Inilah Klasifikasi Bisnis Berdasarkan Kegiatannya

Kita seringkali mendengar istilah bisnis. Mulai dari bisnis yang menjualkan produk kepada orang lain dan bertujuan untuk mendapatkan keuntungan. Hingga bisnis kekinian yang menggunakan sistem online. Sudahkah Anda mengetahui apa saja klasifikasi bisnis berdasarkan kegiatannya?

Mungkin sebagian besar dari Anda berpikir bahwa bisnis sekadar menjualkan barang saja dari hasil produksi sendiri, namun ternyata ada begitu klasifikasi bisnis berdasarkan kegiatannya.

Melansir dari Tribunnews.com, rasio kewirausahaan Indonesia mencapai 3,47% yang artinya masih begitu kecil ketimbang negara-negara lain di dunia.

Jumlah Usaha Mikro Kecil dan Menengah atau UMKM di Indonesia per 2021 masih sebanyak 64,2 juta unit, sementara menurut Global Entrepreneurship Index 2019, Indonesia masuk peringkat 74 dari 137 negara.

Padahal salah satu model bisnis seperti UMKM memiliki peranan besar terhadap kontribusi perekonomian suatu negara, sehingga menjadi hal yang dibutuhkan dan selalu ada.

Bagi Anda yang ingin memperdalam wawasan mengenai bisnis, artikel berikut akan menjelaskan klasifikasi bisnis berdasarkan kegiatannya, simak terus sampai habis.

Pengertian Bisnis

klasifikasi bisnis berdasarkan kegiatannya
sumber : pexels.com

Jika saat ini Anda sudah memiliki bisnis, Admin ucapkan selamat karena sebagian besar masih banyak yang menginginkan memiliki usaha tersendiri.

Bagi Anda yang masih mencari, berupaya dan ikhtiar dalam mencari tahu bisnis itu apa dari pengertian, jenis dan klasifikasi bisnis berdasarkan kegiatannya tidak perlu khawatir.

Dengan mengenal istilah bisnis, Anda akan mempelajari dasar bisnis dan menjadi lebih mantap untuk memulai bisnis.

Berikut adalah istilah bisnis menurut para ahli yang Admin rangkum dari berbagai sumber,

1. Hopper

Menurut pakar ahli bisnis merumuskan bahwa bisnis adalah segala dan keseluruhan kompleksitas yang ada pada berbagai bidang seperti penjualan dan industri. Industri yang dimaksud meliputi industri dasar, industri pembuatan, industri manufaktur dan jaringan, distribusi, perbankan, asuransi, transportasi dan seterusnya.

Industri tersebut memiliki peran untuk melayani dan memasuki secara utuh dunia bisnis secara menyeluruh.

2. Merriam Websters

Salah satu pendiri dari perusahaan Amerika Serikat yang menerbitkan ensiklopedia dan kamus, George Merriam mengemukakan pendapat mengenai istilah bisnis. Baginya bisnis adalah suatu aktivitas pembuatan, pembelian atau penjualan barang dan jasa yang kemudian dipertukarkan dengan uang.

Hal ini meliputi kerja atau aktivitas yang merupakan bagian dari pekerjaan bisnis, jumlah aktivitas yang telah diselesaikan dari sebuah toko, perusahaan, pabrik dan lainnya.


FB Group Blog

3. Griffin & Elbert

Keduanya merupakan penulis dari buku Pengantar Bisnis dan memiliki nama lengkap yaitu Ronald J. Ebert dan Ricky W. Griffin. Mereka berpendapat mengenai istilah bisnis sebagai organisasi yang menyediakan barang atau jasa dengan maksud mendapatkan laba atau keuntungan.

4. Professor Owen

Sir Richard Owen yang disebut sebagai Prof Owen sebagai seorang biologis, anatomis komparatif dan paleontologis mengistilahkan bisnis sebagai sebuah perusahaan. Baginya, bisnis adalah sebuah perusahaan yang berhubungan dengan produksi dan distribusi barang-barang untuk dijual ke pasaran ataupun memberikan harga pada setiap jasanya.

5. Business Dictionary

Berdasarkan kamus bisnis, bisnis adalah sebuah organisasi atau sistem ekonomi di mana barang dan jasa dipertukarkan menjadi bentuk lain atau uang.Bisnis juga membutuhkan investasi serta pelanggan yang cukup untuk menjual produk keluarannya dalam kuantitas tertentu untuk menghasilkan keuntungan. Bisnis bisa dimiliki secara pribadi, bukan untuk keuntungan pribadi.

6. Steinford

Pakar bisnis Steinford mengatakan bahwa bisnis adalah sebuah lembaga dimana memproduksi sebuah barang dan jasa yang dibutuhkan oleh masyarakat. Hukum ekonomi juga akan berlaku apabila permintaan semakin tinggi maka barang yang disediakan terbatas dan harga meningkat, begitupula sebaliknya.

