Yuk! Mengenal Fungsi Niat Bagi Seorang Muslim

Mengenal Fungsi Niat

Mengenal Fungsi Niat – Pernahkah Anda mendengar hadist bahwa segala sesuatu tergantung dengan niat.

Sebenarnya apa sih hebatnya niat sehingga terkesan sangat berpengaruh terhadap segala sesuatu yang dilakukan seseorang?

Bahkan ada hadist yang mengatakan “ Barang siapa yang di dalam hatinya ada niat untuk berbuat kebaikan namun ternyata tidak jadi dilakukan maka ia tetap mendapat pahala, namun barang siapa yang di dalam hatinya ada niat untuk berbuat buruk maka akan tetap dicatat buruk meskipun tidak jadi dilakukan.”

Dari hadist tersebut dapat dipahami bahwa Allah Maha pengasih yang tak pandang kasih dan penyayang yang tak pandang sayang sangat menghargai suatu niat.

Pengertian dari niat sendiri merupakan perkara yang sangat penting pada dunia Islam.

Sehingga para ulama banyak yang memberikan perhatian besar terhadap pengertian niat sendiri.

Bahkan sampai mengarang sebuah kitab yang membahas tentang niat oleh Abu Bakr bin Abid Dun-ya dengan judul kitab Al Ikhlas wan Niyyah ( iklas dan niat).

Mengenal Fungsi Niat Bagi Kehidupan Muslim

Sebenarnya apa sih menganal fungsi niat yang benar menurut pandangan Islam?

Nah, agar sesama muslim bisa tahu fungsi dari niat maka pada kesempatan kali ini kami akan membagikan kepada Anda mengenai mengenal fungsi niat dan beberapa hal yang berkaitan dengan niat.

Perlu kita ketahui bahwa Al-Hafidz Ibnu Rajab Al-Hambali pernah menyebutkan dalam kitab Jami’ al ‘ulum wal hikam mengenai fungsi dari niat sendiri. diantaranya adalah:

  1. Fungsi niat yang pertama adalah membedakan suatu ibadah dengan ibadah yang lain. Ibadah yang dilakukan orang Islam memang sangat banyak macamnya, namun semua ibadah yang benar adalah di dedikasikan hanya untuk Allah. Niat juga mampu membedakan antara niat dengan kebiasaan.
  2. Yang kedua adalah niat mampu membedakan tujuan seseorang dalam menjalankan ibadah. Apakah ibadah yang dilakukan ingin mengharapkan ridho dari Allah atau hanya sekedar ingin mendapatkan pahala dari Allah, atau hanya ingin mendapat keuntungan di dunia. Ibadah yang dilakukan sama, tujuannya berbeda. Yang mampu membedakan adalah niat.
  3. Selanjutnya niat bagaikan menulis sebuah surat, jika seseorang menuliskan alamat yang salah dalam surat tersebut maka surat juga tidak akan sampai ke tempat yang sebenarnya. Begitu juga dengan niat, jika dari awal niat tidak sesuai dengan aturan Allah maka seseorang tidak akan berjumpa dengan Allah.

BACA JUGA: 8 Tips Menjadi Muslim Yang Produktif

Dari sini dapat disimpulkan bahwa niat adalah kunci untuk seseorang melakukan amal.

Amal yang baik ataupun amal yang buruk itu tergantung juga dengan niatnya.

Meskipun yang dilakukan adalah hal yang baik tetapi jika niatnya buruk maka hal yang dilakukan akan ikut menjadi buruk pula.

Namun jika yang dilakukan tidak baik ternyata niatnya baik bisa saja itu terhitung baik dimata Allah.

Lalu kita sebagai orang muslim hendaknya menjaga hati agar terhindar dari niat yang buruk tersebut.

Ketika Niat Dicampur dengan Riya’

Salah satu tanda bahwa niat seseorang buruk adalah ketika niat dicampurkan dengan riya’.

Ada 3 macam keadaan dalam hal ini, diantaranya adalah niat utama yang mendorong seseorang berbuat sebuah amal merupakan sifat riya’ maka secara otomatis ibadahnya batal karena merupakan sebuah kesyirikan.

Yang kedua adalah ketika seseorang diawal melakukan ibadah berniatkan ikhlas namun ditengah ibadah muncul sifat riya’ maka terdapat 2 keadaan yaitu:

  1. Jika seseorang tersebut berusaha melawan riya’ maka riya’ tersebut tidak mempengaruhi amalannya
  2. Jika seseorang tersebut tidak melawan rasa riya’ sama sekali maka hukum ibadah bagian akhirnya tidak terbangun seperti bagian awalnya.

