Waspada FOMO Syndrome! Gangguan Jiwa Akibat Sosial Media

FOMO Syndrome

Apakah Anda menyukai atau gemar menggunakan sosial media seperti Instagram, Facebook, Twitter, TikTok, dan yang lainnya? Hati-hati kecanduan dan mengalami FOMO Syndrome!

Pada kasus tertentu, misalnya ada seseorang yang sangat takut dan cemas apabila tidak terhubung dengan akun sosial medianya walau hanya beberapa menit.

Selain itu, kasus lainnya seperti merasa mengalami gejala-gejala tidak bisa lepas dari gadget dan koneksi internet, terlalu peduli terhadap situasi di media sosial, serta semakin terobsesi dengan kehidupan orang lain

Jika hal itu sampai terjadi, maka Anda perlu waspada! Mungkin, secara tidak sadar Anda telah terkena sebuah gangguan yang disebut dengan FOMO Syndrome.

FOMO Syndrome ternyata bisa terjadi akibat penggunaan media sosial yang berlebihan.

Nah, untuk mengetahui lebih dalam tentang gangguan FOMO Syndrome ini, simak ulasan artikel ini hingga tuntas.

Baca juga: Yuk, Kenali Quarter Life Crisis dan Ikuti 10 Cara Ini Untuk Menghadapinya

Apa Itu Gangguan FOMO Syndrome

FOMO Syndrome

Sumber: google/bersosial

FOMO (Fear of Missing Out) merupakan sebuah perasaan atau persepsi bahwa orang lain lebih bersenang-senang, menjalani kehidupan yang lebih baik, atau memiliki pengalaman yang lebih baik dibandingkan dengan Anda.

Hal ini melibatkan perasaan iri yang mendalam. Hingga pada akhirnya, dapat memengaruhi kepercayaan diri Anda. Gangguan FOMO sering diperburuk oleh sosial media.

Perlu Anda ketahui bahwa FOMO ini bukan hanya perasaan tentang hal-hal yang mungkin lebih baik dari yang Anda dapat saat ini. Akan tetapi, melibatkan adanya perasaan kehilangan akan sesuatu yang dirasa penting.

Perasaan tersebut dapat berlaku bagi siapa saja. Akibatnya bisa membuat Anda selalu merasa tidak berdaya dan melewatkan sesuatu yang besar.

Penyebab dan Gejala Gangguan FOMO

FOMO Syndrome

Sumber: google/bersosial

Sebenarnya, gangguan ini telah terjadi pada masa terdahulu. Namun, ketika sosial media muncul, gangguan ini mulai terlihat dan lebih banyak diteliti.

Penggunaan sosial media yang berlebihan dapat menyebabkan FOMO dan memberikan dampak buruk.

Sosial media dapat mempercepat fenomena gangguan ini dalam berbagai cara. Hal tersebut terjadi karena sosial media selalu menyediakan ruang untuk dapat “membandingkan” kehidupan Anda dengan kehidupan orang lain yang terlihat “luar biasa”.

Kehidupan orang lain yang sering terlihat di sosial media membuat apa yang Anda anggap normal menjadi berbeda. Anda pun merasa kehidupan pribadi lebih buruk dibandingkan kehidupan kerabat Anda yang terlihat di sosial media.

Ya, sosial media seperti menciptakan platform untuk “menyombongkan diri”.

Pada sosial media, orang bisa menamplilkan beragam benda, peristiwa, dan kebahagiaan. Momen-momen tersebut tampaknya saling bersaing.

Banyak orang yang membandingkan pengalaman mereka yang terbaik dan sempurna dengan orang lain. Hal inilah yang mungkin akhirnya membuat bertanya-tanya dan berpikir apa yang kurang dari diri atau hidup Anda.

Bahkan ada penelitian yang mengemukakan bahwa anak remaja cenderung lebih sering menggunakan sosial media dan akhirnya mengalami gangguan FOMO.

Keseringan penggunaan media sosial pada anak perempuan, cenderung yang mengalami depresi. Sedangkan pada anak laki-laki, kecemasan adalah penyebab dari penggunaan media sosial yang lebih sering.

Hal tersebut membuktikan bahwa penggunaan sosial media dapat menyebabkan tingkat stres yang lebih tinggi akibat FOMO.

