Home » Yakin Shalat Anda Sudah Sah? Perhatikan Dulu Hal Hal yang Membatalkan Shalat Ini

Yakin Shalat Anda Sudah Sah? Perhatikan Dulu Hal Hal yang Membatalkan Shalat Ini

by Risma Novianti
0 comment

Saat menjalankan ibadah shalat, seorang muslim juga sebaiknya mengetahui hal hal yang membatalkan shalat. Karena mengetahui penyebab batalnya shalat, juga sama pentingnya dengan mengetahui rukun dan syarat sahnya shalat.

Dengan Anda mengetahui hal hal yang membatalkan shalat ini, tentu saja tujuannya untuk menjaga ibadah tetap khusyu dan sah.

Pada artikel ini akan membahas beberapa penyebab batalnya sholat yang wajib diketahui oleh setiap umat muslim. Simak artikel ini hingga tuntas ya!

Baca juga: 13 Rukun Sholat yang Harus Dipenuhi. Tidak Sah Sholatnya Apabila Salah Satu Rukun Ketinggalan!

Hal-Hal yang Membatalkan Shalat

1. Berbicara Selain Bacaan Shalat

Penyebab batalnya shalat yang pertama adalah yaitu berbicara dengan sengaja. Ketika melaksanakan ibadah shalat, kita dilarang berbicara dengan sengaja selain membaca Al-Quran, dzikir dan doa.

Sebagaimana perkataan dari Zaid bin Arqam radhiyallahu ‘anhu, yaitu:

“Kami dahulu berbicara di dalam shalat, di antara kami ada yang membicarakan saudaranya mengenai hajatnya sampai turun firman Allah Ta’ala, “Jagalah shalat yang lima waktu dan shalat wustha (shalat ‘Ashar). Berdirilah untuk Allah (dalam shalatmu) dengan khusyu’.” (QS. Al-Baqarah: 238)

 

Maka ketika itu kami diperintahkan untuk diam.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Adapun hadits lainnya yaitu:

Dari Mu’awiyah bin Hakam As-Sulamiy radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata padanya ketika ia menjawab ucapan orang yang bersin dengan menyebut “yarhamukallah” lalu orang-orang pada memandanginya.

“Ingatlah shalat itu tidak pantas di dalamnya terdapat perkataan manusia. Shalat itu hanya tasbih, takbir dan bacaan Alquran.” (HR. Muslim)

2. Niat yang Berubah

Hal Hal yang Membatalkan Shalat

Sumber: google/bersosial

Dengan adanya niat yang berubah saat shalat juga bisa menjadi penyebab batalnya shalat.

Sebagai contoh, apabila ada seseorang bertekad atau berniat keluar dari shalat atau memiliki keinginan untuk menemui seseorang, maka hal tersebut dapat membatalkan shalat.

Hal ini yang perlu kita perhatikan bahwa dalam shalat harus dengan niat yang lurus yaitu beribadah kepada Allah dengan pasti dan tanpa ragu.

3. Terlalu Banyak Bergerak

Penyebab batalnya shalat yang selanjutnya adalah terlalu banyak bergerak. Syarat bergerak yang dapat menyebabkan shalat menjadi batal adalah banyak, berturut-turut, dan tidak dalam keadaan butuh. Bergerak dalam shalat hanya diperbolehkan 3x.

Akan tetapi, tidak semua gerakan dilarang ketika shalat. Ada juga beberapa gerakan yang boleh Anda lakukan ketika sedang shalat, misalnya ketika seseorang sedang shalat dan menemukan ada najis di penutup kepalanya, maka ia bergerak untuk memindahkannya dan melepaskan penutup kepalanya tersebut. Hal ini juga sesuai dengan hadist berikut:

“Hal ini sebagaimana pernah terjadi pada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ketika itu datang malaikat Jibril sedangkan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sedang melaksanakan shalat berjama’ah dengan yang lainnya. Lalu Jibril memberitahukan bahwa di sendal beliau ada najis. Lantas Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mencopotnya sedangkan beliau sedang sholat dan beliau terus melanjutkan shalatnya.” (HR. Abu Daud)

Contoh lainnya yaitu ketika seseorang salah menghadap kiblat, lalu ada orang yang mengingatkan. Maka ia harus berpaling atau memutar badannya ke arah kiblat. Tentu saja gerakan tersebut adalah wajib, sebelum Anda melakukan shalat kembali.

Selain itu, Anda juga boleh bergerak untuk meluruskan shaf. Atau ketika melihat ada tempat yang kosong di depannya.

Hendaknya bergerak maju ke depan untuk mengisi kekosongan. Perbuatan ini termasuk sunnah dalam shalat karena dalam rangka menyempurnakan shalat.

4. Terlihat Sebagian Aurat

Hal Hal yang Membatalkan Shalat

Sumber: google/bersosial

Aurat terbuka ketika shalat, maka shalatnya tidak sah. Sebagaimana dalam kitab Al-Fiqh Al-Manhaji menjelaskan, jika sebagian aurat terbuka ketika shalat dengan sengaja, maka sholatnya batal.

Namun apabila tidak sengaja dan segera menutupnya, maka shalatnya tidak batal. Sedangkan jika sudah mengetahui tapi tidak menutupnya, maka shalatnya batal karena tidak memenuhi syarat sah shalat.

Dalam shalat, aurat pria adalah antara pusar dan lutut. Sedangkan bagi wanita, batasan auratnya adalah seluruh tubuh kecuali wajah dan telapak tangan.

