Tata Cara, Syarat, Waktu dan Keutamaan Itikaf pada bulan Ramadan

Doa Malam Nuzulul Quran

Keutamaan Itikaf – Arti Itikaf yaitu behenti (diam) di dalam masjid dengan syarat-syarat tertentu, semata-mata niat beribadah kepada Allah.

Itikaf pada bulan Ramadan bisa dikatakan sebagai ruangan perawatan khusus untuk menghilangkan penyakit dosa dari dalam hati.

Itikaf merupakan lingkungan khusus yang jauh dari noda dan kotoran dunia.

Dikisahkan, Rasulullah selalu melakukan itikaf pada sepuluh terakhir bulan Ramadan.

Kemudian pada tahun di mana beliau menginggal dunia, beliau beritikaf selama 20 hari.

Nah, ketika beliau tidak bisa itikaf, kemudian beliau menggantinya dengan itikaf 10 hari pertama di bulan Syawal.

Tindakan Rasulullah ini merupakan bukti pentingnya untuk beribadah dalam beritikaf.

Kesungguh-sungguhan Rasulullah untuk mengerjalan ibadah yang satu ini bisa menjadi motivasi untuk kita melakukan hal yang sama.

Baca juga: Jangan Lewatkan! Inilah Amalan Malam Nuzulul Quran Serta Keutamaannya

Syarat dan Rukun Itikaf

Doa Malam Nuzulul Quran

Sumber: shutterstock.com

Sebelum melakukan Itikaf, penting untuk memperhatikan syarat dan rukunnya, antara lain sebagai berikut:

Pertama, niat, dalam Itikaf harus ada niat sehingga orang yang melakukannya paham apa yang harus dilakukan.

Bahkan jangan sampai melamun, dan pikiran kosong.

نويت الاعتكاف لله تعالي

“Nawaitul I’tikaf Lillahi Ta’ala.”

Kedua, diam di dalam masjid dan meninggalkan perbuatan-perbuatan yang tidak boleh dilakukan oleh orang yang sedang beritikaf.

Sebagaimana firman Allah SWT “…Tetapi, jangan kamu campuri mereka, ketika kamu beritikaf dalam masjid.” (QS Al-Baqarah: 187).

Orang yang melakukan itikaf harus muslim, berakal, suci dari hadas besar (ada pendapat yang mengatakan bahwa hadas kecil juga membatalkan itikaf), dan harus di masjid.

Sunnahan itikaf terdapat dalam beberapa hadist, antara lain:

Pertama, Abdullah bin Umar berkata bahwa Rasulullah SAW itikaf sepuluh hari terakhir bulan Ramadan.”
(HR Bukhari).

Kedua, ‘Aisyah berkata bahwa Rasulullah SAW melakukan itikaf sesudah tanggal dua puluh Ramadan hingga beliau meninggal dunia.
(HR Bukhari dan Muslim).

Ketiga, Ubay bin Ka’ab dan Aisyah mengatakan bahwa Rasulullah beritikaf pada sepuluh hari terakhir di bulan Ramadan, hingga Allah menjemputnya (wafat). (HR. Bukhari Muslim).

Bagaimana Hukum Itikaf?

Itikaf ini hukumnya sunah dan tidak harus pada bulan Ramadan, boleh dilakukan pada bulan apa saja, yang penting orang yang melakukannya memahami apa itu itikaf.

Apalagi mengingat keutamaan itikaf itu sangat luar biasa, terutama jika melakukannya di bulan Ramadan.

Semoga Anda yang sedang mengupayakan untuk beritikaf dapat merasakan keutamaan itikaf.

Baca juga: Amalkan Doa Nuzulul Quran Ini Agar Mendapat Rahmat dan Ampunan dari Allah SWT

Produk Peralatan Ibadah Bisa Anda Dapatkan di Evermos 

klik-untuk-daftar-evermos

Peralatan ibadah dengan kualitas terbaik tentu sangat diperlukan untuk menunjang kualitas ibadah yang baik pula.

Anda ingin mendapatkan atau menjual produk tersebut? Anda bisa daftar menjadi reseller Evermos.

DAFTAR DISINI SEKARANG

Setelah Anda berhasil menjual produk, Anda akan mendapatkan komisi. Menjadi reseller Evermos bisa menjadi peluang besar bagi Anda untuk mendapatkan keuntungan.

Untuk melihat rekomendasi produk lainnya, silahkan scroll sampai bawah di penghujung artikel ya!

Yuk, Segera Lakukan Transaksi Pertama dan Dapatkan Vouchernya! 

Voucher Transaksi Pertamaku

Setelah mendaftar jadi reseller, khusus pendaftaran dari blog akan langsung mendapatkan subsidi transaksi pertama, lho!

