Evermos Raih Pendanaan Seri B : Siap Jadi Solusi Bagi UMKM Di Masa Depan

Evermos raih pendanaan seri B

Evermos raih pendanaan seri B — Setelah hampir tiga tahun lamanya berdiri, Saat ini Evermos telah berhasil meraih penggalangan dana series B. Perusahaan social commerce untuk produk muslim ini mengumumkan telah berhasil mengumpulkan dana $30 juta Seri B, yang dipimpin oleh Asia Impact Investment Fund II dari UOB Venture Management.

Evermos adalah startup social commerce untuk produk halal di Indonesia yang didirikan bertujuan untuk membuat banyak orang bisa mendapatkan penghasilan tambahan dengan membuka toko online tanpa mengeluarkan modal serta membantu brand lokal kecil untuk tumbuh menjadi nama rumah tangga.  Perusahaan ini yang berfokus pada produk halal dan barang kebutuhan sehari-hari terlengkap untuk pelanggan Muslim.

Oleh karenanya, keberhasilan penggalangan dana seri B ini nantinya digunakan sebagai pengembangan tujuan serta visi misi yang dimiliki perusahaan ini. Dana tersebut akan dimanfaatkan untuk perekrutan, peningkatan mesin rekomendasi Evermos dan pengembangan teknologi berbasis AI lainnya serta untuk ekspansi bisnis dengan memasuki wilayah baru di Indonesia.

Social Commerce di Indonesia Sebagai Solusi UMKM Di Masa Depan

Evermos Raih Pendanaan Seri B

Jenis usaha yang membidangi social commerce mungkin terhitung baru di Indonesia. Namun dampaknya sudah sangat berpengaruh positif terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia khususnya UMKM. Hingga saat ini Evermos sudah memiliki 100.000 reseller aktif di lebih dari 500 kota Tier 2 dan Tier 3, sebagian besar di Jawa. 

Tujuan jangka panjangnya ialah untuk menjangkau lebih dari satu juta pengusaha miktro selama lima tahun ke depan. Sebagaimana President & Co-founder Evermos, Arip Tirta mengatakan,

“visi kami adalah memberdayakan 1 juta pengusaha mikro dalam lima tahun ke depan. Salah satu faktor utama yang memengaruhi cara kami menjalankan bisnis adalah dengan mengukur keberlanjutan dan dampak sosial dari platform kami.”

Pada awalnya, Evermos oleh ketidakpuasannya dengan banyak praktik ritel di Indonesia. Misalnya, karena ritel mencakup beberapa lapisan distribusi. Ada pula yang menaikkan harga dan menjamurnya produk palsu secara online, yang membuat banyak orang waspada membeli dari pasar e-commerce.

Baca Juga:  Kaleidoskop 2020 : Perjalanan Evermos dalam Upaya Memberdayakan Ekonomi Umat

Bermula dari sinilah, muncul ide untuk membentuk social commerce.

Konsep yang diterapkan oleh Evermos ini berfokus untuk memfasilitasi masyarakat yang ingin memiliki bisnis sendiri dengan berprofesi menjadi reseller.

Evermos berupaya menciptakan sumber pendapatan bagi masyarakat menengah ke bawah yang minim akses dan kesempatan untuk bisa berbisnis. Siapapun mereka dan namun memiliki dan menggunakan smartphone (underserved community). Para pengguna ini nantinya bisa menjual produk yang ada di aplikasi ke jaringannya, melalui WhatsApp atau media sosial. Ada bagi hasil atau imbalan yang diterapkan. Pihak Evermos sendiri, selain menyediakan produk, juga membantu dari sisi pengelolaan logistik, dukungan konsumen, dan teknologi.

Evermos Raih Pendanaan Seri B : Jadi Solusi Masa Depan Social Commerce di Indonesia

Maka dari itu, melihat dari situasi seperti ini, Platform Evermos bertekad untuk terus mengukuhkan tujuannya yakni mencapai angka 1 juta reseller dalam 5 tahun ke depan. Ini bisa menjadi potensi bagi solusi untuk memberdayakan brand lokal. 

Karena sebagaimana kita tahu bahwasanya saat ini persaingan antara brand besar dan brand lokal sangatlah ketat. Di tengah situasi ekonomi yang tak menentu ini, Evermos memiliki visi untuk  meningkatkan kesejahteraan dan kemajuan ekonomi di Indonesia.

