Kalender Islam: Nama Bulan dan Peristiwa yang Terjadi di Dalamnya

Kalender Islam – Dalam sistem penanggalan, agama Islam memiliki sistem penanggalan sendiri, yakni disebut dengan Kalender Islam atau Kalender Hijriyah.

Kalender Hijriyah memiliki sejarah yang cukup menarik untuk disimak, selain karena diawali dengan peristiwa hijrahnya Nabi Muhammad SAW, ada banyak hal yang menjadi cikal bakal dibuatnya sistem penanggalan Islam ini.

Banyak peristiwa yang sampai sekarang rutin dilakukan umat Islam ditentukan berdasarkan penanggalan Islam ini. Misalnya seperti haji, puasa, hingga hari-hari besar atau hari-hari raya lainnya.

Dahulu, sebelum adanya sistem penanggalan ini, umat Islam menamakan suatu tahun dengan mengaitkannya pada sesuatu yang terjadi.

Misalnya adalah tahun gajah, karena pada saat itu ada pasukan Abrahah yang hendak menghancurkan Ka’bah dengan tentara bergajahnya.

Kemudian ada juga tahun Fijar, karena pada tahun tersebut terjadi peristiwa perang Fijar.

Lantas bagaimana sejarah sistem penanggalan Islam dan bulan apa saja yang ada pada Kalender Islam? Berikut ini penjelasannya untuk Anda.

Sejarah Kalender Islam dan Jumlah Harinya

Kalender Islam
Sumber: google.com/bersosial

Sebelum dikenal seperti sekarang, ternyata sistem penanggalan dalam Islam menggunakan nama pada suatu peristiwa seperti yang sudah dijelaskan di atas.

Sistem tersebut berlangsung lama, sampai pada masa Rasulullah SAW dan Khalifah Abu Bakar Ash-Shiddiq RA.

1. Sejarah Kalender Islam

Kemudian pada masa Khalifah Umar bin Khattab sistem penanggalan mulai dibicarakan. Ide untuk membuat sistem Kalender Islam ini digagas oleh Gubernur yang menjabat pada saat itu, yakni Basrah Abu Musa Al-Asy’ari.

Pada saat itu Abu Musa kebingungan karena surat yang dikirimkan oleh Umar bin Khattab tidak memiliki tanggal dan jumlahnya sangat banyak

Karenanya, Abu Musa sangat sulit untuk membedakan mana surat yang berisi perintah tersebut baru atau lama.

Akhirnya Umar bin Khattab berdiskusi dengan jajaran pimpinan yang lain untuk membicarakan persoalan ini.

Utsman bin Affan menyarankan agar awal dari Kalender Hijriyah dimulai dari peristiwa hijrahnya Nabi Muhammad SAW dari Mekkah ke Madinah.

Karena dari sanalah kejayaan Islam dimulai setelah pada masa sebelum hijrah Nabi melakukan dakwah hanya sembunyi-sembunyi.

Umar bin Khattab setuju dengan usulan itu, dan diputuskan bahwa awal dari Kalender Islam adalah peristiwa hijrahnya Rasulullah ke Madinah.

Selain itu, Umar bin Khattab juga menetapkan bulan pertama pada kalender hijriyah yaitu bulan Muharram.

Beliau menganggap bahwa bulan tersebut adalah bulan spesial dan sekaligus selesainya umat Islam dalam melaksanakan ibadah haji.

2. Jumlah Hari pada Kalender Islam

Jika pada kalender masehi jumlah hari pada setiap bulannya rata-rata 28-31 hari, maka pada Kalender Islam jumlah hari pada setiap bulannya rata-rata 29-30 hari.

Kemudian pada kalender masehi terdapat 365 hari dalam setahun, sedangkan dalam Kalender Hijriyah terdapat sekitar 354-355 hari dalam setahun.

Tak hanya itu, sistem penanggalan Islam didasarkan pada pergerakan bulan, dan disebut sebagai lunar calendar atau qamariyah kalender,

Nama Bulan yang Ada pada Kalender Islam

Kalender Islam
Sumber: google.com/bersosial

Setidaknya ada 12 bulan yang ada pada Kalender Hijriyah, sama seperti kalender masehi yang juga terdapat 12 bulan.

Umar bin Khattab menetapkan bulan yang pertama adalah bulan hijriyah. Berikut ini adalah nama-nama bulan yang ada pada Kalender Islam:

1. Muharram

Bulan pertama dalam Kalender Islam adalah bulan Muharram, bulan ini menjadi awal dari Kalender Hijriyah.

