Kisah Hidup Nabi Muhammad SAW yang Patut Diteladani Setiap Muslim

Siapa yang tidak kenal dengan sosok Nabi Muhammad SAW? Kegigihannya terhadap dakwah dan menyebarluaskan hingga sepertiga penduduk dunia tak jarang membuat para ilmuwan mengaguminya. Lalu seperti apa sejarah perjalanan hidup Kisah Nabi Muhammad SAW? 

Ada begitu banyak rangkuman Kisah Nabi Muhammad SAW yang menceritakan mulianya sosok Rasulullah SAW dalam menghadapi berbagai macam ujian dan cobaan untuk menyebarluaskan ajaran Islam.

Nabi Muhammad SAW menjadi nabi yang terakhir Allah utus untuk menyempurnakan akhlak manusia. Hal ini juga tercantum dalam hadits berikut.

Ketika Hisyam bin Amir bertanya kepada Istri beliau Aisyah RA tentang akhlak Rasulullah SAW. Aisyah menjawab,

 

كَانَ خُلُقُهُ الْقُرْآنَ

“Akhlak Nabi SAW adalah Alquran” (HR Muslim).

Sangat tepat jika Allah Mengutus Muhammad SAW. Adalah untuk mendidik umat manusia agar berakhlaq mulia, sebagaimana Rasulullah SAW. telah Bersabda:

 

إِنَّمَا بُعِثْتُ لأُتَمِّمَ مَكَارِمَ الأَخْلاقِ

Artinya: “Sesungguhnya aku diutus hanya untuk menyempurnakan kemuliaan akhlak.” (HR Al-Baihaqi dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu).

Lantas bagaimanakah kemuliaan akhlak yang terdapat dalam Nabi? Kita mesti mengetahuinya dengan mengenali sejarah dari Nabi Muhammad SAW lengkapnya. Artikel berikut akan mengulas rangkuman kisah Nabi Muhammad SAW singkatnya.

Kisah Nabi Muhammad SAW Singkat

kisah nabi muhammad

1. Kisah Kelahiran Nabi Muhammad SAW Lengkap

Nabi Muhammad SAW memiliki nama lengkap Muhammad bin Abdullah bin Abdul Muthallib bin Hasyim bin Abdu Manaf bin Qushai bin Kilab bin Murrah bin Ka’ab bin Luay bin Ghalib bin Fihr bin Malik bin Nadl bin Kinanah bin Khuzaimah bin Mudrikah bin Ilyas ‘Alaihi Sallam bin Mudlar bin Nizar bin Ma’ad bin Adnan.

Nabi Muhammad terlahir dari seorang ibu yang bernama Siti Aminah dan ayah bernama Abdullah dilahirkan pada hari Senin 12 Rabi’ul Awal atau 22 April 571 Masehi di kota Mekkah.

Tahun kelahirannya disebut sebagai Tahun Gajah karena Ka’bah diserang oleh pasukan gajah yang dipimpin oleh Abrahah Habasyah yang ingin menghancurkan Ka’bah.

Namun, penyerangan tersebut gagal karena Allah SWT mendatangkan burung ababil yang menjatuhkan batu-batu yang panas sehingga pasukan pun berguguran.

2. Kisah Nabi Muhammad Yatim Piatu di Usia Muda

Belum menginjak usia 3 tahun, Nabi Muhammad menjadi yatim karena ayahnya Abdullah wafat saat sakit.

Hari-harinya saat masih kecil beliau lalui bersama pengasuh sekaligus ibu yang menyusuinya yaitu Halimah Sa’diyah di Madinah.

Mengutip buku Kelengkapan Tarikh Nabi Muhammad SAW I Karya K.H Moenawar Chalil, setelah Nabi dipulangkan ke kota Mekkah oleh Halimah kemudian Nabi dirawat kembali oleh Aminah, Ibunya.

