Langkah-Langkah dan Cara Memulai Usaha Dropshipper

Jika ingin membuat usaha sendiri tanpa memproduksi barang sendiri, maka usaha dropshipper merupakan salah satu alternatif cara yang bisa diterapkan. Usaha dropshipper hampir mirip dengan bisnis reseller. Sistemnya adalah pihak dropshipper tidak perlu menyimpan stok barang maupun mengirimkan barang ke pembeli atau pemesan. Pihak dropshipper hanya berperah sebagai penerus pesanan dari pembeli ke pihak supplier barang.
Cara Usaha Dropshipper
Jika tertarik dengan usaha dropshipper, berikut adalah penjelasan lengkap mengenai cara-cara untuk memulai usaha dropshipper yang bisa diikuti:

  1. Menentukan produk apa yang ingin dijual

Sebelum bisa memulai usaha dropshipper, langkah pertama yaitu menentukan produk apa yang ingin dijual. Biasanya, langkah pertama inilah yang membuat banyak orang bingung dan malah mengurungkan niatnya. Untuk bisa menjalani usaha dropshipper yang sustainable, tentu produk yang dijual juga harus tepat dan berpeluang besar.
Beberapa tips mengenai penentuan produk ini diantaranya jangan terlalu banyak menjual berbagai macam produk atau fokus ke jenis produk tertentu saja, spesifik mengenai produk yang dijual, sustainable, memiliki tingkat permintaan yang tinggi, legal, tidak mudah rusak saat proses pengiriman, simpel, serta tidak memiliki banyak kompetitor yang berskala dan berpengaruh besar.

  1. Menentukan target yang akan membeli produk tersebut

Jika sudah menentukan produk apa yang ingin dijual, langkah berikutnya yaitu menentukan target pembeli yang kemungkinan akan membeli produk tersebut. Tentukan target yang spesifik, atau disebut juga dengan buyer persona. Tentukan jenis kelamin, usia, hobi, serta faktor-faktor lainnya yang dimiliki oleh target pembeli. Misalnya menjual pakaian untuk wanita berusia 20 hingga 30 tahun yang menyenangi pakaian jenis kasual.
Hal ini tentu bukan sesuatu yang bisa disepelekan. Pengetahuan mengenai target pembeli akan membantu dalam pemasaran produk agar bisa lebih fokus terhadap target pembeli. Jangan sampai produk yang dijual malah dipasarkan ke target yang tidak akan tertarik untuk membeli produk tersebut.

  1. Membuat analisis mengenai kompetitor yang ada

Salah satu tips dalam memilih produk yang telah disebutkan sebelumnya yaitu menghindari memilih produk yang memiliki banyak kompetitor dengan pengaruh dan skala yang besar atau raksasa. Meskipun sudah memilih produk yang tepat, kompetitor akan selalu ada, meskipun tidak selalu raksasa. Kompetitor kelas kecil dan menengah ini tentu bukanlah faktor yang bisa dihiraukan begitu saja.
Sebelum memulai bisnis dropshipper, analisis mengenai kompetitor yang ada juga harus dilakukan terlebih dahulu. Cari tahu dan pelajari mengenai produk milik kompetitor, bagaimana cara mereka melakukan pemasaran, dan cari tahun kesalahan yang pernah mereka lakukan serta cara mengatasinya. Hal ini akan berguna saat hal yang sama juga terjadi.

  1. Mencari dan memilih supplier produk yang tepat

Karena tidak membuat dan memproduksi produk sendiri, bisnis dropshipper sangat berpengaruh terhadap supplier produk. Karena itulah penting untuk bisa mencari dan memilih supplier produk yang tepat. Dalam tahap ini, pengusaha dropshipper harus bisa mencari supplier yang terbaik dari berbagai pengusahan lainnya.
Beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan dalam memilih supplier misalnya memilih supplier yang dapat merespons dengan cepat, menawarkan produk yang bagus dengan harga murah, pembagian komisi jelas, terpercaya, lokasinya cukup dekat, memiliki stok barang yang cukup, dan bisa memberikan harga khusus yang lebih rendah untuk dropshipper. Hal ini bisa didapatkan dengan cara mencari supplier di media yang tepat.

