambat proses pembekuan darah.

Baca juga: Jarang Diketahui! 10 Tanaman Obat Ini Kaya Akan Manfaat | Bisa Ditanam di Rumah!

Macam-Macam Obat Herbal

1. Kunyit

Obat Herbal

Sumber: google/bersosial

Kunyit ini bisa Anda konsumsi untuk meningkatkan daya tahan tubuh pada kondisi pandemi corona

Curcumin yang terkandung dalam kunyit mampu meningkatkan daya tahan tubuh seseorang. Kandungan itu akan mengaktifkan sel darah putih dalam tubuh sehingga sistem imun tubuh menjadi bertambah.

Nah, ada produk kunyit yang dapat membantu Anda untuk meningkatkan imunitas tubuh. Produk kunyit ini tersedia di Evermos. Bagi Anda yang ingin mendapatkan kunyit atau ingin menjadi reseller, silahkan untuk klik rekomendasi produk di bawah ini.

Obat Herbal

Obat Herbal

2. Bawang Putih

Obat Herbal

Sumber: pexels.com

Untuk mencegah datangnya penyakit covid, Anda bisa mengonsumsi bawang putih.

Bawang putih dapat mengatasi berbagai masalah kesehatan. Bawang putih memiliki kandungan antimikrobakteri, antibiotik, dan antiinflamsi.

Selain itu, bawang putih juga dapat meningkatkan jumlah sel darah putih dalam tubuh.

Hal tersebut membuat kita sangat cocok untuk mengonsumsi bawang putih saat pandemi corona.

Anda bisa mengonsumsi bawang putih dengan menambah jumlahnya di masakan yang Anda makan.

3. Jahe

Obat Herbal

Sumber: pexels.com

Saat pandemi corona, Anda bisa mengonsumsi jahe untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Sama seperti bawang putih, jahe juga memiliki kandungan antimikrobakteri, antiinflamasi, dan antibiotik.

Antioksidan tinggi yang ada dalam jahe menjadi alasan mengapa sistem imun tubuh bisa meningkat setelah Anda mengonsumsinya.

Anda bisa mencegah infeksi virus covid dengan mengonsumsi jahe secara rutin.

4. Biji Bunga Matahari

Obat Herbal

Sumber: google/bersosial

Biji bunga matahari kaya akan vitamin E dan nutrisi.

Biji bunga matahari juga memiliki kandungan selenium yang dapat melawan beberapa jenis kanker.

Tentu saja daya tahan tubuh juga ikut meningkat karena kandungan itu, sehingga tubuh menjadi lebih siap menghadapi covid.

Baca Juga:  Arti Letak Jerawat di Wajah | Bisa Menandakan Kondisi Kesehatan, Lho!

Antioksidan juga terkandung dalam biji bunga matahari yang mampu melawan zat racun dalam tubuh.

Anda dapat mengonsumsi biji bunga matahari dengan mencampurnya di salad yang Anda konsumsi.

5. Kayu Manis

Obat Herbal

Sumber: google/bersosial

Kayu manis menjadi obat herbal untuk meningkatkan daya tahan tubuh.

Sejak ribuan tahun lalu, kayu manis sudah cukup terpercaya untuk menjaga sistem imun.

Hal tersebut karena adanya antioksidan dalam kayu manis. Selain menjaga daya tahan tubuh di tengah pandemi covid, kayu manis juga bisa Anda konsumsi karena memiliki efek anti-diabetes dan mengurangi resiko penyakit jantung.

Waspadalah untuk Mengonsumsi Obat Herbal dan Obat Kimia Secara Bersamaan

Obat Herbal

Sumber: pexels.com

Penggunaan obat kimia dan obat herbal tergantung dari kandungannya. Penggunaan obat kimia biasanya perlu dengan saran dan resep dokter.

Dalam mengonsumsinya memang perlu ekstra hati-hati.

Cara paling mudah, adalah membekali diri dengan pengetahuan yang cukup, agar senyawa aktif di dalam keduanya bersinergi, sehingga pengobatan menjadi lebih optimal.

Pada saat mengonsumsinya secara bersamaan, ada potensi terjadinya dampak tambahan yang bisa menguntungkan namun bisa pula merugikan.

Interaksi negatif bisa muncul karena ada beberapa jenis Herbal yang benar-benar bertentangan dengan obat-obat tertentu.

Anda mencari obat herbal yang baik untuk kesehatan? Bisa Anda dapatkan di Evermos. Produk ini terdapat berbagai macam pilihan, seperti saffron, kayu manis, suplemen wedang uwuh dan masih banyak lagi.
Yuk, dapatkan sekarang juga dengan klik di sini. 

Obat Herbal

Salah satu obat herbal yang ada di Evermos seperti Akar Bajakah yang telah lolos uji laboratorium, dan mengandung zat 41+ aktif yang baik untuk kesehatan.

Adapun kelebihan dengan Anda membeli produk Akar Bajakah yaitu:

  • Anti jamur dan bakteri
  • Lebih awet
  • Akar bajakah kering bisa di seduh 3 kali lebih banyak dari akar bajakah basah
  • Sudah siap seduh, Anda tidak perlu menjemurnya lagi

Bagi Anda yang ingin menjalani sebuah bisnis online dengan mudah tanpa modal, boleh segera daftarkan diri Anda menjadi reseller Evermos.

Banyak kemudahan dan keuntungan yang akan Anda dapatkan dengan menjadi reseller Evermos, antara lain:

  • Bisnis tanpa modal
  • Memiliki toko online sendiri
  • Tidak perlu pusing cari supplier
  • Tidak perlu memikirkan stok dan pengiriman
  • Mendapatkan pelatihan bisnis online dari ahlinya
  • Berkesempatan bergabung dengan komunitas reseller dari berbagai daerah

Bagaimana? Menarik bukan? Mari raih potensi mendapatkan penghasilan sesuai keinginan dengan menjadi reseller Evermos.

Yuk, segera daftarkan diri Anda dengan menjadi reseller hebat di Evermos. Silahkan klik di bawah ini!

Obat Herbal

Demikianlah informasi mengenai obat herbal serta tips aman dalam mengonsumsinya yang dapat Anda ketahui.

Semoga informasi ini dapat bermanfaat. Jangan lupa untuk selalu menjaga kesehatan, salah satunya dengan mengonsumsi obat herbal.

Jangan lewatkan informasi menarik lainnya pada situs blog Evermos. 

Share:
Facebook
Twitter
Pinterest
LinkedIn
×