Kisah Nabi Nuh AS dan Kesabarannya Menyeru Bani Rahib yang Zalim

Kisah Nabi Nuh AS patut diteladani oleh setiap muslim. Nabi Nuh AS termasuk dalam Nabi yang mendapatkan gelar ulul azmi. Ulul Azmi berarti gelar spesial yang diberikan kepada beberapa Nabi dan Rasul yang memiliki ketabahan dan kesabaran yang luar biasa.

Nabi Nuh AS menjadi Nabi pertama yang mendapatkan wahyu dan diwajibkan menyampaikan kepada para umatnya.

Dalam kisah Nabi Nuh singkat, Nabi Nuh AS diperintahkan untuk membuat bahtera yang besar dan mengajak kaumnya untuk naik agar selamat.

Meski terdapat banyak penolakan dan hinaan, Nabi Nuh AS tetap konsisten dalam berdakwah.

Sebagai muslim, perlunya bagi kita untuk mengenal kisah Nabi Nuh, para Nabi dan Rasul lainnya agar dapat diteladani.

Terutama bagi anak-anak yang masih belajar untuk mengenal Nabi sebagai sejarah dari perjuangan Islam.

Lalu seperti apa Kisah teladan Nabi Nuh lengkap dari lahir sampai wafat? Inilah kisah Nabi Nuh AS singkat yang bisa diceritakan kepada sang anak.

Kisah Nabi Nuh Singkat

Kisah Nabi Nuh AS

kisah nabi nuh
Sumber: unsplash.com

Cerita tentang Kisah Nabi Nuh AS bermula ketika Allah SWT menciptakan Nabi Nuh bin Lamik bin Mutausyalak bin Akhnuj.

Perolehan nama Nuh dari bahasa Syria yang artinya adalah bersyukur. 

Selain menjadi Nabi dan Rasul yang mendapat gelar Ulul Azmi, Nabi Nuh juga mendapat gelar sebagai abdussyakur.

Gelar tersebut sesuai dengan surat Al-Isra ayat 3,

“[Yaitu] anak cucu dari orang-orang yang Kami bawa bersama-sama Nuh. Sesungguhnya dia adalah hamba [Allah] yang banyak bersyukur,” bunyi terjemahan surat Al-Isra ayat 3.

Kisah Nabi Nuh Berdakwah ke Bani Rasib

kisah nabi nuh
Sumber: unsplash.com

Nuh AS diutus oleh Allah SWT untuk menyerukan tauhid kepada Bani Rasib yang telah tersesat dalam kemusyrikan.

Bani Rasib merupakan penduduk kota Al-Karak, sebelah timur Laut Mati, ada juga ulama yang mengatakan mereka tinggal di daerah Palestina.

Kemusyrikan yang dilakukan oleh Bani Rasib yaitu dengan menyembah 5 patung berhala.

Patung tersebut memiliki nama Wadd, Suwa, Yagus, Ya’uq, dan Nasr yang merupakan murid dari Nabi Idris sebelumnya.

Beliau berdakwah selama 950 tahun lamanya agar Bani Rasib mau menyembah Tuhan yang Maha Esa yaitu Allah SWT.

Akan tetapi, seruan tersebut ditolak mentah-mentah oleh Bani Rasib.

Tak sedikit dari para pembesar Bani Rasib menghasut penduduknya dengan berkata Nabi Nuh AS adalah pendusta dan sesat.

Meski banyak penolakan dan hinaan dari kaumnya, Nabi Nuh AS tidak menyerah untuk berdakwah.

Bani Rasib juga tidak menganggap Nuh AS sebagai utusan Allah SWT dan seorang rasul.

Menurut riwayatnya, jumlah pengikut Nabi Nuh S tidak lebih dari 80 orang. 

Para pengikut Nabi Nuh AS terdiri dari orang-orang miskin dan lemah.

Pembicaraan mereka Allah SWT abadikan dalam Kitab Suci Al-Quran surat Hud ayat 32 yang berbunyi,

“Mereka berkata “Hai Nuh, sesungguhnya kamu telah berbantah dengan kami, dan kamu telah memperpanjang bantahanmu terhadap kami, maka datangkanlah kepada kami azab yang kamu ancamkan kepada kami, jika kamu termasuk orang-orang yang benar’.” 

Kemudian Allah SWT memerintahkan Nabi Nuh AS untuk membuat bahtera atau kapal sangat besar untuk menghindarkan Nabi Nuh AS dan orang-orang Bani Rasib dari bencana hebat.

Kisah Nabi Nuh dan Bahteranya

kisah nabi nuh
Sumber: unsplash.com

Allah SWT memerintahkan Nuh AS membuat bahtera atau kapal sangat besar untuk mengangkut orang-orang yang mau beriman dan sepasang hewan.

Ketika Nabi Nuh AS dan para pengikutnya membuat kapal, Bani Rasib yang kafir mulai mencemooh apa yang mereka lakukan.