Pada bulan ini terdapat 30 hari, dan pada bulan ini sangat diharamkan untuk melakukan perang.

Bulan Muharram juga banyak memiliki keistimewaan dan peristiwa yang terjadi pada bulan ini.

2. Safar

Kemudian nama nama bulan hijriyah kedua pada penanggalan Islam yaitu bulan Safar. Safar memiliki arti kosong, berkaitan dengan peristiwa kosongnya rumah orang Arab karena pergi berdagang dan berperang.

Bulan ini memiliki jumlah hari yang lebih sedikit daripada bulan Muharram, yakni hanya 29 hari.

3. Rabiul Awal

Urutan bulan hijriyah selanjutnya adalah bulan Rabiul Awal, bulan ini berisi 30 hari. Pada bulan ini juga menjadi masa kembalinya orang merantau. 

Bulan ini istimewa bagi umat Muslim karena pada tanggal 12 Rabiul Awal adalah hari kelahiran Nabi Muhammad SAW, dikenal juga dengan sebutan tahun gajah.

4. Rabiul Akhir

Nama bulan hijriyah selanjutnya dalam Kalender Islam adalah Rabiul Akhir. Rabiul AKhir berisi 29 hari, dan pada bulan ini orang-orang Arab banyak yang beternak hewan.

5. Jumadil Awal

Kemudian adalah Jumadil Awal, bulan ini berasal dari kata bahasa Arab yakni, Jumada. Jumada artinya adalah beku atau keras.

Hal itu karena pada bulan ini terjadi musim panas yang berkepanjangan dan membuat tanah kering dan keras.

6. Jumadil Akhir

Jika ada Rabiul Awal dan Rabiul Akhir, maka Jumadil Awal pun ada Jumadil Akhir. Bulan Jumadil Akhir menjadi pertengahan tahun Hijriyah, dan berjumlah 29 hari.

Bulan ini adalah tanda dimulainya  musim dingin setelah musim panas. Orang-orang Arab pada saat itu menyambut bahagia kedatangan musim dingin ini.

7. Rajab

Bulan berikutnya adalah bulan Rajab. Rajab termasuk bulan mulia karena diharamkan adanya pertumpahan darah untuk alasan apapun. 

Di bulan ini juga, Rasulullah SAW menjalankan Isra Mi’raj tepat tanggal 27.

8. Sya’ban

Setelah Rajab, kemudian ada bulan Sya’ban yang berisi 29 hari. Pada bulan ini ada peristiwa yang terjadi yakni orang Arab pergi berpencar mencari sumber mata air.

9. Ramadhan

Berikutnya adalah bulan yang paling istimewa dari bulan lainnya di Kalender Islam, yakni bulan Ramadhan.

Bulan ini adalah bulan yang penuh dengan ampunan dan semua orang wajib puasa selama 30 hari.

10. Syawal

Setelah 30 hari berpuasa, umat Islam akan merayakan hari kemenangan atau Hari Raya idul Fitri, yakni pada tanggal 1 Syawal.

Artinya bulan ini adalah bulan yang penuh berkah dan sangat disambut dengan sukacita oleh umat Islam. Syawal memiliki jumlah hari yakni 29.

11. Dzulqaidah

Bulan ke 11 pada kalender Hijriyah yaitu bulan Dzulqodah. Dzulqodah memiliki 30 hari dan salah satu bulan yang diharamkan untuk berperang.

12. Dzulhijjah

Ini adalah bulan terakhir atau bulan ke 12 pada Kalender Hijriyah, yakni bulan Dzulhijjah. Pada bulan ini umat Islam melaksanakan ibadah haji.

Kemudian pada 10 Dzulhijjah umat Islam merayakan Hari Raya Idul Adha dan menyembelih hewan kurban.

Itulah 12 bulan yang ada pada sistem penanggalan agama Islam. Secara jumlah memang sama dengan penanggalan masehi, namun ada beberapa hari yang berbeda di dalam bulan Hijriyah dan Masehi.

Peristiwa dan Hari Besar yang Ada dalam Kalender Islam

Kalender Islam
Sumber: google.com/bersosial

Pada Kalender Islam atau Bulan Hijriyah, ada banyak peristiwa penting dan hari-hari besar yang masih diperingati sampai saat ini.

Apa saja peristiwa penting dan hari besar yang ada pada bulan hijriyah? Berikut ini penjelasannya:

1. Peristiwa dan Hari Besar di Bulan Muharram

Pada bulan Muharram, ada beberapa peristiwa penting yang terjadi. Peristiwa-peristiwa itu adalah diterimanya taubat Nabi Adam AS, lahirnya Nabi Musa AS, dan didinginkannya api di tangan Nabi Ibrahim AS.

