Hadits Ciri Ciri Orang Munafik dan Cara Mengatasinya Menurut Rasulullah

Apa yang terbesit dalam pikiran Anda jika mendengar kata munafik? Kata-kata munafik terkadang juga dinobatkan kepada orang yang tidak bisa dipercaya perkataannya. Untuk lebih lengkapnya, mari simak hadits ciri ciri orang munafik serta cara mengatasinya menurut Rasulullah SAW.

Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia atau KBBI, munafik berarti bertindak seolah-olah yakin dan taat terhadap sebuah ajaran agama atau yang sejenisnya.

Namun, sesungguhnya dalam hatinya tidak seperti itu. Makna lainnya adalah suka berkata apa yang sebenarnya ia tidak kerjakan atau bermuka dua.

Jadi, apakah seorang pengkhianat juga termasuk ciri-ciri orang munafik? Dalam Islam telah dijelaskan tentang ciri-ciri orang munafik. Baik di dalam Al-Quran ataupun Al-Hadist.

Baca juga: Hati-Hati Istidraj! Pahami Arti Istidraj, Ciri-Ciri, dan Cara Menghindarinya

Hadits Tentang Ciri-Ciri Orang Munafik

Hadits Ciri Ciri Orang Munafik
Sumber: google/bersosial

Dalam Islam terdapat 3 ciri-ciri orang munafik, seperti yang disampaikan oleh Rasulullah SAW dalam sabdanya:

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ عَنِ النَّبِىِّ صلى الله عليه وسلم – قَالَ آيَةُ الْمُنَافِقِ ثَلاَثٌ إِذَا حَدَّثَ كَذَبَ ، وَإِذَا وَعَدَ أَخْلَفَ ، وَإِذَا اؤْتُمِنَ خَانَ

Dari Abu Hurairah, bahwa Nabi SAW bersabda, Tanda-tanda orang munafik ada tiga: “jika berbicara dia berdusta, jika berjanji dia mengingkari, dan jika diberi amanah dia berkhianat.” (HR. Al- Bukhari)

Penjelasan Hadits

Hadits di atas merupakan hadist mengenai ciri-ciri orang munafik yang sudah tidak asing bagi kita. Melalui hadits tersebut manusia senantiasa diperingatkan dan patutlah untuk berhati-hati agar tidak termasuk golongan orang-orang munafik.

Kata munafik berarti orang-orang yang nifak. Nifak secara bahasa maknanya adalah berbeda antara apa yang tampak (lahir) dan tidak tampak (batin).

Apabila perbedaan itu menyangkut perkara iman maka orang tersebut tersebut termasuk nifaq i’tiqad. Contohnya orang yang berkata “Kami beriman” tetapi mengingkari di dalam hati.

Pada zaman Nabi Muhammad SAW, ketika berdakwah di Madinah terdapat orang-orang munafik seperti itu. Nama orang yang terkenal dengan sifat kemunafikannya tersebut adalah Abdullah bin Ubay bin Salul.

Menurut Ibnu Katsir, nifak adalah memperlihatkan kebaikan dan menyembunyikan kejelekan.

Sementara itu, Ibnu Juraij berkata bahwa orang munafik itu adalah orang yang perkataanya berlawanan dengan apa yang ia kerjakan dan batinnya menyelisihi lahiriahnya.

Dalil Al-Quran Tentang Ciri-Ciri Orang Munafik

Hadits Ciri Ciri Orang Munafik
Sumber: google/bersosial

Selain dari Al-Hadist, Allah SWT juga telah menjelaskan ciri-ciri orang munafik dalam bagian awal surat Al-Baqarah.

Allah menjelaskan tentang tiga golongan manusia, yaitu orang-orang mukmin, orang-orang kafir, dan orang-orang munafik.

Allah SWT berfirman dalam surat Al-Baqarah ayat 14:

وَإِذَا لَقُوا الَّذِينَ آمَنُوا قَالُوا آمَنَّا وَإِذَا خَلَوْا إِلَىٰ شَيَاطِينِهِمْ قَالُوا إِنَّا مَعَكُمْ إِنَّمَا نَحْنُ مُسْتَهْزِئُونَ

Artinya: Dan apabila mereka berjmpa dengan orang yang beriman, mereka berkata, “Kami telah beriman.” Tetapi apabila mereka apabila mereka kembali pada setan-setan (para pemimpin) mereka, mereka berkata “Sesungguhnya kami bersamamu, kami hanya berolok-olok.”

Lalu, Allah SWT membalas perkataan mereka dalam ayat selanjutnya yaitu:

اللَّهُ يَسْتَهْزِئُ بِهِمْ وَيَمُدُّهُمْ فِي طُغْيَانِهِمْ يَعْمَهُونَ

Artinya: “Allah akan memperolok-olokkan mereka dan membiarkan mereka terombang-ambing dalam kesesatan.”

Sebetulnya masih banyak lagi dalil Al-Quran dan Al-Hadist yang menjelaskan kejahatan-kejahatan orang-orang munafik dan ancaman bagi mereka.

Dalil Al-Qur’an dan Hadits di atas hanya sebagai contoh yang perlu kita ketahui.

Oleh karena itu, sudah sepatutnya bagi seorang muslim untuk mewaspadai perilaku buruk mereka dan meninggalkan sifat yang menjadi ciri-ciri orang munafik.

Baca juga: Miliki 10 Sikap Akhlakul Karimah Ini Jika Anda Ingin Masuk Surga

Inilah 3 Ciri-ciri Orang Munafik

Ciri-ciri orang munafik ialah apabila berbicara dia berbohong, apabila berjanji ia tidak menepatinya, dan apabila dipercaya ia mengkhianatinya.