Anda akan mendapatkan potongan langsung dari transaksi pertama, dengan rincian sebagai berikut:

Khusus Produk Fisik:

Transaksi Rp100.000 akan dapat potongan Rp50.000, gunakan KODE PROMO: TRANSAKSIPERTAMA100

Transaksi Rp50.000 akan dapat potongan Rp20.000, gunakan KODE PROMO: TRANSAKSIPERTAMA50

Khusus Produk Digital:

Transaksi Rp100.000 maka akan dapat potongan Rp15.000, gunakan KODE PROMO: TRANSAKSIPERTAMADG100

Transaksi Rp50.000 maka akan dapat potongan Rp5.000, gunakan KODE PROMO: TRANSAKSIPERTAMADG50

Yuk, mulai ikhtiar dari sekarang dan langsung lakukan transaksi pertama! Siap-siap untuk dapat penghasilan tambahan dengan menjadi reseller sukses di Evermos!

Bolehkah Perempuan Itikaf di Masjid?

Doa Malam Nuzulul Quran

Sumber: shutterstock.com

Itikaf sangatlah dianjurkan dilakukan pada sepuluh malam terakhir di bulan Ramadan, karena dimaksudkan untuk mencari malam lailatul qadar, malam yang lebih baik daripada seribu bulan.

Hal ini pun telah diajarkan oleh Nabi SAW sebagaimana yang pernah disampaikan oleh istrinya, Aisyah ra:

أن النبي صلى الله عليه وسلم كان يعتكف العشر الأواخر من رمضان حتى توفاه الله عز وجلّ ، ثمّ اعتكف أوزاجه من بعده متفق عليه

“Bahwasannya Nabi SAW selalu beri’tikaf di sepuluh hari terakhir dari bulan Ramadan sampai Allah memanggilnya, kemudian istri-istrinya meneruskan i’tikafnya setelah itu.” Muttafaqun ‘alaih.

Di dalam hadis tersebut, juga mengindikasikan dibolehkannya bagi perempuan untuk beriktikaf.

Karena digambarkan bahwa para istri Nabi Saw. melakukan itikaf sepeninggal Nabi Saw.

Namun, di dalam kitab Ibanatul Ahkam syarh Bulughil Maram karya Sulaiman An Nuri dan Alawi Abbas al Maliki disebutkan bahwa dibolehkannya i’tikaf bagi perempuan di dalam masjid dengan syarat telah mendapatkan izin dari suami dan jika terhindar dari fitnah.

Hadist Tentang Itikafnya Kaum Perempuan

Di dalam bab tersebut beliau mengemukakan hadis riwayat Aisyah ra, sebagaimana berikut:

كان النبي صلى الله يعتكف في العشر الأواخر من رمضان، فكنت أضرب له خباء فيصلي الصبح ثم يدخله، فاستأذنت حفصة عائشة أن تضرب خباء، فأذنت لها فضربت خباء فلما رأته زينب بنت جحش ضربت خباء آخر، فلما أصبح النبي صلى الله عليه وسلم رأى الأخبية فقال: ماهذا؟ فأخبر، فقال النبي صلى الله عليه وسلم ألبر ترون بهن؟ فترك الاعتكاف ذلك الشهر، ثم اعتكف عشرا من شوال

“Nabi SAW biasa beri’tikaf di sepuluh hari terakhir dari bulan Ramadan. Aku mendirikan tenda untuk beliau. Kemudian beliau melaksanakan shalat Shubuh dan memasuki tenda tersebut. Hafshah meminta izin pada Aisyah untuk mendirikan tenda, Aisyah pun mengizinkannya. Ketika Zainab binti Jahsy melihatnya, ia pun mendirikan tenda lain.

 

Ketika di subuh hari lagi Nabi saw, melihat banyak tenda, lantas diberitahukan dan beliau bersabda: “Apakah kebaikan yang kalian inginkan dari ini?” Beliaupun meninggalkan i’tikaf pada bulan ini dan beliau mengganti dengan i’tikaf pada sepuluh hari dari bulan Syawal.”

Ibnu Mundzir dan ulama’ lainnya sebagaimana yang telah dikutip oleh imam Ibnu Hajar di dalam Fathul Bari ketika mensyarahi hadis tersebut mengatakan bahwa perempuan tidak boleh i’tikaf sampai meminta izin kepada suaminya.

Jika perempuan tersebut beri’tikaf tanpa meminta izin, maka suaminya boleh menyuruhnya keluar dari i’tikaf.

Keutamaan Melakukan Itikaf Pada Bulan Ramadan

1. Menggapai Malam Lailatul Qadar

Doa Malam Nuzulul Quran

Sumber: shutterstock.com

Ibadah i’tikaf memiliki tujuan yang mulia yaitu untuk menggapai malam lailatul qadar yang punya keutamaan ibadah yang dilakukan lebih baik daripada 1000 bulan.

Ada hadits yang disebutkan oleh Ibnu Hajar Al Asqolani dalam kitab beliau Bulughul Marom, yaitu hadits no. 699 tentang permasalahan itikaf.

عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ:- أَنَّ اَلنَّبِيَّ – صلى الله عليه وسلم – كَانَ يَعْتَكِفُ اَلْعَشْرَ اَلْأَوَاخِرَ مِنْ رَمَضَانَ, حَتَّى تَوَفَّاهُ اَللَّهُ, ثُمَّ اعْتَكَفَ أَزْوَاجُهُ مِنْ بَعْدِهِ – مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ

Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia berkata bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa beritikaf di sepuluh hari terakhir dari bulan Ramadhan hingga beliau di wafatkan oleh Allah. Lalu istri-istri beliau beritikaf setelah beliau wafat. Muttafaqun ‘alaih. (HR. Bukhari dan Muslim)

2. Setiap Saat Mendapatkan Pahala

Doa Malam Nuzulul Quran

Sumber: shutterstock.com

Dengan berdiam di masjid dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah SWT. Saat terjaga, kita bisa mengisi waktu dengan shalat, tilawah, berdzikir dan berdoa, bertadabur, bertafakur dan mengkaji ilmu.

Bahkan dalam kondisi tidur pun, orang uang beritikaf akan mendapatkan pahala yang besarnya tidak bisa didapatkan oleh orang yang tidur di rumahnya. Sebab, tidurnya itu termasuk rangkaian itikaf.

3. Sunnah Rasul

Doa Malam Nuzulul Quran

Sumber: shutterstock.com

Beritikaf pada 10 hari terakhir merupakan sunnah Rasulullah. Beliau tidak pernah meninggalkannya. Bahkan pada Ramadan akhir sebelum wafat, beliau beritikaf selama 20 hari.

Demikian pula istri dan para sahabat Nabi, mereka beritikaf 10 hari terakhir Ramadan.

4. Meningkatkan Kekhusyuan dalam Beribadah

Doa Malam Nuzulul Quran

Sumber: shutterstock.com

Selama itikaf kita akan banyak berdiam diri di masjid dan dikelilingi oleh orang-orang yang juga khusyuk dalam beribadah.

Selama beri’tikaf kita akan fokus pada bagaimana beribadah menghadap Allah SWT bukan lagi masalah-masalah keduniawian.

Untuk itu, ibadah itikaf membantu kita untuk bisa melaksanakan shalat, puasa, dan tadabur Al-Quran dengan tetap khusyuk dan tumaninah.

5. Mengevaluasi Diri

Doa Malam Nuzulul Quran

Sumber: shutterstock.com

Evaluasi diri adalah hal yang paling sulit dilakukan oleh manusia walaupun itu terhadap dirinya sendiri.

Akan sangat mudah kita mengevaluasi diri orang lain namun akan sulit jika kita mengevaluasi diri kita sendiri.

Evaluasi diri seperti proses atau pegangan yang akan membawakan kita mencapai hikmah dan perbaikan diri.

Tanpa evaluasi diri tentu saja manusia akan terjebak dan tersesat karena terbawa hanya oleh diri atau hawa nafsu pribadinya.

I’tikaf di bulan Ramadan membantu kita untuk mengevaluasi diri. Dengan itikaf kita akan berfokus pada diri kita dan menjauhi Sifat sombong dalam islam dan Sombong dalam Islam yang merusak akhlak.

Rekomendasi Produk Promo Spesial Pelengkap Hari Raya

Dapatkan produk-produk menarik seperti tas dan sepatu yang cocok untuk Anda kenakan saat Hari Raya.

Produk-produk tersebut terdapat berbagai macam pilihan model dan warna yang cantik. Spesialnya, saat Ramadan ini banyak promo menanti Anda.

Bagi Anda yang ingin mendapatkan dan penjual produk ini, Anda dapat menjadi reseller Evermos.

Tidak Punya Modal untuk Memulai Usaha? Tenang, Evermos Punya Solusinya!

Persoalan modal sebenarnya bisa teratasi. Banyak orang yang sulit memulai untuk berbisnis karena terkendala dengan hal modal.

Apakah Anda salah satunya? Seringkali pusing sendiri mencari modal dan akhirnya bingung bagaimana cara untuk memulai usaha?

Tenang, bagi Anda yang ingin memiliki bisnis, namun belum memiliki cukup modal, menjadi seorang reseller Evermos merupakan pilihan yang tepat.

Banyak kemudahan dan keuntungan yang akan Anda dapatkan dengan menjadi reseller Evermos, antara lain:

  • Bisnis tanpa modal
  • Memiliki toko online sendiri
  • Tidak perlu pusing cari supplier
  • Bisa COD (Cash on Delivery)
  • Tidak perlu memikirkan stok dan pengiriman
  • Mendapatkan pelatihan bisnis online dari ahlinya
  • Berkesempatan bergabung dengan komunitas reseller dari berbagai daerah

Bagaimana? Menarik bukan? Mari raih potensi untuk mendapatkan penghasilan sesuai keinginan dengan menjadi reseller Evermos.

Jika ingin mendaftar jadi reseller, silahkan untuk klik di bawah ini.

YUK GABUNG DISINI

Demikianlah informasi mengenai keutamaan itikaf yang dapat Anda katahui.

Jangan lupa untuk melakukan itikaf saat bulan Ramadan, terkhusus pada 10 hari malam terakhir

Semoga amalan itikaf yang kita lakukan dapat istiqomah, dan silahkan untuk bagikan artikel ini pada yang lain sebagai pengingat.

Untuk membaca artikel menarik lainnya, silahkan untuk mengunjungi situs Blog Evermos.

Share:
Facebook
Twitter
Pinterest
LinkedIn
×