Ternyata FOMO juga dapat dialami oleh orang segala usia berdasarkan beberapa penelitian.

Seperti penelitian dalam jurnal Psychiatry Research, isinya adalah FOMO berhubungan dengan penggunaan telepon genggam dan sosial media. Hubungan ini pun tidak bergantung pada usia atau jenis kelamin.

Dampak Negatif Gangguan FOMO Syndrome

FOMO Syndrome

Sumber: unsplash.com

Kita harus lebih aware lagi bahwa gangguan FOMO dapat berbahaya. Alasannya karena dapat meningkatkan rasa tidak bahagia dan ketidakpuasan dalam hidupnya.

Dampaknya, hal tersebut dapat meningkatkan keinginan seseorang untuk terus menggunakan sosial media.

Selain itu, dampak negatif dari FOMO yaitu dapat menyebabkan keterlibatan yang lebih besar dalam perilaku yang tidak sehat.

Baca juga: 4 Tipe Kepribadian Manusia Menurut Psikologi. Anda Termasuk yang Mana?

Cara Mengatasi FOMO Syndrome

1. Ubah Fokus Anda dan Fokus Pada Satu Hal

FOMO Syndrome

Sumber: unsplash.com

Daripada fokus pada kekurangan Anda, cobalah perhatikan apa kelebihan yang telah Anda miliki.

Walau sebenarnya terdengar sulit, karena melihat hal-hal yang tidak bisa dimiliki atau dilakukan di sosial media, namun hal ini perlu Anda lakukan.

Sebenarnya, masalah terbesar bukan terletak pada gadget, tetapi aplikasi di dalamnya, khususnya aplikasi yang berkaitan dengan media sosial.

Kebiasaan membuka sosmed dalam intensitas yang sering, tentu bisa mempengaruhi rutinitas hidup Anda.

Selain bisa mengubah rutinitas, sosmed juga bisa menurunkan tingkat kefokusan Anda pada suatu hal, termasuk pekerjaan.

Berikut tips-tips yang bisa Anda lakukan agar lebih fokus dalam melakukan sesuatu:

  • Jauhkan ponsel dari jangkauan Anda ketika sedang bekerja.
  • Kecilkan atau matikan nada dering pada ponsel Anda.
  • Matikan notifikasi sosial media.
  • Sambungkan aplikasi chatting di ponsel Anda dengan laptop yang  digunakan, agar Anda masih tetap bisa berkomunikasi dengan mudah.
  • Batasi penggunaan sosial media, baik di laptop maupun ponsel.

 2. Membuat Jurnal Pribadi

FOMO Syndrome

Sumber: unsplash.com

Sering kali orang berpikiran bahwa menggunakan sosial media itu adalah sebagai sebuah “jurnal elektronik” untuk menyimpan apa-apa atau momen yang sudah dilakukan atau dialami.

Namun, hal ini dapat membuat Anda berharap akan komentar orang lain terhadap pengalaman Anda. Betul?

Pada akhirnya, cenderung jadi ketergantungan dengan komentar tersebut.

Sebaiknya hal yang bisa Anda lakukan agar terhindar gangguan FOMO adalah mencoba untuk membuat jurnal pribadi tanpa memerlukan “pengakuan publik” yang sering didapat dari media sosial.

3. Membuat Anggaran Finansial Secara Rutin

FOMO Syndrome

Sumber: unsplash.com

Keadaan FOMO akan membuat Anda mengalami pemborosan, baik secara sadar maupun tidak.

Ya walaupun tidak semuanya seperti itu, tapi masih ada yang merasakan dampak yang satu ini.

Untuk solusi terbaik yang bisa Anda lakukan adalah membuat anggaran finansial secara rutin.

Dengan menyusun anggaran dalam jangka waktu tertentu, Anda dapat memperkirakan apakah Anda memiliki biaya lebih untuk memenuhi segala keinginan.

Terkadang seseorang yang mengalami gangguan kecemasan ini cenderung tidak peduli dengan kondisi keuangan dirinya sendiri.

Bahkan ia akan melakukan apapun agar bisa mengikuti arus tren yang ada.

Dampak buruknya adalah kondisi keuangan bisa kacau dan akan kesulitan dalam memenuhi kebutuhan pokok yang seharusnya bisa terpenuhi dengan baik.

Oleh karena itu, jangan lupa untuk membuat anggaran finansial sekarang juga ya!

