Hukum Membatalkan Puasa Bagi Pekerja Berat, Berikut Jawabannya

hukum membatalkan puasa bagi para pekerja berat

Puasa merupakan salah satu rukun Islam yang wajib dijalankan bagi setiap muslim, tak terkecuali bagi orang yang sedang mencari nafkah. Lalu, bagaimanakah hukum membatalkan puasa bagi pekerja berat apabila mereka tidak sanggup menjalani puasa?

Seringkali menjadi pertanyaan mengenai bagaimana hukum membatalkan puasa bagi pekerja berat, boleh ataukah tidak? Terkadang seseorang masih bingung dalam hal ini. Nah, untuk menjawab hal tersebut, mari simak jawabannya pada ulasan artikel berikut ini!

Allah SWT mensyariatkan agama Islam sesuai dengan kemampuan manusia. Akan tetapi, pada dasarnya apa yang Allah dan Rasul-Nya perintahkan, manusia (umat Islam) mampu melakukannya.

Perlu kita ketahui dan renungkan bahwa tidak mungkin Allah membebankan sesuatu di luar kemampuan manusia.

Pada waktu pelaksanaan kewajiban agama Islam, Allah juga mengukur kemampuan individu tersebut.

Allah SWT Memberikan Keringanan Untuk Hamba-Nya dalam Melaksanakan Perintah Agama

Allah memberikan keringanan pada umat Muslim dalam hal melakukan ibadah.

Sebagai contoh, sholat merupakan kewajiban yang dilaksanakan dengan cara berdiri, tetapi jika seseorang tidak mampu mengerjakan sholat dengan cara berdiri karena sakit misalnya, maka bisa dilakukan sambil duduk, berbaring, bahkan dengan isyarat pun diperbolehkan apabila itu batas kemampuannya.

Adapun contoh lainnya, ketika seseorang yang tidak bisa wudhu karena sakit atau tidak ada air, maka bisa menggantinya  dengan tayamum. Hal inilah maksud dengan rukhsah (keringanan) dalam hukum Islam.

Allah memerikan prinsip keringanan dan kemudahan dalam melaksanakan perintah agama, karena Islam itu menyelamatkan, bukan untuk menyulitkan manusia.

Bagaimana Hukum Membatalkan Puasa Bagi Pekerja Berat?

Hukum Membatalkan Puasa Bagi Pekerja Berat

Sumber: shutterstock.com

Demikian halnya dalam melaksanakan ibadah puasa. Sebagai hukum azimah (keharusan) puasa diwajibkan kepada semua orang Islam yang sudah baligh.

Baca Juga:  7 Cara Kulit Glowing dan Sehat Selama Puasa, Ini Dia Tipsnya!

Namun, bagi orang-orang yang mendapat kesulitan untuk puasa, Allah memberikan rukhsah (keringanan) untuk tidak berpuasa.

Seperti orang yang sakit atau musafir (orang yang sedang bepergian) boleh tidak puasa dan menggantinya pada hari lain.

Sebab jika orang-orang tersebut tetap diwajibkan puasa, maka akan timbul kesulitan.

Bentuk keringanan untuk tidak berpuasa ada bermacam-macam, seperti boleh tidak berpuasa dan menggantinya pada hari lain, boleh tidak berpuasa dan tidak mengganti pada hari lain.

Akan tetapi, harus membayar fidyah 1 mud (0,5) makanan kepada fakir miskin untuk setiap hari puasa yang ditinggalkannya.

Untuk menjaga kondisi tubuh agar selalu prima, Anda dapat mengonsumsi madu. Madu ini memiliki khasiat atau manfaat yang baik bagi kesehatan, terutama menjaga stamina tubuh.

Jadi, apabila pekerjaan Anda termasuk berat, Anda dapat mengantisipasinya dengan mengonsumsi madu ini agar kuat dalam menjalani ibadah puasa.

Hukum Pekerja Berat Jalani Puasa dalam Islam

Idealnya selama bulan Ramadan orang Islam hendaknya bekerja disesuaikan dengan kemampuan fisik yang sedang puasa.

Tetapi, karena yang mengatur pekerjaan bukan Anda, tapi orang lain yang kurang/belum begitu memahami kedudukan puasa dalam agama Islam, sehingga dalam mentarget pekerjaan kurang memperhatikan kondisi pekerja yang sedang berpuasa.

Bahkan Anda sendiri adalah pihak yang memerlukan pekerjaan tersebut untuk menghidupi keluarga, maka tidak ada salahnya bekerja keras pada bulan puasa.

Sebab kalau tidak bekerja akan mempengaruhi pendapatan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Persoalan tidak mampu berpuasa, selama ketidakmapuan itu tidak dibuat-buat, Anda tidak berdosa.

Bila pekerjaan Anda termasuk jenis pekerjaan berat yang membutuhkan dukungan fisik yang prima, kalau fisik lemah dan dipaksa bekerja berat, bisa menimbulkan sakit, sementara Allah melarang umat manusia mencelakakan dirinya sendiri.

Bagi orang yang tidak sanggup berpuasa kecuali dengan kesukaran yang sangat berat, seperti orang yang sangat tua, orang yang sakit-sakitan yang tidak ada harapan sembuh, wanita yang sedang hamil dan wanita yang sedang menyusui, Islam memberikan keringanan untuk tidak berpuasa dan menggantinya dengan cara memberikan makan kepada seorang fakir miskin setiap hari puasa yang ditinggalkannya sebesar 1 mud (0,5 kg).