Suatu saat Ibunda Nabi pergi ke Madinah untuk berziarah, kemudian setelah sampai ke tempat Abwaa’ Ibunda Nabi jatuh sakit kemudian wafat di tempat itu juga. Demikianlah Nabi menjadi seorang yang yatim lagi piatu.

3. Nabi Muhammad Bepergian ke Negeri Syam

Dalam pengasuhan pamannya, yang bernama Abdul Manaf dengan gelar Abu Thalib, kemudian Nabi Muhammad di rawat sesuai wasiat kakeknya yaitu Abdul Muthalib.

Kasih sayang dan kecintaan Abu Thalib tidak kurang dan tidak berbeda dari kasih sayang Abdul Muthalib sendiri.

Di usianya yang ke 12, Nabi sudah dapat mengurusi dirinya sendiri dengan berniaga hingga ke Syam bersama pamannya pada tahun 583 M.

Di dalam Kisah Nabi Muhammad pada masa ini,  Nabi aktif sebagai pemuda yang pintar dalam menjalankan perniagaan.

Beliau tumbuh menjadi pemuda yang baik hati dan tidak melakukan perbuatan yang buruk.

4. Nabi Muhammad Menikah dengan Siti Khadijah

Abu Thalib yang senantiasa berada di sisi kemenakannya saat itu berusaha untuk selalu mencarikan pekerjaan bagi Nabi Muhammad yang menjadi jaminannya sehari-hari.

Hingga kemudian Nabi Muhammad SAW melakukan perniagaan atau berdagang menjualkan dagangan Khadijah.

Abu Thalib menemui Khadijah untuk mengajukan permohonan tersebut, yang akhirnya disambut gembira oleh Khadijah dan pergi ke Syam.

Siti Khadijah ini memiliki nama lengkap Siti Khadijah Binti Khuwailid bin As’ad bin Abdul Uzza bin Qushay bin Killab bin Murrah bin Ka’ab bin Luay bin Ghalib bin Fahr bin Malik bin Nadhr bin Kinanah, Al-Qurrasyi Al-Asadiyyah.

Khadijah merupakan wanita kaya raya yang lahir dari keluarga terpandang dan seorang bangsawan yang singkatnya menjadi istri dari Nabi Muhammad SAW pada usia 25 tahun itu.

5. Nabi Muhammad Mendapatkan Wahyu Pertama

Setelah berumah tangga dengan Siti Khadijah dan setelah mendapatkan tanda-tanda kenabian, dimana saat itu Nabi Muhammad mulai memikirkan keadaan umat dan masyarakat sekelilingnya beliau memutuskan untuk bertahannuts.

Bangsa Arab yang saat itu terkenal amat pintar namun mereka juga sedang tenggelam dalam keadaan jahiliyah membuat Nabi tergerak untuk memikirkan keadaan tersebut.

Pada usianya yang 40 tahun, Nabi Muhammad melakukan tahannuts atau mengasingkan diri di Gua Hira seorang diri dengan berbekal makanan yang dibawahnya dari rumahnya.

Suatu malam, Nabi dikejutkan dengan kedatangan Malaikat Jibril yang membawakan wahyu surat pertama dalam Al-Quran yaitu Al-Alaq ayat pertama. 

Arti dalam ayat tersebut adalah “Bacalah” yang mana Nabi Muhammad merupakan kaum yang ummi yaitu tidak dapat baca tulis.

Dengan pertolongan Allah SWT, meski dalam keadaan sangat takut dan gentar Nabi dapat membaca apa yang dibacakan oleh Malaikat bernama Jibril itu.

Itulah riwayat pertama saat Nabi mendapatkan wahyu dari Allah melalui perantara Jibril di Gua Hira.

Melalui wahyu dan peristiwa tersebut, di sampaikanlah kepada istrinya kemudian Nabi menyeru agar Khadijah mengikuti agama Islam tersebut dan kemudian Khadijah menjadi orang pertama yang membenarkan Nabi Muhammad SAW.

