Yuk, Pahami Investasi Jangka Panjang Agar Anda Bisa Kaya Di Hari Tua!

Investasi Jangka Panjang

Apakah Anda pernah mendengar istilah investasi jangka panjang? Banyak yang masih belum menyadari pentingnya investasi, tetapi tidak sedikit juga yang mempersiapkan diri untuk berinvestasi.

Investasi ada dua jenis, yaitu investasi jangka panjang dan investasi jangka pendek. Nah, untuk mengetahui lebih jelas tentang investasi jangka panjang beserta tujuan, manfaat dan jenis-jenisnya akan diulas pada penjelasan berikut ini.

Baca juga: 6 Peluang Usaha Internet yang Kreatif Ini Bikin Anda Kaya Mendadak!

Apa Itu Investasi Jangka Panjang?

Investasi Jangka Panjang

Sumber: pexels.com

Pengertian investasi adalah penanaman modal untuk mendapatkan keuntungan di kemudian hari. Dengan berinvestasi, orang berharap bisa mendapatkan manfaat di masa mendatang.

Nah, untuk investasi jangka pendek dapat diartikan sebagai investor yang mendapatkan keuntungan dalam kurun waktu satu tahun hingga tiga tahun.

Dengan begitu, Anda bisa memperoleh keuntungan dengan lebih cepat. Meski begitu, investasi jangka pendek memberikan return yang lebih kecil.

Contoh dari investasi jangka pendek yaitu obligasi jangka pendek, sertifikat deposito, dan pasar saham.

Berbeda dengan investasi jangka pendek, investasi jangka panjang membutuhkan waktu yang lebih lama agar Anda bisa menikmati hasilnya.

Anda akan mendapatkan keuntungan dalam waktu belasan tahun hingga puluhan waktu yang akan datang. Meskipun lebih lama, investasi jangka panjang memberikan return lebih tinggi.

Investasi jangka panjang sangat cocok untuk Anda yang hendak menabung untuk tujuan yang cukup lama, contohnya menikah, dana pensiun, dan dana pendidikan.

Apabila Anda memutuskan untuk menjadi investor jangka panjang, maka Anda harus bersedia bersabar dalam jangka waktu yang terbilang lama.

Nah, dengan kesabaran Anda tersebut, maka potensi jumlah keuntungan yang akan Anda dapatkan terbilang sangat tinggi.

Baca Juga:  Kumpulan Bahasa Korea Sehari Hari Untuk Pemula | Ala Drama Korea

Apa Tujuan Investasi Jangka Panjang?

Investasi Jangka Panjang

Sumber: pexels.com

Ada banyak tujuan investasi yang melatarbelakangi investor untuk melakukan investasi. Berikut tujuan investasi yang harus Anda ketahui, diantaranya:

1. Mendapatkan Penghasilan Tetap

Tujuan investasi untuk mendapatkan penghasilan tetap biasanya diterapkan oleh mereka yang menanam modal pada sebuah perusahaan.

Untuk contohnya, Anda berinvestasi pada sebuah perusahaan makanan. Nah, dari hasil penjualannya, Anda berhak mendapatkan persentase keuntungan setiap bulannya.

Besarnya persentase keuntungan akan berbeda, tentunya tergantung kesepakatan antara perusahaan dengan investor.

2. Mengembangkan Usaha

Selain mendapatkan penghasilan tetap dan keuntungan, investasi juga dapat mengembangkan usaha yang sedang Anda jalani.

Laba investasi yang Anda dapatkan akan menjadi modal untuk bisnis Anda.

3. Jaminan dalam Bisnis

Jika Anda menanam modal pada supplier bahan baku usaha yang sedang Anda jalani, maka kemungkinan besar perusahaan tidak akan mengalami kekurangan pasokan bahan baku.

Selain itu, harga produk Anda akan dapat bersaing di pasaran karena mendapatkan bahan baku yang lebih murah dengan kualitas yang baik.

Baca juga: Ini Dia 6 Bisnis Halal yang Bikin Untung dan Cepat Kaya

Apa Saja Manfaat Investasi Jangka Panjang?

Investasi Jangka Panjang

Sumber: pexels.com

Investasi juga memiliki banyak manfaat dan kelebihan bagi Anda selaku investor. Berikut manfaat dari investasi jangka panjang.

1. Meningkatkan Aset

Sebagai contoh, jika ada orang yang membeli tanah dengan tujuan investasi, lalu menjualnya beberapa tahun kemudian dengan harga yang lebih tinggi. Maka, nilai aset berupa tanah mengalami kenaikan.

Akan tetapi, peningkatan nilai aset tidak didapatkan dalam waktu singkat, butuh waktu lama dan kesabaran.

2. Memenuhi Kebutuhan di Masa Depan

Melakukan investasi di masa sekarang bertujuan untuk mendukung serta menunjang kehidupan di masa yang akan datang.

Sebagai contoh, Anda melakukan investasi dalam bentuk emas untuk dana pendidikan atau dana pernikahan di masa depan.

3. Gaya Hidup Hemat

Seseorang akan mencoba hidup hemat untuk tetap berinvestasi. Pada akhirnya orang tersebut akan menghindari dalam hal membeli sesuatu yang tidak penting dan bersifat lebih ekonomis.

Baca Juga:  Inilah Rekomendasi 5 Bank Penyedia Tabungan Haji Terbaik 2020

4. Menghindari Utang

Orang-orang yang memiliki komitmen kuat untuk berinvestasi, mereka akan menghindari berhutang dan lebih memilih untuk hidup hemat alias tidak boros untuk memperbaiki keadaan ekonominya.

