Hasil Antigen PCR Perjalanan Domestik Tak Wajib , Apa Saja Aturannya?

Kabar baik bagi Anda yang sering bepergian untuk keperluan bisnis dan sebagainya, karena kini pemerintah telah mengeluarkan aturan terbaru terkait syarat perjalanan antigen PCR.

Peraturan baru tersebut memungkinkan bagi para perjalanan moda transportasi udara, laut, dan darat untuk jenis pribadi dan umum tidak perlu lagi menunjukkan hasil tes antigen.

Aturan tersebut tertuang dalam Surat Edaran (SE) Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Nomor 11 Tahun 2022 mengenai Ketentuan Perjalanan Orang dalam Negeri pada Masa Pandemi Covid-19.

Jika sebelumnya kita memerlukan hasil tes antigen negatif untuk melakukan perjalanan domestik atau dalam negeri, maka pemerintah mulai memberlakukan hal yang berbeda karena sejumlah faktor.

Kemenkes Siti Nadia Tarmizi: Tidak Perlu PCR dan Antigen Bagi Yang Sudah Vaksin Dosis Kedua dan Booster

Mengutip wawancara dari Kompas.com, Sekretaris Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat Kemenkes Siti Nadia Tarmizi memberikan penjelasan mengenai alasan pemerintah mencabut aturan wajib tes PCR dan antigen untuk masyarakat yang akan melakukan perjalanan dalam negeri.

Hal ini dikarenakan apabila warga tersebut sudah mematuhi aturan pemerintah untuk melakukan vaksinasi dosis pertama dan dosis kedua hingga vaksin booster.

“Kita melihat bahwa proteksi vaksinasi pada orang itu juga sudah didapatkan,” tuturnya kepada Kompas saat diwawancarai secara virtual pada Selasa (8/3/2022).

Aturan Baru Antigen PCR Bagi Pelaku Perjalanan Domestik

  1. Berusia di bawah 6 Tahun
  2. Sudah vaksin dua kali
  3. Jarak wilayah aglomerasi perkotaan
  4. Berlaku bagi moda transportasi di daerah 3T
  5. Wajib mengisi eHAC diaplikasi PeduliLindungi

Penjelasan Syarat Perjalanan Domestik Antigen PCR Terbaru

Melansir dari akun Instagram resmi @kemenkes_RI pada Kamis (10/03/2022), terkait sejumlah aturan yang berlaku kepada seluruh pelaku perjalanan domestik diantaranya harus mengisi eHAC dalam aplikasi Peduli Lindungi.

E-HAC sendiri merupakan singkatan dari electronic-health alert card atau Kartu Kewaspadaan Kesehatan yang dapat berfungsi untuk meminimalisasi panjangnya antrean kedatangan di area bandara.

Adapun untuk aturan lainnya memiliki penjelasan sebagai berikut, 

1. Berusia di Bawah 6 Tahun

Bagi Anda yang memiliki anak dengan usia di bawah umur 6 tahun dapat melanjutkan perjalanan domestik tidak wajib untuk melampirkan hasil negatif tes PCR Antigen.

Namun, tetap saja anak dengan usia di bawah 6 tahun wajib untuk di dampingi dalam perjalanan dan tetap dapat menerapkan protokol kesehatan yang berlaku.

Penjelasan ini tercantum dalam SE Satgas Covid-19 dengan bunyi sebagai berikut,

4) PPDN dengan usia di bawah 6 tahun dapat melakukan perjalanan dengan pendamping perjalanan dan menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

2. Sudah Pernah Vaksin Dosis Kedua

Menurut Siti Nadia Tarmizi selaku Sekretaris Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat Kemenkes, bagi masyarakat yang sudah disiplin Prokes dengan vaksin minimal dua dosis sudah mendapatkan perlindungan antibodi dalam menghadapi Covid-19.

Penjelasan dalam SE tercantum sebagai berikut, 

1) PPDN yang telah mendapatkan vaksinasi dosis kedua atau vaksinasi dosis ketiga (booster) tidak di wajibkan menunjukan hasil negatif tes RT-PCR atau rapid test antigen;

Jadi, bagi Anda yang sudah melakukan vaksinasi minimal dosis kedua atau ketiga dengan booster tidak perlu khawatir untuk melakukan tes ulang PCR sebagai syarat bepergian.

3. Termasuk Jarak Wilayah Aglomerasi Perkotaan

Khusus bagi Anda yang sering melakukan perjalanan dengan moda transportasi kereta, misalnya dalam satu wilayah aglomerasi perkotaan dapat melanjutkan perjalanan tanpa tes Antigen PCR negatif.

Untuk contoh kasus, Anda melakukan perjalanan Jabodetabek dengan rute Yogyakarta-Solo.

Akan tetapi, selama perjalanan Anda wajib untuk dapat menaati protokol kesehatan yang berlaku.

Khusus perjalanan rutin dengan moda transportasi darat menggunakan kendaraan pribadi atau umum, dan kereta api dalam satu wilayah/kawasan aglomerasi perkotaan dikecualikan dari persyaratan perjalanan sebagaimana diatur dalam huruf c.

4. Berlaku bagi moda transportasi di daerah 3T

Daerah 3 T atau memiliki artian Terdepan, Terpencil, Tertinggal yang merupakan daerah paling terluar dalam wilayah Indonesia.

Misalnya, daerah ini terdapat di Kabupaten Mahakam Hulu Provinsi Kalimantan Timur.

Kondisi ini juga termasuk pada wilayah yang berbatasan langsung dengan negara lain, dan memiliki karakteristik kurang lengkap sarana dan prasarana infrastruktur umum serta kesehatan, para pelaku perjalanan tidak perlu menunjukkan hasil tes Antigen PCR negatif.

5. Wajib mengisi eHAC di aplikasi Peduli Lindungi

Bagi para pelaku perjalanan domestik wajib untuk menginstall aplikasi Peduli Lindungi dan menggunakannya ketika melakukan perjalanan.

Kemenkes RI juga menghimbau masyarakat untuk mengisi E-HAC yang dapat meminimalisir antrian ketika berada di kawasan bandara.

Hal ini tercantum pada aturan SE Satgas Covid sebagai berikut,

1) Setiap PPDN wajib menggunakan aplikasi PeduliLindungi sebagai syarat melakukan perjalanan dalam negeri.

Tetap Menaati Prokes yang Berlaku

Masyarakat juga di himbau agar tetap menjaga Prokes saat bepergian dengan menggunakan masker medis atau masker kain 3 lapis yang menutupi mulut hingga dagu.

Masker medis juga memiliki keterbatasan dalam penggunaannya sehingga kita wajib untuk mengganti secara berkala.

Agar penyebaran virus tidak menjangkit pada lingkungan sekitar Anda perhatikan juga sanitasi atau kebersihan dengan rutin mencuci tangan menggunakan sabun dan handsanitizer.

Semoga dalam perkembangan kasus Covid-19 kita semua mendapatkan perlindungan dan kesehatan selalu, sehingga Pemerintah dapat mengoptimalkan proses transisi dari pandemi ke endemi.

Sekian artikel mengenai aturan antigen PCR terbaru semoga dapat bermanfaat bagi Anda.

Sebarkan juga link artikel berikut kepada orang terdekat Anda yang membutuhkannya.

Untuk membaca artikel menarik dan informatif lainnya kunjungi Blog Evermos.

 

×