6. Perjalanan Awal Dakwah Nabi Muhammad SAW

Sebagai utusan Allah SWT, Nabi Muhammad SAW menyampaikan kepada umatnya untuk memeluk agama Islam dan mentauhidkan Allah SWT.

Pada mulanya, terdapat 10 orang pertama yang beriman kepada seruan Nabi Muhammad SAW untuk masuk Islam atau assabiqunal awwalun tersebut diantaranya mengutip dari Kitab Al-Sirah Al-Nabawiyah.

Sayidah Khadijah binti Khuwailid, Zaid bin Haritsah, Ali bin Abi Thalib, Abu Bakar Al-Shiddiq, Utsman bin Affan, Al-Zubair bin Al-Awwam, Abdurrahman bin Auf, Sa’ad bin Abi Waqqash dan Thalhah bin Ubaidillah.

Selain itu, Nabi Muhammad SAW juga menyeru kepada Abu Thalib pamannya agar ia juga dengan ikhlas masuk ke dalam agama yang lurus yaitu Islam.

Namun, ajakan tersebut jawabnya dengan Abu Thalib tidak ingin meninggalkan agama orang tuanya dan apa yang mereka lakukan di masa dahulu. 

Meski begitu, kecintaan Abu Thalib kepada keponakannya itu tidak pudar dan mendukung gerakan dakwah Nabi Muhammad SAW.

7. Perjalanan Dakwah Nabi Muhammad SAW Beserta Pengikutnya

Dakwah yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW sampai juga kepada telinga para pembesar-pembesar Kaum Quraisy.

Kaum Quraisy menentang dakwah yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW bahkan secara terang-terangan.

Pada fase ini, Nabi juga sempat mengalami peristiwa seperti dilemparkan kotoran hewan unta, difitnah gila ketika berdakwah bahkan gangguan yang dapat mengancam nyawanya.

Namun, Nabi Muhammad SAW tetap optimis dan memaafkan mereka yang menyakitinya karena beranggapan mereka sesungguhnya tidak mengetahui apa-apa.

Tidak hanya Nabi saja, orang-orang yang masuk ke dalam agama Islam juga mendapatkan hinaan, cemoohan sebagai risiko menanggung kebenaran agama Islam.

Allah SWT memperjalankan Nabi Muhammad setelah melalui beberapa fase dakwah yang sulit hingga memperoleh kaum yang menerima dakwahnya dan berpindah ke kota Madinah.

Ringkasan Kisah Nabi Muhammad pada perjalanan hidupnya berakhir pada usia ke 63, pada 8 Juni 632 M atau pada hari Senin, 12 Rabi’ul Awal tahun 11 Hijriah.

Beberapa Syariat yang Dibawa Nabi Muhammad SAW

Untuk memahami syiar agama Islam, hendaknya kita mengetahui apa saja syariat yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW.

  • Adanya perintah untuk shalat lima waktu,
  • Perintah untuk berpuasa,
  • Adanya perintah untuk melakukan zakat dan bersedekah,
  • Perintah untuk melaksanakan haji dan umrah, 
  • Adanya perintah untuk melaksanakan qurban,
  • Mentauhidkan Allah SWT,
  • Makan dan minuman yang halal dan menjauhi yang haram,
  • Dan masih banyak lagi.

Pelajaran yang Dapat Dipetik dari Kisah Nabi Muhammad SAW

1. Menjalani Hidup Sebagai Amal Ibadah

kisah nabi muhammad
Sumber: pexels.com

Ibrah atau pelajaran yang dapat kita petik melalui Kisah Nabi Muhammad singkatnya adalah sebagai umat muslim dapat memaknai bahwa hidup adalah ladang ibadah.

Semasa hidupnya, Nabi Muhammad SAW juga menjalankan peran sebagai Nabi yaitu utusan dari Allah SWT yang memiliki kewajiban untuk menyampaikan syariat dan ajaran agama Islam.

