Keadaan UKM & UMKM Indonesia Disaat Pandemi

by Eko Ferdiyantho
0 comment
UMKM Indonesia

UKM & UMKM Indonesia – Sebagai orang Indonesia tentu saja semua kegiatan jual beli dilingkungan kita tidak lepas dari kreasi para pelaku UKM dan UMKM, dimulai dari kebutuhan pangan,  hingga pakaian.

Dari namanya UMKM memang memiliki kepanjangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), namun jangan salah si kecil ini memiliki kontribusi yang sangat besar dan krusial bagi perekonomian kita secara makro.

Maka tidak heran jika UKM dan UMKM menjadi ujung tombak dari Ekonomi Indonesia, walaupun peran mereka terasa kecil namun mereka memiliki kontribusi yang besar dalam perekonomian Negara.

Tahun 2019 lalu Kementerian Koperasi dan UKM Republik Indonesia melaporkan bahwa secara jumlah unit, UMKM memiliki pangsa sekitar 99,99% (62.9 juta unit) dari total keseluruhan pelaku usaha di Indonesia (2017), sementara usaha besar hanya sebanyak 0,01% atau sekitar 5400 unit.

Usaha Mikro menyerap sekitar 107,2 juta tenaga kerja (89,2%), Usaha Kecil 5,7 juta (4,74%), dan Usaha Menengah 3,73 juta (3,11%) sementara Usaha Besar menyerap sekitar 3,58 juta jiwa.

Artinya secara gabungan UMKM menyerap sekitar 97% tenaga kerja nasional, sementara Usaha Besar hanya menyerap sekitar 3% dari total tenaga kerja nasional. (ukmindonesia.id, 29/07/2019)

Bagaimana dengan saat pandemi wabah virus covid-19 ini merebak?

Apakah tombak ekonomi Indonesia ini tetap runcing atau malah menumpul?

UKM dan UMKM Indonesia Pada Masa Pandemi

UMKM Indonesia

Di masa pandemi ini, aktivitas masyarakat di luar ruangan cenderung berkurang. Ini membuat pendapatan para pelaku UKM dan UMKM jadi ikut merosot.

Wabah Covid-19 membuat sektor ekonomi dan dunia usaha di Indonesia begitu terpukul. Bagaimana tidak banyak pelaku UKM dan UMKM kelimpungan menghadapi bisnisnya yang terhambat bahkan mungkin tidak bakal selamat.

Mereka mulai merasa kesulitan dalam menyeimbangkan arus kas. Termasuk memenuhi kebutuhan operasional produksi karena omset yang didapat tidak sesuai harapan.

Seperti kita ketahui bersama bahwa problematika UKM dan UMKM begitu beragam.

Dikutip dari wartaekonomi.co.id Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menyebut “COVID-19 telah memukul keras koperasi dan UKM bahkan pada kesempatan paling pertama,” sebanyak 163.713 UMKM di seluruh tanah air terdampak COVID-19.

Tercatat ada sekitar 37.000 pelaku UKM dan UMKM yang melapor ke Kementerian Koperasi karena merasakan dampak adanya virus corona atau Covid-19 pada usaha mereka.

Dari data laporan tersebut, sebanyak 56 persen UMKM melapor karena terjadi penurunan penjualan, 22 persen mengaku kesulitan permodalan, 15 persen melapor terjadi distribusi yang terhambat, dan 4 persen melaporkan kesulitan bahan baku. (money.kompas.com, 17/04/2020)

Maka dari itu apabila ekonomi Indonesia ingin cepat pulih maka yang paling tepat adalah mendorong dan membantu sektor UMKM, karena mayoritas pelaku usaha di Indonesia itu diserap oleh UKM dan UMKM.

Lalu apa yang bisa dilakukan oleh kita sekarang untuk bisa membantu para pelaku UKM dan UMKM?

UKM dan UMKM Indonesia Bangkit Bareng Evermos

UMKM Indonesia

Berangkat dari permasalahan tersebut Evermos sebagai Platform Sosial Commerce Produk Muslim lokal mendukung penuh bangkitnya UKM dan UMKM Indonesia dari keterpurukan akibat Virus Corona.

Karena Evermos Tahu jika Kebangkitan UKM dan UMKM sama dengan kebangkitan Ekonomi di Indonesia, maka dari itu mendukung UKM dan UMKM menjadi salah satu tujuan utama.