Selain itu ada juga peristiwa diangkatnya azab kaum Nabi Yunus AS, Nabi Ya’qub kembali bisa melihat, Nabi Yusuf terbebas dari penjara, dan Nabi Sulaiman AS yang diberi singgasana. Itu semua terjadi pada bulan Muharram ini.

Bukan hanya peristiwa penting yang terjadi pada bulan ini, ada juga beberapa hari besar yang diperingati setiap bulan Muharram, adalah sebagai berikut:

  • Tahun baru Islam jatuh pada 1 Muharram
  • Puasa Tasu’a pada 9 Muharram
  • Selanjutnya adalah puasa Asyura pada 10 Muharram
  • Ada juga puasa Ayyamul Bidh pada 13-15 Muharram

Itulah peristiwa penting dan hari besar yang diperingati setiap bulan Muharram.

2. Peristiwa di Kalender Islam Bulan Safar

Kemudian ada peristiwa yang terjadi pada bulan Safar, yaitu Rasulullah SAW dan Abu Bakar Ash-Shiddiq bersembunyi di Gua untuk menghindari kejaran kaum Musyrikin.

Adapun hari besar yang diperingati pada bulan ini adalah puasa Ayyamul Bidh yakni pada tanggal 13-15 Safar yang memiliki banyak keistimewaan.

3. Rabiul Awal

Selanjutnya adalah bulan Rabiul Awal, pada bulan ini ada peristiwa yang sangat penting bagi umat Islam, yakni dilahirkannya Nabi Muhammad SAW.

Kelahiran baginda Rasulullah SAW menjadi salah satu hari yang sangat sakral dan diperingati setiap tahun, yakni pada tanggal 12 Rabiul Awal.

Selain itu setiap tanggal 13-15 Rabiul Awal juga dianjurkan puasa Ayyamul Bidh bagi umat Islam.

4. Bulan Hijriyah Rabiul Akhir

Setelah Rabiul Awal, ada juga Rabiul Akhir yang memiliki peristiwa penting, yakni ditetapkannya kewajiban shalat.

Tak hanya itu, pada tanggal 13-15 Rabiul Akhir juga dianjurkan untuk puasa Ayyamul Bidh bagi pemeluk agama Islam.

5. Peristiwa Kalender Islam Bulan Jumadil Awal

Pada bulan Jumadil Awal ada dua peristiwa yang terjadi, yakni lahirnya Ali bin Abi Thalib dan terjadinya perang jamal.

Tidak ada peringatan apapun pada bulan ini kecuali pada tanggal 13-15 Jumadil Awal yakni puasa Ayyamul Bidh.

6. Jumadil Akhir

Bulan selanjutnya adalah Jumadil Akhir. Peristiwa yang terjadi pada bulan ini adalah lahirnya putri Rasulullah SAW, Fatimah Azzahra.

Selain itu peristiwa lainnya adalah diangkatnya Umar bin Khattab menjadi Khalifah menggantikan Abu Bakar Ash-Shiddiq setelah meninggal dunia.

Sama seperti bulan Jumadil Awal, pada Jumadil Akhir pun tidak ada peringatan hari besar yang diperingati setiap hari, hanya pada tanggal 13-15 umat Islam dianjurkan melaksanakan puasa Ayyamul Bidh.

7. Peristiwa dan Hari Besar Kalender Islam di Bulan Rajab

Ada beberapa peristiwa penting yang terjadi pada bulan Rajab, yakni peristiwa Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW.

Ada pula peristiwa lainnya yaitu Nabi Nuh AS yang mengarungi bahtera dengan perahunya, dan perang shiffin.

Hari besar yang diperingati pada bulan ini adalah peristiwa Isra Mi’raj yang diperingati setiap 27 Rajab. Isra Mi’raj adalah peristiwa perjalanan Nabi Muhammad dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa, kemudian naik ke langit ketujuh (sidratul muntaha).

Pada peristiwa ini Nabi Muhammad SAW mendapatkan perintah untuk shalat 5 aktu dari Allah SWT.

8. Bulan Sya’ban

Pada bulan Sya’ban ada dua peristiwa yang terjadi, yakni lahirnya cucu Nabi Muhammad SAW, Husain, dan dialihkannya arah kiblat yang semula di Masjidil Aqsa menjadi ke Masjidil Haram.