  1. Memulai kerjasama dengan supplier dan menentukan harga jual produk

Jika sudah menemukan supplier yang cocok dengan produk yang akan dijual, langkah selanjutnya yaitu memulai kerjasama dengan supplier dan menentukan harga jual produk. Ada beberapa supplier yang mewajibkan dropshipper untuk menjual produknya dengan harga yang sudah ditentukan. Hal ini bertujuan agar harga pasar produk tersebut tidak jatuh.
Jika memiliki kebebasan untuk menentukan harga jual produk, strategi yang tepat harus diterapkan. Biasanya, keuntungan sebesar 10 hingga 20 persen sudah cukup untuk setiap produk yang dijual. Namun, analisis mengenai harga jual di pasaran juga harus diperhatikan agar produk yang dijual bisa menarik dan laku di pasaran.

  1. Membuat analisis dan evaluasi ulang sebelum penjualan produk

Sebelum memulai usaha dropshipper, ada baiknya jika Anda juga membuat analisis dan evaluasi ulang sebelum penjualan produk. Hal ini penting untuk bisa mengurangi kerugian akibat usaha dropshipper yang gagal. Perhatikan apakah Anda sudah memenuhi beberapa syarat, seperti produk yang dijual memang memiliki banyak permintaan di pasar, berpeluang untuk dijual secara online, dan memiliki target pasar yang jelas.
Jika memang diperlukan, pengetesan atau percobaan juga bisa dilakukan. Caranya adalah dengan mencoba menjual produk tersebut ke teman atau keluarga terdekat atau di lingkungan yang lebih sempet terlebih dahulu. Jika sukses, maka usaha ini bisa diteruskan ke lingkup yang lebih luas.

  1. Menentukan nama dan identitas brand

Pengusaha dropshipper memang tidak memproduksi produknya sendiri, melainkan mengambil dari supplier. Namun hal ini tidak menjadi halangan untuk bisa menentuka nama dan identitas brand sendiri. Brand yang dimaksud di sini adalah pengalaman yang didapatkan pelanggan saat membeli produk atau berbisnis dengan suatu perusahaan. Identitas brand misalnya tanggapan masyarakat terhadap brand Apple yang mewah.
Identitas brand dari produk yang dijual juga sangat didukung oleh nama brand yang kuat dan tepat. Karena itulah penentuan nama brand tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Nama brand ini akan terus melekat selama bisnis dropshipper ini berjalan.

  1. Memilih media yang tepat untuk pengiklanan produk yang akan dijual

Langkah berikutnya yaitu memulai penjualan dengan cara memilih media yang tepat untuk pengiklanan produk yang dijual. Di masa sekarang, sudah banyak pengusaha dropshipper yang memilih media online untuk menjual produknya. Media seperti instagram, facebook, marketplace online, dan lain-lain bisa juga dimanfaatkan dengan mudah.
Untuk bisa menarik lebih banyak pembeli, sesuaikan media promosi ini dengan target pembeli yang sudah ditentukan di awal. Sertakan foto dan deskripsi produk yang tepat dan menarik. Berikan detail yang diperlukan oleh calon pembeli, mulai dari ukuran barang, warna, golongan, harga, serta deskripsi lainnya.

  1. Memulai berjualan dan menangani pembeli dengan tepat

Langkah terakhir yang bisa dilakukan oleh pengusaha dropshipper yaitu memulai berjualan dan menangani pembeli dengan tepat. Dalam menangani pembeli, pengusaha dropshipper sebaiknya bersikap ramah dan tegas. Tentukan syarat dan ketentuan yang harus dipenuhi oleh pembeli agar tidak rugi, seperti membaca deskripsi produk sebelum membeli, ketentuan pembayaran, dan lain-lain. Hal ini juga akan mencegah Anda dari mengalami stress.
Pembeli yang mengalami pengalaman yang menyenangkan saat membeli barang tentu berpotensi besar untuk menjadi pelanggan tetap. Karena itulah penting untuk bisa membuat pembeli tetap senang namun tetap tegas dan memenuhi aturan yang telah ditetapkan.
Demikian penjelasan mengenai cara memulai usaha dropshipper. Semoga uraian tadi bisa bermanfaat.

×