Doa Nabi Ibrahim Ketika Dibakar Latin, Arab dan Artinya

Doa Nabi Ibrahim ketika dibakar adalah salah satu doa yang wajib dihafal bagi seorang muslim. Sebab, khasiat dalam doa yang dibacakan oleh Nabi Ibrahim AS begitu dahsyat dan memiliki keutamaan bagi seorang muslim yang mengamalkannya.

Allah Subhanahu Ta’ala mengutus para Nabi dan Rasul untuk menjalankan misinya menyebarkan ajaran tauhid kepada seluruh manusia.

Setiap Nabi dan Rasul memiliki ujian dan mukjizat masing-masing dalam sejarahnya.

Nabi Ibrahim AS termasuk menjadi salah satu Nabi Ulul Azmi atau gelar yang diberikan oleh Allah SWT kepada Nabi dan Rasul yang memiliki ketabahan dan tingkat kesabaran yang luar biasa.

Ujian dan cobaan yang diberikan bukanlah main-main.

Pada masanya, Nabi Ibrahim harus berhadapan dengan seorang pemimpin yang terkenal akan kedzalimannya saat berkuasa yaitu Namrud,

Diketahui, Namrud adalah seorang penguasa yang zalim serta membiarkan penduduknya untuk menyembah patung tak bernyawa dan menuhankannya.

Lalu seperti apa peristiwa yang dialami oleh Nabi Ibrahim dalam Doa Nabi Ibrahim AS tersebut? Simak di bawah ini penjelasannya.

Kisah Nabi Ibrahim AS DIbakar Raja Namrud 

Doa Nabi Ibrahim ketika dibakar
Sumber: pexels.com

Mengutip dari e-book Kisah 25 Nabi dan Rasul karya Saiful Gayo Fapet, Nabi Ibrahim memiliki misi untuk berdakwah kepada keluarganya yaitu ayahnya dan masyarakat penduduk hingga Raja Namrud.

Geram dengan kepercayaan yang dianut oleh para penduduk kota tersebut yaitu menyembah berhala dan patung-patung menjadikan Nabi Ibrahim tak kehabisan ide.

Ibrahim AS mengambil kapak kemudian menghancurkan setiap berhala yang ada di sudut tempat yang biasa digunakan untuk beribadah.

Hanya saja, Nabi Ibrahim AS sengaja melepaskan satu-satunya patung yang paling besar.

Setelah para penduduk terkejut melihat keadaan patung-patung atau tuhan-tuhannya berserakan dan menjadi kepingan mereka bertanya kepada Ibrahim yang berada di tempat.

Nabi Ibrahim AS mengatakan bahwa yang menghancurkan patung-patung lainnya adalah berhala paling besar, hal tersebut dibantah oleh perkataan penduduk yang menyebut bahwa patung berhala tidak dapat melakukan apa-apa.

Itulah jawaban yang diharapkan oleh Nabi Ibrahim AS untuk menyadarkan para penduduk agar tidak menyembah berhala dan hanya kepada Allah saja.

Akan tetapi setelah mendapat kepastian bahwa Ibrahim AS yang menghancurkan berhala masyarakat berunding untuk menetapkan sesuatu.

Hingga tibalah hari pengadilan bagi Ibrahim yang disiarkan kepada penduduk disana. Hukuman yang diberikan yaitu dibakar dengan hidup-hidup.

Doa Nabi Ibrahim Ketika Dibakar Latin

Mengutip dari buku Doa Ajaran Rasul karya Anis Masykhur, inilah Doa Nabi Ibrahim ketika dibakar hidup-hidup oleh Raja Namrud.

Doa tersebut juga diabadikan oleh Allah SWT dalam surat Al-Imran ayat 173 yang berbunyi:

حَسْبُنَا اللّٰهُ وَنِعْمَ الْوَكِيْلُ

Artinya: Cukuplah Allah (menjadi penolong) bagi kami dan Dia sebaik-baik pelindung.”

Berdasarkan riwayat Al Hafidz Abu Ya’la dalam kitab Majmaul Jawaa’id, Abu Hurairah ra mengatakan ada doa lain yang dilafadzkan sebelum Nabi Ibrahim dilempar ke dalam api, seperti dikisahkan oleh Rasulullah.

Rasulullah SAW bersabda, 

“Ketika Ibrahim akan dilemparkan ke dalam api, ia berdoa: Alloohumma innaka fis samaa’I waahiun wa ana fil ardhi waa hidun abduka.” 

Artinya: Ya Allah, sesungguhnya Engkau di langit sana sendiri dan aku di bumi pun sendiri, akulah hambaMu.” (HR. Bukhari dan Al Hakim)

Pada saat kejadian dibakarnya Nabi Ibrahim AS hidup-hidup terdapat mukjizat yang luar biasa, yaitu Nabi Ibrahim tidak terbakar dan api yang menjalarinya terasa dingin.

Allah SWT memberikan pertolongan kepada Nabi Ibrahim melalui kuasa-Nya selama puluhan hari.

Kisah tersebut diabadikan oleh Allah SWT dalam surat Al Anbiya ayat 69 berbunyi sebagai berikut.

قُلْنَا يَا نَارُ كُوْنِيْ بَرْدًا وَّسَلٰمًا عَلٰٓى اِبْرٰهِيْمَ ۙ

Artinya: Kami (Allah) berfirman, “Wahai api! Jadilah kamu dingin, dan penyelamat bagi Ibrahim!”

Demikian doa Nabi Ibrahim ketika dibakar latin, arab dan latinnya yang dapat kita lafalkan dalam meminta pertolongan kepada Allah SWT.

Kisah Nabi Ibrahim AS memberikan pelajaran bahwa kepercayaan yang baik adalah sebersih-bersihnya akidah untuk menyembah Allah semata.

Semoga artikel berikut dapat bermanfaat untuk mengenal lebih dalam tentang sejarah Islam.

×