Cara Mandi Wajib Setelah Haid Beserta Doanya yang Benar

Wanita yang sudah baligh tentunya akan mengalami masa haid. Dalam Islam ada tata cara mandi wajib setelah haid beserta doanya yang wajib dihafal.

Haid atau menstuasi seringkali ditandai dengan mengalami kram pada perut, kemudian keluarnya darah dari kemaluan karena tidak terjadinya ovulasi dalam siklus satu bulan sekali.

Adapun jangka waktu haid juga variatif, namun Islam menyebutkan setiap wanita bisa mengalami haid dalam jangka waktu 1-15 hari.

“Mereka bertanya kepadamu tentang haid. Katakanlah: Haid itu adalah darah kotoran. Oleh sebab itu hendaklah kamu menjauhi diri dari wanita di waktu haid, dan janganlah kamu mendekati mereka sebelum mereka suci. Apabila mereka telah suci, maka campurilah mereka itu di tempat yang diperintahkan Allah kepadamu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri” {QS. Al-Baqarah/2:22}. 

Lalu bagaimana tata cara mandi wajib setelah haid beserta doanya yang benar?

Cara Mandi Wajib Setelah Haid Beserta Doanya

cara mandi wajib setelah haid beserta doanya
Sumber: pexels.com

Jika tanda-tanda selesai haid sudah jelas bagi wanita, seperti tidak ada flek coklat, sudah tidak ada bercak darah dan sebagainya maka diwajibkan melaksanakan mandi wajib setelah haid.

Hukum mandi haid juga wajib bagi wanita yang sudah suci dari haid sebagaimana hadits berikut,

 “Jika datang haid, tinggalkanlah shalat dan jika haid berakhir, mandilah dan shalatlah.” (HR. Bukhari No. 324)

Tata Cara Mandi Wajib Setelah Haid Beserta Doanya

  • Cara mandi wajib yang pertama adalah meratakan air ke seluruh tubuh termasuk berkumur-kumur dan istinsyaq atau memasukkan air ke lubang hidung dengan nafas lalu menghembuskan keluar.
  • Tatkala seseorang telah meratakan air ke seluruh tubuhnya dengan cara apapun maka hadats besar telah terangkat darinya dan mandinya sah.
  • Atau melakukan tata cara mandi wajib setelah haid beserta doanya sesuai dengan sunnah Nabi SAW (Shahih Fiqh Sunnah, 1/172) yaitu berniat.
  • Kemudian mencuci tangan tiga kali sebelum memasukkan ke dalam bejana/wadah/gayung. 
  • Mencuci kemaluan dan bagian lain yang terkena najis dengan tangan kiri. Mencuci tangan kiri kemudian berwudhu dengan sempurna sebagaimana wudhu ketika akan shalat.
  • Menuangkan air ke kepala tiga kali dan membasahi pangkal rambut,
  • Memulai mandi dari bagian kanan kepala kemudian bagian kiri tubuh.
  • Menyela-nyela rambut, 
  • Meratakan air ke seluruh tubuh mulai dari bagian kanan kemudian bagian kiri.
  • Terdapat sunnah untuk mengusapkan kapas diberi minyak wangi pada bekas darah di kemaluan untuk menghilangkan bau tidak sedap.

Doa Mandi Wajib Setelah Haid

cara mandi wajib setelah haid beserta doanya
Sumber: pexels.com

Adapun bacaan doa mandi wajib setelah haid adalah sebagai berikut, 

نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ اْلاَكْبَرِ مِنَ الحَيْضِ فَرْضًا ِللهِ تَعَالَى

Nawaitu ghuska liraf’il hadatsil akbari minal haidhi fardhan lillaahi ta’aalaa.

“Artinya: Sengaja aku niat mandi untuk menghilangkan hadats besar disebabkan haid karena Allah Ta’ala.”

Amalan yang Dilarang Bagi Wanita Haid

Ketika seorang sedang dalam masa haid, ada beberapa larangan yang perlu dipahami bagi kaum muslimin. 

Mengutip dari buku Panduan Praktis Wanita Haid karya Umi Farikhah Abdul Mu’ti pada halaman 6-10 inilah amalan yang tidak boleh dilakukan oleh wanita saat haid.

1. Menunaikan Shalat

Wanita yang haid dan nifas haram baginya untuk mengerjakan shalat wajib atau shalat sunnah.

Sebab wanita yang sedang haid sedang kotor, sebagaimana ‘Aisyah RA dahulu tidak melaksanakan shalat.

Ada rukun-rukun shalat yang perlu dipenuhi, salah satunya adalah berwudhu. 

Wanita yang haid otomatis gugur dalam rukun tersebut karena saat haid akan mengeluarkan darah kotor sehingga tidak suci.

Mereka juga tidak perlu mengganti shalat ketika sudah suci kembali atau tidak haid.

2. Berpuasa

Shaum atau puasa adalah amalan ibadah yang disukai Allah SWT.

Ketika sedang haid, wanita dilarang untuk mengerjakan puasa.

Ulama sepakat memberikan anjuran kepada wanita haid dan nifas untuk mengganti puasa Ramadhan yang ditinggalkan pada hari yang lain.

Sebagaimana hadits ‘Aisyah RA:

, َك ِ ا ذَال َ ن ُ بـ ْ ِصيـ ُ َّا ي ( ِني ُكن ْ َع ْ ُض تـ : ي َ الح ) ِ قَ َضاء ِ ب ُ ر َ م ُؤْ َلا نـ َ و ِ م ْ صو َّ ال ِ قَ َضاء ِ ب ُ ر َ م ُؤْ َنـ فـ ِ صَلاة ال َّ “Dahulu kami mengalami haid. Kami diperintahkan mengganti puasa dan tidak diperintah mengganti shalat.” (HR. Muslim No. 265) 

3. Jima’ atau Bersetubuh

Ulama juga sepakat haramnya bersetubuh dengan istri yang sedang haid atau nifas (Majmu’ Fatawa, 21/624)

Karena ‘jima bersama isteri akan mendapatkan pahala dan sebagai amalan pasangan suami isteri.

Larangan berikut ada karena khawatir bagi kedua pasangan bisa mendapatkan penyakit akibat kondisi tersebut.

Oleh karena itu bagi para suami hendaknya dapat memaklumi keadaan isteri yang sedang haid atau tidak suci.

4. Melakukan Thawaf

Wanita yang sedang haid juga dilarang melakukan thawaf atau ibadah mengelilingi ka’bah.

Sebabnya ibadah satu ini hanya dapat dilakukan jika wanita dalam kondisi suci.

5. Mendapat Talak dari Suami

Larangan berikutnya yaitu seorang suami haram hukumnya mentalak isteri yang sedang haid.

Sehingga apabila mendesak dan terdapat alasan syar’i untuk mentalak istri maka perhatikan kaidah waktu yang tepat.

Karena setiap wanita memiliki masa iddah selama 3 quru’ atau 3 kali siklus haid setelah diceraikan oleh suami.

Setelah penjelasan poin-poin tersebut dan cara mandi wajib setelah haid beserta doanya, semoga bisa membantu Sobat dalam memahami fiqih haid.

Sebarkan artikel berikut sebagai amal kebaikan kepada orang-orang terdekat yang membutuhkannya.

Baca juga artikel informatif, unik dan terbaru lainnya di Blog Evermos.