Pahami dengan Benar! Begini Cara Membayar Fidyah Puasa Beserta Ketentuannya Menurut Islam

Cara Membayar Fidyah Puasa – Saat seseorang berhalangan menjalani puasa Ramadhan, maka dapat menggantinya dengan qadha pada hari yang lain. Selain itu, apabila seseorang tidak mampu untuk membayar qadha, maka wajib mengganti puasa dengan membayar fidyah.

Sebab puasa merupakan suatu amalan yang wajib, maka untuk menggantinya pun wajib kita jalani. Maka dari itu, penting untuk kita ketahui lebih dalam mengenai fidyah, termasuk cara membayar fidyah puasa dengan baik dan benar menurut Islam.

Untuk menambah pemahaman tentang membayar fidyah, simak ulasannya pada artikel berikut ini!

Apa Itu Fidyah Puasa?

Cara Membayar Fidyah Puasa
Sumber: shutterstock.com

Kata “fidyah” dalam bahasa Arab artinya mengganti atau menebus. Sedangkan menurut istilah, pengertian fidyah adalah sejumlah harta benda dalam kadar tertentu yang wajib diberikan kepada fakir miskin sebagai ganti suatu ibadah yang telah ditinggalkan oleh seseorang.

Sebagai contoh, ada orang lanjut usia yang tidak mampu melaksanakan puasa, atau oleh keluarga orang yang belum sempat meng-qadha atau mengganti puasa yang ditinggalkannya, maka wajib membayarnya dengan fidyah.

Dengan memberikan fidyah tersebut, gugurlah suatu kewajiban yang telah ditinggalkannya.

Baca juga: Doa Niat Puasa Qadha, Tata Cara dan Golongan Orang yang Boleh Tidak Berpuasa

Bagaimana Hukum Membayar Fidyah Puasa?

Cara Membayar Fidyah Puasa
Sumber: shutterstock.com

Hukum membayar fidyah adalah wajib. Dalam membayar fidyah semestinya mengikuti bilangan hari yang ditinggalkan.

Fidyah juga menjadi satu tanggungan (hutang) kepada Allah SWT, bagi orang yang tidak mampu menjalankan kewajiban puasa.

Sebagaimana firman Allah dalam QS. Al-Baqarah ayat 184 yang berbunyi:

أَيَّامًا مَعْدُودَاتٍ ۚ فَمَنْ كَانَ مِنْكُمْ مَرِيضًا أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ ۚ وَعَلَى الَّذِينَ يُطِيقُونَهُ فِدْيَةٌ طَعَامُ مِسْكِينٍ ۖ فَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْرًا فَهُوَ خَيْرٌ لَهُ ۚ وَأَنْ تَصُومُوا خَيْرٌ لَكُمْ ۖ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ

Artinya: “(yaitu) dalam beberapa hari yang tertentu. Maka barangsiapa diantara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain. Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu): memberi makan seorang miskin. Barangsiapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itulah yang lebih baik baginya. Dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.”

Siapa Orang yang Wajib Membayar Fidyah?

Cara Membayar Fidyah Puasa
Sumber: google/bersosial

Tidak semua orang yang dapat mengganti hutang puasa dengan membayar fidyah.

Bagi orang-orang tertentu saja yang boleh menggantinya dengan fidyah.

Adapun beberapa orang yang harus membayar fidyah, karena tidak bisa berpuasa, antara lain :

  • Orang yang sakit parah dan tidak ada harapan untuk sembuh kembali.
  • Orang tua renta atau lemah yang fisiknya dan sudah tidak kuat lagi berpuasa.
  • Telah wafat dan punya hutang puasa, seseorang yang tidak berpuasa karena alasan sakit pada bulan Ramadhan, lalu sembuh setelah itu dan memiliki kesempatan untuk berpuasa, namun belum sempat ia melaksanakan puasa qadhanya kemudian meninggal dunia, maka hutang puasanya dapat dibayarkan dengan fidyah.
  • Wanita yang hamil dan menyusui apabila ketika puasa mengkhawatirkan anak yang dikandungnya atau disusuinya. Mereka wajib membayar fidyah menurut sebagian ulama, namun menurut Imam Syafi’i selain wajib membayar fidyah juga wajib mengqadha puasanya. Sedangkan menurut pendapat lain, tidak membayar fidyah tetapi cukup mengqadha.
  • Orang yang menunda kewajiban mengqadha puasa Ramadhan tanpa uzur syar’i hingga Ramadhan tahun berikutnya telah menjelang. Mereka wajib mengqadha’nya sekaligus membayar fidyah, menurut sebagian ulama.

Siapa Saja Orang yang Berhak Menerima Fidyah?

Cara Membayar Fidyah Puasa
Sumber: pexels.com

Dalam melaksanakan membayar fidyah harus sesuai dengan aturan yang berlaku, termasuk kepada siapa saja saja dapat memberinya.