4. Selalu Bersyukur Apa yang Telah Anda Miliki

FOMO Syndrome

Sumber: unsplash.com

Pemicu FOMO Syndrome adalah karena adanya ketidakpuasan dalam hidup. Sehingga Anda berupaya semaksimal mungkin untuk membahagiakan diri sendiri dengan cara membanding-bandingkan diri dengan orang lain.

Hal pertama yang harus Anda lakukan adalah mensyukuri segala hal yang Anda punya saat ini. Tidak perlu membandingkan diri untuk menjadi yang terbaik, cukup menjadi diri sendiri dan lakukan apa yang bisa Anda lakukan.

Akan tetapi, Anda boleh sesekali lihat ke atas dan menunduk ke bawah dengan tujuan memotivasi diri untuk bergerak ke arah lebih baik dengan cara yang baik pula.

Mulai sekarang, coba tanya pada diri Anda sendiri, “Apa yang saya inginkan? Dan mengapa saya harus mendapatkannya?”

Misalnya, Anda ingin membeli barang tas branded ala ibu-ibu sosialita dengan harga yang mahal dan ternyata tas tersebut limited edition. 

Sebelum Anda membeli, coba jawab terlebih dahulu pertanyaan di atas dengan sungguh-sungguh. Jawabannya hanya ada dua, Anda membelinya karena tidak ingin ketinggalan tren di kalangan ibu-ibu sosialita atau Anda benar-benar membutuhkannya.

Jelas saja alasan kedua tidak dapat diterima. Jika Anda butuh tas, Anda tidak akan membeli tas branded yang harganya mahal itu. Sebenarnya mungkin Anda masih memiliki tas lama yang bisa dipakai.

Jadi, jangan lupa bersyukur atas semua yang Anda miliki ya!

5. Menyibukkan Diri Dengan Berolahraga

FOMO Syndrome

Sumber: google/bersosial

Dengan menyibukkan diri adalah solusi yang tepat untuk mencegah dan mengatasi gangguan FOMO. Salah satunya adalah dengan berolahraga.

Dengan olahraga, secara tidak sadar Anda akan menjauh dari ponsel dan aktivitas dunia maya seperti main sosial media. Percayalah, dengan melakukan kegiatan ini akan membuat Anda lupa dengan gadget walaupun hanya untuk sementara waktu.

Namun, jika Anda melakukannya secara rutin, dijamin rasa cemas Anda terhadap kehidupan orang lain di sosial media perlahan akan berkurang.

Bismillah, dicoba yuk!

6. Mencari Hubungan dengan Orang di Dunia Nyata

FOMO Syndrome

Sumber: pexels.com

Salah satu alasan megapa seseorang mulai mencari hubungan dengan orang lain di sosial media adalah faktor kesepian.

Menggunakan sosial media untuk mencari hubungan belum tentu dapat berdampak baik, lho.

Akan lebih baik bila Anda membangun hubungan dengan orang-orang di sekitar, seperti keluarga dan kerabat.

Menjalin hubungan dengan orang secara langsung akan lebih menyenangkan, bukan?

Nah, demikianlah informasi mengenai gangguan kecemasan alias FOMO Syndrome. Setelah mengetahui tentang istilah FOMO (Fear of Missing Out), kini saatnya Anda mengenali lawan dari istilah FOMO yaitu JOMO.

JOMO (Joy of Missing Out) merupakan perasaan lega dan ketidakpedulian yang dirasakan seseorang saat tertinggal berita atau tren terbaru.

Sederhananya, Anda yang merasa JOMO akan lebih santai menjalani hidup karena sama sekali tidak terobsesi untuk ‘menjadi seperti orang lain’.

Anda akan cenderung menganggap semua unggahan cerita orang lain di sosmed yang Anda lihat adalah hiburan semata, alias bukan hal yang perlu dicemburui dan dijadikan perhatian khusus.

Semoga informasi ini dapat bermanfaat. Mulai sekarang, pergunakan sosial media Anda lebih bijak lagi ya! Jangan sampai ada gangguan seperti FOMO menghampiri Anda.

Ingin membaca artikel menarik lainnya lagi? Jangan sampai terlewatkan informasi menarik hanya di situs blog Evermos.

Share:
Facebook
Twitter
Pinterest
LinkedIn
×