Apa Itu Stunting dan Penyebabnya? Cari Tahu Juga Untuk Mengatasinya!

Apa Itu Stunting dan Penyebabnya

Untuk sebagian orang mungkin masih asing dengan istilah stunting. Maka dari itu, bagi Anda yang ingin mengenal apa itu stunting dan penyebabnya serta cara mengatasi atau pencegahannya, silahkan untuk membaca artikel ini hingga tuntas.

Secara umum, stunting merupakan salah satu penyakit kronis yang memengaruhi faktor pertumbuhan anak-anak.

Masalah kesehatan yang satu ini memang pada umumnya seringkali terjadi di Indonesia.

Yuk, kenali apa itu stunting dan penyebabnya serta cara pencegahannya pada penjelasan di bawah ini.

Baca juga: Parenting Islami: Inilah 5 Cara Mendidik Anak Sesuai Ajaran Islam

Apa Itu Stunting?

Apa Itu Stunting dan Penyebabnya

Sumber: google/bersosial

Stunting merupakan masalah kesehatan dengan gizi kronis akibat kurangnya asupan gizi dalam jangka waktu panjang, sehingga mengakibatkan terganggunya pertumbuhan pada anak.

Stunting juga menjadi salah satu penyebab tinggi badan anak terhambat, sehingga lebih rendah ketimbang anak-anak seusianya.

Cukup sering masyarakat menganggap bahwa kondisi tubuh yang pendek merupakan faktor genetika dan tidak ada kaitannya dengan masalah kesehatan.

Akan tetapi faktanya, faktor genetika memiliki pengaruh kecil terhadap kondisi kesehatan seseorang ketimbang dengan faktor lingkungan dan pelayanan kesehatan.

Biasanya, stunting mulai terjadi saat anak masih berada dalam kandungan dan terlihat saat mereka memasuki usia dua tahun.

Apa Saja Gejala-Gejala Stunting pada Anak?

Apa Itu Stunting dan Penyebabnya

Sumber: google/bersosial

Berikut ini ada beberapa gejala stunting yang terjadi pada anak, antara lain:

  • Wajah tampak lebih muda dari anak seusianya
  • Memiliki kemampuan fokus dan memori belajar yang buruk
  • Pertumbuhan tubuh dan gigi yang terlambat
  • Pubertas yang lambat
  • Berat badan lebih ringan untuk anak seusianya
  • Saat menginjak usia 8-10 tahun, anak cenderung lebih pendiam dan tidak banyak melakukan kontak mata dengan orang sekitarnya

Sebagaimana pihak Kementrian Kesehatan yang menegaskan bahwa stunting merupakan ancaman utama terhadap kualitas masyarakat Indonesia.

Akibatnya tidak hanya mengganggu pertumbuhan fisik, tapi anak-anak juga mengalami gangguan perkembangan otak yang akan memengaruhi kemampuan dan prestasi mereka.

Selain itu, anak yang menderita stunting akan memiliki riwayat kesehatan buruk karena daya tahan tubuhnya yang lemah pula.

Stunting juga bisa menurun ke generasi berikutnya, apabila tidak dapat ditangani dengan baik.

Baca juga: Wajib Tahu! 8 Manfaat Minyak Ikan Untuk Anak dan Cara Memberikannya

Apa Saja Faktor Penyebab Stunting?

Apa Itu Stunting dan Penyebabnya

Sumber: google/bersosial

Mengingat stunting adalah salah satu masalah kesehatan yang cukup membahayakan, memahami faktor penyebab stunting sangat penting untuk kita ketahui

Dengan begitu, kita dapat melakukan langkah-langkah preventif untuk menghindarinya.

Berikut ini beberapa faktor penyebab stunting yang perlu Anda ketahui:

1. Kekurangan Gizi dalam Waktu Lama

Sebenarnya tanpa disadari, penyebab stunting pada dasarnya sudah bisa terjadi sejak anak berada di dalam kandungan.

Karena sejak di dalam kandungan, anak bisa saja mengalami masalah kurang gizi.

Penyebab dapat kekurangan gizi adalah karena sang ibu tidak memiliki akses terhadap makanan sehat dan bergizi, sehingga menyebabkan buah hatinya pun turut kekurangan nutrisi.

Selain itu, rendahnya asupan vitamin dan mineral yang dikonsumsi ibu juga bisa ikut memengaruhi kondisi malnutrisi janin.

Kekurangan gizi sejak dalam kandungan inilah yang juga bisa menjadi penyebab terbesar kondisi stunting pada anak.