Kita dapat mengambil kesimpulan bahwa bisnis adalah suatu kegiatan yang sengaja dibuat untuk menjual barang atau jasa kepada konsumen untuk mendapatkan laba atau keuntungan.

Tujuan Berbisnis

Berbicara mengenai tujuan berbisnis, bukan hanya keuntungan yang menjadi patokan dari berbisnis, akan tetapi ada berbagai macam tujuan lain yang dapat kita tempuh dengan berbisnis.

Inilah beberapa tujuan berbisnis yang menjadi alasan seseorang untuk melakukan bisnis,

  • Ingin mensejahterakan keluarga
  • Memenuhi berbagai macam kebutuhan
  • Agar dapat terkenal sebagai pebisnis atau figur pengusaha di kalangan masyarakat
  • Supaya bisa mandiri secara finansial
  • Memperoleh simpati dan lainnya
  • Bisa belajar hal baru dari kesempatan yang ada

Klasifikasi Bisnis

Setelah Anda mengetahui pengertian dari bisnis kemudian tujuan dari bisnis apa saja, inilah waktu yang tepat untuk mengetahui klasifikasi bisnis berdasarkan kegiatannya.

Melihat dari bentuk bisnis sendiri yaitu ada yang berbentuk menyediakan barang yang dibutuhkan masyarakat atau melayani masyarakat dengan jasa yang dibutuhkannya.

Agar tidak salah kembali, mari kita simak apa saja klasifikasi bisnis berdasarkan kegiatannya untuk mencapai keuntungan merangkum berbagai sumber:

1. Manufaktur

klasifikasi bisnis berdasarkan kegiatannya
sumber : pexels.com

Klasifikasi bisnis manufaktur berdasarkan kegiatannya yaitu dengan memproduksi produk dari barang yang 

berasal dari bahan baku atau komponen. 

Industri manufaktur juga akan menjualkan produk tersebut untuk mendapatkan keuntungan.

Umumnya produk yang dihasilkan berasal dari barang baku hingga setengah jadi atau dari barang setengah jadi menjadi barang jadi.

Contoh bisnis manufaktur di Indonesia:

  • Industri otomotif,
  • Perusahaan tekstil dan garmen,
  • Industri Elektronik seperti Sony, LG, Oppo, Smartfren dan sebagainya,
  • Bisnis makanan dan minuman
  • Industri kayu, kulit dan kertas contohnya Alam Karya Tunggal Tbk
  • Industri Minyak, kimia dan plastik yaitu Holcim Industry Tbk. Indocement Tunggal Prakarsa.

2. Bisnis Pengecer dan Distributor

Klasifikasi bisnis pengecer dan distributor berdasarkan kegiatannya adalah berperan sebagai perantara antara produsen dengan konsumen.

Seringkali di zaman sekarang kita menyebutnya dengan reseller atau pengecer yang terlibat langsung dengan supplier atau pembuat barang,

Contoh bisnis pengecer dan distributor di Indonesia: 

  • PT Indofood, memproduksi makanan seperti mie instan
  • Gudang Garam, memproduksi rokok,
  • Produk semen, 
  • PT Indomarco Prismatama yang bergerak sebagai produk kebutuhan rumah tangga dan makanan
  • Perusahaan Gas Negara (PGN)
  • Unilever, memproduksi barang serbaguna untuk keperluan rumah tangga

3. Bisnis Pertanian

Indonesia yang kaya akan sumber daya alam meliputi perkebunan, hutan, perikanan dan sebagainya menjadikan pusat ekosistem yang baik bagi bisnis sektor pertanian.

Klasifikasi bisnis pertanian berdasarkan kegiatannya meliputi segala macam aktivitas manusia dalam memanfaatkan sumber daya hayati yang tersedia untuk dijadikan sebagai bahan pangan, sumber energi, pengelolaan lingkungan hidup, dan pengadaan bahan baku industri.

Contoh dari bisnis pertanian yang bisa di temukan di Indonesia,

  • Bisnis bibit tanaman,
  • Budidaya rempah-rempah, 
  • Bisnis buah dan sayuran organik,
  • Bertani padi, 
  • Bisnis budidaya tanaman hias,
  • Budidaya tanaman hidroponik,
  • Bisnis tanaman obat-obatan

4. Bisnis Pertambangan

klasifikasi bisnis berdasarkan kegiatannya
sumber : pexels.com

Mungkin kita lebih mengenal dengan hasil daripada produksi industri pertambangan itu sendiri, seperti emas, batubara, intan, dan sebagainya.

Namun, yang menjadi klasifikasi bisnis pertambangan berdasarkan kegiatannya yaitu meliputi usaha pencarian, penyelidikan, penambangan, pengolahan dan penjualan barang tambang.

Menurut Peraturan Menteri ESDM Nomor 26 Tahun 2018 usaha pertambangan adalah kegiatan dalam rangka pengusahaan Mineral atau Batubara yang meliputi tahapan kegiatan Penyelidikan Umum, Eksplorasi, Studi Kelayakan, Konstruksi, Penambangan, Pengolahan dan atau Pemurnian, Pengangkutan dan Penjualan serta pascatambang.

