Apakah Boleh Puasa Rajab Dimulai Hari Ke 2? Ini Hukumnya!

Saat ini umat Muslim sedunia sudah memasuki bulan Rajab yaitu dua bulan menjelang datangnya bulan Ramadhan. Dalam Rajab ada banyak amalan yang patut kita tahu seperti puasa sunnah. Apakah boleh puasa Rajab dimulai hari ke 2?

Mengutip dari suara.com, Bulan Rajab adalah bulan yang istimewa dan agung sebagaimana yang telah disebutkan dalam hadits shahih berikut.

Telah diriwayatkan oleh Anas radhiyallahu ‘anhu, berbunyi,  “Keutamaan bulan Rajab atas bulan-bulan lainnya seperti keutamaan al-Quran atas seluruh perkataan. Dan Keutamaan bulan Sya’ban atas bulan-bulan lainnya seperti keutamaanku atas seluruh Nabi. Keutamaan bulan Ramadhan seperti keutamaan Allah atas seluruh hamba-Nya.”

Sebagai umat Muslim yang memahami keutamaan Bulan Rajab, ada amalan yang kerap dilakukan juga oleh Rasulullah SAW saat Rajab yaitu berpuasa sunnah.

Dalil Puasa Sunnah Rajab 1

Apakah Boleh Puasa Rajab Dimulai Hari Ke 2
Sumber: pexels.com

Mengutip dari dakwah.id untuk menjawab apakah boleh puasa rajab dimulai hari ke 2, marilah kita simak dahulu dalil puasa yang shahih.

Dari Utsman bin Hakim al-Anshari radhiyallahu anhu, ia berkata, Aku pernah bertanya kepada Said bin Jubair tentang puasa Rajab, saat itu kami sedang berada di bulan Rajab. Lalu beliau menjawab, “Aku pernah mendengar Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma berkata,

كَانَ رَسُولُ اَللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَصُومُ حَتَّى نَقُولَ لَا يُفْطِرُ، وَيُفْطِرُ حَتَّى نَقُولَ لَا يَصُومُ

“Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam biasa berpuasa hingga kami menyangka beliau tidak berbuka; dan beliau berbuka hingga kami menyangka beliau tidak berpuasa.”

Dalil Puasa Sunnah Rajab 2

Dalam riwayat Aisyah radhiyallahu ‘anha disebutkan,

كَانَ رَسُولُ اَللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَصُومُ حَتَّى نَقُولَ لَا يُفْطِرُ، وَيُفْطِرُ حَتَّى نَقُولَ لَا يَصُومُ، وَمَا رَأَيْتُ رَسُولَ اَللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اِسْتَكْمَلَ صِيَامَ شَهْرٍ قَطُّ إِلَّا رَمَضَانَ، وَمَا رَأَيْتُهُ فِي شَهْرٍ أَكْثَرَ مِنْهُ صِيَامًا فِي شَعْبَانَ.

“Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam biasa berpuasa hingga kami menyangka beliau tidak berbuka; dan beliau berbuka hingga kami menyangka beliau tidak berpuasa. Aku tidak pernah melihat Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam menyempurnakan puasa satu bulan penuh kecuali di bulan Ramadhan. Dan aku juga tidak pernah melihat satu bulan yang beliau banyak berpuasa padanya kecuali Sya’ban.” (Shahih Muslim, 6/37, no. 1960. Sunan Abu Daud, 6/406, no. 2075)

Dalil Puasa Sunnah Rajab 3

Dari Usamah bin Zaid radhiyallahu anhuma, beliau berkata, aku berkata,

يا رَسُولَ اللَّهِ لَمْ أَرَكَ تَصُومُ شَهْرًا مِنْ الشُّهُورِ مَا تَصُومُ مِنْ شَعْبَانَ قَالَ ذَلِكَ شَهْرٌ يَغْفُلُ النَّاسُ عَنْهُ بَيْنَ رَجَبٍ وَرَمَضَانَ وَهُوَ شَهْرٌ تُرْفَعُ فِيهِ الْأَعْمَالُ إِلَى رَبِّ الْعَالَمِينَ فَأُحِبُّ أَنْ يُرْفَعَ عَمَلِي وَأَنَا صَائِمٌ

