Arti dan Makna Man Arafa Nafsahu Faqad Arafa Rabbahu

Apa arti dari ungkapan man arafa nafsahu faqad arafa rabbahu? Sebagai umat Muslim pentingnya kita untuk mengenali diri sendiri sebelum mengenal Allah SWT.

Konsep diri juga disebut dengan pelajaran mengenal diri agar manusia dapat mengenali potensi, lingkungan dan bagaimana cara memecahkan persoalan hidup.

Islam meyakini bahwa setiap manusia diciptakan ke bumi agar dapat menguji siapa saja yang betul-betul beriman kepada Allah SWT dengan cobaannya.

Agar dapat menempuh setiap ujian kehidupan, perlunya keilmuan tentang diri seperti potensi diri.

Lantas bagaimana caranya bagi setiap diri manusia untuk menyadari potensi dirinya dan makna petuah tersebut?

Artikel ini akan membahas tentang konsep diri dan istilah man arafa nafsahu faqad arafa rabbahu.

Man Arafa Nafsahu Faqad Arafa Rabbahu 

Ungkapan hadits man arafa nafsahu faqad arafa rabbahu merupakan petuah yang terkenal di kalangan ulama tasawuf.

Berikut adalah lafal dan artinya.

من عرف نفسه، فقد عرف ربّه 

Man arafa nafsahu faqad arafa Rabbahu

Artinya: “Barangsiapa mengenal dirinya, maka ia mengenal Tuhannya.”  

Disebutkan dalam hadist berikut apabila seseorang mengenal dirinya siapa, perannya, dan tugasnya ketika dilahirkan ke bumi maka ia telah mengenal Tuhannya.

Lalu, apa makna yang sebenarnya ingin disampaikan kepada kita?

Makna Man Arafa Nafsahu Faqad Arafa Rabbahu 

man arafa nafsahu faqad arafa rabbahu
Sumber: pexels.com

Mengutip dari republika, manusia yang mengenali diri sendiri adalah manusia yang menemukan kunci untuk mengenali Allah SWT agar lebih dekat.

Dengan mengenali siapa diri sendiri yang sesungguhnya, niscaya seorang hamba akan senantiasa bersyukur terhadap pemberian Allah.

Dalam agama Islam juga menyebutkan bahwa sifat yang terdapat dalam manusia adalah kebalikan dari sifat-sifat Allah SWT.

Misalnya, eksistensi manusia yang bersifat sementara, sedangkan Allah SWT punya sifat baqa’ atau kekal selama-lamanya.

Status Hadist Man Arafa Nafsahu Faqad Arafa Rabbahu 

Petuah yang berisikan makna siapa saja yang mengenal dirinya maka ia dapat mengenal Tuhannya tentu banyak dipertanyakan status hadits oleh kalangan umat muslim.

Ada sebagian yang menganggap bahwa ungkapan tersebut adalah hadits dari Nabi sementara ada ulama yang berpendapat bahwa status hadits tersebut maudhu’ atau lemah.

Mengutip dari pendapat An-Nawawi dari laman NU inilah pendapat terkait tinjauan hadits tersebut.

وَقَدْ سُئِلَ عَنْهُ النَّوَوِيُّ فِي فَتَاوِيهِ فَقَالَ : إِنَّهُ لَيْسَ بِثَابِتٍ. 

Artinya, “Imam Nawawi pernah ditanya terkait ungkapan tersebut di dalam kumpulan fatwanya, lantas ia menjawab, ‘Ungkapan itu tidak mempunyai validitas sebagai hadits Nabi,’” (Lihat Imam As-Suyuthi, Al-Hawi lil Fatawa, Beirut, Darul Fikr, 2004, juz II, halaman 288).

Sebagian besar ulama yang meninjau status hadits tersebut menyebutkan bahwa petuah tersebut merupakan perkataan dari ulama sufi terkenal yaitu Yahya bin Muadz Ar-Razi.

Sehingga dengan adanya keterangan tersebut memberikan gambaran kepada kalangan muslim untuk berhati-hati menganggapnya sebagai hadits Nabi.

Sah saja bagi muslim untuk memaknai isi kandungannya tetapi perlu menjelaskan bahwa ungkapan tersebut bukanlah hadits dari Rasulullah SAW.

Cara Mengenali Diri Sendiri dalam Islam

Agar dapat memaknai ungkapan tersebut sebagai pedoman dalam menjalankan ketaatan kepada Allah SWT, kita perlu tahu upaya apa saja dalam cara mengenali diri sendiri dalam Islam.

Dalam Islam upaya mengenal diri dan Allah disebut dengan ma’rifat sebagaimana menjadi sumber ketentraman dalam hidup.

Inilah beberapa cara mengenali diri sendiri dalam Islam yang patut muslim ketahui.

1. Muhasabah

Cara mengenali diri sendiri yang pertama adalah dengan melakukan muhasabah diri.

Muhasabah berarti merenung, melakukan instropeksi, serta berupaya mengenal apa yang diri kita lakukan dan perbuat sejauh ini.

Sikap muhasabah juga menjadi salah satu upaya dalam penghisaban diri.

Kita bisa melakukan muhasabah kapan saja dan dimana saja, dengan merefleksikan kehidupan apakah sudah sesuai dengan keinginan Allah SWT atau belum.

2. Mengenal Asal Muasal Kehidupan

Cara mengenali diri sendiri sebelum mengenal Allah SWT berikutnya adalah mengenal terlebih dahulu asal muasal kehidupan.

Setiap diri manusia memiliki potensi dan fitrah untuk mengenal apa saja kebesaran Sang Maha Pencipta.

Salah satunya adalah dengan memahami bagaimana sumber kehidupan berasal, misalnya manusia yang tercipta dari peristiwa biologis yang tadinya belum ada menjadi ada berkat kuasa Allah SWT.

3. Menyadari Kelemahan Diri

Kemudian cara mengenali diri sendiri yang perlu dilakukan adalah mengenal apa saja kelemahan diri.

Manusia yang tidak dapat mengenal dirinya bisa saja merasa dapat melakukan apa pun dan bersifat sombong, dengki dan iri hati.

Sementara manusia yang menyadari bahwa dirinya bukanlah siapa-siapa, tidak memiliki satupun kekuatan kecuali atas izin Allah SWT akan menyadari kelemahan diri.

Dengan menyadari kelemahan diri manusia yang tidak tahu apa-apa, kemudian selalu lupa dan sibuk dengan urusan dunia Insya Allah akan mengenal Dzat Yang Maha Kuasa.

4. Ingat Tujuan Diciptakan

Setelah menyadari bagaimana asal muasal kehidupan sebagai muslim kita patut tahu apa tujuan diri diciptakan.

Dalam surat Adz-Dzariyat ayat 56 firman Allah SWT menjelaskan manusia dan jin adalah makhluk yang Allah SWT ciptakan untuk beribadah kepada-Nya.

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْاِنْسَ اِلَّا لِيَعْبُدُوْنِ

Artinya: “Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku.”

Dengan mengingat tujuan penciptaan manusia akan mengenal siapa dirinya di hadapan Penciptanya serta mendapatkan keilmuan bagaimana beribadah yang benar sesuai petunjuk-Nya.

Nah itulah arti dan makna dari ungkapan man arafa nafsahu faqad arafa rabbahu, semoga dapat menginspirasi pembaca.

Jika suka dengan artikel berikut sebarkan link artikel kepada orang-orang terdekat yang membutuhkannya.

Baca artikel menarik, informatif dan terbaru lainnya di Blog Evermos.