Bagi Para Rasul iradhul basyariyah Merupakan Sifat? Ini Penjelasannya

Istilah a’radhul basyariyah mungkin terdengar cukup asing bagi Sobat. Sebab istilah iradhul basyariyah ini berkaitan dengan sifat yang dimiliki oleh Nabi dan Rasul utusan Allah SWT. Lalu apa jawaban dari Bagi Para Rasul iradhul basyariyah Merupakan? Simak jawabannya disini.

Allah SWT mengutus setiap Nabi dan Rasul untuk mengajak umatnya agar kembali kepada jalan yang benar dan lurus.

Tak dapat dipungkiri bahwa para Nabi dan Rasul juga mendapatkan keistimewaan dari Allah.

Salah satunya adalah dijauhkan dari sifat-sifat mustahil, dan mendapatkan sifat wajib yang patut umat muslim teladani.

Terlepas dari sifat wajib yang mereka miliki, ada pula sifat iradhul basyariyah. 

Lantas, bagaimana menjawab fakta bagi para rasul iradhul basyirah merupakan sifat apa?

Apa itu Iradhul Basyariyah

bagi para rasul iradhul basyariyah merupakan
Sumber: pexels.com

Muhammad Sobirin menyebutkan dalam karya ilmiahnya, iradhul basyariyah adalah sifat yang dimiliki Rasulullah SAW yang lumrah apabila dilihat dari segi biologis dan keadaan sosial.

Artinya segala sesuatu yang berasal dari Nabi SAW sifatnya berasal dari pribadi beliau sebagai manusia biasa.

Lebih lanjut lagi, Sobirin memaparkan bahwa ada empat jibillatul basyariyah atau iradhul basyariyah pada pribadi beliau.

Apa Saja Sisi Basyariyah Rasul

Masih mengutip pada sumber yang sama, Muhammad Sobirin menjelaskan ada empat basyariyah.

  • Shifatiyah atau yang berbentuk dengan karakter atau kepribadian nabi misalnya seperti pemalu, tegas, penyabar dan sebagainya.
  • Amaliyah atau yang berupa dengan bentuk perbuatan Nabi,
  • Jasadiyah yang berbentuk dengan fisik,
  • Sikap atau ekspresi Rasulullah SAW ketika mengalami sebuah kejadian tertentu.

Bagi Para Rasul iradhul basyariyah Merupakan Sifat Jaiz

Pada pembahasan berikutnya yaitu tentang sifat jaiz atau sifat yang pasti dimiliki oleh tiap utusan Allah SWT.

Mengutip dari detik.com, dalam Kumpulan Doa Sehari-hari untuk Pembentukan Karakter Anak karya Mochamad Soleh, S.Ag, sifat yang pasti dimiliki oleh Rasul adalah sifat jaiz.

Dijelaskan secara bahasa bahwa a’radhul basyariyah berarti sifat yang biasa terdapat dalam manusia.

Satu-satunya sifat jaiz yang dimiliki oleh Rasul adalah kesamaan sifat Rasul dengan manusia biasa.

Adapun penjelasan mengenai sifat iradhul basyariyah atau sifat yang sama dengan manusia pada umumnya berarti sifat yang diperbolehkan.

Misalnya sifat-sifat manusiawi seperti berekspresi, makan, lapar, haus, letih, hingga beristri.

Dalil Sifat Iradhul Basyariyah Pada Rasul

Petunjuk tentang adanya sifat a’radhul basyariyah ini terdapat pada surat Al-Furqan ayat 20 yang berbunyi:

وَمَا أَرْسَلْنَا قَبْلَكَ مِنَ الْمُرْسَلِينَ إِلَّا إِنَّهُمْ لَيَأْكُلُونَ الطَّعَامَ وَيَمْشُونَ فِي الْأَسْوَاقِ ۗ وَجَعَلْنَا بَعْضَكُمْ لِبَعْضٍ فِتْنَةً أَتَصْبِرُونَ ۗ وَكَانَ رَبُّكَ بَصِيرًا

Artinya: “Dan Kami tidak mengutus rasul-rasul sebelummu (Muhammad), melainkan mereka pasti memakan makanan dan berjalan di pasar-pasar. Dan Kami jadikan sebagian kamu sebagai cobaan bagi sebagian yang lain. Maukah kamu bersabar? Dan Tuhanmu Maha Melihat.”

