Motivasi Kerja dalam Islam dan Menjemput Rezeki

<![CDATA[Sebagai umat muslim selalu di motivasi agar giat untuk bekerja yang mana pekerja tersebut dijadikan sebagai sarana untuk menjemput rezeki Allah SWT serta dijadikan sebagai sarana untuk meningkatkan taraf hidup umat muslim dan juga tidak lupa dibarengi dengan tawakal kepada Allah SWT.
Islam sebagai agama wasatiyyahatau agama bukan moderat maka Islam akan menuntut kepada umatnya untuk bertawakal di dalam ikhtiar dan sebaliknya berikhtiar dalam bertawakal. Hal tersebut dikarenakan keduanya di ibaratkan sebagai dua sisi mata uang yang tidak bisa dipisahkan serta bisa dijadikan sebagai etos kerja dari seorang muslim.
Oleh karena itu sebelum membahas tentang motivasi kerja dalam Islam dan menjemput rezeki maka ada baiknya kita mengetahui apa arti dari tawakal.
Arti Tawakal Di Dalam Ikhtiar
Allah subhanallahwata’ala sudah menjamin rezeki setiap makhlukNya bahkan seekor burung yang pulang pergi untuk mencari makan apalagi kita sebagai umat manusia yang diciptakan paling sempurna di antara makhluk Allah SWT yang lainnya. sedangkan burung merupakan hewan yang tidak memiliki akal serta hewan lemah yang tentu saja kalah pintar dari manusia akan tetapi setiap hari mereka selalu bisa makan bahkan menyempatkan untuk membawa makanannya untuk diberikan kepada anak anaknya di sarang.
Nah apalagi kita sebagai seorang manusia. Kuncinya adalah berusaha, di mana ada usaha pasti ada jalannya. Nah itulah arti yang sesungguhnya dari kata tawakal dalam Islam.
Rasulullah SAW telah bersabda dalam hadist yang diriwayatkan oleh atTirmidzi “apabila kalian benar-benar bertawakal kepada Allah SWT, maka Allah SWT akan memberikan rezekiNya  kepada kalian sebagaimana seekor burung yang pergi dari sarangnya dalam keadaan lapar dan kembali pulang dengan keadaan perut untuk yang kenyang”.

Allah SWT akan mencukupi orang yang bertawakal kepadaNya”.
Kemudian Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an surat attalaq: 3
“Allah SWT sungguh-sungguh mencintai mereka yang bertawakal kepadaNya” (Quran surat Al Imron: 159)
apabila kamu sungguh sungguh beriman, maka bertawakallah kalian hanya kepada Allah SWT”. (Quran surat Al maidah: 23)
Sedangkan alquran sudah banyak menyebutkan ayat-ayat tentangperintah untuk mencari rezeki (bekerja) atau nafkah. Di antaranya yaitu sebagai berikut.

Motivasi Kerja
dari Rasulullah dan Para Sahabatnya
Kami telah menjadikan siang hari waktu untuk bekerja” (Quran surat annaba: 11)
Rasulullah SAW sering sekali memberikan motivasi-motivasi untuk selalu bekerja dan berusaha sebagaimana disebutkan dalam hadits beliau di bawah ini.
Bekerjalah kalian meskipun di dalam perut bumi”(Hr. At Thabrani)
Hadis yang diriwayatkan dariShakhra bin Wadaahal-Ghamidi
ya Allah berkahilah waktu pagi kepada umatku”(Abdul Adzim)
Sehingga Shakhramenerapkan haditsdi atas tersebut ke dalam bisnisnya dengan selalu membuka lapaknya di pagi hari sehingga lama-kelamaan ia menjadi seorang wartawan yang kaya raya.
Kaab bin Ajrah telah meriwayatkan hadits Rasulullah SAW “pada suatu hari para sahabatmendapati seorang pria yang memiliki tubuh yang kekar sedang sibuk dan lewat di depan Rasulullah SAW serta mereka pun berkata ‘andaikan fisik orang tersebut dipakai untuk arti jihad dijalan Allah SWT’, kemudian Rasulullah SAW yang menanggapi hal tersebut ‘apabila dia bekerja untuk anak-anaknya yang masih kecil-kecil, maka hal tersebut sama dengan jihad fisabilillah. Apabila dia bekerja untuk kedua orang tuanya yang sudah sangat tua, maka hal tersebut sama dengan jihad fisabilillah. Dan apabila dia bekerja untuk dirinya sendiri agar dia menjaga kehormatannya maka itu sama artinya dengan jihad fisabilillah. Namun sebaliknya apabila dia bekerja hanya untuk dipuji dan juga prestasi maka itu sama artinya dengan berjuang dijalan setan”.