Berikut ini orang-orang yang berhak menerima fidyah, antara lain:

1. Orang Fakir

Seringkali kata fakir selalu sepaket dengan kata miskin, padahal keduanya memiliki arti yang berbeda.

Jika kita melihat dari segi kondisi perekonomian, golongan fakir ini lebih tidak mampu ketimbang miskin.

Mereka yang fakir tidak memiliki penghasilan dan harta sama sekali. Harapannya adalah agar bisa bertahan hidup dari bantuan yang ia terima.

2. Orang Miskin

Miskin ini berbeda dengan fakir. Orang miskin masih memiliki harta dan penghasilan.

Akan tetapi, harta tersebut tidak mampu untuk memenuhi seluruh kebutuhannya sehari-hari.

Oleh karena itu, mereka juga butuh bantuan untuk bisa hidup berkecukupan atau layak.

3. Orangtua yang Sakit dan Tidak Ada Harapan Sembuh

Selain orang fakir dan miskin, orangtua yang sakit bertahun-tahun atau terbilang sakit parah berhak menerima fidyah.

Khususnya bagi orangtua yang mengalami sakit parah namun tidak ada harapan untuk sembuh.

Jadi, apabila fidyah diberikan kepada orang-orang selain tiga kelompok ini, maka fidyah yang dibayarkan tidaklah sah.

Baca juga: Perhatikan! Penuhi Syarat Wajib Puasa Ini Agar Puasa Anda Diterima

Berapa Besaran Fidyah yang Harus Dibayarkan?

Cara Membayar Fidyah Puasa
Sumber: shutterstock.com

Menurut para ulama, ada beberapa pendapat mengenai ukuran atau besaran fidyah yang harus dikeluarkan, antara lain:

1. Satu Mud

Sebagian ulama seperti Imam As-Syafi’I, Imam Malik dan Imam An-Nawawi menetapkan bahwa ukuran fidyah yang harus dibayarkan kepada setiap 1 orang fakir miskin adalah 1 mud gandum sesuai dengan ukuran mud Nabi shalallahu‘alaihi wasallam.

Maksud dari mud ini adalah telapak tangan dengan menengadah ke atas untuk menampung makanan (seperti orang berdoa).

Mud merupakan istilah yang menunjuk ukuran volume, bukan ukuran berat.

Dalam kitab Al-Fiqhul Islami Wa Adillatuhu menyebutkan apabila ukuran pada zaman sekarang, 1 mud setara dengan 675 gram atau 0,688 liter.

2. Dua Mud atau Setengah Sha’

Sebagian ulama yang lain seperti Abu Hanifah berpendapat bahwa ½ sha’ atau 2 mud gandum dengan ukuran mud Rasulullah shalallahu‘alaihi wasallam atau setara dengan setengah sha‘ kurma atau tepung.

Hal ini setara dengan memberi makan siang dan makan malam hingga kenyang 1 orang miskin.

Sedangkan ada sebagian ulama yang menyatakan bahwa kira-kira ½ sha’ beratnya 1,5 kg dari makanan pokok.

3. Satu Sha’

Imam Al-Kasani dalam Bada’i’i wa As-Shana’i berpendapat bahwa satu sha’ itu setara dengan 4 mud, atau sama dengan jumlah zakat fitrah.

Apabila menimbangnya, ukuran 1 sha‘ itu beratnya 2.176 gram. Sedangkan diukur volumenya, 1 sha‘ setara dengan 2,75 liter.

Dari perbedaan ulama tersebut kadar fidyah paling sedikit adalah satu mud, tetapi yang paling utama kita mengeluarkan setengah sha’ atau memberi satu porsi makanan masak kepada setiap miskin.

Ada rekomendasi produk beras yang berkualitas yang bisa dijadikan untuk membayar fidyah. Produk beras ini tersedia di Evermos. Klik rekomendasi produk di bawah ini untuk mendapatkan produk.

Cara Membayar Fidyah Puasa

Cara Membayar Fidyah Puasa

Bagaimana Tata Cara Membayar Fidyah Puasa Ramadhan?

Cara Membayar Fidyah Puasa
Sumber: google/bersosial

Hal utama dari pembayaran fidyah yaitu mengganti satu hari puasa yang ditinggalkan dengan memberi makan satu orang miskin.

Kita dapat membayar fidyah dengan dua cara, antara lain:

  1. Memasak atau membuat makanan, kemudian mengundang orang miskin sejumlah hari-hari yang ditinggalkan selama bulan Ramadhan. Sebagaimana Anas bin Malik melakukannya ketika beliau sudah menginjak usia senja dan tidak sanggup berpuasa.
  2. Memberikan kepada orang miskin berupa makanan yang belum masak. Alangkah lebih baik dan sempurna lagi jika memberikan sesuatu untuk dijadikan lauknya.

Untuk cara membayar fidyah ini bisa melakukannya secara sekaligus, misalnya membayar fidyah untuk 20 hari, lalu memberikannya kepada 20 orang miskin.