Penjelasan Lebih Lanjut Sifat Basyariyah Pada Rasul

bagi para rasul iradhul basyariyah merupakan
Sumber: pexels.com

Nabi dan Rasul merupakan utusan Allah SWT yang mulia, sebab Allah SWT menjaga dan memelihara mereka dari perbuatan maksiat.

Sifat penjagaan dan pemeliharaan dari Allah SWT ini juga dapat disebut sebagai mas’hum atau terpelihara.

Sehingga dengan adanya sifat iradhah basyariyah tidak pula mengurangi martabat nabi dan Rasul yang mulia.

Jadi, jawaban bagi para Rasul iradhul basyariyah merupakan sifat jaiz yaitu memiliki sifat yang sama seperti manusia biasa.

Sifat jaiz artinya boleh, berbeda dengan sifat wajib bagi para Nabi dan Rasul.

Baca Juga : Sifat Wajib Bagi Para Rasul yang Wajib Muslim Teladani

Contoh Sifat Basyariyah Pada Rasul dalam Al-Quran

Agar lebih mudah memahaminya lagi, mari simak pembahasan apa saja contoh sifat basyariyah Rasul yang termaktub dalam Al-Quran.

1. Abasa ayat 1-10

Dalam firman Allah SWT di surat ‘Abasa ayat 1-10 mengandung sisi basyariyah Rasulullah SAW. 

Gambaran pada ayat ini menjelaskan bahwa Nabi SAW pernah dalam suatu keadaan memasang wajah yang masam kepada Abdullah Ibnu Ummi Maktum yang ingin bertanya dan menyela saat beliau menemui para pemuka kaum Quraisy.

2. Al-Imran ayat 144

Firman Allah SWT dengan artinya:

”Dan Muhammad hanyalah seorang Rasul; sebelumnya telah berlalu beberapa rasul. Apakah jika dia wafat atau dibunuh kamu berbalik ke belakang (murtad)? Barangsiapa berbalik ke belakang, maka ia tidak akan merugikan Allah sedikit pun. Allah akan memberi balasan kepada orang yang bersyukur.”

Terdapat penjelasan bahwa Nabi SAW sebagai manusia biasa akan mengalami kematian seperti manusia pada umumnya.

3. Al-Furqon ayat 20

Sebagaimana arti dari ayat tersebut yaitu,

“Dan Kami tidak mengutus rasul-rasul sebelummu (Muhammad), melainkan mereka pasti memakan makanan dan berjalan di pasar-pasar. Dan Kami jadikan sebagian kamu sebagai cobaan bagi sebagian yang lain. Maukah kamu bersabar? Dan Tuhanmu Maha Melihat.”

Allah SWT menjelaskan bahwa Rasulullah SAW dalam keseharian juga beraktifitas dan bermata pencaharian sebagaimana orang-orang Arab pada umumnya.

Nabi SAW makan, kemudian berniaga di pasar, dan mencari nafkah untuk keluarganya.

4. Al-Anfal ayat 5-8

Ikhtisar pada arti ayat tersebut, Allah SWT berfirman bahwa Nabi SAW juga adalah manusia biasa yang dapat diserang secara fisik di saat berperang.

Sehingga sekarang sudah jelas bagi kita untuk mengetahui bagi rasul sifat iradhul basyariyah merupakan sifat jaiz yang boleh sebagaimana Rasul memiliki sifat manusia pada biasanya.

Semoga artikel kali ini dapat membawa manfaat bagi Sobat, jangan lupa sebarkan juga link artikel ini kepada orang-orang terdekat yang membutuhkannya ya.