Ada rekomendasi produk susu yang baik untuk kesehatan tubuh. Tidak hanya baik untuk anak-anak, bahkan orang dewasa pun bisa mengonsumsi susu ini.

Bagi Anda yang ingin mendapatkan produk ini, atau ingin menjadi reseller, silahkan klik di sini.

Apa Itu Stunting dan Penyebabnya

2. Pola Asuh yang Kurang Efektif

Pola asuh yang kurang efektif juga menjadi salah satu penyebab stunting pada anak.

Hal ini berkaitan dengan perilaku dan praktik pemberian makanan kepada anak.

Apabila orang tua tidak memberikan asupan gizi yang baik, maka anak bisa mengalami stunting.

Selain itu, faktor ibu yang masa remaja dan kehamilannya kurang nutrisi serta masa laktasi yang kurang baik juga dapat memengaruhi pertumbuhan dan otak anak.

3. Faktor Sanitasi

Sanitasi yang buruk serta keterbatasan akses pada air bersih akan mempertinggi risiko stunting pada anak.

Apabila anak tumbuh di lingkungan dengan sanitasi dan kondisi air yang tidak layak, hal ini tentu dapat mempengaruhi pertumbuhannya.

Selain itu, rendahnya akses terhadap pelayanan kesehatan juga merupakan salah satu faktor penyebab stunting.

4. Pola Makan

Faktor penyebab stunting berikutnya ialah dari hal pola makan yang diikonsumsi.

Rendahnya akses terhadap makanan dengan nilai gizi tinggi, serta menu makanan yang tidak seimbang dapat mempengaruhi pertumbuhan anak dan meningkatkan risiko stunting.

Hal tersebuat alasannya karena ibu kurang mengerti tentang konsep gizi sebelum, saat, dan setelah melahirkan.

Maka dai itu, seorang ibu perlu memperhatikan dengan baik mengenai pola makan.

5. Adanya Gangguan Mental dan Hipertensi Pada Ibu

Pada masa kehamilan, seorang ibu tidak boleh mengalami tekanan mental karena akan berpengaruh pada kondisi kesehatan anak yang dikandung.

Jika seorang ibu mengalami gangguan mental dan hipertensi pada masa kehamilan, risiko anak untuk menderita stunting juga semakin tinggi.

6. Tidak Melakukan Perawatan Pasca Melahirkan

Setelah bayi lahir ke dunia, sebaiknya ibu dan bayi menerima perawatan pasca melahirkan.

Sangat penting dan dianjurkan juga bagi bayi untuk langsung menerima asupan ASI agar dapat memperkuat sistem kekebalan tubuh atau imunitasnya.

Perawatan pasca melahirkan tentu penting untuk kita lakukan untuk mendeteksi gangguan yang mungkin dialami ibu dan anak pasca persalinan.

7. Sakit Infeksi yang Berulang

Penyebab sakit infeksi yang berulang karena sistem imunitas tubuh yang tidak bekerja secara maksimal.

Saat imunitas tubuh anak tidak berfungsi baik, maka risiko terkena berbagai jenis gangguan kesehatan, termasuk stunting ini menjadi lebih tinggi.

Karena stunting merupakan penyakit yang rentan menyerang anak, ada baiknya Anda selalu memastikan imunitas sang buah hati terjaga sehingga terhindar dari infeksi.

Bagaimana Cara Mencegah Stunting pada Anak?

Apa Itu Stunting dan Penyebabnya

Sumber: google/bersosial

Menyadari bahwa stunting adalah masalah kesehatan yang berisiko tinggi dan dapat memengaruhi pertumbuhan anak hingga dewasa, Anda tentu perlu mengenal berbagai usaha pencegahannya.

Simak beberapa tindakan preventif yang dapat dilakukan untuk mencegah stunting.

Tindakan pencegahan ini sebaiknya kita melakukannya sebelum, saat, dan sesudah masa kehamilan.

1. Pahami dengan Benar Konsep Gizi

Pastikan Anda mendapatkan asupan gizi yang cukup setiap hari, terlebih saat masa kehamilan.

Maka dari itu, pahamilah konsep gizi dengan baik dan terapkan dalam pola asuh anak.

2. Lakukan Pemeriksaan Secara Rutin

Selama masa kehamilan, seorang ibu perlu melakukan check up atau pemeriksaan secara rutin untuk memastikan berat badan sesuai dengan usia kehamilan.