Nabi Nuh berkata kepada mereka yang mencemoohnya, “Jika sekarang kalian mengejekku dan orang-orang yang bersamaku, sebentar lagi kami akan mengejek kalian karena aku tahu siksaan dan kebinasaan yang bakal menimpa kalian sehingga kalian tahu siapa yang akan ditimpa siksaan yang menghinakan di dunia seperti siksaan yang kekal akan menimpa di akhirat.”

Usai bahtera dibuat, Nuh AS dan para pengikutnya menyiapkan perbekalan.

Nabi Nuh berkata kepada pengikutnya untuk menaiki kapal sambil menyebut nama Allah di waktu berlayar dan berlabuh.

Allah berfirman, “Maka Kami bukakan pintu-pintu langit dengan air yang tercurah. Kami jadikan bumi memancarkan beberapa mata air, lalu bertemulah air-air itu untuk suatu urusan yang sungguh telah ditetapkan.”

Hujan pun turun selama empat puluh hari empat puluh malam lamanya yang membuat bencana banjir besar melanda kota-kota dan desa.

Hari itu, tidak ada tempat berlindung dari banjir yang amat dahsyat, selain bahtera Nabi Nuh AS yang terisi penuh orang beriman dan makhluk lainnya berpasang-pasangan yang diselamatkan Nabi Nuh atas perintah Allah SWT.

Kisah Nabi Nuh dan Anaknya

kisah nabi nuh
Sumber: unsplash.com

Kan’an merupakan anak Nabi Nuh AS yang tertua yang durhaka kepada ayahnya sendiri.

Ketika Nabi Nuh AS berdakwah, Kan’an berpura-pura menjadi orang yang beriman.

Saat bencana air bah datang, Kan’an yang munafik tersebut tidak ingin ikut ke dalam bahtera kapal walaupun Nuh AS, ayahnya memintanya.

Naas, ketika terjadi peristiwa banjir dahsyat tersebut Kan’an, anak Nabi Nuh AS tidak mau menaiki bahtera dan mencari perlindungan dari air bah.

Dalam buku 25 Kisah Nabi & Rasul karya Aan Wulandari, Nabi Nuh memanggil anaknya, “wahai anakku naiklah ke kapal bersama kami. Janganlah kamu bersama-sama orang yang kafir.”

Kan’an menjawab, “Aku akan mencari perlindungan ke gunung yang dapat menyelamatkanku dari bah.” 

Nabi Nuh lantas menjawab, “tidak ada yang melindungi dari azab Allah pada hari ini selain Allah Yang Maha Penyayang”.

“Dan gelombang menjadi penghalang antara keduanya, maka jadilah anak itu termasuk yang ditenggelamkan,” (QS Hud:42-43)

Karena sikap keras kepala anaknya, Kan’an pun tenggelam bersama Bani rasib yang zalim.

Hikmah dari Kisah Nabi Nuh

Dari kisah Nabi Nuh singkat di atas, kita dapat mengambil hikmah atau pelajaran yang bisa dipetik dari Nabi Nuh AS.

1. Meningkatkan keimanan kepada Allah SWT

Sebagai muslim, kita perlu untuk meningkatkan keimanan kepada Allah SWT.

Keimanan yang lemah akan mengakibatkan kurangnya rasa bersyukur kita terhadap apa yang Allah berikan.

Sehingga kita akan sulit untuk beribadah kepada Allah SWT sebagaimana menjadi tujuan dari penciptaan manusia.

Hal ini disebutkan dalam firman Allah SWT surat Ad-Dzariyat ayat 56 yaitu,

“Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku”.

Kita bisa meningkatkan keimanan dengan memahami dan meneladani dari kisah para nabi termasuk kisah Nabi Nuh.

2. Senantiasa bersabar terhadap ujian

Pada dasarnya manusia adalah makhluk yang lemah ketika berhadapan dengan ujian dan cobaan.

Namun, Allah SWT berjanji akan memberikan pahala yang lebih kepada mereka yang mau bersabar.

Oleh sebab itu, kita mesti bersabar terhadap ujian yang ada karena Allah SWT hanya akan membebani seseorang berdasarkan kemampuannya.

Sama halnya ketika Nabi Nuh AS yang berdakwah selama 950 tahun namun tetap bersabar untuk menghadapi kaumnya.

3. Selamatnya seseorang bukan karena keturunan

Kisah Nabi Nuh meski singkat menjelaskan bahwa selamatnya seseorang tidak disebabkan karena faktor keturunan.

Meski Kan’an adalah anak Nabi Nuh AS semulia apapun keturunannya jika dirinya sendiri tidak memutuskan untuk beriman maka tetap tidak akan selamat.

Karena di hari akhirat kelak, Allah SWT akan mengadili seluruh makhluk-Nya berdasarkan amalannya masing-masing.

Itulah Kisah Nabi Nuh singkat dan lengkap dari lahir sampai wafat yang dapat disampaikan.

Semoga kita semua dapat meneladani keteguhan iman dan kesabaran Nabi Nuh AS dan kisah teladan nabi-nabi lainnya.

Sebarkan ulasan berikut kepada orang-orang terdekat yang membutuhkannya.

Bagi Anda yang ingin berbisnis online tanpa modal, langsung dari HP bisa bergabung ke Evermos.

×