Umat Islami Wajib Tahu, Inilah Bahaya Meninggalkan Shalat 5 Waktu

Shalat 5 waktu merupakan kewajiban yang harus dilakukan umat muslim. Jika tidak melaksanakan kewajiban tersebut maka berdoasa. Apa saja bahaya meninggalkan shalat 5 waktu? Simak ulasannya pada artikel berikut ini.

Banyak orang menyatakan dirinya beragama Islam, namun diantara mereka tidak memperhatikan masalah shalat, bahkan ada juga yang tidak melaksanakan shalat sama sekali.

Kenapa demikian ? Diantara penyebabnya, mereka tidak mengetahui kedudukan shalat yang sangat agung dalam agama.

Berikut penjelasan lebih detail mengenai kedudukan shalat, bahaya meninggalkan shalat 5 waktu serta hukumnya.

Baca juga: Inilah 5 Syarat Sah Shalat yang Umat Muslim Wajib Ketahui

Kedudukan Shalat dalam Agama Islam

Bahaya Meninggalkan Shalat 5 Waktu
Sumber: shutterstock.com

Shalat merupakan salah satu rukun Islam yang lima dan merupakan kewajiban terbesar setelah dua syahadat.

Sebagaimana sabda Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam:

 بُنِيَ الْإِسْلَامُ عَلَى خَمْسٍ شَهَادَةِ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ وَإِقَامِ الصَّلَاةِ وَإِيتَاءِ الزَّكَاةِ وَالْحَجِّ وَصَوْمِ رَمَضَانَ

Artinya: “Islam dibangun di atas lima tiang: Syahadat Lâ ilâha illa Allâh dan Muhammad Rasûlullâh; menegakkan shalat; memberikan zakat; haji; dan puasa Ramadhân.” (HR. Bukhâri, No. 8; Muslim, No. 16)

Oleh karena itu shalat merupakan tiang agama. Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

 رَأْسُ الْأَمْرِ الْإِسْلاَمُ وَعَمُودُهُ الصَّلاَةُ وَذِرْوَةُ سَنَامِهِ الْجِهَادُ

Artinya: Pokok urusan (agama) itu adalah Islam (yakni: syahadatain) , tiangnya shalat, dan puncak ketinggiannya adalah jihad.” (HR. Tirmidzi No: 2616)

Karena pentingnya ibadah shalat, maka Allâh Subhanahu wa Ta’ala memerintahkan orang-orang yang beriman untuk menjaga shalat dengan sebaik-baiknya. Allâh Azza wa Jalla berfirman :

 حَافِظُوا عَلَى الصَّلَوَاتِ وَالصَّلَاةِ الْوُسْطَىٰ وَقُومُوا لِلَّهِ قَانِتِينَ

Artinya: “Peliharalah semua shalat(mu), dan (peliharalah) shalat wusthâ (shalat Ashar). Dan berdirilah untuk Allâh (dalam shalatmu) dengan khusyu.” (Al-Baqarah: 238)

Hadits Lainnya

Demikian juga shalat merupakan pembatas antara iman dengan kekafiran. Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

 إِنَّ بَيْنَ الرَّجُلِ وَبَيْنَ الشِّرْكِ وَالْكُفْرِ تَرْكَ الصَّلَاةِ

Artinya: “Sesungguhnya (batas) antara seseorang dengan syirik dan kekafiran adalah meninggalkan shalat.” (HR. Muslim)

Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda:

 الْعَهْدُ الَّذِي بَيْنَنَا وَبَيْنَهُمْ الصَّلَاةُ فَمَنْ تَرَكَهَا فَقَدْ كَفَرَ

Artinya: “Perjanjian yang ada antara kami dengan mereka adalah shalat. Maka barangsiapa meninggalkannya, dia telah kafir.” [HR. Tirmidzi No. 2621)

Oleh karena itu, shalat merupakan amal yang pertama kali dihisab pada hari kiamat. Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

إِنَّ أَوَّلَ مَا يُحَاسَبُ بِهِ الْعَبْدُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنْ عَمَلِهِ صَلَاتُهُ فَإِنْ صَلُحَتْ فَقَدْ أَفْلَحَ وَأَنْجَحَ وَإِنْ فَسَدَتْ فَقَدْ خَابَ وَخَسِرَ فَإِنْ انْتَقَصَ مِنْ فَرِيضَتِهِ شَيْءٌ قَالَ الرَّبُّ عَزَّ وَجَلَّ انْظُرُوا هَلْ لِعَبْدِي مِنْ تَطَوُّعٍ فَيُكَمَّلَ بِهَا مَا انْتَقَصَ مِنْ الْفَرِيضَةِ ثُمَّ يَكُونُ سَائِرُ عَمَلِهِ عَلَى ذَلِكَ

Artinya: “Sesungguhnya pertama kali amal hamba yang akan dihisab pada hari kiamat adalah shalatnya. Jika shalatnya baik, maka dia beruntung dan sukses, namun jika shalatnya rusak, maka dia gagal dan rugi. Jika ada sesuatu kekurangan dari shalat wajibnya, maka ar-Rabb (Allâh) Subhanahu wa Ta’ala berfirman, “Perhatikan (wahai para malaikat) apakah hambaKu ini memiliki shalat tathowwu’ (sunah), sehingga kekurangan yang ada pada shalat wajibnya bisa disempurnakan dengannya!”. Kemudian seluruh amalannya akan dihisab seperti itu. (HR. Ibnu Majah dan HR. Tirmidzi)

Baca juga: Yakin Shalat Anda Sudah Sah? Perhatikan Dulu Hal Hal yang Membatalkan Shalat Ini