Contoh dari bisnis pertambangan yang bisa di temukan di Indonesia,

  • PT. Pertamina (Persero) memproduksi bahan bakar minyak, pelumas, gas, dan sebagainya.
  • PT. Kaltim Prima Coal produksi Tambang Batu Bara,
  • PT. Freeport Indonesia, memproduksi tambang emas terbesar di dunia,
  • PT. Agincourt Resource, 
  • PT. Vale Indonesia, Tbk produksi nikel,
  • Adaro Indonesia, pertambangan batu bara di Indonesia.
  • Perusahaan Berau Coal, produksi batu bara di Indonesia,
  • Kideco Jaya Agung, perusahaan terbesar memproduksi batu bara,
  • PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) batubara,
  • PT. Bukit Asam Tbk (PTBA)

5. Bisnis Finansial

Kemudian bisnis yang sempat menjadi tren dan digandrungi oleh masyarakat kekinian seperti bisnis pinjaman online, pinjaman koperasi merupakan termasuk bisnis finansial.

Secara bahasa financial atau keuangan berarti bagaimana mengatur uang masuk dan keluar dalam suatu usaha atau lembaga, dan bisnis ini ditujukan untuk menghasilkan keuntungan.

Bisnis finansial sendiri tidak hanya mencakup pada bisnis peminjaman uang saja, tetapi ada begitu banyak macamnya.

Mulai dari bisnis pinjam tunai, koperasi simpan pinjam, perusahaan leasing dan kredit barang, dan sebagainya.

Berikut ini contoh dari bisnis finansial yang bisa di temukan di Indonesia,

  • PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
  • PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk
  • PT Bank Central Asia Tbk
  • PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
  • PT Bank CIMB Niaga Tbk
  • PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
  • PT Bank OCBC NISP Tbk
  • PT BPD Jawa Barat dan Banten Tbk
  • PT Bank BRI Syariah Tbk
  • PT Bank BNI Syariah
  • PT Mandiri Taspen

6. Bisnis Jasa

Seperti yang dikatakan sebelumnya, bisnis tidak hanya melulu mempromosikan barang dagangan untuk di beli, jika ada pelayanan yang dibutuhkan masyarakat bertujuan mendapat keuntungan maka hal tersebut juga disebut dengan bisnis.

Klasifikasi bisnis jasa berdasarkan kegiatannya adalah bidang bisnis yang menjual dan menawarkan produk dalam bentuk pelayanan jasa.

Kegiatannya meliputi pelayanan jasa yang dibutuhkan oleh konsumen untuk menghasilkan produk tertentu kemudian dijualkan kepada konsumen agar dapat keuntungan.

Berikut ini contoh dari bisnis jasa yang bisa di temukan di Indonesia,

    • Bisnis Jasa Titip beli produk seperti Evermos,
    • Bisnis Online seperti Evermos, atau berjualan produk di marketplace,
    • Buka Jasa terjemah bahasa asing,
    • Jasa fotografi,
    • Event Organizer,
    • Wedding Organizer,
    • Jasa les privat,
    • Jasa babysister
    • Jasa pembersih rumah, 
    • Jasa freelance writer dan desain

7. Bisnis Real Estate atau Properti

klasifikasi bisnis berdasarkan kegiatannya
sumber : pexels.com

Pernahkah Anda melihat iklan-iklan atau baligo yang menawarkan hunian nyaman dan asri, lengkap dengan fasilitas dan harga DP yang menggiurkan? Itulah bentuk dari bisnis real estate.

Klasifikasi bisnis real estate berdasarkan kegiatannya meliputi kegiatan jual beli tanah sekaligus bangunan yang ada di atasnya.

Bisnis yang satu ini menawarkan perumahan, gudang, bangunan, kondominium, apartemen, gedung perkantoran, ritel, pabrik dan sebagainya.

Inilah contoh dari bisnis jasa yang bisa di temukan di Indonesia,

  • Agung Podomoro Land, Tbk
  • Armidian Karyatama, Tbk
  • Alam Sutera Reality, Tbk
  • Bekasi Asri Pemula, Tbk
  • Bhakti Agung Propertindo, Tbk
  • Bumi Citra Permai, Tbk
  • Bekasi Fajar Industrial Estate, Tbk
  • Binakarya Jaya Abadi, Tbk
  • Bhuwanatala Indah Permai, Tbk

Tentunya masih banyak lagi sektor bisnis yang dapat kita jadikan sebagai klasifikasi atau pengelompokkan beserta aktivitas bisnisnya.

Demikianlah informasi mengenai klasifikasi bisnis berdasarkan kegiatannya yang dapat Admin sampaikan, semoga bermanfaat untuk Anda.

Sebarkan juga artikel berikut melalui platform media sosial dengan share link kepada orang-orang terdekat Anda yang membutuhkannya.

Untuk membaca artikel menarik dan informatif lainnya, kunjungi Blog Evermos.

×