SCo-Founder & Deputy CEO Evermos, Ghufron Mustaqim pun menyatakan bahwa dasar filosofi bisnisnya adalah Ekonomi‘, mengedepankan pemberdayaan ekonomi kolaboratif. Melalui jaringan reseller yang ada, Evermos ingin menjadi sarana bagi UKM lokal untuk mengembangkan bisnis mereka, di sisi lain akan menghasilkan pendapatan tambahan bagi reseller.

Melalui platform Evermos, kami ingin memberikan kesempatan dan dukungan kepada UMKM, individu yang ingin menjadi pengusaha, dan masyarakat luas untuk memiliki kesadaran bersama dan saling membantu satu sama lain untuk kemajuan dan kesejahteraan bersama.

Baca Juga:  Kenalan dengan Evermos, Platform Social Commerce Solusi Bisnis Modal Minim!

Evermos menyediakan ekosistem yang mendukung individu dari berbagai latar belakang meski tanpa modal, akses dan pengalaman yang cukup untuk bisa tetap mendapat kesempatanberusaha dengan menjadi reseller Evermos.

Reseller ini nantinya akan menjual produk-produk terkurasi dari brand-brand lokal sehingga selain berbisnis, mereka turut serta memajukan UMKM dan ekonomi umat.

Tentunya diharapkan masyarakat luas pun dapat memiliki pengalaman belanja unggulan dari brand lokal dengan cara lebih nyaman dan harga terbaik, dibantu oleh reseller.

Senior Director UOB Venture Management Clarissa Loh sebagai investor pun menjelaskan bahwa model social commerce seperti Evermos dapat menjadi jembatan dalam menjawab kesenjangan ini, dengan memungkinkan para reseller-nya untuk memasarkan produk para UKM lokal.

Hal inilah yang mendasari berhasil terciptanya pendanaan ini. Ini sesuai dengan tujuan dari pendanaan yang dilakukan oleh UOB Venture Management, yaitu untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat menengah kebawah.

Terlebih, Evermos adalah anggota World Economic Forum yang merupakan bagian dari komunitas inovator global.

Forum Ini merupakan komunitas yang anggotanya adalah startup terpilih karena dinilai sebagai perusahaan rintisan dengan inovasi teknologi dan bisnis terbaik.

Pada Agustus 2021, Evermos juga masuk dalam daftar The Top 100 to watch dari majalah Forbes yang membahas startup yang sedang naik daun di Asia.

Evermos Raih Pendanaan Seri B : Titik Terang Bagi Perkembangan Social Commerce di Indonesia

Perkembangan ekonomi di bisnis online Indonesia terus meningkat, Kendati mayoritas datang dari e-commerce atau online marketplace, layanan social commerce memiliki sumbangsih yang tidak kecil, yakni sekitar $12 miliar.

Total GMV yang dihasilkan dari bisnis perdagangan online memang terus bertumbuh pesat di Indonesia – sampai saat ini masih memiliki proporsi terbesar di regional. Menurut data Bain & Co., seperti divisualisasikan Statista, pada tahun 2020 total GMV untuk bisnis perdagangan online di Indonesia telah mencapai angka $47 miliar..

Baca Juga:  Kisah Perjalanan Evermos Membantu UMKM : Esyu Shoes

Bisnis social commerce diproyeksikan akan mengalami pertumbuhan pesat hingga $25 miliar pada tahun 2022 mendatang. Kondisi pandemi menjadi salah satu katalisator, hal ini terkait perubahan cara orang berbelanja dan kesempatan kerja yang ditawarkan oleh social commerce.

Di Indonesia saat ini sudah ada beberapa platform yang menawarkan layanan serupa. Bahkan sepanjang tahun 2021 ini, beberapa startup social commerce lain turut mendapatkan pendanaan dari investor, meliputi 

Akhir kata, dengan adanya kemajuan dari sisi Evermos raih pendanaan seri B ini, diharapkan Evermos bisa terus mewujudkan mimpinya dan meneruskan cita-cita ekonomi bangsa untuk memajukan UMKM.

Share:

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on pinterest
Pinterest
Share on linkedin
LinkedIn
×