“Semakin banyak yang berkolaborasi, dari UKM, UMKM maupun individu di platform kita untuk dapat berbisnis produk muslim, kita berikan jalur penjualan, maka semakin besar impact ekonominya untuk Indonesia dan untuk memajukan perekonomian umat bersama-sama” ungkap Iqbal Muslimin CEO Evermos.

Gerakan nyata yang dilakukan oleh Evermos dalam berupaya mendukung para pelaku UKM dan UMKM adalah pelatihan yang dilakukan oleh para ahli dalam perkembangan bisnis kecil seperti dalam acara sinergitas sosial commerce yang berupaya memberikan peluang channel distribusi Evermos untuk dimanfaatkan mitra UMKM dalam meningkatkan Omset penjualan.

Febri Anggraeni Pemilik UMKM Imah Ambuink sebagai Salah satunya yang sudah bergabung bersama Evermos, Imah Ambuink merupakan makanan ringan khas Bandung yang dikemas dengan apik sehingga bisa dijual ke seluruh pelosok indonesia.

Saat ditemui di acara sinergitas sosial commerce Febri mengatakan “Alhamdulillah setelah bergabung dengan Evermos sebagai Supplier sih peningkatan jualan onlinenya agak sedikit meningkat ya kalo dulu sih sebenernya udah pernah juga online sama ikut marketplace cuma ya begitulah ga begitu maksimal karena memangkan namanya ukm itu segala usaha sendiri ya produksi sendiri, packaging sendiri, promosi sendiri jadi kita gak ke handle untuk  promo atau kelola sosmednya, sementara akhirnya ketemu Evermos jadi mereka yang handle sebagian kerjaan kita gitu ya kita fokus aja di produksi mereka yang bantuin kita promosi, jualan sebagainya jadi Alhamdulillah kebantu banget sama Evermos”.

Apa yang dirasakan oleh Febri dirasakan pula oleh Titin Martini pemilik UMKM Aqilla Fashion yang bergerak di sektor aksesoris untuk hijab, Titin juga ditemui di acara sinergitas sosial commerce berkomentar positif tentang Evermos “Evermos itu ibaratkan saya punya kolam baru jadi produk saya yang tidak terjangkau di kalangan lain yang ada di kalangan Evermos, bisa terjangkau Evermos jugakan punya banyak reseller jadi saya terbantu banget karena kan saya produsen jadi produsen itu kadang tidak bisa menjangkau ke seluruh agen, reseller, sama retail tapi dengan adanya Evermos bisa kebantu sampai ke reseller, bahkan sampai ke retail” begitu pujian disampaikan Titin untuk Evermos.

Selain itu Evermos juga berupaya untuk mendukung UKM dan UMKM Indonesia pada saat pandemi dengan ikut serta dalam program haruspeduli.com/produklokal/ Program ini sudah diikuti lebih dari 1000 UKM dan UMKM yang sudah tercatat di website itu sendiri.

Program ini adalah serangkaian program yang banyak mendukung elemen-elemen penting yang terdampak wabah covid, khusus untuk program harus peduli produk lokal adalah program yang mendukung peningkatan awareness brand-brand lokal di masyarakat Indonesia.

Dimana UKM dan UMKM Indonesia di kumpulkan dalam satu wadah berupa Website bernama haruspeduli.com/produklokal/ yang akan diiklankan secara cuma – cuma. 

Evermos berharap dengan adanya program haruspeduli.com/produklokal/ bisa membantu para pelaku UKM dan UMKM untuk dikenal di masyarakat luas serta menanamkan sifat cinta produk lokal.

Untuk dapat bertahan dalam masa penuh tantangan ini, pelaku usaha harus beradaptasi dengan segala perubahan yang terjadi lewat strategi baru, terutama para UMKM yang memiliki peran sebagai garda terdepan perekonomian nasional.

UKM dan UMKM Indonesia harus bisa berinovasi dan mengikuti perubahan pasar yang saat pandemi ini konsumen banyak beralih ke pasar online, maka program ini memberikan kesempatan untuk merambah di pasar online.

Demikianlah potret UMKM nasional, si kecil yang berperan besar, dan merupakan penopang kelancaran dan stabilitas perekonomian nasional Indonesia.

You may also like