Kultum : Bagaimana Cara Menjauhi Sifat Marah? | Dari Istighfar Hingga Menjaga Wudhu

Cara Menjauhi Sifat Marah

Bagaimana Cara Menjauhi Sifat Marah – Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Alhamdulillah pada hari ini kita telah memasuki bulan Ramadan hari ke sebelas. Sambil menunggu waktu berbuka puasa Anda, alangkah baiknya kita menyimak kultum (kuliah tujuh menit) atau dakwah yang disampaikan oleh Ustadzah Aisyah Farid BSA.

Bahasan kultum kali ini yaitu tentang “Bagaimana Menjauhi Sifat Marah” yang menjelaskan bagaimana cara menjauhi atau mengatasi apabila kemarahan sedang melanda.

Yuk, langsung simak ulasannya pada artikel berikut ini. Untuk Video lengkapnya, Anda bisa menonton di Channel Youtube Evermos. Jangan lupa subscribe, ya!




Baca juga: Kultum : Doa Dijauhkan Dari Orang Dzolim dan Cara Menghadapinya

Bagaimana Cara Menjauhi Sifat Marah? 

Dalam dakwahnya, Ustadzah Aisyah Farid BSA mengatakan bahwa cara menata hati supaya terhindar dari sifat marah adalah dengan sering-sering memperdalam ilmu agama, mendengarkan nasehat-nasehat Rasulullah, dari para alim ulama, dari para guru-guru dan terus mencari kekurangan yang ada pada diri kita.

Jadi, kenapa ada orang yang begitu memiliki sifat marah?

Karena dia sendiri itu, dikuasai oleh syaithon. Kemarahan itu datangnya dari syaithon.

Kalau kita dikuasai oleh syaithon, maka sifat amarah itu akan ada pada diri kita.

Dan semakin kita menjauhkan diri dari syaithon, dari perbuatan yang mengantarkan kita pada ridhonya syaithon, kita hindari perlahan-lahan hati kita akan tertata.

Hati kita itu akan terhiasi dengan sifat-sifat yang mulia dan jauh dari yang namanya sifat marah.

Tips Agar Terhindar dari Sifat Marah 

Cara Menjauhi Sifat Marah

Sumber: shutterstock.com

Terus belajar, bagaimana cara kita mau menerapkan hati kita agar lembut. Dengarkan kisah-kisah Nabi Muhammad, bagaimana kelembutannya Nabi, bagaimana kesabarannya Nabi, menyikapi orang-orang yang dzalim dan jahat.

Baca Juga:  10 Macam Macam Kue Kering Lebaran, Resep dan Cara Pembuatannya | Mudah Untuk Diikuti

Sehingga kita tersadarkan, Ya Allah kalau Nabi diuji dengan ujian yang begitu berat. Sementara saya hanya diuji dengan godaan-godaan yang ada di sekitar saya.

Kemudian saya marah, saya melampiaskannya dengan kadang-kadang hal-hal yang merugikan diri saya sendiri.

Maka kita sadar, betapa ruginya kita mampu dikuasai oleh syaithon. Kita juga belajar bahwa kemarahan pintu masuknya syaithon ke dalam jiwa kita ataupun ke dalam diri.

Saat sedang marah upayanya yang pertama beristighfar. Mulai tarik nafas sambil meminta kesabaran dari Allah. Atau bisa juga kita mengikuti apa yang diajarkan oleh Nabi SAW.

Kata Nabi, kalau diantara kalian ada yang sedang marah, posisi kalian berdiri, duduk andaikata marahnya posisi sedang duduk kamu disuruh rebahan.

Baca juga: Kultum : Hadirkan Hati Agungkan Allah | Begini Cara Mencintai Allah SWT

Ternyata kamu sudah rebahan, amarah masih bergejolak di dalam dirimu. Pesan Nabi adalah dengan berwudhu.

Wudhu ternyata tidak buat juga, kita punya marah ini reda. Lalu apa? Mandi, kata Nabi SAW.

Karena syaithon itu diciptakan oleh Allah dari api dan yang bisa memadamkan api adalah air.

Berarti kalau kita tipe orang yang pemarah, sering-seringlah menjaga wudhu.

Bukan cuma menjaga, tetapi sering-sering memperbaharui wudhu.

Sekian kultum kali ini, semoga apa yang disampaikan dapat bermanfaat. Sebagai pengingat untuk kita semua, mari senantiasa untuk memiliki hati yang lembut dan terjauh dari sifat kemarahan.

Kalau amarah melanda kita, ingat pesan-pesan Nabi SAW, dari mulai mengucap istighfar hingga menjaga atau memperbaharui wudhu.

Silahkan share artikel kultum ini setiap harinya pada yang lain sebagai pengingat dalam suatu kebaikan.

Jangan lewatkan rangkaian kultum dengan tema menarik lainnya hanya di situs Blog Evermos.

Baca Juga:  Kultum : Berbakti Kepada Orang Tua | Mari Senantiasa Mendoakannya

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Share:
Facebook
Twitter
Pinterest
LinkedIn
×