Jadi kesimpulannya jika sifat riya’ yang muncul di pertengahan tidak di lawan maka amalan nya batal.

Ketiga adalah di awal melakukan ibadah terdapat sifat riya’ namun diakhir ibadah riya’ tersebut tergantikan oleh sifat ikhlas.

Maka amalan yang dilakukan tidak menjadi batal. Perlu kita ketahui bahwa Islam mengajarkan adanya niat di setiap ibadah yang dilakukan.

Baik ibadah wudhu, sholat, haji, bahkan tidur pun ada niatnya.

Itulah alasannya mengapa niat termasuk rukun atau syarat sah nya suatu ibadah dan menempati posisi pertama di setiap ibadah yang dilakukan.

Pentingnya Mengenal Fungsi Niat yang Ikhlas dalam Setiap Amalan

Sebagai seorang muslim kita hendaknya harus membersihkan diri dan memfokuskan diri agar bisa untuk menjalankan amalan dengan niat yang benar.

Meskipun itu sangatlah sulit kita dituntut untuk bisa menjalankannya.

Karena itu, kita harus berusaha mulai dari sekarang. Adapun cara yang tepat agar seseorang bisa menjalankan amalan hanya untuk Allah adalah:

  1. Selalu ingat bahwa yang menciptakan kita adalah Allah, kita di dunia ini diperintahkan untuk menghamba hanya kepada Allah, ingat terhadap siksa Allah untuk orang-orang yang menjaga ibadah namun dengan salah niat. Dengan mindset yang demikian, seseorang akan sulit untuk salah niat.
  2. Senang menjalankan ibadah karena Allah bukan karena manusia. Salah satu contohnya adalah ketika seseorang sedang menjalankan ibadah zakat, ia lebih suka zakat secara sembunyi-sembunyi dan tidak senang menampakkan amal ibadahnya. Karena yang ia lakukan semata-mata hanya untuk Allah bukan mengharap sanjungan di dunia.
  3. Terdapat rasa khawatir bahwa amalnya akan ditolak oleh Allah jika mengharap selain kepada Allah. Dengan mindset yang demikian seseorang akan takut untuk berbuat riya’ sehingga menghindari hal-hal yang menyebabkan amalnya tidak diterima seperti riya’, atau mengungkit sesuatu yang pernah diberikan, dan sebagainya.
  4. Tidak suka dipuji meskipun sering berbuat baik, seseorang yang sudah memiliki mindset sedemikian rupa pasti memberikan segala pujian hanya untuk Tuhan, bukan untuk lainnya. Cara yang paling tepat untuk menghindari pujian adalah dengan beramal namun tidak menceritakannya kepada orang lain.
  5. Menata hati sebelum melaksanakan kebaikan. perlu kita sadari bahwa dalam menata hati terkadang gampang-gampang susah. Karena yang mampu membolak-balikan hati manusia hanyalah Allah. Jadi sebelum melaksanakan suatu kebaikan mari berdoa terlebih dahulu agar Allah mengizinkan hati kita selalu dalam keadaan yang baik dan tidak ingin riya’.
  6. Pasrah kepada Allah dan mohon pertolongan hanya kepada Allah. Ini adalah sikap seorang mukmin yang tidak sombong. Dengan menyerahkan segala hasil hanya kepada Allah seseorang akan bebas dari sikap riya’ dengki, sombong. Karena hanya mengharap ridho dari Allah.

Mungkin menata niat seperti yang kami sampaikan diatas terdengar sudah tidak asing dan bisa dilakukan dengan mudah.

Tetapi kenyataannya seseorang bisa saja terpeleset amal ibadahnya hanya karena salah niat.

Jadi mari kita berusaha untuk menjadi hamba Allah yang baik, ikhlas dalam mengerjakan suatu kebaikan, tidak meminta imbalan, dan yang paling penting niat hanya karena Allah SWT.

Itulah yang dapat kami sampaikan mengenai pentingnya mengenal fungsi niat pada kesempatan kali ini.

semoga kita termasuk salah satu orang yang mampu mengamalkannya!

Sampai bertemu di artikel selanjutnya!

Share:
Facebook
Twitter
Pinterest
LinkedIn
×