Cara Menghitung Zakat Emas, Perak dan Uang Serta Ketentuannya

Emas dan perak masuk kategori harta yang wajib ditunaikan zakatnya karena  keduanya memiliki potensi berkembang sebagaimana binatang ternak. Apabila Anda belum mengetahui cara menghitung zakat emas, perak maupun uang, mari simak ulasan artikel berikut ini.

Zakat Emas dan Perak

Cara Menghitung Zakat Emas
Sumber: google/bersosial

Zakat emas dan perak tidak  wajib dikeluarkan ketika keduanya berupa perhiasan yang halal, seperti kalung, anting, dan gelang yang kenakan kaum wanita.

Sebaliknya, apabila emas atau perak itu berupa perhiasan tak sebagaimana mestinya (haram), kewajiban tersebut mejadi ada.

Contoh praktik penggunaan perhiasan secara haram, antara lain pemakaian perhiasan emas atau perak oleh laki-laki atau pemakaian yang melampaui batas kewajaran (meskipun yang mengenakannya adalah perempuan).

Sebelum Anda mengetahui bagaimana cara menghitung zakat emas dan perak, simak terlebih dahulu kategori zakat emas dan perak, nashab serta yarat dan ketentuannya di bawah ini.

Baca juga: Begini Cara Menghitung Zakat Mal Beserta Syarat dan Ketentuannya

Kategori Zakat Emas dan Perak

Cara Menghitung Zakat Emas
Sumber: google/bersosial

Harta lain yang juga termasuk kategori emas dan perak antara lain:

  1. Logam/batu mulia dan Mata uang
  2. Simpanan seperti tabungan, deposito, cek atau surat berharga lainnya

Syarat dan Ketentuan Zakat Emas & Perak

Cara Menghitung Zakat Emas
Sumber: google/bersosial
  • Sampai nishab
  • Berlalu satu tahun
  • Bebas dari hutang yang menyebabkan kurang dari nishab
  • Surplus dari kebutuhannya.

Noted:

  • Jika perhiasan tersebut sebagai simpanan atau investasi, wajib dikeluarkan zakatnya 2.5% dengan syarat nishab dan haul.
  • Perhiasan yang haram digunakan dan terbuat dari emas dan perak, wajib dikeluarkan zakatnya.
  • Jika perhiasan tersebut untuk dipakai dan dalam batas yang wajar, tidak dikenakan zakat, jika berlebihan termasuk katagori pertama.
  • Penentuan nishabnya adalah senilai dengan nishab emas 85 gram.

Nishab dan Kadar Zakat Emas, Perak dan Uang

Cara Menghitung Zakat Emas
Sumber: google/bersosial
  • Nishab emas 20 dinar, 1 dinar = 4,25 gram, maka nishab emas adalah 20 X 4,25 gram = 85 gram.
  • Nishab Perak adalah 200 dirham, 1 dirham = 2,975 gram, maka nishab perak adalah 200 X 2,975 gram = 595 gram.
  • Demikian juga macam jenis harta yang merupakan harta simpanan dan dapat dikategorikan dalam emas dan perak, seperti uang tunai, tabungan, cek, saham, surat berharga ataupun bentuk lainnya. Maka nishab dan zakatnya sama dengan ketentuan emas dan perak. Artinya jika seseorang memiliki bermacam-macam bentuk harta dan jumlah akumulasinya lebih besar atau sama dengan nishab (85 gram emas) maka ia telah terkena kewajiban zakat (2.5%).

Baca juga: Jangan Salah! Beginilah Cara Menghitung Zakat Penghasilan yang Benar

Cara Menghitung Zakat Emas dan Perak

Cara Menghitung Zakat Emas
Sumber: google/bersosial

Seperti dilansir dari laman Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), zakat emas dan perak merupakan sejumlah zakat yang dikenakan atas emas, perak, atau logam lainnya yang sudah mencapai nisab dan haulnya. Untuk emas, nisabnya adalah senilai 85 gram.

Sedangkan bagi perak mencapai 595 gram. Zakat yang harus dibayarkan sejumlah 2,5 persen atas emas atau perak yang dimiliki seseorang. Jadi, secara umum, rumus untuk menghitung zakat emas dan perak adalah: 2,5 persen X jumlah emas atau perak yang dimiliki selama satu tahun tersebut.

Sebagai contoh, apabila mempunyai 200 gram emas yang tersimpan selama satu tahun, maka sudah wajib dikenakan zakat. Dengan asumsi harga emas sama dengan Rp500.000 per gramnya, maka total nilai emas tersebut sejumlah Rp100.000.000 (seratus juta rupiah).

Untuk perhitungan zakat emas ini adalah: 2,5 persen dikalikan Rp100 juta menjadi Rp2.500.000 (dua juta lima ratus ribu rupiah). Berarti, zakat emas yang wajib dibayar senilai Rp2.500.000 (dua juta lima ratus ribu rupiah).

Demikianlah informasi mengenai zakat emas, perak dan uang yang bisa Anda ketahui.

Semoga informasi ini dapat bermanfaat bagi kita semua.

Jangan lupa untuk membaca artikel tentang zakat lainnya pada situs blog Evermos.

×