Baca Juga:  Siapa Sangka, Inilah 8 Manfaat Puasa Ramadhan Bagi Kesehatan

Dalil Tentang Golongan Orang yang Tidak Mampu Berpuasa

Hukum Membatalkan Puasa Bagi Pekerja Berat

Sumber: shutterstock.com

Allah berfirman dalam QS. Al-Baqarah ayat 184 yang berbunyi:

أَيَّامًا مَّعْدُودَٰتٍ ۚ فَمَن كَانَ مِنكُم مَّرِيضًا أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ أَيَّامٍ أُخَرَ ۚ وَعَلَى ٱلَّذِينَ يُطِيقُونَهُۥ فِدْيَةٌ طَعَامُ مِسْكِينٍ ۖ فَمَن تَطَوَّعَ خَيْرًا فَهُوَ خَيْرٌ لَّهُۥ ۚ وَأَن تَصُومُوا۟ خَيْرٌ لَّكُمْ ۖ إِن كُنتُمْ تَعْلَمُونَ

Ayyāmam ma’dụdāt, fa mang kāna mingkum marīḍan au ‘alā safarin fa ‘iddatum min ayyāmin ukhar, wa ‘alallażīna yuṭīqụnahụ fidyatun ṭa’āmu miskīn, fa man taṭawwa’a khairan fa huwa khairul lah, wa an taṣụmụ khairul lakum ing kuntum ta’lamụn.

Artinya: “(yaitu) dalam beberapa hari yang tertentu. Maka barangsiapa diantara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain. Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu): memberi makan seorang miskin. Barangsiapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itulah yang lebih baik baginya. Dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.”

Banyak para ulama yang menggolongkan para pekerja berat ke dalam kelompok “orang-orang yang tidak mampu berpuasa”, dalam surat Al-Baqarah ayat 184 di atas.

Apabila seperti mereka para pekerja tambang, para abang becak yang selalu mengayuh becaknya mencari dan menarik penumpang, para petani yang membajak sawah dan mengerjakan pertanian lainnya. Maka boleh tidak berpuasa jika sudah tidak kuat lagi dan menggantinya pada waktu lain hari.

Oleh karena itu, jika Anda sehari-harinya menjalani pekerjaan berat termasuk ke dalam kelompok ini, sehingga boleh tidak berpuasa sejak pagi hari.

Baca Juga:  Apakah Sah Puasa Orang yang Sudah Mumayyiz ? Berikut Penjelasannya

Menurut firman Allah dalam surat Al-Baqarah ayat 184 di atas, Anda bisa membayar fidyah dan tidak mengqadha.

Akan tetapi, Anda harus mengqadla puasa bukan membayar fidyah, hal ini karena Anda punya kesempatan untuk mengqadha sewaktu bekerja di kantor atau sewaktu di lapangan, tetapi tidak sedang bekerja berat.

Mau Usaha Dengan Modal HP? Tenang, Evermos Punya Solusinya!

Di zaman yang serba canggih seperti sekarang ini, mendapatkan rezeki dengan berjualan tidak melulu membuka toko dengan modal besar.

Anda juga sangat bisa berjualan hanya melalui hp, bahkan tanpa modal.

Apakah Anda salah satunya? Seringkali pusing sendiri mencari modal dan akhirnya bingung bagaimana cara untuk memulai usaha?

Tenang, bagi Anda yang ingin memiliki bisnis, namun belum memiliki cukup modal, menjadi seorang reseller Evermos merupakan pilihan yang tepat.

Banyak kemudahan dan keuntungan yang akan Anda dapatkan dengan menjadi reseller Evermos, antara lain:

  • Bisnis tanpa modal
  • Memiliki toko online sendiri
  • Tidak perlu pusing cari supplier
  • Tidak perlu memikirkan stok dan pengiriman
  • Mendapatkan pelatihan bisnis online dari ahlinya
  • Berkesempatan bergabung dengan komunitas reseller dari berbagai daerah

Bagaimana? Menarik bukan? Mari raih potensi untuk mendapatkan penghasilan sesuai keinginan dengan menjadi reseller Evermos.

Yuk, segera daftarkan diri Anda dengan menjadi reseller hebat di Evermos. Semakin banyak produk yang Anda jual, maka semakin banyak pula komisi yang akan Anda dapatkan.

DAFTAR DISINI SEKARANG

Sekian informasi mengenai hukum membatalkan puasa bagi pekerja berat. Jadi pada intinya, boleh puasanya batal asalkan dengan syarat benar-benar tidak mampu melanjutkan puasa.

Jika memaksakan puasa, hal tersebut akan mengancam mereka baik kesehatannya maupun keluarga yang di nafkahinya.

Semoga informasi yang kami sajikan dapat menjawab hal yang selama ini Anda tidak ketahui.

Silahkan share artikel ini pada yang lain, agar dapat mengetahui informasi ini.

Bagi Anda yang ingin membaca artikel menarik lainnya, kunjungi situs Blog Evermos. 

Share:
Facebook
Twitter
Pinterest
LinkedIn
×