“Wahai Rasulullah, aku tidak pernah melihatmu berpuasa dalan satu bulan seperti halnya puasamu di bulan Sya’ban?” Beliau menjawab: “Itulah bulan yang dilalaikan manusia yang terletak antara bulan Rajab dan Ramadhan. Ia adalah bulan yang padanya amal perbuatan diangkat kepada Rabb semesta Alam. Dan aku senang seandainya amalku diangkat ketika aku sedang berpuasa.” (Sunan an-Nasa-i, 8/59, no. 2317. Musnad Ahmad, 44/228, no. 20758, hadits hasan)

Hadits di atas mengandung makna penyerupaan bulan Rajab dengan Ramadhan. Pada bulan tersebut orang-orang menyibukkan diri dengan ibadah layaknya saat Ramadhan, sehingga mengalihkan perhatian mereka dari bulan Sya’ban dengan amalan puasa.

Pengkhususan bulan Rajab tersebut dengan puasa mengandung makna adanya keutamaan puasa Rajab dan itulah yang menjadi kebiasaan mereka. (Mawahibul Jalil, 2/408)

Puasa Sunnah Rajab

Apakah Boleh Puasa Rajab Dimulai Hari Ke 2
Sumber: pexels.com

Seperti yang umat Muslim perlu ketahui, Rajab adalah bulan ketujuh dalam kalender Hijriah.

Sa’id bun Musfir Al-Qahthani dalam Buku Putih Syaikh Abdul Qadir Al-Jailani, mengatakan bahwa Rajab diambil dari kata at-tarjib, artinya mengagungkan.

Sehingga ada ulama yang menyebutkan jika berpuasa di bulan Rajab tergolong dengan sunnah.

Berpuasa sunnah di bulan Rajab banyak dilakukan oleh umat Muslim untuk mendapatkan keberkahan dan keistimewaannya.

Seperti pahala amalan yang berlipat ganda, membersihkan diri dari dosa-dosa dan sebagainya.

Apakah Boleh Puasa Rajab Dimulai Hari Ke 2?

Sebab puasa Rajab termasuk puasa yang sunnah, sah saja apabila seseorang mengerkakan puasa Rajab dimulai pada hari kedua, hari ketiga dan seterusnya.

Karena niatnya adalah untuk menyempurnakan puasa sunnah yaitu apabila dikerjakan sangat dianjurkan dan mendapatkan pahala, jika tak melakukannya maka tidak mendapat apa-apa dan tidak mendapatkan dosa.

Puasa Rajab juga bukan puasa Ramadhan yang dilakukan selama sebulan penuh, melainkan cukup hanya beberapa hari saja.

Karena puasa Rajab sekali lagi hukumnya adalah puasa sunnah dan bukanlah puasa wajib.

Apakah Boleh Puasa Rajab Hanya 2 Hari?

Untuk menjawab pertanyaan apakah boleh puasa rajab hanya 2 hari maka kita perlu memahami hukum daripada puasa Rajab.

Puasa Rajab hukumnya sunnah dan dianjurkan tetapi bukanlah wajib.

Maka ini menjadi pilihan bagi seseorang yang ingin melakukannya.

Terlepas dari yang melakukannya hanya sehari, dua hari, tiga hari atau seterusnya.

Jadi, bisa saja dan sah saja seseorang melakukan puasa rajab hanya 2 hari dan tidak akan mendapatkan dosa apabila tidak melanjutkan jumlah hari puasa.

Sehingga puasa sunnah Rajab juga boleh dilakukan pada hari apa saja.

Nah itulah pembahasan tentang apakah boleh puasa rajab dimulai hari ke 2 dan apakah boleh puasa rajab hanya 2 hari, semoga dapat membantu Sobat yang mencari jawabannya.

Sebarkan artikel berikut kepada orang-orang terdekat Sobat yang membutuhkannya juga ya sebagai amal kebaikan.