“Jual kayu bakar itu jauh lebih baik daripada mengemis” (HR Bukhari)

Seperti sabda Rasulullah SAW dari abu Hurairah yang artinya “dari sekian banyaknya dosa ada 1 dosa yang tidak bisa dihapus kan oleh pahala salat, puasa, haji atau juga umroh” kemudian para sahabat bertanya kepada Rasulullah SAW “lalu dosa tersebut bisa dihapus dengan apa ya Rasulullah?” Rasulullah pun menjawab “dengan jerih payahnya dalam bekerja” (HR At Thabrani)
Ibnu Umar telah meriwayatkan, Rasulullah SAW bersabda “Allah SWT mencintai seorang mukmin yang profesional”.
Bunda Aisyah telah meriwayatkan, Rasulullah SAW bersabda “barangsiapa yang di hari kemarin di bebani Oleh pekerjaan, maka hari kemarin juga Allah SWT telah mengampuni dosanya”. (HR Al Mundziri)
Dari sahabat Muqoddam bahwasanya Rasulullah SAW bersabda “makanan yang terbaik yaitu makanan yang didapatkan dari hasil jerih payah sendiri. Bahkan nabi Daud AS makan makanannya dari jerih payahnya sendiri.
Rasulullah SAW pernah ditanya mengenai pekerjaan yang paling baik, beliau menjawab “pekerjaan yang paling baik adalah berdagang secara jujur dan pekerjaan yang dikerjakan dengan menggunakan tangan”.
Rasulullah SAW bersabda dalam riwayat lain “diantara 9 dari 10 rezeki yakni perniagaan”.
Diriwayatkan dari sahabat Jabir bin adalah bahwasanya Rasulullah SAW pernah bersabda “wahai para manusia bertawakallah kalian kepada Allah SWT dan perindahlah proses kalian dalam mencari nafkah. Ketahuilah bahwasanya manusia tidak akan mati kecuali jika rezeki nya sudah sempurna tepat pada waktunya. Carilah kalian rezeki yang halal serta tinggalkanlah rezeki yang haram”.
Hadis tersebut secara global membicarakan mengenai mencari nafkah step perusahaan merupakan salah satu syarat untuk memperoleh rezeki. Mengenai hal tersebut Umar binKhattab berkata bahwasanya “janganlah kalian berdoa hanya karena untuk meminta rezeki, padahal sebenarnya kalian mengetahui bahwasanya langit tidak akan pernah menurunkan hujan emas dan juga perak”.

Rasulullah SAW bersabda:
“Seorang pemuda yang menjadikan mengemis sebagai pekerjaannya maka kelak di hari kiamat ia akan dibangkitkan siapakah tengkorak”.
Imam Ahmad pernah mendapatkan pertanyaan “bagaimana pendapat anda tentang seseorang yang duduk di masjid atau di rumahnya sembari mengatakan ‘aku tidak bekerja supaya rezeki bisamenghampiriku”. Kemudian imam Ahmad berkomentar “dia adalah orang yang bodoh, apakah dia tidak mendengar bahwasanya Rasulullah bersabda “Allah SWT menjadikan berburu sebagai pekerjaanmu untuk memperoleh rezeki”.
Sebagai seorang muslim sudah seharusnya berani untuk mengambil tindakannyata untuk mencari rezeki atau bekerja, bukan malah hanya berpangku tangan saja kan memohon kepada Allah SWT untuk menurunkan rezeki kepadanya.
Seharusnya dia yakin bahwasanya rezeki datang kepadanya bukan karena usaha yang ia lakukan akan tetapi rezeki memang sudahdibagikan namun takdirnya sudah ditentukan oleh Allah SWT dan segala sesuatu yang telah ditakdirkan tersebut pasti akan terjadi. Oleh karena itu jangan merasa risau akan hasil yang telah didapat dan jangan iri dengan rezeki yang orang lain miliki. Karena kita hanya diperintahkan untuk berusaha bukan diperintahkan untuk berhasil.
Nah itulah tadi motivasi kerja dalam Islam dan menjemput rezeki dengan berusaha dan juga bertawakal. semoga informasi yang kami berikan ini bisa bermanfaat untuk Anda dan bisa dijadikan sebagai referensi untuk mencari referensi tentang motivasi kerja dalam Islam.

×