Ibu hamil juga tidak boleh mengalami anemia atau kekurangan darah karena akan memengaruhi janin dalam kandungan.

Kontrol tekanan darah ini bisa ibu hamil lakukan saat check up rutin.

3. Pentingnya Memberi ASI

Kita semua pasti sudah tahu bahwa Air susu ibu (ASI) mengandung banyak gizi baik yang dapat menunjang pertumbuhan anak.

Dalam ASI, terdapat zat yang dapat membangun sistem imun anak, sehingga menjauhkan mereka dari berbagai masalah kesehatan, salah satunya adalah stunting.

4. Pilihan Menu Beragam

Seorang ibu perlu mengupayakan untuk selalu memberi menu makanan yang beragam untuk anak.

Jangan sampai melupakan faktor gizi dan nutrisi yang dibutuhkan anak setiap harinya.

Saat masa kehamilan dan setelahnya, seorang ibu pun perlu mendapatkan gizi yang baik dan seimbang agar dapat menghindari masalah kesehatan salah satunya stunting.

5. Mengonsumsi Asam Folat

Asam folat ini berperan penting untuk mendukung perkembangan otak dan sumsum tulang belakang bayi.

Selain itu, zat ini juga dapat mengurangi risiko gangguan kehamilan hingga 72%.

Dengan asupan asam folat, kegagalan perkembangan organ bayi selama masa kehamilan juga bisa untuk dicegah.

6. Meningkatkan Kebersihan

Faktor sanitasi dan akses air bersih menjadi salah satu fokus yang bisa para orang tua lakukan untuk mencegah stunting pada anak.

Kita harus menjaga kebersihan diri dan lingkungan agar tidak ada bakteri, jamur, kuman, dan virus yang mengkontaminasi tubuh Anda dan sang buah hati.

Anda juga disarankan selalu memperhatikan kebersihan tubuh maupun tangan.

Karena apabila tangan kotor, bukan tidak mungkin kuman menjangkiti makanan yang masuk ke dalam tubuh, sehingga menyebabkan masalah kurang gizi.

Dalam waktu yang lama, masalah kurang gizi yang berkepanjangan tersebut dapat menyebabkan stunting.

Untuk mencegah stunting melalui sanitasi, Anda disarankan memilih produk-produk kebersihan tubuh yang efektif melindungi dari kuman berbahaya.

Pilihlah produk kebersihan seperti sabun cuci tangan maupun hand sanitizer yang dirancang khusus dengan manfaat pembersihan maksimal.

Ada produk hand sanitizer yang bisa Anda dapatkan atau Anda jual. Anda bisa klik Rekomendasi Produk di bawah ini untuk menjadi reseller Evermos.

Apa Itu Stunting dan Penyebabnya

Apa Itu Stunting dan Penyebabnya

Cara penggunaan hand sanitizer ini cukup menyemprotkan pada telapak tangan atau bagian luar tubuh, lalu gosok sampai kering.

Hal yang perlu Anda perhatikan dari penggunaan hand sanitizer ini adalah jika terkena mata, cucilah segera dengan air bersih.

Selain itu, pemakaian untuk anak-anak harus ada dalam pengawasan orang dewasa.

Karena memiliki anak yang sehat dan tumbuh dengan baik hingga dewasa adalah idaman setiap orang tua, bukan?

Mari cegah risiko stunting dengan selalu memperhatikan nutrisi, kesehatan, dan kebersihan tubuh buah hati.

Bagi Anda yang ingin mendapatkan produk hand sanitizer atau ingin menjualnya, Anda dapat mendaftarkan diri Anda menjadi reseller Evermos.

YUK, GABUNG DISINI!

 

Banyak kemudahan dan keuntungan yang akan Anda dapatkan dengan menjadi reseller Evermos, antara lain:

  • Bisnis tanpa modal
  • Memiliki toko online sendiri
  • Tidak perlu pusing cari supplier
  • Tidak perlu memikirkan stok dan pengiriman
  • Mendapatkan pelatihan bisnis online dari ahlinya
  • Berkesempatan bergabung dengan komunitas reseller dari berbagai daerah

Bagaimana? Menarik bukan? Mari raih potensi mendapatkan penghasilan sesuai keinginan dengan menjadi reseller Evermos.

Semoga informasi ini dapat bermanfaat. Jangan lupa untuk membaca artikel menarik lainnya pada situs Blog Evermos

Share:
Facebook
Twitter
Pinterest
LinkedIn
×