5. Makan dan Minum

Makan dan minum termasuk pembatal shalat karena dianggap bertentangan dengan maksud shalat.

Sebagaimana dalam Kitab Al-Fiqh Al-Manhaji menjelaskan, jika makan dan minum itu sengaja, walau hanya sedikit, maka shalatnya batal.

Jika tidak sengaja, juga bisa membatalkan jika menurut ‘urf (anggapan kebiasaan).

Maksudnya banyak ini jika ukurannya sebesar himmashah (jenis kacang).

Oleh karena itu, apabila ada makanan tersisa pada ela-sela gigi kurang dari ukuran himmashah tersebut, lalu tertelan bersama dengan air liur, maka shalatnya tidak batal.

6. Najis pada Pakaian atau Badan Ketika Shalat

Hal Hal yang Membatalkan Shalat

Sumber: google/bersosial

Ketika seseorang mendapati najis pada pakaian atau badan ketika shalat, dan tidak segera dihilangkan, maka saat itulah shalatnya batal.

Alasannya karena tidak memenuhi salah satu syarat sah shalat, yaitu bersihnya badan dan pakaian dari najis.

Inilah salah satu dalil yang menjelaskan bahwa bersih dari najis merupakan syarat sah shalat adalah:

“Jika datang haidh, maka tinggalkanlah shalat. Jika darah haidh tersebut sudah berhenti, maka mandilah dari darah tersebut, lalu shalatlah.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Adapula dalil lainnya yang diriwayatkan oleh Ad-Daruquthni yaitu:

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Bersihkanlah diri dari kencing. Karena kebanyakan siksa kubur berasal dari bekas kencing tersebut.”

Baca juga: Jangan Salah Lagi, Inilah Tata Cara Tayamum yang Baik dan Benar

7. Berhadats Sebelum Salam Pertama

Penyebab batalnya shalat berikutnya yaitu berhadats sebelum salam pertama dalam shalat. Jika seseorang berhadats, misalnya kentut, sebelum salam pertama dalam sholat, baik sengaja atau tidak, maka shalatnya batal.

Hal ini karena salah satu syarat shalat gugur, yaitu suci dari hadats. Hal ini terjadi sebelum rukun sempurna.

Salam pertama adalah bagian dari rukun shalat, sedangkan salam kedua yaitu bagian dari sunnah hay’ah dalam shalat.

Sedangkan jika berhadats setelah salam pertama, namun sebelum salam kedua, shalat tersebut tetap sah. Masalah ini telah disepakati oleh para ulama kaum muslimin.

8. Membelakangi Kiblat

Hal Hal yang Membatalkan Shalat

Sumber: google/bersosial

Penyebab batalnya shalat yang terakhir adalah ketika seseorang membelakangi kiblat. Menghadap kiblat merupakan salah satu syarat sahnya sholat. Sehingga, ketika seseorang membelakanginya ketika sholat, maka dapat membatalkan sholat tersebut.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda kepada orang jelek shalat (musi’ salatahu),

“Jika engkau hendak mengerjakan shalat, maka sempurnakanlah wudhumu lalu menghadaplah ke kiblat, kemudian bertakbirlah.” (HR. Bukhari dan Muslim)

9. Melakukan Berdehem, Tertawa, Menangis, Merintih

Penyebab batalnya sholat yang berikutnya yaitu dengan berdehem, tertawa, menangis, dan merintih jika nampak dua huruf yang keluar meskipun tidak bisa dipahami. Adapun jika didengar hanya satu huruf atau tidak ada huruf yang didengar, maka sholatnya tidak batal, selama tidak disengaja.

Adapun jika seseorang mengalami batuk-batuk yang sulit diatasi, atau bersuara keras yang sulit diatasi karena, misalnya karena penyakit, maka sholatnya tidaklah batal.

Dalam hal ini, Ibnu Taimiyah pernah ditanya, “Bagaimana jika ada seseorang tertawa ketika shalat, apakah shalatnya batal?”

Kemudian beliau menjawab:

“Jika sekedar tersenyum, tidak membatalkan shalat. Adapun jika tertawa –apalagi sampai terbahak-bahak-, maka itu membatalkan shalat namun tidak membatalkan wudhu menurut mayoritas ulama seperti Imam Malik, Imam Asy Syafi’i dan Imam Ahmad. Akan tetapi disunnahkan bagi yang tertawa ketika shalat untuk kembali berwudhu –menurut pendapat yang terkuat dari dua pendapat yang ada-. Alasannya, karena ketika itu ia telah melakukan suatu dosa (dengan tertawa ketika shalat). Juga kenapa dianjurkan tetap berwudhu? Hal ini demi selamat dari perselisihan ulama yang ada karena Imam Abu Hanifah menganggap tertawa ketika shalat membatalkan wudhu (sekaligus membatalkan shalat, pen). Wallahu a’lam.” (Majmu’ah Al-Fatawa, 22: 614)

Sekian ulasan artikel mengenai hal-hal yang membatalkan shalat. Setelah Anda mengetahuinya, semoga bisa lebih khusyu dalam menjalankan ibadah shalat.

Semoga informasi ini dapat bermanfaat dan dapat memberikan motivasi bagi Anda agar dapat meningkatkan lagi kualitas ibadahnya.

Jangan sampai terlewat artikel dari situs Evermos lainnya dengan topik-topik yang tak kalah menarik.

 

 

 

Related Posts