Bahaya Meninggalkan Shalat

Bahaya Meninggalkan Shalat 5 Waktu
Sumber: shutterstock.com

Menyia-nyiakan shalat merupakan sebab kesesatan, lalu bagaimana dengan meninggalkannya? Allâh Azza wa Jalla berfirman :

 فَخَلَفَ مِنْ بَعْدِهِمْ خَلْفٌ أَضَاعُوا الصَّلَاةَ وَاتَّبَعُوا الشَّهَوَاتِ ۖ فَسَوْفَ يَلْقَوْنَ ﴿٥٩﴾ إِلَّا مَنْ تَابَ وَآمَنَ وَعَمِلَ صَالِحًا فَأُولَٰئِكَ يَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ وَلَا يُظْلَمُونَ شَيْئًا

Artinya: “Maka datanglah sesudah mereka (yakni sesudah para Nabi), pengganti (yang jelek) yang menyia-nyiakan shalat dan memperturutkan hawa nafsunya, maka mereka kelak akan menemui kesesatan, kecuali orang yang bertaubat, beriman dan beramal saleh, maka mereka itu akan masuk surga dan tidak dianiaya (dirugikan) sedikitpun. (QS. Maryam : 59-60)

Orang-orang yang melaksanakan shalat, namun lalai dari shalatnya, mendapatkan kecelakaan yang besar, lalu bagaimana dengan orang-orang yang meninggalkannya ? Allâh Subhanahu wa Ta’ala berfirman :

 فَوَيْلٌ لِلْمُصَلِّينَ ﴿٤﴾ الَّذِينَ هُمْ عَنْ صَلَاتِهِمْ سَاهُونَ

Artinya: “Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat, (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya.” (QS. Al-Maun : 4-5)

Oleh karena itu, Allah SWT memberitakan bahwa meninggalkan shalat merupakan penyebab utama masuk neraka. Allah Azza wa Jalla menceritakan jawaban para penghuni neraka ketika ditanya oleh para penghuni surga tentang sebab masuk neraka.

 قَالُوا لَمْ نَكُ مِنَ الْمُصَلِّينَ ﴿٤٣﴾ وَلَمْ نَكُ نُطْعِمُ الْمِسْكِينَ ﴿٤٤﴾ وَكُنَّا نَخُوضُ مَعَ الْخَائِضِينَ ﴿٤٥﴾ وَكُنَّا نُكَذِّبُ بِيَوْمِ الدِّينِ ﴿٤٦﴾ حَتَّىٰ أَتَانَا الْيَقِينُ ﴿٤٨﴾ فَمَا لَهُمْ عَنِ التَّذْكِرَةِ مُعْرِضِينَ

Artinya: “Mereka (para penghuni neraka Saqor) menjawab, “Kami dahulu tidak termasuk orang-orang yang mengerjakan shalat, dan kami tidak (pula) memberi makan orang miskin, dan adalah kami membicarakan yang bathil, bersama dengan orang-orang yang membicarakannya, dan adalah kami mendustakan hari pembalasan, hingga datang kepada kami kematian”. Maka tidak berguna lagi bagi mereka syafa’at dari orang-orang yang memberikan syafa’at. (Al-Muddatstsir : 43-48)

Hukum Meninggalkan Shalat

Bahaya Meninggalkan Shalat 5 Waktu
Sumber: shutterstock.com

Meninggalkan shalat ada dua bentuk :

  • Meninggalkan shalat sambil meyakini bahwa shalat itu tidak wajib, maka pelakunya kafir. Ini berdasarkan kesepakatan Ulama.
  • Meninggalkan shalat, karena malas namun tetap meyakini bahwa shalat itu wajib. Dalam masalah ini para ulama Ahlus Sunnah berbeda pendapat. Sebagian mereka berpendapat bahwa pelakunya belum kafir, sementara sebagian yang lain menghukuminya kafir. Pendapat kedua inilah yang lebih kuat.

Rekomendasi Produk Mukena Terbaik yang Tersedia di Evermos

Bahaya Meninggalkan Shalat 5 Waktu

Ingin memiliki mukena dengan kualitas terbaik dari Evermos? Silahkan klik di sini.

Ada berbagai macam mukena dari beberapa brand yang tersedia di Evermos. Menariknya, mukena ini terdiri dari berbagai macam model/motif serta warna yang menarik.

Untuk mewujudkan shalat yang khusyu, maka peralatan ibadah termasuk mukena ini perlu kita perhatikan betul.

Sungguh indah jika kita melaksanakan ibadah atas dasar kecintaan kepada Allah, karena salah satu parameter ibadah kita diterima oleh Allah adalah kekhusyuan.

Maka dari itu, segera miliki berbagai mukena terbaik dengan bahan yang berkualitas ini hanya di Evermos.

Ataupun bagi Anda yang ingin menjadi reseller dengan menjual berbagai macam produk peralatan ibadah lainnya, silahkan klik Daftar Reseller Evermos Gratis di bawah ini.

Daftar Reseller Evermos Gratis

Raih potensi penghasilan sesuai keinginan dengan menjadi reseller Evermos. Tak hanya itu, insya Allah menjadi bekal pahala untuk Anda karena menjual produk-produk islami termasuk peralatan ibadah yang membawa kebermanfaatan untuk orang lain.

Demikianlah informasi mengenai kedudukan shalat wajib dalam Islam serta bahaya meninggalkan shalat 5 waktu.

Semoga kita semua senantiasa melaksanakan segala perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya.

Semoga informasi ini dapat bermanfaat untuk kita semua.

Jangan lewatkan informasi menarik lainnya di situs blog Evermos.  

×