Selain itu, bisa juga memberikannya hanya kepada 1 orang miskin saja sebanyak 20 hari.

Kapan Waktu Pembayaran Fidyah?

Cara Membayar Fidyah Puasa
Sumber: pexels.com
  • Seseorang dapat membayar fidyah, pada hari itu juga ketika dia tidak melaksanakan puasa atau diakhirkan sampai hari terakhir bulan Ramadhan
  • Para ulama berbeda pendapat tentang masalah bolehkah mempercepat pembayaran fidyah ataukah tidak untuk yang sudah tua renta atau yang menderita sakit menahun yang tidak ada harapan untuk sembuh. Tentang hal ini Imam Nawawi rahimahullah menyatakan bahwa sepakat ulama madzhab Syafii menyatakan tidak bolehnya mempercepat pembayaran fidyah sebelum masuk Ramadhan.
  • Adapun mempercepat pembayaran fidyah setelah terbit fajar Shubuh setiap harinya dibolehkan.
  • Berarti tidak masalah memajukan fidyah untuk satu hari saja, tidak untuk dua hari atau lebih. Hal ini merupakan pendapat dari madzhab Syafii. Imam Al-Khatib Asy-Syirbini mengatakan, “Tidak dibolehkan untuk wanita hamil dan menyusui memajukan fidyah dua hari atau lebih dari waktu berpuasa. Sebagaimana tidak boleh memajukan zakat untuk dua tahun. Namun, kalau memajukan fidyah untuk hari itu dibayar pada hari tersebut atau pada malamnya, seperti itu dibolehkan.” (Mughni Al-Muhtaj, 2:176)
  • Mempercepat pembayaran fidyah sebelum masuk fajar Shubuh di bulan Ramadhan juga masih diperbolehkan. Pendapat ini dipilih oleh Ad-Darimi kata Imam Nawawi.
  • Waktu akhir penunaian fidyah tidak ada batasan. Dalam menunaikan fidyah ini tidak mesti pada bulan Ramadhan, bisa pula setelah Ramadhan. Sebagaimana ada ayat yang menyariatkan fidyah, dalam QS. Al-Baqarah: 184 yang berisi: Tidaklah menetapkan waktu tertentu sebagai batasan. Membayar fidyah perlu dengan kelapangan, walaupun menundanya beberapa tahun.

Rekomendasi Produk Beras Berkualitas yang Tersedia di Evermos

Cara Membayar Fidyah Puasa

Untuk membayar fidyah puasa, bisa dengan bahan makanan. Salah satunya adalah dengan beras. Ada beras berkualitas yang bisa Anda dapatkan di Evermos. Tentunya akan membuat nasi menjadi lebih nikmat, sehingga makan pun semakin lahap. Insya Allah bagi orang yang berhak menerima bahan makanan untuk fidyah ini dapat mendapat kebermanfaatan dan keberkahan.

Nah, bagi Anda yang ingin mendapatkan produk beras ini atau kebutuhan pangan lainnya, bisa Anda mendapatkannya di Evermos. Tidak hanya untuk Anda dapatkan sendiri, Anda pun bisa menjualnya dengan menjadi reseller Evermos. 

Tidak Punya Modal untuk Memulai Usaha? Tenang, Evermos Punya Solusinya!

Persoalan modal sebenarnya bisa teratasi. Banyak orang yang sulit memulai untuk berbisnis karena terkendala dengan hal modal.

Apakah Anda salah satunya? Seringkali pusing sendiri mencari modal dan akhirnya bingung bagaimana cara untuk memulai usaha?

Tenang, bagi Anda yang ingin memiliki bisnis, namun belum memiliki cukup modal, menjadi seorang reseller Evermos merupakan pilihan yang tepat.

Banyak kemudahan dan keuntungan yang akan Anda dapatkan dengan menjadi reseller Evermos, antara lain:

  • Bisnis tanpa modal
  • Memiliki toko online sendiri
  • Tidak perlu pusing cari supplier
  • Tidak perlu memikirkan stok dan pengiriman
  • Mendapatkan pelatihan bisnis online dari ahlinya
  • Berkesempatan bergabung dengan komunitas reseller dari berbagai daerah

Bagaimana? Menarik bukan? Mari raih potensi untuk mendapatkan penghasilan sesuai keinginan dengan menjadi reseller Evermos.

Yuk, segera daftarkan diri Anda dengan menjadi reseller hebat di Evermos. Silahkan klik di bawah ini!

Cara Membayar Fidyah Puasa

Demikianlah informasi mengenai cara membayar fidyah puasa serta ketentuannya yang dapat Anda ketahui.

Semoga informasi ini dapat bermanfaat bagi Anda yang membacanya. Boleh share artikel ini pada sesama agar bisa mendapatkan kebermanfaatan pula.

Jangan lupa untuk daftar menjadi reseller Evermos secara gratis dan selamat berikhtiar!

Ingin membaca artikel menarik lainnya? Silahkan untuk mengunjungi situs blog Evermos. 

×