Adapun pada tanggal 15 Sya’ban diperingati sebagai peringatan Nisfu Sya’ban. Nisfu Sya’ban adalah hari di mana pintu taubat sangat terbuka dan doa yang dipanjatkan pada malam ini akan dikabulkan oleh Allah SWT.

9. Peristiwa dan Hari Besar di Kalender Islam Bulan Ramadhan

Bulan Ramadhan adalah bulan yang sangat spesial di Kalender islam, karena pada bulan ini terdapat keistimewaan yang sangat luar biasa.

Pada bulan ini ada beberapa peristiwa penting yang terjadi, yakni turunnya Al-Quran kepada Rasulullah SAW, kemudian diturunkannya Shuhuf Ibrahim.

Selain dua kitab lainnya yakni Taurat untuk Nabi Musa, dan Injil untuk Nabi Isa sama-sama diturunkan pada bulan Ramadhan.

Peristiwa lainnya yang terjadi pada bulan ini yaitu malam Lailatul Qadar, Penaklukan Kota Mekkah, dan perang Badar.

Sedangkan hari yang diperingati pada bulan Ramadhan adalah pada tanggal 17 Ramadhan adalah malam Nuzulul Quran, dan pada tanggal 21-29 adalah 10 malam terakhir di bulan suci Ramadhan.

10. Syawal

Setelah Ramadhan, datanglah Syawal. Bulan ini terdapat peristiwa yang terjadi, yakni Allah mewahyukan kepada Lebah menghasilkan Madu, yaitu pada surat An-Nahl ayat 68-69. 

Selain itu umat islam juga merayakan Hari Raya Idul Fitri atau lebaran tepat di tanggal 1 Syawal. Kemudian ada juga peristiwa lainnya yaitu perang Uhud pada bulan ini.

Peringatan hari besar yang diperingati setiap tahun pada bulan ini yaitu Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal, di mana semua umat Islam bersukacita menyambut datangnya hari raya ini.

11. Dzulqaidah

Bulan ke 11 pada Kalender Islam adalah Dzulqaidah, pada bulan ini banyak peristiwa yang terjadi. Peristiwa yang terjadi adalah sebagai berikut:

Nabi Musa bermunajat kepada Allah selama 30 hari , Nabi Ibrahim dan putranya Ismail mendirikan pondasi bangunan Ka’bah , Terbelahnya laut oleh Nabi Musa , Keluarnya Nabi Nuh dari perut ikan.

Tidak ada peringatan hari besar pada bulan ini, hanya saja pada tanggal 13-15 Dzulqaidah umat Islam dianjurkan puasa Ayyamul Bidh seperti pada bulan lainnya.

12. Peristiwa dan Hari Besar Kalender Islam di Bulan Dzulhijjah

Bulan yang terakhir pada Bulan Hijriyah adalah Dzulhijjah, beberapa peristiwa yang terjadi pada bulan ini, yakni dilaksanakannya ibadah haji, dan Ali bin Abi Thalib menikahi Fatimah Azzahra.

Adapun peringatan hari besar pada bulan ini adalah sebagai berikut:

  • Tanggal 1 sampai 9 Dzulhijjah umat Islam dianjurkan puasa Dzulhijjah
  • Pada tanggal 9 Dzulhijjah dinamakan puasa Arafah, karena sedang dilakukan Wukuf di Arafah
  • 10 Dzulhijjah dilaksanakan Hari Raya Idul Adha
  • 11 sampai 13 Dzulhijjah umat Islam dilarang puasa, disebut dengan hari tasyrik

Demikianlah penjelasan lengkap tentang Nama bulan di Kalender Islam dan peristiwa yang terjadi pada bulan Hijriyah. Semoga bermanfaat!

Jika ingin mendapatkan artikel islami menarik lainnya, kunjungi terus situs Blog Evermos.

Anda juga bisa mendapatkan penghasilan jutaan rupiah hanya dengan modal HP saja tanpa harus keluar rumah.

Inilah benefit yang akan Anda dapatkan secara GRATIS:

  1. Punya toko online sendiri cuma modal HP,
  2. Jualan 80.000++ produk lokal berkualitas
  3. Akses E-Katalog tanpa batas
  4. Belajar bisnis dipandu trainer professional
  5. Gratis Ongkir*
  6. Packing dan pengiriman semua dari Evermos yang bantu,
  7. Bisa banget Jastip (Jasa Titip) untuk teman terdekat
  8. Kesempatan Umroh* tanpa diundi

*Syarat dan Ketentuan berlaku

Caranya mudah, hanya cukup menjadi reseller Evermos dan daftar sekarang juga dengan menekan tombol di bawah ini.

DAFTAR DISINI SEKARANG

×