Grout adalah: Pengertian, Jenis, dan Fungsi Grouting

Grout adalah – Ketika membangun suatu gedung atau proyek besar lainnya, para arsitek tentu akan memerhatikan hal sedetail mungkin agar banngunan berdiri dengan kokoh.

Salah satu contohnya adalah ketika membangun sebuah bendungan. Banyak sekali sesuatu yang bisa terjadi. Misalnya kondisi geologi pondasi bendungan di bawah permukaan.

Pondasi tersebut akan sering mengalami pelapukan yang tidak merata. Jika hal ini dibiarkan maka akan menimbulkan dampak besar seperti air merembas bahkan longsor. 

Oleh karena itu, untuk menghindari hal-hal semacam itu, perlu diatasi dengan teknik atau metode grouting atau grout. 

Nah, apakah Anda sudah mengetahui apa yang dimaksud dengan grout atau teknik grouting?  Jika belum,  artikel ini akan membahas mengenai grout atau grouting.

Grout adalah? Pengertian Grouting

Pengertian grout adalah
Sumber: unsplash.com

Dilansir dari pengadaan.web.id, Grout adalah proses sementasi untuk membuat tanah atau batuan menjadi lebih kuat. Grout atau teknik grouting bisa dilakukan dengan berbagai cara.

Salah satunya adalah dengan menyuntikkan atau menginjeksikan semen ke dalam lubang atau pori-pori batuan yang sudah dibor atau retakan tanah yang tidak stabil. 

Dengan teknik grouting tersebut maka pori-pori tanah atau batuan akan membuat kontruksi tanah dan batuan lebih kuat. Sehingga tidak akan terjadi kebocoran yang menyebabkan bencana.

Penggunaan teknik grout adalah ketika daya dukung tanah rendah. Pengertian lain teknik grouting yaitu penyuntikkan suatu cairan ke dalam pori atau rekahan batuan, yang lama kelamaan cairan tersebut akan mengeras secara fisika dan kimiawi.

Maka dapat ditarik benang merah yang dimaksud dengan grout adalah suatu teknik menyuntikkan cairan tertentu kepada tanah atau batuan agar tidak terjadi kebocoran.

Proses penyuntikkan cairan tersebut bisa disebut dengan sementasi, dan biasanya teknik grouting dilakukan untuk pembangunan bendungan atau bangunan bawah tanah.

Jenis-jenis Grout adalah, beserta Penjelasannya

Jenis-jenis grout
Sumber: unsplash.com

Selain mengetahui pengertian grouting, Anda juga perlu mengetahui jenis-jenis grouting. Setidaknya ada 6 jenis grouting, yaitu sebagai berikut:

1. Permeation Grouting

Permeation grout adalah proses mengisi retakan, rekahan, atau kerusakan pada batuan, pori atau rongga batuan tanpa merubah struktur awal bangunan. 

Sehingga dengan teknik permeation grouting kohesi tanah yang disementasi dapat lebih meningkat kekuatannya.

2. Compaction grouting

Compaction grout adalah proses perbaikan tanah dengan menginjeksi material grouting yang sangat kaku dengan tekanan tinggi ke dalam tanah.

3. Fracture grouting

Fracture grouting atau sementasi rekahan merupakan teknik grout yang dilakukan pada kontur tanah yang permeabilitasnya rendah, seperti tanah lempung.

4. Mixing jet grouting

Mixing jet gruting atau sementasi campuran adalah proses sementasi dengan mencapurkan dua perlakuan.

Perlakuan yang dimaksud yaitu mengikis tanah menggunakan jet bertekanan tinggi, kemudian dilakukan injeksi serentak ke dalam tanah dengan jet monitor.

5. Fill grouting

Fill grout adalah sebutan lain dari sementasi isi, yaitu melakukan teknik grouting dengan peralatan khusus yang diberikan campuran concrete atau mortar.

6. Vacuum grouting

Vacuum grout adalah kata lain dari sementasi vakum. Sementasi vakum adalah teknik grouting dengan cara menyedot material grouting untuk masuk ke dalam bagian yang rusak.

Manfaat dan Fungsi Grout adalah

Manfaat grout adalah
Sumber; unsplash.com

Berdasarkan jenis-jenis teknik grouting, ada manfaat atau fungsi yang dihasilkan dari melakukan teknik grouting. Berikut ini manfaat-manfaat dari grouting.

1. Permeation grouting untuk memadatkan pori dan rongga tanah

Manfaat pertama yang dirasakan ketika melakukan teknik grout adalah rekahan atau rongga tanah yang disuntikkan oleh material grouting menjadi lebih kuat.

Dengan kata lain rongga atau pori yang ada pada konstruksi tanah menjadi padat dan tidak mudah retak bocor.

2. Compaction grouting untuk menguatkan tanah

Jenis grouting ini dilakukan ketika daya dukung tanah rendah dan ingin ditingkatkan. Namun jenis ini tidak selalu dapat mencegah terjadinya rembasan.

Keunggulan goruting jenis ini adalah untuk meningkatkan kekuatan beban tanah sehingga tanah menjadi lebih kuat karena mengalami kepadatan.

Hal itu bermanfaat juga agar tanah mampu menopang beban yang lebih berat lagi karena konstruksinya lebih kuat.

3. Fracture grouting untuk menguatkan tanah lempung

Tujuan dan manfaat dari dilakukannya teknik grouting jenis ini adalah untuk menghasilkan hubungan antar lensa grouting dan memberikan penguatan kembali.

Tanah yang bisa dilakukan dengan teknik jenis grouting ini adalah tanah yang permeabilitasnya rendah seperti tanah lempung.

4. Mixing jet grouting untuk pondasi 

Grouting jenis ini bermanfaat untuk menyemen sekeliling tiang atau pondasi suatu bangunan. 

Hal itu karena teknik ini melakukan penyuntikkan secara serentak ke dalam tanah yang terganggu oleh jet monitor.

5. Fill grouting untuk menutup rekahan

Bendungan atau bangunan yang memerlukan pondasi tanah dan batuan pasti akan mengalami rekahan. 

Oleh karena itu dilakukan teknik fill grouting untuk menutup rekahan yang ada pada tanah atau batuan.

6. Vacuum grouting untuk menambal pondasi yang rusak

Manfaat jenis terakhir dari jenis grout adalah untuk menambal pondasi dengan cara menyedot material grouting ke dalam batuan yang rusak.

Sehingga pondasi atau batuan yang rusak akan bagus kembali karena kerusakan tadi telah diperbaiki dengan teknik vacuum grouting.

Itulah pembahasan mengenai pengertian grouting, jenis, dan fungsinya. Jika Anda ingin membaca artikel menarik lainnya silahkan kunjungi situs Blog Evermos.

×