Apa Saja Jenis-jenis Investasi Jangka Panjang?

Ada beberapa jenis investasi untuk jangka panjang yang bisa Anda pilih untuk masa depan, diantaranya:

1. Saham

Investasi Jangka Panjang

Sumber: pexels.com

Instrumen investasi yang satu ini sangat populer. Saham merupakan tanda kepemilikan suatu perusahaan yang bentuknya lembaran kertas.

Menurut Good Financial Cents, ada beberapa keunggulan dari investasi ini merupakan investasi jangka panjang yang bagus, diantaranya:

  • Anda tidak perlu mengelola properti atau bisnis karena saham merupakan “kertas” investasi.
  • Nilai saham bisa naik, bahkan secara signifikan dalam jangka waktu yang panjang.
  • Anda akan mendapatkan dividen, laba dari perusahaan.
  • Berinvestasi saham sama saja dengan investasi dalam ekonomi.
  • Saham memiliki likuiditas yang tinggi.
  • Anda dapat berinvestasi saham ke dalam kelas internasional.

Nah, dengan keunggulan tersebut, saham menjadi salah satu instrumen investasi yang cocok untuk Anda.

Bagi Anda yang pemula, sebaiknya usahakan terlebih dahulu ketahui tips investasi saham agar dapat mengerti alurnya untuk ke depannya.

2. Emas

Investasi Jangka Panjang

Sumber: pexels.com

Sudah sejak lama, emas menjadi salah satu instrumen investasi untuk periode yang lama karena terbukti sangat menguntungkan.

Nilai emas memang cenderung mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Apabila mengalami penurunan, maka nilainya juga tidak terlalu signifikan.

Investasi emas memiliki kelebihan dari segi likuiditasnya yang tinggi. Jadi, Anda tidak perlu khawatir saat ingin menukarkan emas menjadi uang tunai.

Selain itu, investasi emas mempunyai risiko yang minim dan tahan ketika terjadi inflasi.

Anda bisa berinvestasi emas dalam bentuk batangan, koin emas, ataupun perhiasan.

Jangan lupa juga untuk mempelajari dasar-dasar investasi emas agar Anda dapat mengikuti perkembangannya.

3. Properti

Investasi Jangka Panjang

Sumber: pexels.com

Seperti yang kita ketahui bersama bahwa nilai jual tanah cenderung mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Maka, jangan heran apabila saat ini sudah banyak sekali perumahan di sekitar Anda.

Baca Juga:  HP Hilang? Lakukan Cara Melacak Nomor HP Lewat Google Maps Berikut!

Alasan bisa mengalami peningkatan, karena setiap tahunnya permintaan terhadap rumah ataupun tanah selalu meningkat. Tentu saja rumah menjadi salah satu kebutuhan primer bagi tiap manusia.

Investasi properti ini tentu berbeda dengan investasi saham dan emas. Ketika Anda hendak memulai investasi properti, maka Anda akan membutuhkan modal yang cukup banyak.

Sebab, hingga saat ini harga properti sangat tinggi, apalagi jika berada di kawasan perkotaan. Apabila Anda belum mempunyai budget yang besar, Anda bisa memulainya dengan KPR (Kredit Pemilik Rumah) sehingga Anda bisa melakukan cicilan untuk membelinya.

4. Obligasi

Investasi Jangka Panjang

Sumber: pexels.com

Obligasi merupakan surat utang yang diserahkan oleh pihak peminjam kepada pihak pemberi pinjaman. Di dalam surat ini, tercantum nama Anda sekaligus keterangan tanggal jatuh tempo pinjaman.

Selain itu, di dalam obligasi juga terdapat bunga yang menjadi kewajiban pinjaman. Untuk waktu investasi obligasi ini biasanya dari 1 tahun hingga 10 tahun.

Investasi obligasi ini biasanya sangat disukai oleh para pengusaha dan investor.

5. Reksa Dana

Investasi Jangka Panjang

Sumber: pexels.com

Reksa dana merupakan sebuah investasi di mana dana dikumpulkan dari beberapa investor menjadi satu. Kemudian diinvestasikan pada macam pasar modal.

Reksa dana itu sendiri terbagi menjadi beberapa jenis, seperti reksa dana saham, reksa dana pasar uang, reksa dana saham, reksa dana pendapatan tetap, reksa dana campuran dan reksa dana index.

Anda bisa memilih reksa dana dengan risiko paling minim.

Demikianlah informasi seputar investasi jangka panjang, tujuan, manfaat hingga jenis-jenis investasi jangka panjang. Semoga informasi ini dapat bermanfaat, dan bisa Anda terapkan untuk memulai investasi dari sekarang.

Agar Anda bisa sukses dalam berinvestasi, hendaknya pilih investasi yang Anda mengerti. Selain itu, Anda harus mencoba adaptasi dan sabar. Memang perlu kesabaran yang tinggi supaya dapat menuai keuntungan yang besar.

Dan yang terakhir, jangan ragu untuk memulai investasi sejak dini, sebab dengan hal tersebut dapat menjaga aset kekayaan Anda di masa depan.

Ingin menemukan informasi menarik lainnya? Anda bisa mengunjungi berbagai artikel menarik lainnya pada artikel blog Evermos.

Share:
Facebook
Twitter
Pinterest
LinkedIn
×