Nah, agar lebih memahami ketiga ciri-ciri orang munafik tersebut, mari kita simak penjelasannya di bawah ini.

1. Berbohong

Hadits Ciri Ciri Orang Munafik
Sumber: pexels.com

Ciri orang munafik yang pertama adalah jika berbicara ia berbohong. Orang yang suka berbohong atau menutupi kebenaran maka ia akan semakin dekat dengan sifat kemunafikan.

Berbohong merupakan segala sesuatu baik itu perkataan atau perbuatan yang tidak sesuai dengan keadaan sebenarnya.

Rasullullah pernah bersabda yang artinya:

Ditanyakan kepada Rasulullah Saw: Apakah seorang mukmin bisa menjadi penakut? Beliau menjawab: Ya. Lalu ditanya beliau ditanya lagi: Apakah seorang mukmin bisa menjadi bakhil? Beliau menjawab: Ya. Lalu ditanyakan lagi: Apakah seorang mukmin bisa menjadi pembohong? Beliau menjawab: Tidak!

Hadits tersebut diriwayatkan oleh Malik dari Sofwan bin Sulaim dalam kitab Al-Muwatha. Bahkan Rasulullah sendiri melalui hadist di atas telah menyatakan bahwa berbohong bukanlah sifat seorang mukmin.

Seorang mukmin mungkin saja bakhil dan penakut, namun ia tidak mungkin berbohong.

2. Ingkar Janji

Hadits Ciri Ciri Orang Munafik
Sumber: pexels.com

Ciri orang munafik yang kedua yaitu ingkar janji. Apabila kita berjanji kepada seseorang berusahalah untuk menepatinya.

Jika memang merasa tidak sanggup berkatalah jujur atau jangan menyepakati janji tersebut. Jadi, hendaklah kita berhati-hati dalam berjanji, karena jika sering mengingkarinya, kita bisa termasuk orang munafik.

Ciri-ciri orang munafik yang kedua ini lebih sulit untuk dihindari daripada yang ciri yang pertama.

Seringkali seorang mukmin sudah mampu menjaga agar tidak mengatakan kebohongan dan mengatakan kebenaran.

Namun, ia masih mudah berjanji padahal ia tahu dirinya tidak bisa memenuhi janji tersebut.

3. Berkhianat

Hadits Ciri Ciri Orang Munafik
Sumber: pexels.com

Berkhianat merupakan ciri orang munafik yang ketiga. Mengkhianati amanah, jika sering melakukannya, maka pelakunya akan semakin dekat dengan kemunafikan.

Semakin besar kepercayaan yang dikhianati, semakin jelas tanda kemunafikan orang tersebut. Meskipun sebenarnya sangat sulit memastikan ia berkhianat atau tidak.

Amanah bentuknya bisa bermacam-macam. Bisa jadi ia adalah pekerjaan atau profesi yang di dalamnya ada kewajiban yang seharusnya kita penuhi.

Ataupun ia adalah kepemimpinan yang dipercayakan kepada kita. Bahkan titipan barang dari orang lain agar kita menjaganya, atau rahasia dari orang lain agar kita menyimpannya, semua itu termasuk amanah.

3 Cara Rasulullah dalam Mengatasi Orang Munafik

Hadits Ciri Ciri Orang Munafik
Sumber: pexels.com

Sekarang kita bahas cara mengatasi orang munafik menurut Rasulullah, yang bisa kita jadikan acuan dalam menyikapinya. Ada 3 cara Rasulullah mengatasi orang munafik, antara lain:

1. Al -I’Rodh (Berpaling) فاعرض عنهم

Orang munafik biasanya orang yang tidak kokoh pendiriannya. Orang munafik yaitu orang yang hati dan gerak geriknya tidak pernah beriringan.

Selain itu, orang munafik adalah orang yang selalu berseri seri dihadapan orang yang ia benci, padahal orang yang ia benci adalah orang yang memberikan ia manfaat dan kebaikan. .

2. Al-Izhoh (Nasihati) وعظهم

Orang munafik masih ada sisi untuk mereka sadar, maka berikanlah nasihat yang positif kepadanya.

Nasihat yang baik dapat merubah karakter kemunafikannya.

Jadi, sebaiknya apabila ada rekan atau kerabat yang memiliki ciri sifat munafik, kita perlu mengingatkannya atau menasehatinya.

Berikan penjelasan bahwa perbuatan kemunafikan tersebut merupakan sifat tercela.

3. Qaulan Baliighan (وقل لهم فى انفسهم قولا بليغا)

Qaulan Baliighan merupakan suatu ungkapan kata kata yang terang dan jelas tanpa ada basa basi sebagai cara yang paling strategis untuk mendekatkan orang munafik menuju kebenaran.

Ungkapan ini rasional yang cepat dicerna oleh logika pikir orang munafik karena orang munafik memang diberikan nalar yang relatif tinggi.

Qaulan Balighan bisa juga diartikan sebagai komunikasi rasional humanis yang diperuntukkan bagi siapa saja yang lebih mendahulukan logikanya ketimbang hatinya.

Demikianlah artikel tentang hadits ciri-ciri orang munafik serta cara mengatasinya menurut Rasulullah.

Semoga kita semua bisa menginstropeksi diri agar tidak terjerumus dalam kemunafikan. Jika selama ini kurang terbiasa berkata jujur, gemar mengingkari janji atau menyepelekan amanah, marilah bertaubat dan terus memperbaiki diri.

Semoga tulisan ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Semoga Allah SWT senantiasa menjauhkan kita dari ciri-ciri orang munafik.

Jangan lupa bagikan artikel ini dalam rangka mengingatkan kebaikan pada sesama.

Ingin membaca artikel menarik lainnya? Anda bisa membacanya di situs blog Evermos. 

×