Seluruh waktunya ia curahkan untuk beribadah kepada Allah SWT, memohon ampun kepada Allah SWT, disamping kegiatannya adalah berdakwah ia juga menjalani perannya sebagai seorang suami dari istri yaitu bekerja, seorang ayah dari anaknya yaitu mendidik Fathimah Radhiallahuanhu.

Dalam beribadah pun Nabi Muhammad SAW tetap ikhlas dan sabar menjalankannya meskipun banyak sekali tantangan dan rintangannya.

2. Miliki Akhlakul Karimah

kisah nabi muhammad
Sumber: pexels.com

Akhlak atau moral sejatinya dimiliki oleh setiap manusia. Oleh karena itu, jika kembali melihat Kisah Nabi Muhammad SAW hendaknya kita mencontoh akhlak yang dimiliki oleh Rasulullah SAW.

Sebagaimana terdapat dalam penjelasan hadist berikut.

Ibnu Qatadah pernah bertanya kepada Aisyah Radhiallahuanhu tentang akhlak Rasulullah SAW. Maka Aisyah menjawab:

كَانَ خُلُقُهُ الْقُرْآنَ

Akhlak beliau adalah Al-Qur’an.

Adapun makna dari akhlak Al-Quran adalah seseorang yang dapat mengamalkan ajaran Al-Quran yaitu mengikuti petunjuk-Nya dan menjauhi larangan-Nya.

Rasulullah SAW dapat menjadi suri tauladan bagi kehidupan setiap umat muslim, disamping dalam Kisah Nabi Muhammad dijelaskan bahwa Nabi memiliki kejujuran yang tinggi.

Nabi Muhammad SAW juga mendapatkan gelar “Al-Amiin” yakni orang yang sangat jujur dan tidak pernah berkata dusta dan menjadi orang yang terpercaya.

Akhlak yang patut dicontoh adalah sifat pemalu, dermawan, sifat pemaaf, penyantun, baik hati, dan seluruh akhlak yang terpuji.

3. Semangat dalam Beribadah

kisah nabi muhammad
Sumber: pexels.com

Nabi Muhammad juga dikenal sebagai uswatun hasanah yakni teladan yang baik. Ketika turun perintah kepada Muhammad, beliau langsung melaksanakannya.

Karena ibadah merupakan jembatan yang menghubungkan antara Pencipta dengan hamba-Nya untuk mendapatkan rahmat dan ampunan dari Allah SWT.

Tanpa beribadah maka sebagai muslim tentu sulit untuk mendapatkan ketenangan dalam hidupnya, serta taat pada perintah-perintah-Nya yang lain.

Oleh karena itu, pelajaran yang dapat dipetik lainnya adalah sebagai muslim patut bersemangat dalam menjalankan ibadah.

Agar bersemangat, kita perlu memupuk keikhlasan dalam hati dan hanya berharap kepada ridha Allah semata.

Selain itu pula setiap muslim mesti melakukan ibadah tersebut dengan sungguh-sungguh dan keseriusan. Setelah sungguh-sungguh menjalankannya maka selalu mengadakan instropeksi bagi diri dan amalan-amalannya sudahkah benar atau masih ada yang salah.

Melalui kisah Nabi Muhammad SAW, sebagai umat muslim hendaknya kita meneladani ajaran yang dibawa oleh Nabi Muhammad.

Perjalanan hidupnya digunakan semata-mata untuk memperjuangkan agama Islam. Sikap ketangguhan, kegigihan dan kecerdasannya menyebarkan agama Allah SWT dapat kita ambil hikmahnya untuk menjalankan agama Islam dengan sungguh-sungguh.

Demikianlah Rangkuman Kisah Nabi Muhammad SAW beserta riwayat hidupnya yang dapat kita renungi.

Sebarkan kebaikan ini kepada orang-orang terdekat kita agar menjadi bermanfaat, baca artikel menarik dan informatif lainnya kunjungi Blog Evermos.

×