Hari yang Diharamkan untuk Berpuasa adalah? Simak di Sini!

Hari yang diharamkan untuk berpuasa adalah – Menjadi seorang muslim tentu berpuasa adalah hal yang sering dilakukan.

Apalagi saat bulan Ramadhan, puasa adalah kewajiban bagi semua umat Islam. Selain itu puasa juga masuk ke dalam lima rukun Islam, yaitu rukun yang ketiga setelah shalat.

Artinya puasa adalah ibadah yang memiliki keutamaan khusus, kedudukannya berada satu tingkat di bawah shalat. 

Namun dalam agama Islam ada waktu-waktu tertentu yang dilarang atau diharamkan untuk melaksanakan puasa.

Hari yang diharamkan untuk berpuasa adalah hari tasyrik. Namun ada juga selain hari tasrik yang diharamkan untuk berpuasa.

Hari apa saja kah itu? Simak ulasan lengkapnya berikut ini!

Hari yang Diharamkan untuk Berpuasa adalah?

Hari yang diharamkan untuk berpuasa
Sumber: google.com/bersosial

Setidaknya ada lima kondisi atau waktu yang dilarang untuk berpuasa, berikut ini hari yang dilarang untuk berpuasa.

1. Hari Raya Idul FItri

Pertama, hari yang diharamkan untuk berpuasa adalah hari raya idul fitri atau tanggal 1 Syawal. Rasulullah melarang orang Islam melarang berpuasa pada tanggal 1 Syawal dalam haditsnya.

Hal itu karena 1 Syawal adalah hari di mana orang-orang kembali makan di siang hari setelah berpuasa di bulan Ramadhan selama satu bulan penuh.

Hadits nabi yang menjelaskan tentang larangan berpuasa di dua hari raya adalah sebagai berikut: 

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- نَهَى عَنْ صِيَامِ يَوْمَيْنِ يَوْمِ الْفِطْرِ وَيَوْمِ النَّحْرِ.

Artinya: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang berpuasa pada dua hari yaitu Idul Fitri dan Idul Adha.” (HR. Muslim).

Hadits ini selain melarang orang berpuasa di hari raya idul fitri dan idul adha.

2. Hari Raya Idul Adha

Kemudian hari yang diharamkan untuk berpuasa adalah hari raya idul adha. Hal ini merujuk pada hadits Nabi Muhammad yang diriwayatkan oleh Imam Muslim.

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- نَهَى عَنْ صِيَامِ يَوْمَيْنِ يَوْمِ الْفِطْرِ وَيَوْمِ النَّحْرِ.

Artinya: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang berpuasa pada dua hari yaitu Idul Fitri dan Idul Adha.” (HR. Muslim).

Selain itu ada hadits lain yang menguatkan pernyataan tersebut. 

Dari Abi Ubaid Maula Ibn Azhar berkata, “Aku menyaksikan hari raya bersama Umar bin al Khattab, beliau berkata: ini adalah dua hari yang dilarang Rasulullah saw. untuk berpuasa, yakni hari berbukanya kalian dari puasa, dan hari lainnya kalian makan di dalamnya dari hewan sembelihan kalian.” (HR. Bukhari).

3. Hari Tasyrik

Hari yang mungkin sering disebut ketika menyinggung soal hari yang dilarang berpuasa dalam Islam adalah hari tasyrik.

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, arti dari hari tasyrik adalah hari makan dan minum.

أَيَّامُ التَّشْرِيقِ أَيَّامُ أَكْلٍ وَشُرْبٍ

Artinya: “Hari-hari tasyrik adalah hari makan dan minum.” (HR. Muslim).

Berdasarkan hadits di atas, Rasulullah melarang orang berpuasa pada hari ini karena masih dalam hari raya.

Hari tasyrik jatuh pada tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah.

4. Hari Syak

Syak artinya meragukan, yaitu hari ke 30 bulan Syaban. Pada hari ini haram hukumnya untuk melaksanakan puasa bagi umat muslim.

Imam Bukhari dan al-Hakim meriwayatkan sebuah hadits Rasulullah tentang larangan puasa pada hari syak ini.

مَنْ صَامَ يَوْمَ الشَّكِّ فَقَدْ عَصَى أَبَا القَاسِمِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

Artinya: “Siapa yang puasa pada hari syak maka dia telah bermaksiat kepada Abul Qosim (Nabi Muhammad) shallallahu ‘alaihi wa sallam.” (HR. Bukhari & al-Hakim).

5. Haid dan Nifas

Selanjutnya waktu yang dilarang untuk berpuasa adalah ketika haid dan nifas. Larangan ini berlaku untuk perempuan yang sudah baligh.

Rasulullah SAW bersabda: 

“Bukankah salah seorang di antara mereka (kaum wanita) apabila menjalani masa haid tidak mengerjakan sholat dan tidak pula berpuasa? Para sahabat wanita menjawab: Benar.” (HR. Bukhari).

Hukum Puasa tapi Pacaran

hukum berpuasa tapi pacaran
Sumber: google.com/bersosial

Ketika berpuasa, banyak muda-mudi yang masih menjalin hubungan pacaran dengan lawan jenisnya.

Lantas bagaimana hukumnya bagi orang yang berpuasa tapi pacaran? Mengutip dari inews.id hukum pacaraan tapi puasa tentu sangat dilarang.

Apalagi jika lawan jenis berduaan dalam keadaan sedang berpuasa sangat dilarang dan haram hukumnya.

Salah satu hadits menyebutkan bahwa siapapun yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka jangan sekali-kali berduaan dengan lawan jenis yang bukan mahram, karena yang ketiganya adalah setan.

Adapun Ustadz Abdul Somad mengatakan kalau berpuasa namun melakukan hal yang haram maka akan gugur puasanya. 

“Ibadah dalam Islam itu ada targetnya, puasa jadin gugur kalau melakukan hal yang haram,” katanya dalam channel Youtube Haziq Ilmu Channel 5 Belajar Islam.

Hukum Merokok saat Puasa

hukum merokok saat berpuasa
Sumber: google.com/bersosial

Mengutip dari kompas.com, Kebanyakan orang menganggap merokok ketika sedang puasa adalah boleh dan tidak membatalkan puasa, namun para ulama khususnya mazhab syafi’i mengatakan hukum merokok saat puasa adalah haram.

Asap rokok yang masuk dan keluar dari mulut seseorang secara istilah hukum disebut dengan syurbu dukhan atau meminum asap.

Kemudian rokok disebut juga dengan ‘ain (benda), yaitu apabila asap yang dimasukkan ke rongga mulut atau hidung maka akan membatalkan puasa.

Dalam kitab Hasyiyatul Jumal ‘ala Syahril Minhaj, Beirut, Darul Fikr, jilid 2, hal. 317, Syekh Sulaiman Al-Ujaili berkata:

“Dan termasuk dari ‘ain (benda yang membatalkan puasa) adalah asap, tetapi mesti dirinci, jika asap itu adalah yang terkenal seperti sekarang ini (tembakau) maka puasa menjadi batal.

Tapi jika asap lain seperti uap masakan, maka tidak membatalkan puasa. Ini adalah pendapat yang mu’tamad (kuat).”

Demikianlah pembahasan tentang hari yang diharamkan untuk berpuasa adalah hari apa saja, dan hukum ketika berpuasa namun merokok  dan berpacaran. Semoga bermanfaat!

Jika Anda ingin membaca artikel islami menarik lainnya, silahkan kunjungi situs Blog Evermos untuk mendapatkan artikelnya.

×